Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 89 Misterius


__ADS_3

Hai guyss, maapp yaa dalama ga upp :))


H a p p y r e a d i n g 🦚


〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰


Keesokan harinya


"Guys, besok gue nikah jan lupa dateng" Nara baru saja datang menghampiri Alika dan Yesha.


"Bacot kau" sahut Alika.


"Ga usah dengarkan, dia halusinasi" sambung Yesha.


"Ssshh.. mengapa kalian begitu bangsatt?"


Alika dan Yesha tertawa.


"Si Ijo kemana?"


"Masih ada kelas, ntah juga belum masuk. Keknya gak masuk, lagi patnam patnam sama lakiknya" jawab Alika


"Otak lu, ciii. Patnam patnam terosss" Alika cengengesan


"Maklumi aja, Cia gak sabar pengen patnam patnam"


"Pala kau petak lah ca" Yesha tertawa ngakak.


"Mana ya si prans, biar gue suruh cepet nikahin lu. Bahaya kalau lu gini"


"Tangan kanan gue gak sesabar biasanya ca, mau ditampol?" Yesha menggeleng sambil tertawa.


"Ca, gue punya sepupu pilot. Eh nggak pilot deng, pelautt. Lu tau kan gajinya pelaut gede, ga mau tuh?? Gue kenalin ntar"


Yesha memakan jajan yang ia beli barusan. "Ganteng gak?"


Alika dan Nara menganga mendengar pertanyaan Yesha. "Gue laporin Boy lu"


"Apa salah gue astaghfirullah! Kan gue tu tanya ganteng nggaknya"


"Ya tapikan.."


"Apa?"


"Gosah debat, ni gue tunjukkin fotonya" Nara mengambil ponsel dan membuka instagram.


"Ganteng juga Boy, sorry ga minat"


"Widiihh sombong amatt" Yesha tersenyum miring.


"Yow ges dipsi kambek"


"Ha ini si ijo" kata Alika.


"Kenapa? Rindu gue ya?" tanya Diva.


"Gue mah kagak, nana dalem tuh"


"Genahin dikit kek nama guee!" Alika tertawa.


"Gue laper pengen mie ayam. Kalyan mau gak?" tanya Yesha.


"Lo bayarin?" tanya Nara balik.


"Ada Cia kok yang bayar"


"Bangsstt echaaaa" Yesha terkekeh.


"Sesekali Ci, pelit amatt"


"Yoda pesen gue mau cabut"


"Heh bangsul, ngapain lu cabut?!"


"Takut gelut" Alika mengode kesamping.


Diva, Yesha, dan Nara yang peka melihat ke samping. Ada Thalia and the geng ternyata.


"Santuy aja, gelut kan barengan" jawab Yesha.


"Iyaaa barengan, barengan juga masuk ruang dekan" Yesha nyengir kuda.


"Dalah bodoamat, gue mo makan pokoknya!"


Yesha berjalan ingin memesan mie ayamnya.


Satu kaki terulur, Yesha bisa melewatinya. Satu kaki lagi, Yesha masih bisa melewatinya. "Ngulur lagi kaki lo, gue gak segan-segan matahin nya" ancam Yesha dengan muka datarnya.


Yesha kembali berjalan, tiba tiba kaki terulur Yesha hampir jatuh.


Hampir


Hampir


Hampir jatuh.


Di depan Yesha ada seseorang yang menahan tubuhnya agar tidak tersungkur.


Yesha bangkit dan melepas pegangan orang itu. Yesha memperhatikannya dari atas kebawah. Orang itu memakai masker hitam, topi hitam dan serba hitam.

__ADS_1


"Lu... siapa?"


Bukannya menjawab orang itu malah pergi. Yesha ingin mengejarnya namun tangan teman-teman Yesha sudah duluan menahannya. "Lu gak apa-apa?" tanya Diva.


Yesha menggeleng masih sambil mengikuti arah tujuan orang tadi. "Liat apa si ca?" tanya Nara.


"Cowok, cowok yang tadi nahan gue. Gue gak asing sama wanginya. Proporsi tubuhnya juga... gak asing"


"Siapaa rupanya?" tanya Alika gantian.


"Ya gue gak tau, pas gue mau ngejer kalian nahan"


"Ntar ketemu lagi maybe. Ayok cabut daripada gelut“


"Cabut kemanaa?" tanya Yesha.


"Kafe, mall atau cgrvls. Yang penting gak disini, eneg liat muka gopekan" jawab Nara.


"Yodah ayok, kalau gue emosi bisa patah beneran kaki nya"


Mereka pergi dari kantin bersamaan.


"Gak jadi makan miayaam caa?" tanya Diva.


"Kapan-kapan"


Disisi lain, pria tadi memandangi mereka dari kejauhan.


"I miss you. Do you miss me, Echa?"


♤♤


20.05


"Woi dek"


Yesha menoleh melihat abangnya, "Apaaaa"


"Dih gak usah ngegass"


Danial langsung menghampiri Yesha yang di sofa sambil menyomot cemilannya.


"Rusuh ishh"


"Lu kagak mainn??"


"Kagak. Gue pengen nemenin lu. Kan mama papa lagi pergi"


"Kerasukannn lu yaa?? Tumben amattt, biasanya juga ga peduli"


"Yaudah gue pergi nih"


"Eh ya jangan lah, dih paann" Danial tertawa.


"Gosa baperan lu maimunahh" Yesha menatap kesal Danial.


"Lu nonton apaan?"


"Sinetron indosiar"


"Tuman. Biar apa?"


"Biar hapal lagu ku menangis"


"Baru sadar punya adek segoblokk ini" Yesha menampol abangnya.


"Nonton horor aja deh, mau gak?" ajak Danial.


"Oh nggak terimakasih. Lu, mama, papa jarang dirumah. Gue dirumah sendiri jadi horor bisa mampusss"


"Penakut"


"Bacottt" Danial tertawa.


"Eh bang, tadi pagi ada cowok misterius tau"


"Misterius gimana?"


"Kan tadi gue di gangguin sama Thalia, di jegal. Pas mau jatuh, dia di depan gue ada yang nangkepp. Dia pake baju serba item pake masker sama topi item"


"Lo tau gak bang, itu siapa?"


"Tau" jawab Danial santai.


"Siapa?"


"Kemungkinan orang suruhannya Boy. Semenjak Thalia masuk, Boy nyuruh orang buat jagain lo"


"Ciuss? Mi apaa?"


"Ck. Alay"


"Bodo amattt, aaaa sayang koboy banyak-banyakk"


"Dih dih"


"Lo tau darimana?"


"Pernah beberapa kali liat orang kek ngikutin lu sama yang lain, gue stop-in. Terus, gue tanya dia. Dia jawabnya gitu, yaa gue tanyalah ke Boy. Boy bilang dia emang ngutus orang buat jagain lu"

__ADS_1


"Debess boyy"


"Btw, lu gak ada masalah kan sama dia?" Yesha menggeleng.


"Ngga ada, kenapa emang?"


"Ya ngga apa-apa. Kalau ada masalah selsein baik-baik jangan kabur. Lari gak menyelesaikan masalah tapi menambah masalah"


"Menambah masalah?"


"Iyala, kalau lu kabur terus ketabrak mobil. Lo mati terus pada salahin si pembuat masalah kanbjadinya nambah masalah"


"Lu do'ain gue mati ya bang??"


"Nggak juga si"


"Abang biadabb!!" Danial cengengesan.


Ddrrrrtt.. Ddrtttt...


Ponsel Yesha berbunyi.


"Cia?"


"Halo assalammualaikum"


📞 "Waalaikumsalam. Caaa gabut kaga lu?"


"Mayan, kenapa?"


📞 "Lu kan tau tadi gue sama dipi ke mall bedua"


"Nah abistu??"


📞 "Barusan di kafe mall ada Thalia sama Enjel. Cari ribut yuk"


"Astaghfirullah ciaaaa, sharelock buruan. Gue siap-siap"


📞 "Bangsattt gue kira mau ceramahh"


"Hahaha, emak uda dihubungi?"


📞 "Udah di telpon dipi"


"Ooo yauda buruan sharelock biar gue otw. Assalamu'alaikum"


Yesha mematikan panggilannya lalu beranjak dari tempat duduk. "Mau kemana?" tanya Danial.


"Mainn"


"Ni firasat gue gak baguss, lu mo ngapain jujur?!"


"Mo seneng-seneng abang ganteng. Dah yaaa, dah bye"


▪▪▪▪


"Mau ngapain nii?" tanya Diva.


"Emm.. kalau kita cari ribut duluan runyam nanti. Kan gak ada pembelaan" jawab Nara.


"Ya jelas adalah, dia jegal gue di kantin kampus. Jadi ini pembalasan"


"Sesungguhnya Yesha sangat pendendam" Yesha tersenyum smirk.


"Mari susun rencana yang luar biasa" Nara mengkode mereka untuk mendekat.


"Aswwsswswswswsws"


Alika dan Diva merengek, "Lu bedua kenapa?" tanya Nara.


"Kita yang harusnya nanya, LU NGOMONG APA?!" tanya Alika ngegas. Bukannya menjawab Nara malah terkekeh.


"Gue ada ide" semua melihat ke arah maknae, Diva.


"Kita dorong aja dia"


"Dorong dari lantai atas? Kamu waras sayang?" tanya Nara.


"Bukan gitu laaa sempaq berkantongg"


"Jadi gimanaa?" tanya Nara lagi.


"Kita jalan jadi dua baris, terus nanti yang di depan sebelah kiri ngejegal kakinya abistu yang lain ngedorong dia" jawab Diva.


"Otak kau la dip dip, maknyos kali" Diva sombong di puji Alika.


"Maknyos apanya?! Kita cuma berempat, mana bisa! Kalo laki lu pada ikut mending" jawab Nara.


"Emakkk, lu nyimak alurnya dong ish"


"Iyaaa iyaaa ngerti gue. Dia masi disini?"


Mereka celingak celinguk, "Itu"


"Bentar we bentarr" Yesha pergi membeli topi.


"Gue ijo" pinta Diva.


"Gue beli item semua ya bangsattt, kaga ada yang ijoo!" Diva cengengesan.

__ADS_1


"Si ijo kesorran ijo. Lama-lama jadi Hulk dia"


"Hahahah"


__ADS_2