Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 32 Konser XI IPS 4


__ADS_3

"Haii" sapa Arya. Arya, David, Wisnu, dan...


"Loh Anand?" tanya Alika.


"Halo Flo?" sapa Anand.


"Kok lo disini?" tanya Alika


"Gue pindah kesini" jawab Anand sambil tersenyum manis. 'mamp*s diabetes gue, kemanisan senyumnya bangst' batin Alika.


"Ah sial" gumam Frans.


"Apa? Kenapa?" tanya Nara.


"Bukan apa apa, kita duluan" Frans, Bryant, Branden, dan Khansa pun pergi.


"Mereka aneh, kenapa ya?" tanya Diva.


"I don't know" balas Alika.


"Eh lu kok masih disini bangkud" tanya Yesha.


"Bangkud?" tanya David.


"Bang kuda nial" jawab Yesha. Mereka tertawa.


"Nemenin diva, kasian tu anak sendirian. Yang lain punya pasangan" ujar Danial.


"Dih dih ngada ngada, siapa juga yang punya pasangan" balas Alika.


"Yesha David Nara Wisnu Alika Anand, Diva?? Kan kasian solo" jelas Danial.


"Kagak usah ngadi ngadi sejak kapan gue sama Anand" protes Alika.


"Bangkud gausah di lawan ci, makan aja. Lima menit lagi masuk" suruh Yesha. Alika pun melanjutkan makannya.


"Thalia tadi datang kan" Anand buka suara.


"Lo??"


"Iya gue kenal Thalia, dia.. mantan gue" jawab Anand.


"Pacaran sama dia itu cuma karena gue gabut doang sih. Dia ajak gue pacaran, dan gue terima. Cumaaa... 24 jam" balas Anand.


"Ci, gue gak restuin dia.. fucekboy" kata Yesha.


"Gue setuju sama lu ca" Nara menyahut. Mereka bertos diikuti Diva.


"Apaan coba? Restu restu apaa?" tanya Alika.


"Itu tadi, cicak sama buaya mau nikah. Gue, Nara Diva gak ngerestuin" jawab Yesha.


"Anjr lu" balas Alika, mereka tertawa.


Tiba tiba David memegang tangan Yesha.


"Gue tau tadi lo ketemu thalia dua kali, lo juga mau jatuh kalau gak ditolong Bryant. Sekarang lo gak apa apa kan? Lo baik baik aja kan?" tanya David.


"Vid, bukan muhrim" suruh Danial. David melepaskan pegangannya lalu mengangkat tangannya.


"Gue gak apa apa kok" jawab Yesha.


"Syukurlah, sekecil apapun luka lo, gue gak bakal kasih ampun tuh anak" balas David. Yesha hanya tersenyum.


"Kamu? Gak apa apaa kan?" tanya Wisnu pada Nara.


"Gak apa apa mas" jawab Nara.


"Kalau ada apa apa, bersangkutan dengan thalia. Kabarin gue! Gue tau gimana cara lumpuhinnya" kata Anand.


"Aahh.. gue kasih tau aja sama kalian. Cewek didepan kalian ini bukan cewek beneran. Tapi cewek jadi jadian" ledek Danial.


"Eh bangkud ngasal aja kalau ngomong. Belom pernah kena original" tanya Yesha.


"Original apaan?" tanya Wisnu. Yesha melepas sepatunya.


"Kabur ah kaburrr, atut" Danial pun pergi.


"Abang luknut" ledek Yesha. Mereka tertawa lalu melanjutkan makan.

__ADS_1


_______________________


‘Aku ingin mempersunting mu’


‘Tuk yang pertama’


‘Dan terakhir’


‘Jangan kau tolak dan buatku hancur, ku tak akan mengulang tuk meminta!’


‘Satu keyakinan hatiku ini, aku lah yang terrrbaik untukmu’


"EHHHH,, PAK WANTO **** PAK WANTO" peringatan Irham. Siswa siswi XI IPS 4 pada keteter. Mereka berlarian menuju tempat duduk masing masing.


"SIAPA YANG BUAT KERIBUTAN TADI?! MAJU!!!" bentak pak Wanto yang sudah tiba di kelas.


"Ada apa pak?" tanya pak Erik didepan pintu. 'huh untung aja ada pak erik' batin Branden dan temannya yang lain.


"Seperti biasa pak Erik. Saya mendengar keributan dikelas anda" jawab pak Wanto.


"Ah , maaf sudah mengganggu pak. Saya baru saja dari toilet" balas pak Erik.


"Ya sudah saya pergi dulu" pak Wanto pun pergi.


"Konser kesekian yang terciduk guru BK" ujar Gery.


"KALIAN!!! huh.. gak bisa tenang gitu ? Masih pak Wanto, kalau pak kepsek gimana?" tanya pak Erik.


"Gak gimana gimana pak" balas Fahmi.


"Woi sari-mie" balas Panji. Fahmi mengangkat dua jarinya sambil cengengesan.


"Sepertinya, saya harus minta pertukaran siswa siswi disini" kata pak Erik.


"Loh kok gitu sih pak? Jangan donggggg pakk" rengek Kiki.


"Eh, Ki. Tumben?" tanya Aji.


"Udah demen disini gue mah, kocak" balas Kiki.


"Gud boy" sahut Fera. Mereka tertawa.


"Sama aja kali pak" balas Aji.


"Iya pak, sama aja. Nih ada empat anak kembar, cerewet tapi sama aja" kata Panji sambil menunjuk Diva disebelahnya.


"Tangan lo mau patah?" tanya Diva. Panji menarik tangannya.


"Saya mau rundingan dulu, ingat jangan ribut!! Tapi kalau kalian mau ribut silahkan. Lapangan sedang panas panasnya" kata pak Erik lalu pergi.


"Ahh gak sedepp bener gila" sahut Fahmi.


"Lu bayangin mi, kalau yang masuk ke kelas kita ceweknya tuh cerewet kea nenek lampir. Hwaaaaa" keluh Gery.


"Sumpah ya, gak kuat gue kalau gini" balas Fahmi.


"Eh lu berdua alay mendarah daging ya" ledek Diva. Mereka tertawa satu kelas.


🍁


"Thalia Axel, Diany Andara, Rani Yulia, Velly Oriana, dan Enjel Pranata akan berada dikelas ini sampai kita tamat" kata pak Erik.


"WAH PAK! GILA AJA PAK. MASA IYA BAPAK BIARKAN SATU KOMPLOTAN BERGABUNG" protes Irham.


"Ada yang mau dipindah ke kelas lain?" tanya pak Erik santai. Semuanya mengangkat tangan kecuali Lisa.


"Stay di kelas, atau dikeluarkan dari sekolah?" tanya pak Erik lagi.


"Ahh pak pak" keluh Fahmi. Dengan keberanian extra, Yesha berdiri dari tempatnya lalu meninggalkan kelas. Disusul Alika, Nara, lalu Diva.


Alika, Nara, Yesha dan Diva pergi tanpa sepatah katapun keluar dari mulut mereka.


"Oke gue akui sekarang, mereka emang debes" sahut Kiki. Dia juga mengikuti Nara dan yang lain.


"Lebih mudah kan pak, kalau bapak hanya mengajar sedikit orang disini?" tanya Branden. Dia juga ikut keluar bersama Frans, Bryant, Khansa, Aji, Fahmi, Gery, Irham, dan Panji.


"HEY!! HEY!!! APA APAAN KALIAN?!"


"PANJI!!"

__ADS_1


"IRHAM!!!


"GERY!!!"


"FAHMI!! KEMBALI KALIANN!" teriak pak Erik. Mereka tidak membalas malah melambaikan tangannya tanpa menoleh kebelakang.


_______________


"Gila kali, gue sekelas sama mereka? Bisa pecah itu kelas" Diva masih saja mengomel di kantin.


"Tau tuh, bisa bisanya sekomplotan gitu?" tanya Alika.


"Kenapa kalian disini?" tanya Daffy.


"Gak apa apa kak, kakak patroli ya? Yaudah lanjut" suruh Diva. Daffy memperhatikan dan mencatat nama mereka satu persatu.


Tiba tiba datanglah Branden dan temannya. Khansa yang berada disana menepuk pundak Daffy lalu merangkulnya.


"Jangan cuma catat nama mereka berempat, catat kami semua" suruh Panji.


"XI IPS 4" Daffy mengingatnya lalu pergi.


"Kalian kenapa keluar?" tanya Nara.


"Ogah sekelas sama cewek centil" jawab Kiki.


"Gaya lu Ki, bukannya lu demen sama yang begitu?" balas Irham, Kiki nyengir kuda.


"Eh lu pada kagak takut di skors?" tanya Aji.


"Lo panik? Balik aja sono ke kelas" suruh Fahmi.


"Satu dua tiga empat tambah sepuluh, empat belas"


"Mbak jus jeruknya empat belas ya" teriak Aji pada penjual kantin.


"Okeee" balas mbaknya.


"Bukan takut, gimana ya.. bisa ajakan kepsek suruh seluruh sekolah buat gak terima kita lagi?" jawab Aji.


"Udah santai aja, bokap gue nanti yang demo ke kepsek kalau dia ngancem gituan" balas Gery.


"Mantapp" balas Khansa, Gery senyum pepsodent.


"Dua betina yang tersisa gak keluar ya?" tanya Fahmi.


"Siapa?" tanya Diva.


"Milly sama Fera?" tanya Fahmi.


"Gabung ke komplotan thalia mungkin" jawab Alika.


"HUAAA, nyokap gue marah gak ya ntar?" gumam Panji.


"Takut lu?" tanya Nara.


"Lo berempat? Gak takut?" tanya Khansa pada Nara. Mereka semua menggelengkan kepalanya.


"Pertama, kepsek gak bakal mau berurusan sama XI IPS 4" kata Nara.


"Kedua, kepsek yang marahin pak Erik karena asal memilih siswa" sahut Diva.


"Ketiga, pak Erik bakal balikin tuh mereka ke kelasnya lagi" sambung Alika.


"Dan yang terakhir, semua akan baik-baik aja sampai kita tamat nanti" lanjut Frans.


"Eh kok lo tau? Itu harusnya dialog Echa" protes Alika.


"Hahahaha, Echa nya diem aja tuh. Malah asik main pubg" jelas Gery. Mereka melihat ke Yesha yang asik dengan ponselnya.


"Eh iya, lu udah nyerah ji?" tanya Bryant.


"Nyerah apa? Deketin Yesha? Udah pacaran kami mah" jawab Aji.


"Jangan ngaco atau gue buang lu ke kandang singa" ancam Yesha.


"Ah awas, ah yeahhh!! Yahu" Yesha kegirangan.


"Gak usah liatin sinis gitu, gue colok mata kalian ntar" kata Yesha lagi padahal matanya fokus ke ponsel.

__ADS_1


"Anak ajaib" balas Irham. Mereka tertawa ngakak dikantin.


__ADS_2