Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 42 Amarah Crazy Bacot


__ADS_3

"Eh nyok, tumben telat?" tanya Nara saat Diva masuk.


"Tadi ada si Jodi, ngajakin gue ngedate. Gue bilang aja ada janji sama tunangan gue" jawab Diva.


"Tolollll" umpat Nara.


"Ih gak ada akhlak mak, kenapaa?" tanya Alika.


"Jodi itu biang gosip goblokkk!! Dia bakal viralin lu nanti, liat deh" balas Nara.


"Lah iyaaaaa.. begooo banget guaa. Terus gimana? Kalau gue dikeluarkan gimana?" tanya Diva panik.


"Kebiasaan sih, kalau ngomong gak dipikir dulu" sahut Yesha yang bermain game sambil bersandar di pundak Boy yang juga bermain game, mereka berdua main bersama.


"Yah, gimana dong. Huaaaaa" keluh Diva lagi, dia menyembunyikan mukanya dibalik tumpukan tangan.


"Yang tabah ya sayang" sahut Branden dari sampingnya.


"Diem lu Malik, hyaaaaaaaa" keluh Diva lagi.


"Udah gak apa apaa. Anggep aja tunangannya Branden tuh" sahut Boy.


"Dih gila ajaa. Makin mampuss gue" balas Diva.


"Mampuss mampuss mampuss" ledek Frans.


"Dih lu kok ngeselin sih?!" tanya Diva kesal. Frans tertawa.


"Udahh oi. Balik ke tempat. Bu Nuni datang" sahut Irham.


"Eh bukan Bu Nuni itu" balas Aji.


"Jadi?"


"Ahh.. pak Erik. Bukannya jam Bu Nuni?" tanya Milly.


"Tunggu, itu pak Erik sama cewek. Siapa ya?" tanya Fera.


"New siswi" jawab Fahmi.


"Gak usah sok Inggris deh sari-mie" ledek Gery. Mereka tertawa.


"Selamat pagi anak anak" sapa pak Erik.


"Siang pak" balas Boy dan Yesha bersamaan, mereka sudah selesai bermain dan memenangkannya.


"Kok gilanya barengan gitu. Nular kali ya?" tanya Aji. Yesha dan Boy tertawa bersama.


"Sudah sudah!" lerai Pak Erik.


"Hari ini, kita kedatangan siswi baru. Saya harap kalian menerimanya dan tidak membuli, mengejek atau menginanya" lanjutnya.


"Selo aja pak, ada emak saya. Kalau ada pembulian jelas diberantas sampe tuntas" cerocos Yesha sambil menunjuk Nara.


"Gue yakin seratus persen, Yesha habis di ruqyah sama Bryant" ujar Gery. Yesha menatap Gery lalu meletakkan dua jari di pipinya.


"Eitss" boy langsung memutar wajah Yesha. Yesha nyengir kuda.


"Janggal banget, jadi mistis nih kelas" keluh Fahmi. Mereka semua pun tertawa.


"Bercanda teross" protes pak Erik.


"Siamah bapak," balas Diva.


"Gosa sok sok-an bahasa Sunda lu dip" ledek Alika.


"Gue yakin, dia tau cuma kata kata siamah" sahut Nara.


"Iya bre" balas diva cengengesan. Mereka tertawa lagi.


Bruk.. bruk.. bruk...


"Astaga bapak, mejanyaaa" keluh Alika. Penghapus papan tulis melayang di udara.


Hap! Frans menangkap penghapus yang mengarah ke Alika.


"Anjiyyyyy sakit tangan guaaa" keluh Frans.


"Hahahaha.. sok sok an sih" ledek Khansa.


"Sakit dimana? Liat" pinta Alika. Frans menunjuk tangannya.


"Cieeeeee" ledek satu kelas.


"Jangan kea bocil SD dah, cie ciean" balas Alika.


"Sudah sudah!!! Kalian ini" kata pak Erik.

__ADS_1


"Lah, pak? Kan waktu kami sama Bu Nuni" sahut Panji.


"Bu Nuni stres liat kalian, liat ini. Siswi baru berdiri dari tadi" balas pak Erik.


"Lah suruh duduk atuh pak" ujar Fahmi.


"Dia belom kenalan saja kalian sudah banyak omong"


"Ampun dah ampun" balas Irham.


"Oke, kenalkan diri kamu" Boy berkata saat pak Erik ingin berbicara.


"Boyyyyy" keluh pak Erik.


"Boy?" tanya Aji.


"Kan dia laki laki jadi reflek gitu pak Erik panggil boy" jelas Gery.


"Nah pinter" sahut Boy.


"Ah sudahlah," pak Erik menatap siswi baru menyuruhnya berkenalan.


"Perkenalkan nama saya, Aleyana Gabriel" ujarnya.


"Aleya, kamu bisa duduk di sebelah Bryant" suruh pak Erik.


"Gila bapak ya? Ada saya disini. Masa di depak gitu aja" protes Yesha.


"Ca, gabole gitu" sahut Boy.


"Yesha pindah kemana pak?" tanya Boy.


"Sebelah Kiki" suruh Pak Erik lagi.


"Ki, lu pindah sini gue disono. Gue sama Yesha lu sama Aleya" suruh Boy.


"Dih, sama aja kalau gitu. Mending langsung aja Aleya sama Kiki" protes Aji.


"Yak tull" balas Boy.


"Ya sudah, Aleya kamu duduk sama Kiki" Aleya pun berjalan menghampiri Kiki.


"Hay, gue Diva"


"Gue Nara"


"Gue Yesha"


"Gue aj–"


"Nanti ajaa, habis waktunya jika kalian banyak omong seperti itu" potong pak Erik.


"Gue yakini seratus persen, pak Erik..."


"Pms" sahut crazy bicit. Semua pun tertawa ngakak.


___________•∆•


"Parah sih, bener bener kalian" ledek Revin. Mereka dikantin menikmati makan siang. Khansa baru saja menjelaskan kejadian itu dikelas. Oh iya, Aleyana juga bergabung dengan mereka.


"Sengklek bener otaknya" sahut Ikhsan.


"Diem gak lu can" protes Yesha.


"Caca" sambung Boy.


"Apa?"


"Gak sopan sama yang lebih tua"


"Tau tuh, asal aja" balas Ikhsan.


"Dih, tau sendiri gue asal ceplos orangnya. Jadi jangan sakit hati" jawab Yesha.


"Serah deh ah,"


"Lu berdua habis jadian?" tanya Khansa.


"Kagak" jawab Yesha.


"Iya" jawab Boy.


"Gak usah ngadi ngadi" kata Yesha.


"Loh kita baru jadian"


"Mana ada,"

__ADS_1


"Sebagai kekasih yang tak dianggap aku hanya bisa, mencoba mengalah" ledek Naufal dengan nyanyiannya.


"Hahahahahaha"


"Ati ati kelamaan bang" balas Khansa. Boy menatap Yesha disebelahnya yang lagi asik makan.


"Apa" tanya Yesha karena Boy terus memandangnya.


"Ah gak tau ah, takut kelepasan" balas Boy sambil menutup mukanya.


"Minim iman, persis kea mas inu" sahut Nara.


"Eh, iya. Kak Wisnu kemana, Arya, Anand?" tanya Alika.


"Wisnu ke Kanada kalau gak salah. Arya sama Anand gak tau kemana" jawab Ikhsan.


"Yahh yang baru jadian ditinggal" ledek Yesha.


"Eh lo tau darimana?" tanya Nara.


"Loh bener? Padahal gue nebak doang lo tadi" ujar Yesha. Nara menutup mukanya. 'mati gue' batinnya.


"Oooo jadi gituuuu.. jadian gak cerita." balas Diva.


"Oooo gitu ooooo" sahut Alika.


"Oooooooo iya la iya" lanjut Yesha.


"Enggak loh, nggak gituu.. rencananya tuh mau kasih tau kalau mas inu dah balik ke indo" jelas Nara.


"Oohhh gituu" balas Yesha, Alika dan Diva.


"Ya maapp"


Bruk!!!


"Heh, kalian berempat itu kenapa sih, harus deket sama Wolf brutal?!" senggak Thalia yang baru datang.


"Sakit jiwa lo ya? Datang datang ngamuk" balas Alika.


"Deketin Bryant mulu lagi" sahut Dian.


"Tau tuh. Lo juga anak baru" sahut Enjel


"Kebanyakan bacot ya gini." sahut Nara.


"Sinting. Emang lo siapa si sok sok ngatur kita mau bergaul sama siapa" sahut Diva.


"Diem lo" Enjel menunjuk Nara dan Diva.


"Lo.." thalia menunjuk Diva.


"Lo bentar lagi bakal keluar dari sekolah karena hamil diluar nikah" ujar Thalia.


"Turunin tangan lo atau.. gue putusin" ancam Alika. Thalia mengabaikannya.


"Hamil diluar nikah gimana? Gila lu pada? Sakit otak?" tanya Danial ngegas.


"Loh buktinya mau nikah. Apa tidak hamil diluar nikah namanya?" sahut Lisa.


"Eh.. otak lo besarin ya. Lo pikir, nikah muda cuman karena hamil? Sesekali kalau ngomong difikir!" sahut Alika.


"Diem Lo?! Gue gak berurusan sama lo" Thalia menunjuk Alika.


Krekk..


Yesha menarik telunjuknya itu lalu memutarnya dengan mudah. Thalia kesakitan.


"Jangan main main, kekuatan lo gak sebanding sama kita" balas Yesha.


"Lo gak tau seluk beluknya, Lo gak tau asal mulanya. Dan lo gak tau apa apa tentang gue, diva, alika sama nara. Jadi mendingan lo tutup mulut lo rapat rapat, sebelum hal yang TIDAK lo inginkan terjadi. Bisa?!" Yesha yang sedari tadi diam, akhirnya membuka suara.


"Lo sadar gak sih? Lo itu udah memperkeruh suasana dan malah menyebarkan HOAKS disini!" lanjut Alika.


"Jalangg dibela, goblokk emang" sahut Lisa.


Plak!!!


Nara menampar Lisa.


"Cukup bacotan kalian selama ini. Kita diem, bukan berarti kita lemah. Tapi kita mengalah untuk tidak membuat keributan di area sekolah" Nara berbicara.


"Tapi bodohnya, kalian selalu pancing emosi kita buat keluar. So, tunggu pembalasan kita" lanjut Nara.


"Hahahaha.. banyak drama ya kalian. Siapa penyebar hoaks tentang diva?!" Danial bertindak.


"Gue tau orangnya bang, lo mau ngehajar gak? Sama kayak manusia waktu itu" jawab Yesha.

__ADS_1


"Tergantung sih. Kalau jiwa psychopath gue muncul. Bisa aja gue bunuh sekalian" jawab Danial santai.


"Orang goblokk itu.. Jodi" jawab Alika.


__ADS_2