Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 98 Terciduk


__ADS_3

Drrrt... Drrrt..


Boy meraba letak ponselnya, oh ternyata di meja.


📞 "Assalamu'alaikum, kamu dimanaa?!"


'Papa?'


"Waalaikumsalam, di rumah"


📞 "Pulang sekarangg!"


"Bukannya Boy udah di usir? Ngapain nyuruh pulang? Mau jadiin Boy babu lagi?"


📞 "Boy, pulang. Pulang sendiri atau papa jemput nanti?"


"Boy pulang nanti.. sekitar jam dua belas siang"


📞 "Papa tunggu! Assalamu'alaikum"


Panggilan di matikan.


"Mama udah bujuk apa? Kenapa kek gampang bangett?"


Di sisi lain, Yesha yang semalam pulang bareng mamanya keluar dari kamar dengan wajah ceria.


"Selamat pagii" sapa nya kepada semua orang.


"Ehh, pagi putri mama"


"Pagii juga dekkuu"


"Akhirnyaa papa bisa liat kamu ceria lagii, fii" Yesha membalas dengan senyuman.


"Kamu udah move on?"


"Move on? Apa itu?? Gak ada kata move on di kamus nya Yesha, paa" Papa nya terdiam.


"Nantiii pulang jangan kemaleman okeyy?"


"Kenapa gituu?" tanya Yesha heran sambil memakan roti selai nya.


"Yaa jangan kemaleman ajaa, sebelum maghrib udah di rumah oke?" Yesha mengangguk pelan.


'Otak gue susah untuk positif thingking!'


"Yaudahh, Yesha mo ke kampus duluu" Yesha menyalami tangan mama dan papanya lalu pergi.


Danial pun menyusul, "sama abang aja siniiii" Yesha pun pindah ke mobil Danial.


"Kenapa mendadak ceria?"


"Usulnya mamaa semalem. Btww, kenapa papa nyuruh pulang cepett?" tanya Yesha heran.


"Mana abang tauu, mungkin mau makan malem bareng kita. Kan udah lama gak makan malem bareng" Yesha mengangguk paham.


"Tapi.. firasat Fia gak bagusss. Fia mikirnya bakal di jodohinnn"


Danial tertawa kecil, "positif thinking dekk. Jangan berprasangka buruk terusss, yaa?" Yesha pun mengangguk lagi.


"Oiyaaa, abang kapan nikahh?"


"Abang nunggu kamu nikah baru nikahh"


"Hmm? Kenapa gituu?"


"Setau abangg, patah hati terbesar adek perempuan adalah ketika abangnya menikah. Abang gak mau kamu patah hatii, jadi nunggu kamu nikah dulu"


"Kalau kamu nikah, otomatis kann kamu gak patah hati lagii karena kamu punya suamii"


Yesha menatap lekat abangnya, "aaa abangg sweeet bangettt. Jadi takut patah hatiii beneraannn" Yesha bermanja ke bahu abangnya.


"Abang nunggu kamu duluu, biar kamunya gak patah hati" jawab Danial sambil mengelus rambut Yesha.


"Tapi kan jadinya Fia ngelangkahin abangg, emang bolehh?"


"Bolehh, kayaknya."


✾✾


"Echaaaa"


Yesha menoleh kebelakang, Nara berlari kearahnya dengan ekspresi yang benar-benar bahagia.


"Ngapeeee lu?"


"Hihii kaga apa-apa, rindu ae sama lu"


"Bacottt."


"Gimana jadinya hubungan lu?" tanya Nara, mereka kembali jalan menuju kantin.


"Yaa gituu, masih di usahakan. Do'ain ajaa, gue udah gak mau patah hati. Gak mau cari orang baruh buat gantiin Boy. Lagipula gak ada yang bisa gantiin Boy"


"Terlihat penuh pelangi" Yesha langsung menatap sini Nara yang cengengesan.


"Lu sendiri sama Khansa?"


"Yaaa gituu, Khansa sibuk teruss, dia kan kuliah sambil kerja"


"Si Cia gimana? Udah mau di sah-in belum diaa??" tanya Yesha.


"Nggak tau jugaa, Cia gak ada bilangg. Cuma si bungsu yang enakkk, hubungan dia halal dunia akhirat"


"True sihh, dia udah buat belum yaa?"


Nara berfikir, "keknya udahh. Bungsu kan yadong" Mereka berdua tertawa.


"Weii, ngape lu bedua ketawa?!" tanya Diva sinis.


"Apaann sinisss bangett" cibir Nara, mereka pun duduk di sebelah Diva.


"Cia mana?" tanya Yesha.


"Belum berangkat maybe"


"Woii, assalamualaikum!"

__ADS_1


"Widiii bapakk Khansa bersemangat sekalii, ada apa gerangan?" tanya Branden curiga.


"Gapapaa" Khansa duduk santai di sebelah Nara.


"Hsss, ada yang lu bedua sembunyiin kan?" tanya Yesha curiga.


"Peka banget yaa" gumam Nara, ia mengangkat tangannya.


"Uwaahhh, lu udahh nikahhh?" tanya Diva antusias.


"Masihh tunangannn" jawab Nara.


"Kapaann?!" tanya Alika yang tiba-tiba muncul.


"Semalem"


"Manteppp sekaliii makkk!! Kapan nikahnya?" tanya Yesha gantian.


"Nunggu beberapa bulan lagi, gue kagak mau cepet-cepett" Mereka berohria.


"Tinggal lu bedua dahh, kapan di halalin?!" tanya Diva meledek.


"Gue gak haram kok, ngapain di halalin" jawab Yesha.


"Nahh pinter" Alika dan Yesha bertos.


"Syalann," mereka tertawa.


"Oh ya dipp, gue serius nanyaa. Lu udah buat ponakan gue belum?" tanya Frans.


"Anjirrr bangett tuan Frans, tidak ada pertanyaan lain?!" tanya Diva sinis.


"Kagak"


"Gue juga penasaran, dip. Udah belummm?" tanya Nara gantian.


"Rasanya gimanaa?" Alika ikut penasaran.


Diva diamm, "kalau gue jawab berani bayar berapa?"


"Wahhh parahh Diva"


"Maknae paling berdosa emanggg."


✾✾


12.33


"Assalamu'alaikum" Boy masuk ke rumah papanya.


"Waalaikumsalam kakkk Boyy akhirnya pulanggg" Bianca langsung menyambar Boy.


"Aishh rempong sekali kamu!"


"Gue kann rinduuu sama luu"


"Bacot! Mana papa??" Bianca mengangkat bahu nya sedetik.


"I don't know"


"Kenapa manggil anak yang udah di buang??" tanya Boy langsung to the point.


Papa nya yang tadi membelakangi seketika itu juga berbalik mendengar suara yang di rindukannya.


"Akhirnya kamu kembalii" Bastian memeluk anaknya erat, Boy membiarkan dirinya di peluk. Lama kelamaan tangannya terangkat membalas pelukan.


"Papa rindu kamu, Boy!" Boy diam tidak menjawab.


Papa nya pun melepas pelukan, "kamu udah makan siang?? Ayo makan barengg" Bastian menarik Boy, mereka berdua keluar dari ruang bawah.


"Mama mana, pa??"


"Mama disini" Boy melihat sumber suara, ternyata mamanya di dapur bersama dengan Bianca dan Amel.


Boy masih berfikir, apa yang telah terjadi??


"Ayo makan siang, papa gak pernah lagi makan siang sama kamu. Terakhir lima tahun yang lalu kan?"


"Nggak tau, Boy lupa" jawab Boy ragu-ragu. Papa nya pun kembali menarik Boy untuk duduk di sebelahnya.


"Kak Boy makan pake apa?"


"Apa aja" jawab Boy, Bianca hanya meletakkan nasi lalu memberikannya pada Boy.


"Apa aja kan? Nasi doang juga bisa berarti" Boy menatap kesal Bianca.


Mereka tertawa kecil melihat interaksi keduanya, "besok kalau kamu nikah kamu bakal tinggal dimana Boy?" tanya Bastian.


Seketika Boy menghentikan kunyahan-nya, "Boy bakal bikin rumah sendiri pa"


Papa nya mengangguk paham, "gak mau serumah aja sama papa mama?" Boy menggeleng pelan.


"Kenapa emang?"


"Nggak, papa cuma nanya"


"Kakk, lu kok makin glow up siii?! Make skincare apaann?!" tanya Bianca heboh.


"Tanah liat di campur semen" jawab Boy santai.


"Maa liat lahh manusia es satu ini!!" Mama nya tertawa.


"Kayak gak tau Boy aja, bii. Lagian Boy itukan bibit unggul, jadi makin gede makin glow up" ujar mamanya santai.


"Teruss, Bianca bukan bibit unggul?" tanya Bianca.


"Lu bibit salah cetak" jawab Boy.


"Kamprett!!" Boy tertawa melihatnya.


Melihat tawa Boy papa nya menunduk, seperti terharu? Hanya sebentar, setelah itu kembali mendongak.


"Oh iya Boy, nanti malem ikut mama papa ya. Kita makan malam bareng"


"Boy harap ini bukan seperti yang ada di fikiran Boy."


"Papa harap benar bukan yang kamu fikirkan."

__ADS_1


✾✾


Sorenya, Boy pamit pergi. Ia ingin bertemu dengan Yesha, satu hari tanpa melihat Yesha adalah suatu kehampaan. Asoyyy.


Boy menjemput Yesha di cgrvls.


"Haiii babyy!" Yesha melambaikan tangannya sambil tersenyum lalu masuk ke mobil.


"Pengen peluk kamuuu" ujar Boy manja.


"Hiss dasarr! Kita mau kemanaa?" tanya Yesha.


"Kamu udah makan?" Yesha menggeleng.


"Em.. kita makan aja gimana?? Kamu mau makan apa?? Atau kamu mau kita nonton bioskop film romance?"


"Terserahhh kamuuu sayangg" jawab Yesha.


"Always terserahhh yaa. Yaudah kita nonton bioskop!" Boy pun mengemudikan mobilnya menuju mall.


"Ehh ayy, ke McD aja yukk. Aku pengen makan burger" ajak Yesha.


"Yaudahh ayoo"


"Tapiii..."


"Kenapa sayang?" tanya Boy.


"Kamu mau makan nggakk?? Atau kamu mau nontonn??"


"Aku kemana aja mau, yang penting sama kamu" Yesha tersenyum.


"Sa aee"


"Jadinya kemana?? McD?" Yesha mengangguk, Boy pun memutar balik mobil nya karena baru saja melewati McD.


Mereka keluar dari mobil, "aku mauu yang taste of japannn" Boy mengangguk.


"Kamu duduk aja biar aku yang pesennn" Yesha pun duduk di salah satu kursi, sedangkan Boy pergi memesan makanannya.


Boy kembali setelah memesan, ia langsung mengeluarkan ponsel dari saku, meletakkannya di meja.


"Kamu tadi pulang ke rumah om Tian?" Boy mengangguk.


"Rada aneh gitu, pada welcome semuaa. Papa jugaa gak kerja tadii kayaknya, gak tauu ah bingung akuu"


"Papa tadi nyuruh sebelum maghrib udah di rumahh" sahut Yesha.


"Papa juga nyuruh gituu."


"Ish.. kenapaa kira-kiraa?"


"Positif thingking okee?"


"Kalau misalnya kamu di jodohin gimanaaa?" tanya Yesha.


"Kan udah aku bilang aku gak bakal mau nikah sama cewek selain kamuuu"


"Yaa tapikan bisa aj--"


"Nggak bakal sayangg, nggak. Gak bakalll" Boy mengecup punggung tangan Yesha untuk menenangkan pikirannya.


"Kalau kamu juga di jodohin gimana?"


"Aku gak mau jatuh cinta sama orang lain, capek, males nanti sakit hati. Udah ada kamu juga ngapain cari yang lain"


Boy tersenyum mendengarnya, tangan Boy menggenggam erat tangan Yesha.


"Hwah.. aku baru balik beberapa harii masalah udah datang banyak bangett. Yang harusnya aku manja-manjaan sama kamuu, jadi gak bisa kann" keluh Boy sambil menjatuhkan kepalanya di meja.


"Mungkin ini cobaan karena dua tahun kita gak pernah berantem"


"Gak pernah berantem darimanaa?" tanya Boy mendongakkan kepalanya.


"Hampir tiap minggu kita berantem sayangg, dua hari baru baikan"


"Yang salah siapaa?"


"Y-yaa akuu."


"Nahh kan yang salah kamuu. Kamu yang macem-macemm tiap minggu" Boy cengengesan.


"Btw, kamu pernah mikir gak kalau aku di New York selingkuh?"


"Ya gak mungkin gak pernah, everytime aku mikir kamu selingkuh tauu"


"Berarti everytime kamu mikirin aku dong yaa?" Yesha berdehem.


"Gemesinn bangettt kamu"


"Teruss sekarang mikirnya gimana? Masihh mikir aku selingkuh?"


"Kadang" Boy mengetuk ponselnya.


"Buka hp aku, kamu cek aja, whatsapp, ig, twitter, apa lah itu segala macem. Cek ajaa, gak ada selingkuhan aku disitu"


"Iyaa, selingkuhan gak ada. Tapi kalau liatin cewek joged pasti adaa"


Boy cengengesan, ia terciduk.


"Kan cuma diliat bentaran doang byy"


"Yeee sama ajaa. Besok aku coba joget kek gituuu!"


"Eehh gak usah macem-macemm kamu! Gak boleh gak bolehh"


"Lah kenapaaa?"


"Nggak nggak, gak boleh. Aku gak mau kamu joget terus nantinya diliat banyak orang. Pokoknya gak boleh!"


"Hiss"


"Gak boleh ya, cantik. Kalau mau joget besok pas kita udah nikah, joget di ranjang"


Pletak!!


"Otaknyaa nganeh-nganehh teruss, herannn banget liatnyaa!"

__ADS_1


__ADS_2