Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 45 HUT SMA Erdven


__ADS_3

Author POV


Dua hari setelahnya...


"Coyyyy, besok tu perayaan HUT SMA Erdven tau" ujar Alika.


"Isss males banget gue demi apa" keluh Diva.


Diva masih sekolah, masih tinggal dirumah orang tuanya. Mereka semua menghargai pendapat Diva. Sebenarnya, papi maminya tidak menyetujui perjodohan itu. Tapi pihak Renald sangat ingin perjodohan ini.


Namun, setelah mendengar keputusan dari Diva, mereka memilih mundur. Mereka mengerti kondisi Diva yang masih SMA.


Setelah penenangan diri, Diva menjadi lebih fresh. Lebih bersemangat dari biasanya. Hal itu membuat mami papinya bahagia. Mereka juga berjanji akan lebih memperhatikan Diva kedepannya.


"Eh emang perayaan HUT nya ngapain?" tanya Yesha.


"Ya lomba lomba gitu, perkelas atau bisa juga seangkatan diacak." jawab Nara.


"Wih ribet banget dah sumpa" protes Alika.


"Gue kalau bisa gak ikut apa apa beneran. Tapi sayangnya gak bisa. Semua harus terlibat, kalau gak ikut kena denda atau masuk poin. Mana poinnya banyak lagi" sahut Diva.


"Berapa banyak?" tanya Aleya


"Seribu" jawab diva. Yesha keselek minumannya.


"Bukannya seribu lima ratus poin di d.o?" tanya Yesha.


"Ya emang, makanya itu lebih baik ikut aja" jawab Nara.


"Dih gila aja dah. Cuma gak ikut poin seribu." protes Yesha.


"Bisa juga denda coy. Tapi gue gak tau berapa dendanya" balas Alika.


"Huaaaa" keluh mereka bersamaan.


📢 Pengumuman! Panggilan kepada seluruh siswa siswi SMA Erdven, harap berkumpul di GOR perkumpulan. Sekarang juga, terimakasih.


"Tuhkan udah dipanggil aja. Sosialisasi OSIS ni pasti" kata Diva.


"Ahh serahlah. Ayok" ajak Alika. Mereka pun menghabiskan jus nya lalu pergi menuju gor.


"Tuhkan rame" keluh diva lagi.


"Kebanyakan tuhkan lu mah" protes Yesha. Diva cengengesan. Mereka memilih tempat duduk. Tanpa disadari, Yesha duduk disebelah David, David menatapnya. Tatapan David membuat jantung Yesha berdetak lebih cepat dari biasanya. 'jangan plis jangan' batin Yesha.


"Huh" Yesha menghela nafas.


"Kenapa?" tanya Aleya


"Gak apa apa leyy, Just, tired" jawab Yesha sambil tersenyum. 'huhhh.. bunuh rasa ini yesha!!' batin Yesha lagi.

__ADS_1


"Ekhrm.. bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang semua" sapa ketua OSIS. Pria tampan dengan segudang kemampuan. Siswa siswi SMA Erdven sering memanggil Galih. Kenapa? Karena emang namanya Galih, Galih Umar Dani.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, siang" jawab mereka semua bersamaan.


"Maaf saya mengganggu waktu kalian. Seperti yang kalian ketahui, besok adalah hari perayaan HUT SMA Erdven. Dan seperti biasa, akan ada perlombaan antar kelas untuk meningkatkan kekompakan."


"Tahun ini saya dan para panitia membentuk gagasan berbeda dari tahun sebelumnya. Saya menambahkan dua jenis lomba random yang pesertanya di acak dari satu sekolah. Jadi cewek dan cowok bergabung dengan berbeda tingkatan"


"Lomba itu, lomba memasak dan pentas seni"


"Sesuai surat izin yang sudah disahkan bapak kepala sekolah. Lomba lomba ini akan dilaksanakan selama dua hari dua malam. Untuk itu, kita bisa bermalam di SMA tercinta, dan beristirahat di dalam kelas yang sudah ditentukan."


"Nah, untuk nama perkelompok, itu akan dibagikan panitia di setiap kelas. Kira kira satu regu 20 orang atau bisa kurang"


"Ada yang mau ditanyakan?" tanya Galih. Salah satu siswa mengangkat tangannya.


"Memasak dan pentas seni satu tim?" tanya nya.


"Iya satu tim" jawab Galih.


"Lahh, pentas seni kan buatnya lama bray" protes yang lain.


"Di hari pertama, acara hanya sampai jam dua belas siang. Selebihnya kalian bisa bersiap siap untuk pensi dan persiapan masak masak"


"Ada yang mau ditanyakan lagi?" Semua diam.


"Sepertinya semua sudah jelas. Saya harap semua dapat berpartisipasi untuk mensukseskan acara ini. Sekian dari saya, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang" ujar Zio sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan tribun. Beberapa siswa pun bubar setelah perintah dari ketua keamanan sekolah.


"Yah yah!! Kenapa kita pisahh?!" tanya Diva kesal. Mereka semua berpencar.


"Loh dip, lu mending deh ada kak ikhsan, kak Revin sama Branden, guee? Ada Enjel, Lisa lagi" protes Nara.


"Ya tapikan lu ada bang Febri sama Khansa ada kak Wisnu sama kak Arya juga. Lah gue?!" ujar Alika.


"Ehh lu enak yaa. Naufal, Frans sama bang boy di lu" protes Diva pada Alika.


"Ya tapi si Dian sama Thalia masuk tempat gue njirr" balas Alika.


"Untung gue cuma si Rani" ujar Diva bangga.


"Mas Wisnu aja belom balik gak ada enaknya" keluh Nara.


"Eh ca, lu kenapa diem aja?" tanya Nara. Mereka mengambil kertas yang ada digenggaman Yesha.


"David, Daffy, Adam. Giilaaa. Kenapa mereka masuk ditempat lu semua?!" tanya Alika bingung.


"Paling parah David, kenapa harus se tim? Mana ceweknya cuma dikit lagi. Perwakilan satu kelas cewek nya satu" protes Yesha.


"Sabar ya, kamu memiliki banyak cobaan" balas Alika.


"Gue gak masuk aja ahhh" kata Yesha.

__ADS_1


"Dengan alasan?"


"Sakit" jawab Yesha.


"Tidak semudah itu ferguso, kalau lo sakit lo harus punya surat izin dari rumah sakit" ujar Nara.


"Kalau lo mau izin, itu harus orang tua yang meminta izin" balas Diva.


"Dan kalau lo mau Alfa, dua hari dikali seribu sama dengan dua ribu. Lo di d.o" sahut Alika.


"Gila benerrrr" protes Aleya


"Eh iya lu setim sama siapa leya?" tanya Diva.


"Ada Alika" jawab Leya


"Kambing. Kalian setim" protes Nara.


∆∆∆


"Gue setim sama Echa. Mantep ah" David kesenangan.


"Lah pit. Ada Daffy lu mana bisa ngapa ngapain" protes Rudi.


"Santai ajaa, Daffy mah ada doinya disini" jawab David bangga.


"Ada?" tanya Valdi.


"Ada coy, da dua taun pacaran mereka mah. Pande bangetkan sembunyiinnya kan" jawab David sambil mengepulkan asap rokok di udara.


Ntah sejak kapan, David mulai merokok kembali. Di sekolah dia membawa rokok tetapi di umpetin di sekitaran kantin andalan mereka.


"Vid" panggil seseorang. Danial. Danial beserta temannya datang menghampiri David. David membuang rokoknya lalu menghadap Danial.


"Kenapa?" tanya David.


"Gue mau bicara empat mata sama lo" ajak Danial. David memberi aba aba pada temannya untuk pergi, begitupun dengan Danial.


"Gue mau tanya. Perasaan lo sesungguhnya, perasaan lo sama adek gue yang sebenarnya. Gue mohon lu jujur"


"Tiap hari gue pengen ketemu Yesha. Tiap detik gue pengen ada disamping Yesha sambil pegang tangannya. Kadang gue berharap bakal seatap sama Yesha nantinya. Lo tanya perasaan gue yang sebenarnya kan? Gue sayang sama Yesha, gue cinta sama Yesha. Gak ada siapapun yang bisa masuk kehati gue setelah dia datang di kehidupan gue"


"Gue tau gue goblokk jadikan dia taruhan. Bokap gue juga marah sama gue. Gue mau minta maaf dan memperbaiki segalanya. Tapi lu aja gak pernah kasih izin gue deket sama Yesha. Yesha juga selalu menghindar dari gue. Gue pun memutuskan saat yang tepat untuk memulai semuanya dari nol. Mungkin saat ini. Kesempatan ini, kesempatan satu tim di acara HUT SMA" cerocos David.


"Gue gak tau lu pake jampi jampi apa sulap ke Yesha. Kemaren Yesha bilang ke gue kalau dia sayang dan cinta banget sama lo. Meskipun dia tau kalau untuk taruhan. Tapi dia bilang dia tetep sayang sama lo"


"Gue mau dia bahagia, kalau kebahagiaannya ada di lo, gue gak bisa larang apapun. Lo bisa deket lagi ke Yesha" ujar Danial. David menatapnya, tatapan penuh keterkejutan.


"Serius?"


"Gue mohon banget sama lo. Jangan buat sakit hati adek gue untuk yang kedua kalinya. Gue yang bakal lukai diri sendiri kalau gue salah kaprah lagi sekarang" Danial pun pergi. David masih terpaku dengan kesenangan yang tiada tara.

__ADS_1


__ADS_2