
Minggu berlalu, Senin berganti, Selasa dihadapi.
Hari ini Yesha memilih kembali ke sekolah. Dia juga sudah bosan dirumah dengan kegabutan yang tidak ada habisnya.
Saat dia pulang kemarin, Alika Diva dan Nara langsung memeluknya. Momen mengharukan huhu:v
Mereka bercerita, bergosip dan melakukan hal yang biasa di lakukan. Itu membuat Yesha tidak galau lagi. Eh tunggu, sejak kapan Yesha galau?
"Fiana pergi dulu" Yesha menyalimi tangan mama papanya lalu pergi menggunakan mobilnya.
★
07:15
SMA Erdven mengadakan apel pagi diruang pertemuan, ruangan yang mencakup seluruh siswa dan siswi, mulai dari kelas X sampai kelas XII.
Mereka duduk lesehan di dalam sana. Yesha dan ketiga temannya duduk bersampingan.
07:17
Apel pagi pun dimulai.
"Selamat pagi semua. Sebelum apel pagi dimulai, saya ingin memanggil salah satu siswi SMA Erdven untuk maju ke depan" kata Bu Nuni, guru seni budaya.
"Saya memanggil.. siswi bernama Ayesha Fianabelle untuk maju kedepan." suruhnya. Yesha yang lagi makan permen milkita terkejut dan menatap teman temannya. Teman temannya serentak mengangkat bahunya seolah mengatakan mereka tidak tau apa apa.
Yesha maju dengan grogi, karena pertama kalinya dia berada di depan umum. David yang melihat Yesha berjalan ke depan, langsung menatapnya tanpa berkedip.
"Ada apa buk?" tanya Yesha.
"Kamu belum praktek alat musik di jam pelajaran saya. Biar acara ini tidak membosankan, kamu bisa mengawalinya dengan nyanyian dan iringan gitar atau piano" suruh Bu Nuni.
"Buset dah" Yesha menatap ketiga temannya.
"Saya sendirian buk? Kan ada bryant buk"
"Bryant tidak masuk"
"Bryant kamprett" gumam Yesha.
"Jadi kamu mau pakai alat musik apa? Piano atau gitar ?" tanya Bu Nuni.
"Buk kenapa prakteknya didepan umum sih buk? Saya malu buk"
"GAK USAH SOK MALU BIASANYA MALU MALUIN" teriak Danial.
"Ya Allah, abang laknat gue luar biasa. Pengen gue buang dikolam buaya" keluh Yesha. Danial mengangkat dua jarinya sambil cengengesan.
"Yesha, sekarang atau tidak sama sekali" Yesha pun berjalan menghampiri gitar.
"Lagunya random kan buk?" Bu Nuni mengangguk. Semua siswa dan siswi menatapnya.
"Matanya santai ajalah bos" ujar Yesha. Mereka tetap menatap Yesha.
"Tau ah bodo amat" Yesha mencoba mengontrol kegugupan nya.
Yesha mulai memetik gitarnya.
"Ehem ehem"
🎶 Lebih baik diam
Dan menghapus dendam
Tak lagi bicara
Agar tak semakin terluka
🎶 Cinta punya batas
Tak harus saling keras
Tak bisa di paksa
🎶 Segala yang kau ucap bohong
__ADS_1
Kau lakukan omong kosong
Tak perlu lagi percaya
Kau hanya pura-pura
Kita di ujung perpisahan
Namun selalu ku rindukan
Kau luka yang ku rindu
Hoo, hoo
🎶 Cinta punya batas
Tak harus saling keras
Tak bisa di paksa
🎶 Segala yang kau ucap bohong
Kau lakukan omong kosong
Tak perlu lagi percaya
Kau hanya pura-pura
Kita di ujung perpisahan
Namun selalu ku rindukan
Kau luka yang ku rindu
🎶 Lelah ku menangis (ooh)
Terluka karnamu
Ini kekalahanku
Pergi lupakanlah aku
Biar aku yang bertahan
🎶 Segala yang kau ucap bohong
Kau lakukan omong kosong
Tak perlu lagi percaya
Kau hanya pura-pura
Kita di ujung perpisahan
Namun selalu ku rindukan
Kau luka yang ku rindu
Kau luka yang ku rindu
–
"Suaranya pas pas an, gak fales lah"
"Iya pas pasan, tapi iringan gitarnya mantep"
"Jago juga main gitar"
Komentar para siswi. Wolfbr dan ketiga temannya memandangnya sambil tersenyum. Mereka mengerti maksud lagu yang dinyanyikan Yesha.
"Emang pas pasan, gue kan bukan penyanyi. Gue masih kursus sama emak gue. Si Naraa, kalau dia nyanyi, beuhhhh merdu banget coy" balas Yesha blak blakan.
"Gue tampol lu ntar" balas Nara. Yesha cengengesan.
"Nyatanya emang gitu mak" balas Diva dan Alika bersamaan, mereka berdua pun bertos.
__ADS_1
"Gatau, ga denger" balas Nara.
"Oh tadi ada yang bilang jago main gitar? Ya jelas, gue diajarin masternya, noh noh bapak Danial" balas Yesha lagi.
"Danial siapa?" tanya salah satu siswi.
"Eh kagak pada tau ya? Danial tu abang gue, kalian panggilnya Febri" jelas Yesha. Banyak yang terkejut tentang itu. Mereka bulak balik melihat Danial dan Yesha.
"Rada mirip sih"
"Namanya adek kakak, be*o bener dah" protes Ikhsan. Yesha tertawa begitupun yang lain.
"Kamu lagi galau ya?" tanya Bu Nuni pada Yesha. Yesha terdiam.
"Nggak lah buk. Nyanyi lagu galau belum tentu galau buk. Sama kayak ibu nyanyi lagu bahagia, belum tentu ibu bahagia kan?" tanya Yesha.
"Iya iya, yaudah sana turun"
"Astaga Echa diusir" Yesha sok dramatis. Dia meletakkan gitarnya.
"Jangan lupa A+ buk" Yesha pun turun dari atas situ. David terus menatapnya, tanpa sengaja mata mereka bertemu. Yesha memasang tampang tidak perduli, lalu duduk kembali di barisan.
•∆•∆•
Jam belajar pun habis, waktunya kembali kerumah.
"Huaaaa, capek dedek Dipsi" keluh Diva, mereka berjalan menuju parkiran.
"Eh dip, gimana perjodohan lu?" tanya Alika.
"Gak tau." jawab Diva santai.
"Dih dih dih"
"Gua bingung" balas Diva.
"Kalau sor terima, gak sor tolak. Simple kan?" kata Nara.
"Gak semudah itu Ferguso" balas Diva.
"Jadi apa?" Yesha menyahut.
"Tolak aja kali ya?" tanya Diva.
"Echa" panggil seseorang dari belakang. Yesha hafal suaranya jadi dia tidak berbalik. Sedangkan ketiga temannya berbalik dan menatap garang pria itu.
"Jangan sok akrab, kita gak pernah kenal" Yesha ingin berjalan, tangannya langsung ditarik David, David memeluknya.
"Gue rindu, rindu sama lo. Gue mohon dengerin penjelasan gue sebentar." Yesha memberontak. Sampai akhirnya terlepas dari pelukan David.
"Gue tau gue salah. Gue minta maaf. Gue mau hubungan kita balik seperti semula. Gue beneran cinta sama lo, gue sayang sama lo" kaya David.
"Basi" Yesha langsung pergi, David ingin mengejarnya tapi ditahan.
"Jauhi adek gue"
"Gue mohon feb, biarin gue deket lagi sama Echa. Gue sayang sama dia, gue cinta sama dia" bujuk David.
"Gue bilang jauhin, ya jauhin! Cinta lo, sayang lo, itu cuman tipu daya lo! Karena kunci Lamborghini itu belom sampe ditangan lo" balas Danial.
"Gue gak perduli tentang Lamborgini itu. Gue mau Echa"
"Mending lo sama jallang, yang kemaren ngatain Echa miskin?!" Alika berkata lalu pergi. Dia belakangan bersama dengan Nara.
"Alika" panggil Danial. Alika berbalik.
"Lo bilang apa tadi?"
"Ada satu hal yang emang belom gue sampein ke lo bang!"
"Echa... Dibilang cewek miskin, tapi gue gak tau itu siapa yang bilang" Alika dan Nara langsung pergi.
"Bangst!" Danial ingin meninju David, tapi tangannya ditahan oleh Yesha yang berbalik.
"Jangan kotorin tangan lo, dia gak penting lagi sekarang" ujar Yesha. Lalu menarik tangan Danial.
__ADS_1
"Echa" teriak David.