Four Crazy Girls

Four Crazy Girls
Focragi • 58 Xano lagi -_-


__ADS_3

Hari demi hari terlewati, bulan demi bulan berlalu. Kehidupan Crazy Bacot gak ada perubahan. Kecuali, perusahaan mereka yang maju dengan pesat, menghasilkan banyak uang.


Tentang sekolah? Sama saja tidak ada perubahan. Mereka masih sering bertemu ruangan pak Wanto. Bukan hanya mereka berempat. Semenjak kehadiran Xano, para kaum adam juga menyerupai kaum hawa.


Mereka juga suka berkelahi dan berakhir juga di ruangan pak Wanto. Jika di fikir sih mereka itu benar benar Perfect couple karena sikap mereka yang sama sama suka berulah. Seharusnya mereka di drop out karena poin mereka melampaui kapasitas.


Pak Wanto sempat mengusulkan pada para guru untuk menyingkirkan crazy bacot dan pasangannya. Namun para guru tidak setuju. Bahkan, kepala sekolah juga tidak menyetujuinya. Ntah mengapa alasan mereka.


Tapi ketika kepala sekolah mengatakan tidak, pak Wanto juga tidak berani menyingkirkan crazy bicit. Dia hanya bisa memberikan hukuman yang sama berulang-ulang.


·


Siang ini mereka di dalam ruangan pak Wanto lagi. Dengan kasus pemfitnahan. Pak Wanto menatap mereka kesal. "Kapan sih kalian jera? Saya pusing liat kalian!!" ujar Pak Wanto.


"Kami juga pusing pak ketemu bapak terus" jawab Nara.


"Nara" tegur Diva.


"Maklum pak, akhlaknya udah resmi expired" ujar Diva.


"Hukuman apalagi yang harus saya kasih ke kalian?" tanya Pak Wanto sambil memijat pelipisnya.


"Kalau dipikir-pikir bapak ini tidak adil ya" Yesha bersuara.


"Tidak adil? Mengapa?" tanya Pak Wanto.


"Yang buat masalah sama kami siapa sih pak? Kenapa kami mulu yang kena kasus?!" Alika yang menjawab.


"Au nih pak Wanto gak adil bener" ujar Nara. Pak Wanto ingin membalasnya namun diserobot Diva.


"Kami gak salah pak! Yang berantakin kantin bukan kami. Iya emang, kami yang terakhir dikantin pak. Ya tapi bukan berarti kami yang berantakin kantin pak! Kami juga gak tau kenapa tiba tiba kantin se-berantakan itu" pembelaan dari Diva.


"Jika bukan kalian siapa?!" tanya Pak Wanto.


"Mantan tim David yang sekarang diketuai oleh Xano. Apa gak mungkin itu ulah mereka?!" jawab Nara.


"Salah satu siswa bilang itu ulah kalian" jawab Pak Wanto.


"Wah minta dibunuh" Yesha beranjak. Alika menarik tangannya, Yesha kembali jatuh ke sofa.


"Ntaran aja" ujar Alika. Yesha kembali duduk adem tentram.


"Kami sibuk pak. Bapak tau sendiri kami pengusaha muda. Berantakin kantin? Sumpah deh pak, kurang kerjaan banget kami ngelakuin itu" jawab Alika. Pak Wanto berfikir.


"Saya yakin. Bapak selalu tuduh kami karena bapak gak suka ke kami kan?!" tanya Nara.


"Bukan begitu..."


"Tapi beginii" jawab Alika.


"Udah deh pak sidangnya. Kami juga mau belajar pak."


Drrtt... Drtt...


"Tunggu sebentar" suruh pak Wanto. Pak Wanto mengangkat teleponnya.


"Baik Bu. Terimakasih" akhiran panggilan.


"Kalian tau bukan tiga hari lagi akan ada prom night untuk perpisahan kelas XII?" tanya Pak Wanto.


"Terus kenapa pak?" tanya Diva.


"Bu Salli menyuruh saya memberikan kalian hukuman. Dan hukumannya, kalian akan tampil di malam prom night" ujar pak Wanto. Mereka berempat terkejut.

__ADS_1


Tiga hari man!! Tiga hari mana cukup!!


"Pak jangan gila gitu dong pak pliss. Tiga hari lagi pak bukan tiga Minggu!!" protes Nara.


"Tidak ada penolakan. Silahkan, pintu keluar sebelah sana"


"Pengen hujat takut dosa" Yesha bergerak keluar.


"Tunggu"


"Apalagi pak?!!!" tanya Alika kesal.


"Tema bebas, pakaian bebas, itu dari kalian" ujar Pak Wanto.


"Mau meninggoy aja la gue ah" keluh Diva. Mereka berjalan menuju pintu keluar.


"Oh ya" Yesha berhenti didepan pintu membuat temannya kesal. Yesha berbalik.


"Tiga hari? Waktu kami cuma sore dan malam. Bapak mau buat malu sekolah?" tanya Yesha. Ketiga temannya tau kemana arah fikiran Yesha.


"Benar! Sekolah akan lebih malu nantinya jika semua gagal" sahut Diva.


"Kalian bisa pulang sekolah tengah hari!" kata Pak Wanto.


"Bingo" mereka tersenyum lalu pergi.


_________


"Apa hukuman kali ini?!"


"Bisa gak sih nggak ngagetin!!!!" ujar Nara marah. Khansa tertawa.


"Muka masam banget. Apa ni hukumannya?" tanya Frans pada Alika.


"Gue lebih baik lari lapangan dua puluh putaran dari pada harus menjalankan hukuman ini" sahut Yesha.


"Hampir tengah harikan?" tanya Yesha. Mereka mengangguk.


"Lebih baik kita ke cgrvls" ajak Yesha. Mereka mengemasi barang lalu pergi.


"Eh woi mau kemana?!!!" teriak Khansa. Mereka tidak menjawab dan pergi menuju cgrvls menggunakan mobil Diva karena hari ini jadwal Diva membawa kendaraan.


-_-_-_-_-_-_-_-_-


"Pertunjukan apaa jadinya?" tanya Diva. Mereka berada di ruangan meeting khusus crazy bicit yang ada di cgrvls.


"Cover dance bagus gak sih?" tanya Alika.


"Dance apa dulu nih? Tau sendiri gue mageran" jawab Yesha.


"Dance terbaru Itzy? Judulnya ‘ Not Shy Not Me ’ ?" tanya Nara.


"Liat dulu gimana jogetnya" usul Yesha.


"Joget pala kau. Dance nya odong" cibir Diva.


"Itu maksud gue" jawab Yesha cengengesan. Mereka searching YouTube lalu melihat menggunakan proyektor.


"Ah itu berlima, kita berempat" ujar Diva.


"Blackpink aja gimana?" tanya Alika.


"Favorit lu kalau itu, kenapa gak usul dari tadi?" tanya Nara. Alika cengengesan.

__ADS_1


"Blackpink yang terbaru? ‘ Ice cream ’ ?" tanya Yesha.


"Itu juga lima, kan ada Selena Gomez" jawab Diva.


"Blackpink ‘ How You Like That ’ ?" tanya Yesha.


"Kenapa nggak SuperM aja noh. ‘ Tiger Inside ’ ?" balas Nara.


"BTS aja nih ‘ Dynamite ’." usul Diva.


"Anjib gak jelas" mereka tertawa.


“Holla!! Ada ke-empat pria tampan di depan mencari para ladies”


Itu sistem otomatis dari cgrvls. Dilantai dasar, jika ada yang mencari tinggal pencet tombol, sistem otomatis akan menyampaikan pesan pada crazy bacot jika ada di lokasi.


"Siapa?" tanya Nara.


“Para gentleman”


"Beri akses masuk. Hanya mereka berempat" ujar Alika.


“Baik ladies”


Gak lama kemudian masuklah keempat kaum Adam perusuh. Wolfbr sekarang hanya ada empat sekawan ini. Karena saat ini Naufal sedang berada di luar Indonesia, lebih tepatnya di Singapura karena ada urusan.


Danial, Revin, dan Ikhsan. Mereka masih sibuk dengan ujian yang tersisa. Berandal berandal begitu, mereka juga sering belajar. Tapi.. jika ada ujian atau ulangan saja. Setelahnya? Tidak akan belajar.


"Kok bolos?" tanya Diva pada Branden.


"Ya lo juga bolos" balas Branden.


"Kita diizini pulang tengah hari kalii" jawab Nara.


"Masa? Kata siapa?" sahut Khansa sambil menyerobot minuman Nara. Ntah mengapa, Khansa sekarang lebih dekat dengan Nara. Bagaimana Nara dan Wisnu? Mereka masih pacaran. Namun, jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.


"Kebiasaan di Kanso ni. Itu kulkas kan ada isinya minumann!!" marah Nara.


"Kelamaan, gue haus" jawab Khansa.


"Jadi? Kalian ngapain bolos?" tanya Yesha.


"Kita mah tau kalau kalian lagi gak mood. Kita juga tau kalian dapat hukuman yang belibet. Jadi.. kedatangan kami kesini mau ajakin kalian refreshing sejenak" jelas Boy.


"Mau kemanaaaa?" tanya Alika antusias.


"Kemana pun kalian mau" jawab Frans.


"Aaaaaa baik banget sii" puji Nara senang.


"Kalian mau kasih pertunjukan apa?" tanya Branden.


"Gak tau bingung, pusing juga" jawab Diva.


"Sebenarnya siapa yang ngerusuhin kantin?" tanya Nara.


"Xano" jawab Boy.


"Serius???!!" tanya Yesha. Boy mengangguk.


"Kenapa kita yang dituduh!! Ah kesel gue" Alika meletakkan kepalanya di meja. Frans yang didekatnya langsung duduk mengambil kepala Alika lalu meletakkannya di bahu, Frans juga mengelus rambut Alika.


"Wah.. Frans udah gedek" ledek Nara.

__ADS_1


"Hahaha"


__ADS_2