
"Wahhh gilaa bener, seharusnya sekarang libur. Capek gue tu ewwwwh" keluh Alika.
Ini sudah seminggu setelah acara kemaren. Semalam SMA mereka mengadakan kegiatan bersih bersih seharian full. Oleh karena itu Alika kelelahan, begitupun dengan yang lain.
"Udah libur semalam gilak, kurang libur apa lagi lu?!" tanya Nara.
"Bersih bersihnya gak dikit wei. Seharusnya libur dua hari dong" balas Diva.
"Yakk betoll!" sahut Yesha dan Alika.
"Perkara libur cepat kalian" ujar Aleya.
"Libur is my impian" kata Alika, Diva dan Yesha bersamaan.
"Besok Minggu, besok kan libur" balas Aleya.
"Nah karena libur itulah, hari ini tu hari kejepit" sahut Yesha.
"Yakk betoll" ujar Diva dan Alika. Mereka bertos ria.
Diva, Yesha, Alika. Mereka bertiga sama sama berjalan sempoyongan, karena masih mengantuk. Mereka berempat tidur bersama di rumah Diva kemarin, disaat Nara tidur, Diva, Alika dan Yesha malah menonton drakor. Makanya mereka bertiga masih mengantuk.
"Eh itu David ca" ujar Aleya, Yesha menoleh. Dia berbelok menghampiri Boy.
"Maaaasss marselll" ujar Yesha.
"Ndehh, kenapa sayang?" tanya Boy. Semua bingung, semua terkejut.
Kenapa boy memanggil Yesha sayang, sementara dia pacarnya David. Dan.. kenapa Yesha memanggilnya Marsel?
Semua pertanyaan itu berada dalam fikiran penghuni kantin. Teman temannya juga bingung tentang panggilan Boy untuk Yesha.
"Sayang?" tanya Diva, Nara, Alika.
"You know, ni anak ngawur orangnya" balas Yesha yang tersadar kalau temannya kebingungan. Boy menyentil jidatnya.
"Sakittt" keluh Yesha.
"Sini sinii" Yesha mendekat dan duduk di samping Boy.
Boy mengelus keningnya.
"Sakitnya bohong, wlee" balas Yesha.
"Heh dasar" protes Boy. Yesha tertawa. Boy mengelus rambutnya sambil senyum.
'ini yang gue liat apa sih?'
'marsel siapa?'
'yesha kenapa sedeket itu sih?'
'bukannya dia pacar David?'
'sayang tadi apa?'
'aneh tapi nyata'
'eh itu david'
gosip para penghuni kantin.
"Echa" panggil David, dia menatap Yesha dengan tatapan dingin. Sedangkan yesha yang berada di bahu Boy, pura pura tidak mendengar.
"Yeshaaa" panggil David lagi, sambil menarik tangan Yesha.
Yesha menghempasnya, dia bangkit lalu menendang perut David hingga David terjatuh.
"Ca? Lu kenapaaa?!" tanya Nara bingung.
"Kelepasan. Tangan gue ditarik kuat sih tadi" jawab Yesha santai. Yesha membantu David berdiri, David menarik tangannya sehingga Yesha tergeletak dan David diatasnya.
"Siapa suruh dekat sama Bryant hm? Kenapaa deket banget?!" tanya David marah.
"Gue? Gue gak berhak dekat sama siapapun? Sedangkan lo? Disekeliling lo cewek bro" balas Yesha.
__ADS_1
"Cewek? Cewek mana?" tanya David kesal.
"Club malam, kantin belakang, mall, taman, pantai, dan.. pasar malam. Cewek yang berbeda-beda di setiap pertemuan kebetulan."
"Aaaa.. iya gue lupaa, lu kan gak punya OTAK jadi gampang banget buat gonta ganti cewek. Gampang banget buat sakitin hati cewek." kata Yesha.
"Bukan gue, bukan! Itu Daffy"
"Gue bukan orang bodoh sayang. Gue bisa bedain mana good boy mana fakboy" Yesha menendang barang David. Yesha pun mengubah posisinya.
"Awalnya gue emang bodoh ya, terima cinta lo. Untuk yang kedua kalinya, yaa gue fikir lu serius sayang sama gue. Tapi nyatanya? your words can never be trusted" balas Yesha. Tatapannya memancarkan kebencian dan amarah yang membuncah.
"Gue gak setololl kemaren sampe galau. Kenapa? Karena ada bang Danial, Diva, Nara, Alika, terutama Marsel. Mereka yang selalu support, dan selalu dukung gue."
"So, gak ada gunanya lagi sekarang hubungan antara lo dan gue."
"Lebih baik kita putus" David melotot.
"Gue gak mau" David menarik Yesha lagi.
Yesha melepas cengkraman David lalu bangkit dari atasnya.
"Ini ada apa sih sebenarnya?" Nara bingung. Yesha mendekat ke Nara.
"Nanti datang aja ketempat biasa, gue jelasin semua" bisik Yesha lalu pergi. Di dekat kantin dia bertemu dengan Thalia.
Yesha lewat dengan santai tanpa menganggu. Tiba tiba saja Thalia menumpahkan jus di bajunya.
"Jangan ganggu gue. Gue lagi marah. Lo mau mati sekarang?" tanya Yesha santai.
"LO MAU MATI SEKARANG HAH?!" bentak Yesha. Thalia syok dan terkejut.
Yesha membuka seluruh kancing bajunya lalu mencampakkan bajunya. Dia menggunakan baju double berwarna senada jadi tidak nampak jika dia double-an.
Setelah mencampakkan bajunya, dia pergi.
"Bang? Ini kenapa si?" tanya Diva pada Boy.
"Bang Febri mana lagi?" tanya Nara gantian.
"Febri di Thailand" jawab Boy santai. Dia menghabisi minumnya.
"Apaaann siiii apaaaa?!" tanya Alika kesal.
"Si echa lagi hilang mood kayaknya" jawab Aleya.
"Tadi Echa bisikin apa ke lu?" tanya Diva pada Nara. Nara tidak menjawab dan mengambil ponselnya.
Setelah itu dia mengode Diva dan Alika untuk pergi.
\=÷\=
"Cacaaaa"
"Haaa apaaan" balas Yesha santai. Dia sedang diapartemen duduk santai di sofa dengan salad buah ditangannya. Boy bisa masuk karena dia tau password-nya.
Gimanaa Boy bisa tau?
Ya karena ini apartemen Boy.
"Malah bolos" ceramah Boy.
"Isss ngapain lagi di sekolah, gak enak. Ada si sampah itu" jawab Boy.
"Ngapain aja lu hm?" tanya seseorang dari kamarnya.
"Debes lah al, dia ngamuk habis habisan" jawab Boy sambil menuju kamarnya mengganti baju.
"Tapi nih ya.. maunya David tuh apa si? Diajak putus gak mau" ujar Yesha.
"Otaknya tu dah sakit" balas Boy yang keluar dari kamarnya dan sudah berganti kostum.
Ting.. tong..
"Mas ganteng bukain dong, Caca mager" rayu Yesha. Boy menatap sinis Yesha yang cengengesan, lalu membukakan pintu apartemennya.
__ADS_1
Ternyata ada Nara, Diva, Alika, Branden, Naufal, Revin, Ikhsan, Khansa, dan Frans.
"Ajib, rame bener kayak mau demo" keluh Boy.
"Lu pada kok bolos sih?" tanya Danial kesal.
"Lah, lu bolos kita juga. Lu kan l e a d e r" jawab Khansa.
"Yakk betoll" balas Nara.
"Masuklah" suruh Boy.
"Yesha disini kan?" tanya Alika.
"Gue disiniii" teriak Yesha. Mereka pun masuk. Nara, Diva dan Alika menyerbu Yesha.
"Aaw.. gila lu pada?" tanya Yesha.
"Lah lu yang gilaaa! Gue yakin besok dipanggil sama pak Wanto lu" protes Diva.
"Santai" jawab Yesha.
"Okeee sekarang, lu utang penjelasan ke kita" kata Nara.
"Emm jadi gini. Gue laper, mo makan dulu. Curhatnya ntaran aja oke"
"Is temen siapa sih?"
∆∆∆
Disisi lain
"Masalah apa lagi sih kalian?! Kalau urusan rumah tangga jangan dibawa ke sekolah!" Ujar Pak Wanto.
"Urusan rumah tangga apa si pak?" tanya David kesal.
"Heeeeeh saya dengar tentang perselingkuhan kamu ya David." David diam dengan wajah cengo nya.
"Kamu boleh jadi berandalan, tapi gak boleh sakiti hati perempuan" ceramah pak Wanto.
"Itu salah faham doang pak. Seriusss" balas David.
"Halah, salah paham gimana toh?" tanya pak Wanto.
"Harusnya kamu tu bersyukur gitu loh. Malah selingkuh"
"Astaga pak Wanto"
"Kamu cinta gak sama Yesha?"
"Cinta pak" jawab David.
"Lantas, kenapa kamu selingkuh?" tanya Pak Wanto.
"Khilaf pak"
"Halah gegayaan khilaf. Sudah, sana kamu pergi dari ruangan saya. Saya takut khilaf ngejotos kamu" usir pak Wanto.
"Gak dihukum kan pak?"
"Enak aja"
"Bersihkan seluruh toilet di SMA"
"Loh, cuma saya pak? Yesha?" tanya David.
"Yesha sakit"
"Sakit? Sakit apa pak?"
"Hah? Sa- sakit.. sakit.. sakit hati karena kamula. Udah sana" usir pak Wanto lagi. 'kenapa saya gugup begini?' batin pak Wanto
"Bapak bohong kan ya? Jujur pak"
"Tidak David, sudah keluar sana atau saya tambah hukuman kamu"
__ADS_1
"Ampun pak" David pun keluar ruangan.
"Mencurigakan" ujarnya.