Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 43 Umay Amay Alika


__ADS_3

"Apa apaan kalian ini?! Berantem di area sekolah? Waras gak kalian HAHH?!" tanya pak Wanto.


Akibat emosi yang membuncah, Danial menghajar Jodi. Sampai akhirnya dia berakhir disini. Di ruangan BK. Padahal sebelumnya, dia tidak pernah memasuki ruangan ini dengan tujuan penyelesaian kasus.


"A- Abang ini pak. Dia ngehajar saya tiba tiba" jelasnya.


Tok tok tok..


"Apakah pantas seorang siswa menjadi biang gosip dengan menyebarkan HOAKS hamil diluar nikah?!" tanya Nara yang muncul.


"Pak, ini kesolidaritasan antara gengnya bang Febri dengan kami. Mereka melindungi kami dari segala hal. Termasuk ini. Jadi ini bukan salah bang Febri" lanjut Alika.


"Pak, coba bapak bayangkan, adek bapak difitnah hamil diluar nikah. Bagaimana perasaan bapak? Marah kan? Emosikan? Itulah yang kami rasakan saat diva difitnah oleh siswa bermulut lemes satu ini" sahut Yesha sambil menunjuk Jodi.


"Darimana berita itu tersebar?" tanya pak Wanto.


"Awalnya, Jodi ini hanya berbicara dengan temannya. Lalu thalia beserta rombongannya mendengarkan dan membuat keributan di kantin. Asumsi yang beredar ini membuat pemikiran semua orang berubah tentang diva pak!!" jawab Nara.


"Jodi, kenapa kamu bisa mengatakan hal ini?"


"Dia gak akan jawab jujur pak, saya yang jawab. Jadi, tadi pagi dia mengajak Diva pergi ngedate nanti malam. Namun, Diva menolak dan menggunakan alasan ada janji dengan tunangannya. Itu hanya al–"


"Saya tau, orang tua Diva sudah meminta izin pihak sekolah untuk tidak mengeluarkan diva karena dia akan dijodohkan. Pihak sekolah juga tidak keberatan tentang itu. Lagi pula, Diva belom menyetujui perjodohan yang diadakan orang tuanya" ujar Pak Wanto.


'mami papi emang niat bener bikin gue tersiksa' batin Diva berbicara dalam hati.


"Jelas bukan?!" Alika berbicara pada Jodi.


"MAKANYA, KALAU GAK TAU APA APA GAK USAH ASAL BICARA GOBLOKK!" senggak Nara.


"Sudah!"


"Jodi, stop menggosip. Saya juga sering mendengar kamu itu biang gosip disekolah ini"


"Admin lambe turah pak" sahut Nara.


"Sudah Nara"


"Saya anggap masalah ini selesai, dan kamu Febri, minta maaf pada jodi"


"Mending saya mati pak, daripada minta maaf sama orang yang bikin sakit hati adek angkat saya" balas Danial lalu pergi.


"Pantesan kamu juga begitu ya Yesha" ujar pak Wanto. Yesha tersenyum. Mereka pamit lalu keluar.


Saat Jodi ingin kabur, Nara menarik bajunya.


"Lo klarifikasi semuanya, bersihkan nama sahabat gue. Kalau sampai pulang sekolah masalah ini belom kelar, gue, yesha sama Alika yang bakal ngehajar lo pake tangan kita sendiri. Paham?!" ancam Nara. Dia pun mengangguk lalu pergi.


"Makin gila gue di SMA ini" keluh Nara.


"Dip lu baek baek aja kan?" tanya Alika.


"Santai, gue anti banting" jawab Diva.


"Jodi selesai, tinggal thalia dan para dayangnya" ujar Yesha.


-★_★-


"Ih ***, Umay sama Amay gue datang." keluh Alika saat dijalan menuju parkiran. Pelajaran mereka hari ini sudah selesai.


"Kenapa rupanya?" tanya Nara.


"Gue gak bisa nongki njer" keluh Alika.


"Nongkinya libur lah," jawab Diva.


"Quality time sama keluarga lebih penting," sahut Yesha.

__ADS_1


"Iya sih, ih tapi sumpah gue sumpek. Apalagi liat Radit sama Radot" keluh Alika.


"Wis makin ganteng pasti, apalagi si Radot" sahut Diva.


"Ah iya Radot. Namanya itu loh ketceh banget" sahut Yesha dengan alaynya.


"Hahahaha"


"Eh *** ***, itu ada thalia cs" ujar Nara.


"Wait, gue ada ide" Yesha mengendap endap mendekat ke mereka. Bodohnya! Tidak ada satupun yang tersadar. Yesha mengikat tali sepatu mereka secara berurutan. Setelah selesai dia kembali ke tiga temannya.


"Gila kejahilan lo gak pernah pudar" protes Diva, Yesha tertawa ngakak.


"Panggil salah satu" suruh Alika.


"Ah ini ada mas marsel," ujar Yesha.


"Mas," Yesha memanggil Boy lalu menunjuk ikatannya.


"Jadi?" tanya boy.


"Is parah lu mah" lagi lagi kening Yesha disentil boy.


"Ampun boss" balas Yesha.


"Jadi mau gimana?" tanya Boy.


"Panggil kesinii" suruh Diva. Boy menyetujui dengan jari jempolnya. Crazy bicit pun bersembunyi di balik tiang tiang.


"Emm.. Enjel" teriak boy sambil memainkan tangannya. Enjel yang merasa dipanggil kesenangan dan ingin berjalan kearah boy. Tapi, dia malah terjatuh bersamaan dengan yang lain. Crazy bicit keluar dari persembunyiannya lalu tertawa sekeras-kerasnya.


Boy pun juga tertawa.


"Awas lu pada, tunggu pembalasan gue" ancam Thalia.


★—•—•—★


Alika POV


"ALIKA PULANGG" teriak gue. Gue sengaja teriak biar keluar manusia yang bersembunyi, eh gak ada yang muncul.


"Kagak usah tereak tereak, kebiasaan" ceramah seorang pria, yang tak lain si Radit.


"Eh perusuh, dah datang" balas gue.


"Dih sepupu kurang ajar" keluh Radit. Gue ketawa.


"Bawa apaan lu? Kagak kasih ke gue? Oleh oleh?"


Ya gini, gue mah demen malakin orang:v


"Kagak ada oleh oleh buat lo" jawab Radit.


Betapa laknatnya sepupu gue yang satu ini:)


"Gue bilang bang Rafly lu ntar, liat aja" ancam gue lalu beranjak pergi.


Gue ke kamar, ini kenapa rumah sepi sih? Bingung beneran dah. Apa di kolam? Bodo amat lah.


Gue jalan terus ke kamar. Sesampainya di kamar ternyata banyak kotak hadiah didalam.


"Gila gue gak ulang tahun padahal" Gue menghampiri satu persatu.


"From Radit ganteng, dih narsis" gue buka tuh kotak, isinya coklat favorit gue. Gue letak dikulkas mini biar keras kan enak.


Oke next!

__ADS_1


"From bang Rafly, widii.. gede" gue kayak artis yang unboxing gitu anjrit. Wekaweka >_<


Ah... Ini susah banget bukanya..


Ahiyak, akhirnya kebuka, eh isinya jaket kulit idaman gueee. Bang Rafly debessss.


Lanjut lanjut.


"From kak Dilla, oke kak Dilla bawa oleh oleh apa buat gue?" Gue buka kotaknya dannn isinyaaa wanjerrrrrrrr, albumnya Blackpink 'How you like that' manteppppp banget dahhh. Kak dillaaa debessss jugaaaa.


Berpindahhh kotakkk


"From Radot, Mr. Handsome. Emang narsis mereka bedua" gue buka lagi tuh kotak ke lima eh ke empat.


Dann hadiahnyaaaaa, sepatu yang gue idamin huhuuuu.. baek bangett dah.


"From Della dan Delly, okeee adek sepupu gue kasih gue apa,"


Gue berasa gila ngomong sendiri:))


Oke bodo amat, gue buka tuh kotak. Hyaaaaa... Della sama Delly kasih gue lima pasang ootd kece keceeee. Anjrit, uang darimana tuh anak.


Ganti kotak. Ini ada dua kotak lagi. Berarti dari Umay sama Amay.


Gue pilih kotaknya Amay dulu.


"From Amay, semangat yaa keponakan Amay" tulisannya begitu di depan kotak.


Gue cek dulu apaan.


Wah wah wah!!!!!! Sepaket alat ngelukis. Gue minta sama yah gak dibeliin, eh Amay malah kasih. Debes dah ah:)


Capek gue buka kotak mulu.


Ini yang terakhir.


"From Umay, semoga bermanfaat yaaa." itu tulisan Umay. Umay itu ayahnya mereka berenam ya ges, kalau Amay emaknya:>


Gue buka nih, eh berat berat gimana gitu.


Bismilah..


Hah?! Gila? Demi apaa? Inii, ini kameraaaaa. Kameraa idamannnnnn gueee. Umay tulis disini “Semangat ngevlognya, semangat cover dancenya” .


Anjrit anjrit, kerasukan apa mereka kasih gue banyak hadiah gini.


Oh iya nih gue kasih tau dulu, Umay gue namanya Doddy, Amay gue namanya Rania. Anak pertama yang kembar itu, Bang Rafly sama kak Dilla. Terus itu yang sebaya sama gue, Radit sama Radot. Dibawah gue dua tahun itu ada Della sama Delly.


Sanggup bener Amay gue ngurus mereka:v


Oke back to kotak oleh oleh.


Coba gue gabungin, kamera dari Umay, baju lima pasang dari Della Delly, jaket dari bang Rafly, sepatu dari Radot. Semuanya barang yang gue butuhin buat dance cover, dan akhirnyaa terpenuhiii. Keceee badai gila. Udah gitu Kak Dilla kasih gue album Blackpinknya. Nah si Radit kasih gue coklat buat bikin gue makin semangat. Kalau paket ngelukis dari Amay mah untuk gambar gambar bias kali yaa :v


Debes bener ahhhhh gilaaaaaaaaaa. Seneng banget gue demi apa!!!!


Nah sekarang mereka dimanaa?


Gue intip dulu dari balkon, eh mereka dibawah.


Di kolam, kolamnya itu di disamping rumah, nah atasnya itu kamar gue.


Gue teriak aja dah.


"Umay, Amay, bang Rafly, kak Dilla, Radit, Radot, Della, Delly, MAKASIHHH OLEH OLEHNYAAAA... ALIKA TERHARUUU"


Mereka tertawa dibawah.

__ADS_1


Gue samperin ah, tapi gue mo ganti baju dulu. Jangan ngintip >_<


__ADS_2