Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 25 Pelaksanaan tanding


__ADS_3

Hari hari terlewati. Hari ini, saatnya pertandingan persahabatan itu dimulai. Mereka sudah berlatih sangat keras untuk mencapai target. Wisnu mengajari mereka dengan penuh tanggung jawab. Nara yang cepat tanggap, menjadi pemimpin di tim nya.


Saat ini Yesha semakin lama semakin dekat dengan David, David sekarang sudah berubah sedikit lebih baik. Para temannya juga memiliki pasangan untuk membucin. Alika yang semakin dekat dengan Ajef, Nara semakin dekat dengan Wisnu, dan Diva. Semenjak sakitnya Diva, dia jadi lebih sering dekat dengan Branden. Berbeda dengan yang lain, Branden dan Diva lebih sering jahil jahilan daripada romantis romantisan. Oh iya, sakitnya Diva waktu itu karena dia salah makan. Emang agak aneh dia mah:")


-


Karena SMA 2 Persatuan akan datang pukul 09:00 pagi, Crazy bacot menyempatkan diri untuk makan di kantin. Ditemani dengan ti–dabelyu–bi, gengnya Danial.


🎶 Ohh mengapaaaa...


Tak bisa dirimuuuu, yang mencintaikuuuuu. Tulus dan apa adanya. –Bryant.


🎶 Aku memang bukan manusia sempurna


Tapi ku layak dicintaa. —Khansa.


🎶 Karena ketulusaann.


Kini biarlah, waktu yang jawab semua... —Frans.


🎶 Tanya hatiku —Branden.


Mereka berempat konser di kantin, membuat para penghuni kantin tergila gila karena suara mereka yang luar biasa.


"Lagu nya agak gimana gitu ya?" tanya Alika.


"Agak gimana??" tanya Frans.


"Emm, gue juga bingung" sahut Nara.


"Eddah" sahut Naufal.


"Masa gue kebagian tanya hatiku doang?" tanya Branden.


"Udah deh, nasib lo tuh beda sama kami" sahut Khansa.


"Hah?" tanya Nara.


"Nggak" jawab Khansa.


"Gak jelas" ujar Diva. Khansa cuma mengangguk.


"Makan yang banyak kalian, jangan sampe pingsan" suruh Danial.


"Kalian gak disuruh tanding apa gitu?" tanya Diva.


"Naufal bulu tangkis, Revin tim futsal. Ikhsan tim Volly ball." jawab Danial.


"Bang Danial tim baku hantam" sahut Naufal. Yesha tersedak.


"Apa? Bang Kuda Nil tim beladiri?" tanya Yesha.


"Nggak, gue atletik barengan sama Bryant" jawab Danial.


"Oo kirain," ujar Yesha, dia kembali memakan cemilannya.


"Terus terus?? Khansa, Branden, Frans gak ada?" tanya Alika.


"Frans tenis meja, Branden renang, Khansa sepak takraw" sahut Ikhsan.


"Wawww" puji Alika, Nara, Diva dan Yesha bersamaan.


"Terus kalian kenapa disini?" tanya Nara.


"Ya makan lah," jawab Ikhsan.


"Ya selolahh" balas Alika, Nara tertawa.


"Renang? Lo berenang dimana bran?" tanya Diva.


"Sungai" jawab Branden asal.


"Yang bener aja Lo" sahut Nara.


"Ya nggak lah, dibelakang SMA kita kan ada kolam renangnya." jawab Branden.


"Iwaw, baru tau gue" kata Diva.

__ADS_1


"Sama gue juga" ujar Alika, dan Nara bersamaan.


~


"Alika" panggil seorang pria kalem, tinggi, putih berambut ikal. Menurut cerita banyak orang, dia adalah siswa good boy kesayangan guru. Pria ini bernama, Yogi Alamsyah.


"Iya?" tanya Alika.


"Gue.. mau ngomong sesuatu sama Lo" ujar Yogi.


"Ngomong apaan gi?" tanya Alika.


"Jangan disini boleh gak?" tanya Yogi.


"Kenapa emang? Disini aja gak apa apa" jawab Alika.


"Emmm, gue cuma mau bilang kalau gue suka sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue?" tanya Yogi. Frans mengangakan mulutnya. Mereka semua terkejut.


"Jangan jawab sekarang, gue pergi dulu" ujarnya gugup.


"Yogi" panggil Alika saat Yogi ingin pergi.


"Iya?" tanya Yogi.


"Emm, gue gak mau kasih harapan ke lo. Gue jawab sekarang aja."


"Makasih udah suka sama gue, tapi maaf ya, gue suka nya sama orang lain." ujar Alika.


"Ooh, gitu ya? Em.. iyaudah gak apa apa. Anggap aja gue gak pernah ngomong itu. Gue pergi dulu" ujar Yogi lalu pergi.


"Hulll," ujar Naufal.


"Gob·lok" ujar Yesha.


"Eh apaa?" tanya Nara.


"Cowok baik baik di tolak, cowok berandal di terima, giliran disakiti bilangnya ‘semua cowok itu sama’. Kasihan tau para cowok" ujar Yesha.


"Setuju gue" kata Ikhsan sambil mengangkat tangannya untuk bertos.


"Lo siapa?" tanya Yesha.


"Iyaaa iyaa, pikiran betina rasa jantan emang beda" balas Alika.


"Eh kampret Lo ya" balas Yesha sambil cengengesan.


Gak lama kemudian, David muncul.


"Hai sayang" sapanya pada Yesha.


"Hai juga" balas Yesha.


"Nah kan, dia juga deket sama berandal" ujar Revin.


"Lah iya ya," kata Yesha sambil memegang tengkuknya. Yang lain menggelengkan kepalanya.


"Tapi kan beda, dia udah tobat. Ya kan kak?" tanya Yesha pada David.


"Gibahin gue?" tanya David.


"Gak usah geer!!" suruh Yesha. David cengengesan.


"Ayok" ajak David sambil mengulurkan tangannya.


"Kemana?" tanya Yesha.


"Ganti kostum, anggota voli beda seragam" jawab David.


"Hah? Ogah ah, kan lo basket, kenapa jadi mikirin voli?" tanya Yesha.


"Pacar gue anggota voli, ya gue jadi urusin voli lah" jawab David.


"Uhuk.." Bryant tersedak. Naufal memberinya minum.


"Are you okay?" tanya Yesha. Bryant mengangguk.


"Loh kok?" tanya David.

__ADS_1


"Tetangga meja gue, udah ah sana Lo" suruh Yesha.


"Nara, ajakin temen lo" suruh David.


"Emang anak Smada Persatuan udah datang?" tanya Alika.


"Bentar lagi, tim basket dan voli disuruh siap siap" jawab David.


"Tim voli kan terakhir" sahut Ikhsan.


"Nggak diterakhir banget, dia barengan sama tim atletik" balas David.


"Udah ayok" ajak David. Diva, Nara, Alika bangun dari tempat duduknya, lalu berjalan duluan.


"Ngapain masih duduk?" tanya Danial.


"Abang? Kalian? Gak siap siap?" tanya Yesha balik.


"Iya siap siap, setiap bidang kan beda kostum" jawab Danial. Yesha pun bangkit.


"Lo duluan aja vid" suruh Yesha. Dia mengikat tali sepatu nya yang lepas. Setelah selesai dia membersihkan tangannya. David langsung menggendongnya.


"Kak daviddd!! Maluuu" bisik Yesha.


"Lama sih" jawab David.


"Ya udah turuninnnnnn" pinta Yesha. 'david kampret pengen gue cemplungin ke sungai nillllll' batin Yesha kesal. David senyum senyum sambil menggendong Yesha.


Beberapa menit kemudian, David menurunkan Yesha. "Lama banget," cibir Yesha, saat melihat kedalam ruangan. Semua anggota tim voli dan basket melihatnya. Yesha menutup mukanya karena malu. Mereka yang didalam ruangan itupun tertawa.


"Gak usah sok malu," ujar Alika.


"Tau tuh, biasanya malu maluin juga" sahut Nara. Yesha menatap mereka sinis.


"Nih ganti sana" suruh David sambil memberikan seragam tim voli putri. Yesha mengambilnya lalu pergi memasuki kamar. Setelahnya dia keluar.


"Kerrennn banget kalian berlima" puji Danial yang baru masuk. Dia sudah berganti kostum atletik.


"Makasih feb" balas Andre.


"Gue masih waras, yang gue maksud bukan kalian, tapi adek gue sama tim nya" sarkas Danial.


"Huaaa abanggg" Yesha berlari memeluk abangnya.


"Kenapa Lo?" tanya Danial.


"Gue mo pingsan aja, gotong gue ya, oke sip bos" ujar Yesha.


"Dia kerasukan apasih?" tanya Alika heran.


"Salah obat tu anak" kata Diva.


"Emmm, overdosis" sambung Nara. Yesha pura pura tidak mendengar mereka. Tiba tiba, bunyi pengumuman. Para siswa siswi SMA Erdven disuruh berkumpul di tempat perkumpulan.


"Ayoooo semangattt" ujar Danial pada tim nya Diva.


"Doain ye abangg" ujar Diva.


"Pasti! Gue kesana duluan ya" ujar Danial, mereka mengangguk Danial pun pergi.


"Ayok" ajak Diva pada timnya. Mereka pun hendak menuju ke tempat perkumpulan. Yesha terhenti karena ditarik David.


"Kenapa lagi?" tanya Yesha.


"Semangatin gue gitu atau apa" pinta David. Yesha mendekat ke David. Dia memegang pipi David.


"Semangat tempurnya mas gantenggg!!!!" goda Yesha. Setelahnya dia langsung lari, agar tidak ditarik lagi oleh David. David dan beberapa orang diruangan itu terkejut.


"Vid?" tanya Valdi. David tidak sadar.


"David woi" panggil Adam. David pun tersadar.


"Eh apa?" tanya David.


"Kok Lo jadi aneh anying, dih sejak kapan malu malu gitu?" tanya Andre.


"Hah? gak tau gue" jawab David.

__ADS_1


"Hahahahah, udah ayok" ajak Rudi. Mereka pun pergi menuju tempat perkumpulan.


__ADS_2