Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 49 Apa yang terjadi ?


__ADS_3

Tepat jam dua belas malam.


Ponsel Yesha berbunyi dan menganggu semua orang yang tertidur. Mereka semua tidur bersama diruang tamu apartemen boy. Cewek dan cowok terpisah dan juga di kasih sekat. Mereka juga sudah izin ke orang tua masing masing.


Suara panggilan makin melengking. Yesha terus meraba raba mencari ponselnya.


"Caaa.. berisikk banget. Buruan angkat" suruh Alika.


"Sabar.. ini hp gue nyasar" jawab Yesha. Setelah menemukannya dia mengangkat tanpa melihat namanya.


—Unknown—


+62-85; Halo, benar dengan nona Yesha.


Yesha; salah sambung, gue Bella (mematikan teleponnya)


Drrrtttt... Drtttt...


"Ahhh berisikk!!!!" Yesha mengangkat teleponnya lagi.


—Unknown—


+62-85; pergi dari apartemen boy sendirian, temui saya tepat di dekat mobilnya, harus sendirian, kalau tidak anda gak akan pernah bisa ketemu sama kedua orang tua anda. ( mematikan teleponnya )


Seketika Yesha langsung melek. Dia mengambil jaket boy lalu pergi menemui penelepon aneh tadi.


Dari dalam apartemen boy. Ada sesuatu berbunyi dari ruangan itu.


"Buset dahh, kenapa ribut mulu si?!" tanya Boy kesal. Dengan terpaksa dia bangkit mengeceknya.


"Gak kenapa kenapa nya. Kenapa lu ribut markonah" Boy kembali ke tempatnya. Ketika melihat kearah tempat istirahat crazy bicit. Dia tidak melihat Yesha.


Boy menghidupkan lampu, dan itu membuat yang lain protes. Boy mengucek matanya. "Caca gak ada? Caca kemana? Danial!!!!" Boy panik.


"Hah? Kemana orang dia diseb-- lohh kok gak ada??" tanya Alika panik.


Tak lama kemudian semua terbangun.


"Siapa yang telepon dia tadi?" tanya Boy.


"Gak tau, gak denger" jawab Alika lesu.


"Cctv boy" suruh Revin. Boy pergi mengambil laptopnya.


Mereka hanya melihat Yesha pergi, mereka gak bisa mendengar isi teleponannya.


"Kenapa mukanya panik anjirr?!" tanya Branden.


"Ada yang gak beres ni pasti" sahut Revin.


"Kemaren yang lacak keberadaan Yesha waktu diculik siapa?" tanya Diva.


"Bryant, eh maksudnya boy" jawab Naufal.


"Apa yang mau gue lacak?" tanya boy frustasi. Kehilangan yesha lebih menakutkan dari pada kehilangan perusahaan. Batin Boy.


Danial mencoba untuk menghubungi Yesha. Tetapi, tidak ada jawaban sama sekali dari sana.


"Aghhhh!! Kemana adek gue?!!!" tanya Danial yang mulai frustasi.


---

__ADS_1


"Apa mau lo?!" Yesha tiba di tempat.


Tiba tiba dari belakang, tangannya diikat dan mulutnya dibekap. 'amjink, Yesha dijebak. sungguh tolollnya kamu Yesha' batin Yesha kesal.


Dia pasrah, memberontak hanya akan membuatnya lelah dan tidak memiliki tenaga.


Yesha dibawa kedalam mobil.


"Anda lebih penurut dari yang saya bayangkan" ujar temannya yang didalam mobil.


"Shut up," balas Yesha santai. Bekapan mulutnya sudah dibuka. Salah satu dari mereka keluar.


Diluar dia menunjukkan ponsel Yesha dan meletakkan di bawah ban mobil.


"Oh shit hp gueeee..., lu siapa sih?!" tanya Yesha kesal.


"Hp itu tidak akan hancur jika anda tetap diam, tidak memberontak ataupun menelepon teman anda"


"Gue dari tadi diem somplak" balas Yesha.


"Perkenalkan, saya Adri"


"Gue gak nanya," balas Yesha santai. Adri mengelus dadanya, 'kenapa gue ketemu cewek kek begini, kalau kagak disuruh ogah gue, udah malam ngantuk banget lagi. gila emang si bos' umpat Adri.


Adri mengode temannya yang diluar membawa ponsel Yesha masuk. Ponselnya diberikan pada Adri. Adri meletakkannya di saku celana.


"Kita berangkat sekarang"


"Tuan Adri yang terhormat, kemana anda membawa saya?!"


"Ketempat bos mafia" jawab Adri jujur.


"Bisakah anda melepaskan saya sekarang? Saya akan menyusul anda nanti"


"Gue belum mau mati somplak, jangan ngebut ngebut!!" ujar Yesha.


Kedua teman Adri yang di samping kiri dan kanannya hanya menggelengkan kepala, karena gadis ini berani menentang Adri yang notabenenya tangan kanan atau kepercayaan sang ketua mafia.


"Apa mata lu bedua, awas lu pada macem macem ya!! Kalau nyulik liat waktu napa si!! Gue ngantuk anjr ah!" keluh Yesha.


"Nih minum" Adri memberikan minuman kopi kemasan botol.


"Ogah, bekas lu" jawab Yesha santai.


"Ini masih tersegel nona" Yesha membiarkannya.


"Untung aja disuruh bos besar jangan diapa-apain jika tidak anda sudah kami mangsa" ujar teman Adri disamping kirinya.


"Terus, anda fikir saya peduli?" Yesha mendorong teman Adri yang disampingnya. Karena pintu mobil yang tidak di tutup rapat mereka berdua terhempas keluar dari mobil.


"Apa yang anda lakukan?!" tanya Adri.


"Sempit" jawab Yesha santai. Dia menutup pintu kanan dan kiri lalu merebahkan tubuhnya kembali.


--


"Apa benar ini wanita yang dicintai David? Dia cantik, tapi mengapa seperti preman?" tanya sang bos mafia, dia Demian Albertdrik, papa David dan Daffy.


"Benar bos, dia orangnya"


"Sepertinya tidak masalah, David memilih kekasih yang tangguh agar bisa melindungi diri. Bawa dia ke kamar David"

__ADS_1


"Untuk.. apa tuan?"


"Biarkan dia beristirahat terlebih dahulu" Demian pergi dari parkiran.


<>><<>


Sinar matahari masuk mengganggu tidur Yesha. Dengan terpaksa, dia bangun dari tidurnya. "Morning nona"


"Hwaaaaa" Yesha mendorong orang yang berdiri disampingnya sampai terjatuh.


"Aaaaw, sakitt" keluhnya. Yesha melihat kedalam selimut, pakaiannya masih utuh, Yesha bersyukur karena tidak di anu anu.


Yesha melihat pria tadi. "David? Ngapain lo?!"


"Ngapain apanya? Ini kamar gue. Lu tidur disini kemaren" jawab David. Sepersekian detik Yesha tersadar kalau tadi malam dia diculik. Yesha mengamati David.


'ni anak kenapa? tangan sama kakinya di gips. kepalanya di perban. kalah baku hantam apa gimana? baku hantam sama siapa? kok gue gak diajak ya?' pikir Yesha melenceng.


"Gue tau gue ganteng sayang, gak usah liatin gitu juga" ujar David masih santai lesehan di bawah.


"Najis" balas Yesha. Yesha ke arah jendela, ingin kabur dari sana. Tapi, saat melihat kebawah, itu terlalu tinggi, dan juga ada penjaga yang membelakanginya disana.


"Gue mau pulang, yang lain pasti khawatir" pinta Yesha.


"Nanti ya" David bangkit dari lesehannya.


"Mau lo apa sih vid?!"


"Mau gue cuma lu"


"Gak usah bacot lo. Lo tu cuma omong doang...." David membungkam mulut Yesha dengan kecupan singkat. 'anjg, first kiss gue' batin Yesha.


Yesha mendorong dada bidang David. Dia menuju ke pintu. Dia ingin pergi, tapi pintu dikunci.


Yesha mencoba dobrak pintunya. "Jangan capek capekin badan. Udah duduk sini" pinta David.


"Diem lo" mata Yesha berkaca-kaca, suaranya gemetaran. 'apa ini Yesha? kenapa lu cengeng?' batin Yesha.


David menarik Yesha lalu memeluknya. "Bodoh! Lo nyakitin diri sendiri dengan cara dobrak pintu. Gue sama lo, kita sama sama di sekap disini. Gue juga dikunci" ujar David. Lagi, Yesha mendorong dada bidang David.


"Bacot lo bacot! Buka pintunya sekarang. Gue mohonnn!!" Yesha mengentak kakinya.


"Buka gue mohon bukaaa!!" Yesha memukul dada David.


Dia lelah akhirnya terperosok dan lesehan di lantai. "Fine, gak ada cara lain" Yesha beralih ke jendela.


Sekali lagi melihat sekeliling. 'itu ada pijakannya, oke sip' Yesha mulai turun perlahan-lahan.


"Echa, echaaa" panggil David dari kamarnya. Penjaga yang dibawah tersadar dan melihat ada cicak besar yang menempel.


"Caa naik, lo gak pake pengaman" pinta David.


"Lo pikir gue peduli tentang pengaman? Gue gak perduli" Yesha terus memindahkan satu kakinya ke tempat lainnya.


"Ca plis ca, jangan sakiti diri lo ca" rengek David.


"Woi!! Letak trampolin dibawah goblokkk!" bentak David pada penjaga ketika Yesha ingin meloncat. Penjaga pergi.


Happ!!


Yesha jatuh dibawah tepat diatas tubuh Boy. "Sayang?" tanya Yesha.

__ADS_1


"Ayok cabut" Boy membantu Yesha berdiri, lalu mereka kabur dari sana.


__ADS_2