Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 61 Pertunjukan


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Crazy Bacot sedang mempersiapkan diri untuk tampil sempurna di malam prom night. Ada yang memakai perlengkapan dan juga memoles wajah dengan make up.


Baju yang dibuat Yesha dan Alika berwarna sama, yaitu putih. Itu usulan Alika. Ketika ditanya mengapa putih? Alika menjawab, "Biar nanti kita bersinar di malam prom night"


Mereka pun membuat baju dengan model yang berbeda-beda namun dengan warna yang sama.


Berkat kerja keras mereka, semua jadi tepat pada waktunya. Dance yang terpilih juga sudah lumayan matang untuk ditampilkan.


"Gua guguuppp tollllooonggggg" keluh Nara.


"Enjoy enjoy sans huh. Moga baek baek ajaa" sahut Diva.


"Tarik nafas dalam-dalam keluarkan dari belakang" ujar Alika.


"Itu kentut oonn" cibir Yesha. Mereka tertawa.


"Biar gak gugup njim" balas Alika.


"Crazy Bacot dipanggil sama pak Wanto" ujar salah satu siswa sebaya mereka.


"Sekarang?" tanya Nara. Dia mengangguk lalu pergi.


"My feeling merasakan ada yang mengganjal" ujar Yesha.


"My feeling juga sama dengan you feeling" sahut Diva.


"Dalah dah, ayok kesana" ajak Alika. Mereka pergi kesana dengan santai.


Sesampainya di dekat gudang, Diva ditarik. Dia masuk ke dalamnya. Yesha, Nara, dan Alika menyusul Diva kedalam.


Tiba tiba terdengar suara pintu yang dikunci.


"What the hell?! Kita dikunciii?!" tanya Diva.


"Bisa jadi" jawab Nara.


"Kan bener my feeling" sahut Yesha.


"Ulah Thalia nih gue yakin" kata Alika.


"Ada yang bawa hp?" tanya Yesha.


"Hp kan diruangan tadiii" jawab Diva.


"Aghhh gelap banget lagi!!!" Nara kesal maksimal.


"Oyy" panggil Alika sambil menunjuk sesuatu.


___________


Dilain tempat


"Pake cepatt, gak lama lagi tampil kita nih" ujar nya dengan begitu pede.


"Yakin nih Thal?" tanya Enjel.


"Yakin lah, udah buruan" suruh Thalia.


“Selanjutnya ada penampilan dari siswi terpopuler karena ulahnya, namun mereka juga populer karena kecerdasannya”


“Ini dia, kita sambut. FOUR CRAZY GIRLS!”


Tepuk tangan bergemuruh.


Orang itupun keluar, Enjel, Thalia, dan juga Lisa.


Wolfbr terheran melihat mereka bertiga. "Harusnya empat anjim" ujar Branden.


"Itu bukan crazy bacot. Itu thalia sama dua anak buahnya" jawab Khansa.


Saat mereka ingin berbicara lampu tiba tiba mati dan menyorot empat orang yang berada di posisi berjauhan. Mereka Crazy Bacot.


"Apaa apaan? Kan udah lo kurung tadi?!" tanya Thalia pada Enjel. Itu terdengar ke semua orang.


"Turun!!! Turun!!! Huuuuuuu....." teriak semua orang. Mereka pun turun dengan wajah malu, kesal dan marah menyatu jadi satu dalam satu ekspresi.


Eh? Apa? Hah? Kok gua yang pusing njim:v Eiy! Back to story:)

__ADS_1


"Maaf atas ketidaknyamanan kalian. Dan juga maaf atas keterlambatan kami. Seperti yang kalian tau, kami di kunci di gudang tadi" ujar Alika. Mereka berempat menunduk bersamaan.


"Oke, ini dari kami untuk kakak kakak dan abang abang yang sebentar lagi akan meninggalkan SMA tercinta" kata Alika.


Lampu kembali mati lalu menyorot mereka yang sudah berkumpul di panggung.


"Come on, Crazy Bacot pasti bisaa!!" batin mereka bersamaan.


“Blackpink in your area”


Crazy bacot memulainya. Mereka hanya cover dance, tidak ikut bernyanyi. Yaaa jaga-jaga saja. Takutnya para penonton sakit perut mendengar suara fals mereka.


Para penonton menikmati pertunjukan mereka. Sambil bersorak kegirangan. Satu kata untuk Crazy Bacot adalah "Spectacular".


Ha, how you like that?


You gon' like that, that that that, that, that that that, that


How you like that? (bara bing, bara boom, boom, boom)


How you like that, that that that, that, that that that, that


Now, look at you, now look at me (uh)


Look at you, now look at me (uh)


Look at you, now look at me


How you like that?


Now, look at you, now look at me (uh)


Look at you, now look at me (uh)


Look at you, now look at me


How you like that?


Nalgae ilh-eun chaelo chulaghaessdeon nal


Eoduun nanal sog-e gadhyeo issdeon nal


Look up in the sky


It's a bird, it's a plane


Bring out your boss *****


Blackpink!


Ddu, ddu, ddu, ddu-ddu-ddu


Ddu, ddu, ddu, du-du-du-ddu


How you like that?


Ddu, ddu, ddu, ddu-ddu-ddu


Ddu, ddu, ddu, du-du-du-ddu


You gon' like that


Ddu, ddu, ddu, ddu-ddu-ddu


Ddu, ddu, ddu, du-du-du-ddu


How you like that?


Ddu, ddu, ddu, ddu-ddu-ddu


Ddu, ddu, ddu, du-du-du-ddu


__________


"Wowwww!!! Luar biasaaa. Tepuk tangan untuk mereka berempat" puji sang host, yaitu Bu Salli.


Crazy bacot tersenyum lebar tanda rasa puas mereka. Mereka melihat ke arah Wolfbr. Mereka bertepuk tangan gemuruh sambil tersenyum.


Crazy bacot menunduk lalu kembali ke belakang.

__ADS_1


--


"Gila demi apaa sukses woii" ujar Alika kesenangan. Mereka bertos ria.


"Wah gak sia sia gue jadi mbak Toyib" balas Diva ngawur.


"Mbak Toyib? Bang Toyib adanya odong" sahut Nara.


"Kan bang Toyib tu untuk cowok...."


"Mbak Toyib cewek gitu?" potong Yesha. Diva mengangguk santai sambil cengengesan.


"Jenius tingkat tinggi" kata Nara dan Alika bersamaan setelahnya mereka tertawa.


"Wohoooo" teriak pria yang baru membuka pintu.


"Luarrr biasaa!!" pujinya sambil memeluk Diva, sang kekasih. Diva membalas pelukan Branden. Yang lain juga melakukan hal yang sama pada kekasihnya.


"Keren kan kita? Wo ya jelas.."


"Crazy bacot!!!" ujar mereka penuh kebanggaan.


"Mantappp!!" kata Danial.


"Aaaa abangg" ujar Yesha langsung berlari kepelukan Danial.


"Kirain lo udah lupa sama gue" balas Danial.


"Huhuu, rinduu tau" Danial membalas pelukan.


"Abang juga rinduu, mama papa pun sama" kata Danial.


"Hehe besok balik kerumah deh" Yesha melepas pelukan.


"Bang, Wisnu mana?" tanya Alika pada Danial.


"Gak tau, tadi gak datang sih katanya" jawab Danial.


"Gue disini" mereka berbalik, dan ternyata Wisnu berdiri depan pintu sambil bersandar.


Nara ingin berlari untuk memeluk melepas rindu, tapi langkahnya berhenti.


Melihat itu, Wisnu yang berlari memeluk Nara. Nara tidak membalas. Dia memukul dan mendorong Wisnu. Wisnu yang tenaganya kuat menahan dan tidak ingin melepas pelukan.


"Happy anniversary sayang" bisik Wisnu.


"Maafin mas ya, mas bener bener minta maaf karena hilang tanpa kabar. Ini kejutan buat kamu karenaaa besok adalah hari anniversary kita" ujar Wisnu masih berbisik. Nara terpaku.


"Mas rindu" bisik Wisnu. Nara mulai mengangkat tangannya perlahan membalas pelukan Wisnu.


"Nara juga" pelan sangat pelan.


"Malu tapi mau dia mah" cibir Diva.


"Syirik bae lu mbak Toyib" ledek Nara. Mereka tertawa bersama.


Kriuk kriuk..


Suara perut Yesha.


Mereka menatap Yesha. Yesha cengengesan. Mereka pun tertawa bersama untuk yang kesekian kalinya.


"Kuy lah kedepan, cari makan" ajak Ikhsan.


"Tunggulah kita ganti baju" pinta Alika.


"Gak usahlah, udah cantik tuh" jawab Frans.


"Kami tuh gak suka kecantikan di ekspos. Jadi, mending sederhana aja" kata Nara bangga. Crazy Bacot bertos.


"Tunggu diluar dua puluh menit!!" suruh Yesha. Para cowok pun keluar.


---


Crazy bacot selesai mengganti baju, mereka juga sudah memasukkan baju kedalam bagasi mobil.


Mereka keluar dengan celana panjang ditambah jaket Levis bertuliskan 'CBG' dibelakangnya, jaket itu sudah lama dan dibelikan oleh Diva. Mereka memiliki beberapa barang yang sama. Salah satunya jaket ini.


Sebelum pakai jaket, didalamnya mereka pakai baju polos yang berbeda-beda warnanya. Setelah selesai mereka menghampiri para cowok dan menikmati malam prom night bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2