
Sebulan setelah kejadian.
Hubungan Alika dengan kakaknya baik-baik saja. Tidak ada lagi pertikaian hebat adanya pertikaian kecil masalah sepele. Elina juga sudah menemukan kekasih baru.
"Elina kan buaya betina" itu tanggapan Alika ketika kakaknya sudah memiliki kekasih baru.
Branden dan Diva juga masih adem tentram, mereka sering mesra-mesraan di depan umum akan lebih menjadi-jadi jika di depan Yesha.
Emang temen laknat mereka mah:*
Hari ini mereka semua kuliah, walaupun beda jurusan dan beda jam mereka akan tetap berkumpul di kantin kampus seperti biasa.
"Hai buk, sendirian aja? Jomblo yaa?" sapa Alika sambil meledek Yesha yang sendirian.
"Berisik lu kampret" Alika tertawa.
"Tumben lu sendiri? Mana laki lu?"
"Masih ada kelas, dia sedang berusaha membahagiakan calon istrinya"
"Bacot udah bacot! Mending lo duduk daripada gua tendang"
"Haha.. sinis banget dah lu"
"Radot manaa?" tanya Alika.
"Mana gue tau, gue kan bukan emaknya"
"Iya ca iya, serah lo!" Yesha cengengesan.
"Bang Boy kapan balik?"
"Ntahh"
"Si anjyng mancing emosi"
"Puft.. Hahaha"
"Malah tawa lu"
"Gue gak tau ci, ntah kapan dia balik. Yang penting secepatnya"
"Prihatin liat lu" Diva tiba-tiba muncul.
"Lo tiba-tiba muncul langsung cari ribut" Diva terkekeh.
"Pusing banget gue anjirr"
"Kenapa?" tanya Yesha sambil memakan jajan yang dibelinya.
"The math schedule earlier"
"Mimpi apa ya gue kemaren ngambil pendidikan matematika?" tanya Diva sambil memegangi rambutnya.
"Mimpi gue" jawab Alika.
"Mimpi buruk dong?"
"Nah iya bisa jadiii" sahut Yesha.
"Rasanya ingin menampar kalian bedua" Yesha dan Diva terkekeh.
"Sayang" Branden dan Frans datang.
"Wassalam" Yesha ingin cabut.
"Eh ca lu mau kemane woi?" tanya Frans.
"Nyari Doraemon"
"Kurang kerjaan bangett dah lu!! Mau buat apaa??" tanya Branden gantian.
"Mau masuk ke kantong ajaibnya"
"Hahahaha.. Begoo"
"Gue duluan" Yesha melambaikan tangannya lalu pergi menuju kelas.
"Tadi Echa bilang Doraemon?" tanya Diva.
"Ya Doraemon, kenapa?" Frans menyomot cilok Alika.
"Gue dengernya kok pokemon?" sahut Alika.
"Kamu cantik-cantik kok budek sih, sayang?"
Alika menatap Frans sinis. "Untung sayang"
▫◻▫
Yesha berjalan santai menuju kelasnya sambil bermain ponsel.
Tiba-tiba Yesha terjatuh karena seseorang menabraknya. Yesha mencerna kejadian ini, sebenarnya Yesha yang nabrak atau orang ini yang menabrak nya?
Yesha berdiri sendiri tanpa bantuan atau uluran tangan dari si penabrak. Selesai membereskan bajunya yang sedikit berantakan, Yesha mendongak menatap penabrak.
"Maaf, gue gak sengaja"
"Oh yaa long time no see, gue Lisa"
__ADS_1
Orang itu, penabrak itu adalah Lisa. Bukan Lisa Blackpink tapi Lisa jallang Sma Erdven.
Bukan hanya ada Lisa, disamping Lisa ada Enjel dan Thalia.
Yesha tertawa receh lalu berkacak pinggang. "Segitu rindunya sama geng gue sampe milih sekampus setelah dua taun?"
"Lo makin kepedean ya?" tanya Enjel.
"Hahahah"
"Makin kepedean lebih bagus dari pada makin jadi jallang"
"Baji--" Thalia ingin menampar Yesha, tapi dari belakang tangan Thalia di tahan.
Yesha melihat kebelakang Thalia. "Radot?"
"Nothing can hurt the people closest to me!"
"Except for me!"
Yesha cengengesan. "Kampret lo"
Radot tersenyum pepsodent.
Oh tidak! Pria pendiam ini begitu tampan!!
"Echaaa" Nara dan yang lain datang menghampiri Yesha.
"Oyy, kenapa?"
"Tadi ada yang bilang lu mau geluttt"
"Gajadi. Noh orangnya masih mandangin cogan" jawab Yesha.
"Siapa emang?"
"Liat aja ndiri" Mereka melihat ke depan.
Alika, Frans, Khansa, Nara, Diva, dan Branden melihat Thalia dan gengnya menatap Radot.
"Awassss kepincutttt, Radott!!" protes Nara.
"Gue lebih suka yang bobrok daripada model jallang gini" jawab Radot.
"Hotel yuk, ganteng"
Spontan, Crazy Bacot dan Wolf junior tertawa mendengar Enjel yang menggoda Radot.
"Lo bukan level gue" Radot melepas pegangannya, lalu mengelap tangannya ke dinding.
"Butuh tissu basah?" tanya Diva. Radot mengangguk, Diva mengambilnya lalu memberikan ke Radot.
"Jilat"
"Hahaha"
"Oh iya belum nyapa loh"
"Lama gak ketemu, jallang gopekan" Nara melambaikan tangannya.
"Jallang gopekan donggg"
"Hahahaha"
Thalia dan dayangnya menatap sinis Crazy Bacot.
"Lo berani sama ratu-ratu ini hadepin gue dulu" ujar Branden sambil maju.
Diva menahannya. "Apaan sih, mau deket deket sama Enjel"
"Eh kamu cemburu"
"Ya jelas, enggaklah!"
"Gengsi amat bilang iya" gumam Branden.
"Aku denger!" Branden cengengesan.
"Lu bedua pekara rumah tangga jangan dibawa kesini dah ah. Mau gelut juga"
Branden dan Diva terkekeh.
"Apa tujuan lo betiga? Lo rindu sama kita makanya milih sekampus sekarang?"
"Kenapa kalian terlalu kepedeann?"
"Kita kesini mau--"
"Cari mangsa" potong Yesha. Lisa auto kicep.
"Ayo cabut" ajak Thalia. Thalia dan dayangnya pergi sambil menabrak bahu Nara dan Diva.
"Kenapa jallang berkeliarann?"
"Yehhhh, untung calon suami gue gak disini" kata Yesha santai.
"Aku yang was was nih, kalau mas jago ku di colong ama jallang gopekan gimanaa?" tanya Alika.
Frans menatap Alika. "Ay, I love you forever. Don't think I'll leave you because of a rubbish human"
__ADS_1
"Promise?"
"I promise to you"
Alika dan Frans berpandangan sambil tersenyum.
"Then, how about you, Mr. Khansa?"
"Gue cinta sama lu sejak lima tahun yang lalu, gitu dapet lu, gue sia-siain karena si gopekan?"
"Who knows"
"I'll be the dumbest man if I do it"
"Gue cabut!"
"Ya amponnn kasian echaaaahhh"
"Dendam gue ya! Boy pulang kalah kalian!"
Mereka tertawa melihat tingkah konyol Yesha.
▪▫▪▫▪
"Assalamu'alaikum"
Diva dan Branden tiba di apartemen mereka tepat pukul satu siang.
"Laper?" Branden mengangguk.
"Mau makan apa?"
"Mau masak?" Diva gantian mengangguk.
"Gak usah, gopud aja nanti"
( Gopud : Go food )
"Pemborosannn"
"Aku nggak mau kamu kecapekan!"
"Yaudah iya, mana hapenya sini" Branden memberikan ponselnya pada Diva.
"Kamu makan apa?"
"Apa aja deh, terserah" jawab Branden sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
"Mandi dulu baru tidur"
"Aku nggak tidur, sayang"
"Lima menit lagi udah merem itu mata. Mandi dulu gih"
"Iya ntar. Kamu pesen apa?"
"Ayam geprek, gapapa kan?"
"Gapapa, aku juga pengen itu sekarang"
"Kita emang sehati" Branden tersenyum lalu memeluk Diva yang di sampingnya.
"Kamu itu bauuu. Mandi duluu sana baru peluk peluk!!!"
"Aku wangiii lah"
"Bauk pokoknya! Valid no debat" Branden tertawa.
"Yaudahhh aku mandi dulu ni biar bisa peluk-peluk kamu!"
"Karep"
"Gak mau mandi bareng?"
"Gak usah nganeh-nganeh kamu bambang!" Branden tertawa lagi lalu masuk ke kamar mandi.
Diva keluar kamar, dia menunggu di depan televisi.
Lima menit kemudian, bel berbunyi. Diva pergi menuju pintu. Dia yakin itu kang gopud.
Ketika membuka pintu, yang dilihat Diva bukan kang gopud. Melainkan wanita cantik yang perutnya besar karena hamil.
"Brandennya ada?"
"Mbak... siapa nya Branden?"
"Em... temen"
"Tunggu disini Branden mandi" jawab Diva ketus.
"Sabar ya nak, kita ketemu papa"
'WHAT THE FUCKK! PAPA APA MAKSUDNYA?' maki Diva dalam benaknya.
"Maksudnya apa ya mbak?"
"Hah? Em ini... anaknya Branden"
Diva terkejut mendengarnya, benar-benar terkejut. "Se-serius mbak?"
__ADS_1