
Keesokan paginya, Crazy bacot dan Wolfbr sekolah seperti biasa.
Di jalan menuju kantin, mereka yang sedang berempat berhenti karena Nara berhenti.
"Ca, kemaren lo kan? Sekarang, giliran gue" ujar Nara sambil melihat geng Thalia berada jauh di depannya.
"Mau ngapain lu?" tanya Yesha.
"Balas dendam lah, apalagi?" tanya Nara.
"Tiatii lo naa" ujar Alika dan Diva bersamaan. Nara mengangguk. Dia bersiap siap.
Dannn yak! Tiba tiba, Nara berlari kencang. Tangannya lincah mendorong Thalia. Thalia masuk kedalam tong sampah yang tepat dibelakangnya.
"Hahahahaha" Nara ketawa jahat. Sedangkan ketiga temannya tertawa ngakak. Siswa siswi lain yang melihat pun ikut tertawa.
"Aghh!!! Sialan lo!!" umpat Thalia.
"Ini permulaan ya, catat. Per-mu-la-an" eja Nara. Sambil tertawa ngakak dia kembali menuju ketiga temannya.
Dengan sengaja satu kaki Enjel menjulur ingin menjegal langkah kaki Nara. Nara sadar, dia tau dia paham kalau dia lewat pasti akan dijegal.
Masih tetap tertawa dia menginjak kaki Enjel, membuat sang punya kaki meringis kesakitan.
"Eh lo kenapa?" tanya Nara panik.
"Gagal jegal ya? Sorry sorry aja nih yaa, gue bukan orang bodoh" Nara pun langsung menuju temannya. Crazy Bacot pun bertos masih sambil tertawa.
Mereka masih tetap tertawa ngakak karena Thalia belum bisa keluar dari tong sampah. Meskipun sudah dibantu temannya.
"Kerenn" puji Diva.
"Cabut kuy, gue udah sakit perut liat tu orang" ajak Alika.
"Kuy lah" balas Nara.
"TUNGGU PEMBALASAN GUEE!!!!" teriak Thalia kencang.
"Uuuuuu.. lu pikir kita takut?" tanya mereka kompak.
"Sorry lah ya, kita gak takut sama lo" masih dengan kekompakan, mereka pergi meninggalkan lokasi.
- -
"Sepi kagak ada David" ujar Valdi. Tepat di dalam kelas, tim David berkumpul.
"Lah? Si David kemana?" tanya Rudi.
"Astaga rud.. oiya gue lupa lu gak liat kemaren" sahut Andre.
"Emang apa wei?" tanya Rudi.
"Kemaren tu David rusuh pake banget..."
"Ya biasanya juga gitu njirr" potong Rudi.
"Kagak usah potong ucapan gue badak bercula!" Andre kesal. Rudi tertawa.
"Lanjut dah" suruh Adam.
"Dia rusuh gangguin adeknya Danial. Ya.. lo tau sendiri Danial gimana. Danial ngehajar David habis habisan sampe babak belur" jelas Adam.
"Lah? Kok gak ada yang kasih tau gue kemaren!! Terus David dimana sekarang?" tanya Rudi.
"Pindah ke Jepang" jawab Valdi.
"Daffy?"
"Ikut, mereka berdua kesana."
"Kenapa ke Jepang? Tinggal di?" tanya Rudi.
"David sering berulah, ini udah kelewat batas karena kemaren David kasih adeknya Danial alkohol."
"Kalau tempat tinggal.. katanya Daffy sih ketempat ibu nya bokap mereka. Tapi gak tau juga sih" jelas Valdi.
"Jadi orang tuanya gak ikut?" tanya Rudi.
"Nyusul nanti malam" jawab Adam.
"Yaahhh, bubar kali davar?" Rudi mellow.
"Balik lagi ntar katanya kuliah di Indonesia kok"
__ADS_1
"Udah diem, nanya mulu lo. Capek jawabnya! Mending lo beli minum sono"
- - -
Nara, Yesha, Alika, Diva. Mereka sudah di kantin sekarang. "Apa bener ke Jepang si David?" tanya Nara.
Yaa! Tanpa sengaja mereka mendengar percakapan antara teman teman David yang mengatakan David di Jepang. "Bisa jadi. Udah lah bodo amat. Kan bebas juga Yesha gak ada yang gangguin" jawab Diva.
"Iya sih, yaudah gak usah dipikirin"
"Dor!!"
"KAGAK ADA AKHLAK!!!" teriak Yesha keras keras sambil mencubit Boy. Pasalnya, Boy yang datang langsung mengagetkan mereka berempat.
"Kaget ya? Ya maap sayang" Boy duduk di samping Yesha. Yesha menatap Boy yang cengengesan.
"Udah pada pesan makanan?" tanya Revin. Mereka mengangguk.
"Lo pada kenapa bengong? Kerasukan ****** dahh" sahut Khansa.
"Astaga sasa, omongan lo bener bener dah, filter dulu woi, disaring!" Nara menggelengkan kepalanya.
"Sasa Sasa, lu kira gue micin apa?!" tanya Khansa kesal. Mereka tertawa.
"Mikirin apaan?" tanya Branden.
"Tadi tu kita lewat kelasnya David. Terus dengerin gosip gengnya kalau David pergi ke Jepang. Emang bener?" tanya Diva.
"Ya katanya sih gitu" jawab Ikhsan.
"Seriusan?" tanya Alika.
"Lah, lo ngapa antusias gini?" tanya Frans sinis.
"Iss.. cuma penasaran doang. Jangan cemburu gitu kali ah" balas Alika.
Frans menatap Alika kesal. Alika yang ditatap senyum dengan senyuman sok dimanis manisin. Aslinya emang manis:^
"Ca, are you okay?" Boy tanya ke Yesha.
"Lah emang Caca kenapa? Caca baik baik aja" jawab Yesha.
"Ya, siapa tau didalam lubuk hati yang terdalam kamu sakit hati ditinggal first kiss"
"Mulai mulai! Bilang aja cemburuuuu" ledek Yesha.
"Kek cewek ih kode kodean" mereka tertawa.
"Ah lo pada enak bisa romantisan. Lah gue.. mas Wisnu pergi lagi" keluh Nara.
"Eh iya, udah gak pernah nampak tu anak. Kemana emang?" tanya Danial.
"Balik ke Kanada" jawab Nara.
"Ajib. Bukannya bentar lagi kelas dua belas banyak ujian?" tanya Alika.
"Ya karena banyak ujian itu, mas Wisnu mau selesaikan sebelum ujian datang bertubi-tubi" jawab Nara.
"Cieeeeee yang LDR" ledek Yesha, Alika dan Diva bersamaan sambil menggandeng pasangannya.
Nara menatap mereka sinis, yang ditatap tertawa.
"Eh berarti, Echa gak jadi ke New York kan?" tanya Diva pada Danial. Danial menggeleng.
"Gue ke New Y---"
Jdug... Brukk..
"Yaahhh" keluh Yesha. Ada adek kelas membawa es teh manis. Ketika berjalan, dia dijegal oleh Dian. Minumannya tumpah dan mengenai baju Yesha. Dian tersenyum sinis lalu pergi.
"Gue kemaren baru buang baju, masa iya sekarang buang baju lagi" ujar Yesha dramatis.
"So- sorry k- kak, sa- saya g- gak se- sengaja" ujarnya takut takut.
"Gak apa apa, santai santai. Nih gue kasih duit beli yang baru gih" Yesha memberikan uang berwarna hijau pada adek kelasnya itu.
"Ga- gak apa apa ni kak?"
"Ambil aja" suruh Diva.
"Ma- makasih kak. Se- sekali lagi, ma- maaf" Yesha tersenyum, dia pun pergi.
"Gak pake double-an?" tanya Alika.
__ADS_1
"Kagak" jawab Yesha.
"Ikut mas" ajak Boy.
"Eh kemana??" Boy menarik pelan tangan Yesha.
Mereka berdua ke toilet.
Boy membuka kancing bajunya satu persatu. Setelahnya, dia memberi baju putihnya pada Yesha. "Buka baju kamu, kamu pake baju mas. Mas tunggu diluar"
"Lah mas pake kaos putih doang? Ntar kena marah mass"
"Mas bolos aja gak masalah. Udah buruan, ntar kamu masuk angin. Mana dalemannya nampak lagi"
"Hiii yadong" Yesha menutup pintu kamar mandi dan mengganti bajunya.
-
"Maaaasss" teriak Yesha.
"Kenapa sayang? Mas diluar?" tanya Boy. Yesha keluar, baju Boy ditubuhnya kebesaran.
"Imut kamu kayak gitu" ledek Boy. Yesha menatap nya sinis. Boy tertawa.
"Daripada pake baju sebelumnya"
"Baju yang tadi mana?"
"Nih" Yesha mengangkat tangannya.
"Sini mas pake"
"Gakk! Nanti masuk angin" jawab Yesha.
"Yaudah ayok balek kantin" mereka kembali ke kantin.
"Bjirr, dari mana lo bedua? Bikin debay?" tanya Naufal. Boy melempar kacang ke Naufal.
"Cangkemmu kui lo," balas Boy. Naufal cengengesan.
"Ca.. lucu tau" ledek Alika. Mereka tertawa.
"Gue imut gue diem" Yesha melanjutkan makannya.
- - -
"Woi bangun!!" Diva membangunkan Branden yang tidur di jam mata pelajaran.
"Ngantuk sayang"
"Ngapain aja lu?!!"
"Kemaren turnamen pubg" jawab Branden.
"Astaga dragon!! Udah tau sekolah, malah main begituan" omel Diva.
"Kan menang duitnya lumayan buat tambahan pernikahan kita nanti"
"Iiis ngelantur ni anak. Ayok bangun! Pak Bandi ini yang masuk"
"Lima menit lagi oke?"
"Aku pindah ketempat Fahmi kalau gitu" Diva beranjak. Branden langsung bangun.
"Jangan macem-macem" Diva cengengesan.
"Makanya bangun!"
"Iya ini udah bangun sayang" ujar Branden memegang pipi Diva.
"Woi, kalau mau romantisan liat situasi, gue jomblo nihh!" protes Aji. Sekelas tertawa ngakak.
"Kasiannn... pucekboy sih" ledek Alika.
"Hahahaha"
"Eh panci ep ep gue izin kamar mandi ya" ujar Nara.
"Sabar Panji sabar, anggota lo emang gesrek semua" Panji berbicara pada dirinya sendiri. Lagi lagi sekelas tertawa.
"Lo mau gue temenin gak?" tanya Khansa.
"Lo mau gue tabok gak?" tanya Nara balik.
__ADS_1
"Hahahahaha"
Nara pergi.