
Mereka berempat pergi dari cgrvls sambil pegangan tangan. Para costumer dan pelayan melihat mereka sambil senyum-senyum sendiri.
Karena tadi para cowok bawa kendaraan sendiri-sendiri, para cewek pun memilih bersama pasangan masing-masing. Kecuali Nara, saat mereka berpegangan tangan. Nara tidak, karena disini tidak ada Wisnu.
"Dip, gue naik mobil lu aja ya" pinta Nara.
"Sama Khansa aja napa sih" suruh Alika.
"Au tuh" sahut Yesha.
"Ah ogah. Cari aman gue daripada ntar tengkar sama mas Wisnu" jawab Nara.
"Bucin akut" ledek Diva sambil melempar kunci mobilnya. Nara menangkap kunci itu lalu masuk ke dalam mobil. Khansa mengikutinya dan duduk di kursi depan.
"Ngapain lu masuk Kanso?!" tanya Nara.
"Gue tadi nebeng sama Branden" jawab Khansa.
"Masa iya??" tanya Nara. Khansa berdehem.
"Tenang. Ntar gue yang jelasin ke Wisnu" ujar Khansa. Nara menghela nafas.
"Lu yang bawa dah" suruh Nara. Mereka berpindah posisi dan duduk dengan nyaman.
Yang lain hanya memperhatikan mereka dari dalam mobil masing-masing. "Nara lebih cocok sama Khansa daripada sama Wisnu yang jarang ada waktu" ujar Yesha.
"Mas setuju sama kamu. Ya tapi, maklumi aja Wisnu kan sibuk" balas Boy.
"Ye.. sesibuk apapun setidaknya sisain waktu gituloh" jawab Yesha sambil melihat Boy. Boy menatapnya lalu mendekat ke Yesha. Boy mengecup pipinya.
"Iya iya iya" balas Boy. Dia cengengesan ketika melihat wajah terkejut Yesha.
"Oyy mobil hitam jangan romantisan ya tolong" ledek Diva dari ponselnya yang menuju ke ponsel Yesha. Itu terputar otomatis.
Boy tertawa melihat wajah merah Yesha yang sudah tersadar. "Ayo kita pergi" ajak Boy. Mereka pun mulai pergi menuju mall untuk bermain game.
________________
"Huaaahh capek gue" keluh Yesha setelah bermain, saat ini mereka ada di kafe mall.
"Samaaaa gue juga" sahut Alika.
"Mau makan apa?" tanya Branden.
"Gak ah gak laper" jawab Nara.
"Makan" suruh Khansa.
"Nggak" respon Nara.
"Makan na, ntar lu suckid" suruh Alika.
"Nggak" jawab Nara.
"Gak usah bebal kalau dibilangin! Lo belom ada makan dari tadi" protes Khansa.
"Ciee cieee aww perhatian banget abang micinn" goda Yesha. Mereka tertawa bersama.
"Abang micin palelu" balas Khansa kesal.
"Khansa Sasa Sasa Sasa kan micin" jawab Diva. Mereka tertawa lagi.
"Udah woi, mau makan apaan ini?" tanya Frans.
"Bapak ini sudah lapar ternyata" sahut Alika.
"Apa aja manut" jawab Crazy Bacot barengan.
"Kalian apa?" tanya Frans pada cowok cowok.
__ADS_1
"Manut" jawab mereka juga.
"Gue beli nasi basi nih ya manut manut" keluh Frans.
"Hahahaha"
"Haha hehe haha hehe" ledek Frans.
"Yaudah bentar, gue yang pesenin" ujar Frans lalu pergi.
"Tiati sayang" goda Alika.
"Cieee, cia udah gedek juga" ledek Nara lagi. Merekapun tertawa.
"Halo" ujar seorang pria menghampiri meja mereka. Serentak, mereka mendongak.
"Pak Wanto? Ah iya halo pak" jawab mereka barengan lagi. Mereka melihat pak Wanto menggendong anak sekitar umur dua tahun, disampingnya juga seorang wanita cantik yang menggendong satu anaknya yang lain.
"Lagi santai ya?" tanya Pak Wanto.
"Iya pak" jawab Diva.
"Bisa gabung?" tanya Pak Wanto lagi.
"Oh iya silahkan pak" jawab Branden.
"Perkenalkan ini istri saya, Welly. Ini anak saya, Willy dan Wally" ujarnya.
'keluarga ww' batin mereka. Mereka membalas dengan senyuman.
"Udahh gue pes--"
"Eh ada pak Wanto" ujar Frans. Pak Wanto dan Frans sama sama tersenyum. Mereka kembali duduk.
"Kalian gak bikin persiapan?" tanya Pak Wanto lalu duduk santai diikuti istrinya.
"Echaaaa. Gue bejek bejek ntar lu yaa!! Jujur amat sii" bisik Khansa. Mereka tertawa.
"Bay the way, kan ini belom jam pulang pak. Kok bapak disini?" tanya Frans.
"Ah ini saya balik duluan karena istri saya telepon. Panik banget suaranya jadi saya ikutan panik" jawabnya.
"Emang ada apa pak?" tanya Branden.
"Istri saya ngidam" jawab pak Wanto.
×××××
"Wah gak nyangka, laju banget si pak Wanto" gosip Branden. Mereka pergi menuju toko baju setelah berpamitan dengan pak Wanto.
"Lo ikutilah besok" ledek Khansa.
"Sudah rencana" ujar Branden. Mereka geleng geleng kepala karena Branden.
"Dipp, kita besok bikin lima ya" pinta Branden.
"Gila lo ya? Bikin apaan lima?" tanya Diva berpura-pura polos.
"Bikin.. lontong" jawab Branden tak kalah polos. Mereka tertawa berjamaah.
"Gue suka nih, goblokknya natural" jawab Yesha. Lagi lagi mereka tertawa.
"Eh ini mo kemana? Toko baju? Buat apa?" tanya Nara.
"Buat apa, buat apa. Ya buat kalian lah. Emang pertunjukkannya gak pake baju" jawab Khansa nyolot.
"Kan bajunya dibuatin Yesha" jawab Diva. Yesha yang lagi minum tersedak.
"Pelan pelann" ujar Boy.
__ADS_1
"Yang bener ajaaa?" tanya Yesha.
"Ayolah caa, lo kan desainer. Gue bantu deh" sahut Alika.
"Oke oke oke oke fine" jawab Yesha pasrah.
"Gak jadi ke toko baju?" tanya Frans.
"Jadilah" jawab Branden.
"Buat apa lagii?!" tanya Alika.
"Kalian gak bakal balik kerumahkan? Tiga hari tiga malam full di cgrvls. Jadi.. alangkah baiknya baju kalian dibawa kesana" jawab Branden.
"Di sana udah ada baju woi. Baju cadangan kalau ada apa apa. Lagian, kan ada butiknya si Echa. Tinggal bilang “Ca gue ambil yang ini ya” Echa pasti jawab “Yaudah ambil aja” simple kan?" balas Nara.
"Fiks, gue bangkrut" keluh Yesha.
"Hahahahahaha"
______________________________
17:37
Seorang pria tampan baru saja balik kerumahnya, dia langsung menjatuhkan tubuh atletisnya diatas tempat tidur ternyaman miliknya.
Mata coklatnya ingin tertutup perlahan, namun terganggu karena suara ketukan pintu. "Masuk" teriak si pria.
"Lo di panggil papa di ruangan bawah" ujar wanita cantik seumurannya.
"Kapan?"
"Sekarang!!" kesalnya.
"Lima belas menit lagi" jawabnya malas. Wanita ini menarik kakinya sehingga pria tampan ini terjatuh dari tempat tidurnya.
"Ameliaaaaa!!!" teriaknya kesal. Wanita bernama Amelia atau kerap dipanggil Amel ini hanya cengengesan.
"Gue sepupu yang baik bukan? Udah, cepatlah!!!" ujarnya lalu pergi.
"Baik darimanaa?! Gak ada akhlak iya" sindirnya kesal. Dia bangkit lalu menuju kamar mandi.
Sembilan menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan rambut sedikit berantakan. Tidak perduli akan hal itu, dia pergi menghampiri papanya diruang bawah tanah.
"Ada apa?" tanya pria itu tanpa basa basi. Dia sudah tiba diruang bawah tanah.
"Duduklah" suruh papanya. Pria ini menurut dan duduk di sofa. Ruangan bawah tanah adalah ruangan kerja papinya.
"Saya capek pa, saya mau istirahat. Jadi, langsung to the point aja ya. papa panggil saya kenapa dan ada apa?" tanyanya lagi.
"Siapa dia?"
"Dia? Dia siapa?"
"Kekasihmu, kekasih barumu" pria ini terdiam.
"Mata mata? Papa selalu memata-matai saya???" tanya nya mulai kesal.
"Tidak setiap hari, hanya hari ini. Jadi, kamu yang jawab atau papa cari tau sendiri?"
"Tidak bisakah saya hidup tanpa kekangan dari papa?"
"Oh come on. Ini bukan kekangan. Papa sedang melindungimu. Papa gak mau kamu jatuh cinta sama wanita yang bisanya menghabiskan uang kita"
"Kamu tidak mau mengatakannya? Oke, kalau gitu papa kasih waktu satu minggu. Hari dimana kamu kembali ke New York, kamu harus memberitahukan siapa dia"
"Baiklah... Boy. Pergilah jemput adik perempuan mu yang baru tiba di Indonesia"
"Dia sudah menunggumu... sedari tadi"
__ADS_1