FRIGID GIRL VS OBSESSIONED GIRL

FRIGID GIRL VS OBSESSIONED GIRL
BAHAGIA


__ADS_3

POV FERI.


Semoga saja kedepannya akan membaik seiring berjalannya waktu. Aku sangat lega sekali akhirnya Ina berikan keputusan juga, walau fikiranku masih terusik akan perasaan gadis itu setidaknya sekarang aku tidak berjuang sendiri untuk menjauhinya. Tatanan hidup keluargaku sekarang berantakan. Bahkan kalo boleh meminta. Aku ingin kembali kesituasi dimana saatbbelum terfikir olehku untuk membawa wanita lain kedalam rumah tanggaku.


Flasback.


“Kenapa Dian mendadak Resign.”ujarku pada sekretarisku, dengan kesal ada banyak pertemuan dan metting yang harus dilaksanakan Ini bisa berantakan, jika dia tidak datang esok hari,


“Saya tidak tau pak. Sepertinya dia cukup punya alasan kenapa dia tiba-tiba mengundurkan diri.”ujarya menyodorkan koran ,aku memijit kepalaku dan berkata.


“Aku tidak mau tau, bawa dia kembali atau carikan secepatnya pengganti untuk besok. Aku butuh asisten”ujarku. sekretsisku itu tampak mengangguk dan berjalan keluar. Sedikit aku hempas Koran yang tengah meliput skandal Dian bersama pejabat negri ini dikamar hotel.


“Wanita-wanita diluar sana, bahkan mudah saja bercinta dengan banyak pria sedangkan istriku untuk melayani suaminya saja tak sanggup.”bisikku bertopang siku memijit kepalaku


Keesokan harinya, aku tampak sibuk mengatur jadwal dan prentasi sendiri, Aku kelabakan hingga kesal dan kembali coba menghubungi sekretaris di ruang kerjanya.


TuuuT…


“Ya pak Halo?”ujarnya.


“Bagaimana?”tanyaku.


“Baru ada satu masuk lamaran pak, tapi dia tidak punya pengalaman dan riwayat kerja sebelumnya.”jelasnya aku bingung dan langsung tanyakan apa pendidikan terakhirnya.


“Dia lulusan apa?”


“S1 sarjana komunikasi,’’ ujarnya aku terasa bimbang,


“Ya sudah bawa dia kehadapanku.’’


“Bb-beneran pak?’


 


“Ya benerr, kita gak punya waktu lagi.”


 


“Bb-baik pak.”


Tak butuh waktu lama seseorang terdengar masuk kedalam ruanganku, aku menoleh ke pintu dan melihat wanita cantik dengan rambut sebahu kulit putih bersih bola matanya indah ditambah aksen pipi cubynya yang memiliki lesung di kanan bisa aku lihat dia masih tampak belia dengan sikapnya yang mudah senyum sedikit aku terbawa suasana dan menyunggingkan senyum ramah.


“Maaf pak bos? Saya terkejut sekali lamaran saya diterima dalam satu pengajuan, jujur saya masih bingung karna belum siap di interview.”ujarnya. aku mempersilahkan dia duduk dan berkata.


“Silahkan kamu pahami, ini dulu. Saya akan atur jadwalnya untuk kali ini. Buat besok-besok kamu yang akan urus, oh ya apa Kamu pernah presentasi sebelumya.”tanyaku gadis itu hanya nyengir dan berkata.


“Pernah waktu kuliah.’’ujarnya


“Tapi kamu pahamkan caranya?”ujarku gadis itu hanya nyengir. Aku memandangi wajahnya datar, dia berkaata. Sambil nyengir


“Tadinya, saya fikir kita baru akan interview pak?”ujarnya, aku sedikit berdengus dan berkata.


“Kita tidak punya banyak waktu lagi”ujarku sembari mengemasi berkas aku menyodorkan berkas yang harus di presentasikan padanya.


“Kamu pelajari dua jam , nanti jam tiga kita akan rapat. Aku ada beberpa klyen baru dalam minggu ini dan aku sangat sibuk. Aku harap traning kamu dalam minggu ini tidak mengecewakan, anggap saja satu minggu pertama ini, akan aku jadikan pertimbangan untuk bisa menerimamu bekerja.’’ujarku mata Rara membualat,


“Bb-baik pak nama saya Rara,”ujarnya terbata. mengulurkan tangannya


“Baik Rara senang bertemu denganmu”balasku menjabat tangannya. Dia masih tampak tak habis pikir, dan masih bengong,


“Bisa tolong pelajari berkasnya, kita punya waktu dua jam.”ujarku. dengan sigap gadis itu berdiri dan menghenyak di meja asisten, aku kembali menyibukkan diri dengan data yang lain, sedikit lega, aku tidak perlu pusiingin presentasi yang kan segera di lakukan semoga saja gadis ini bisa diandalkan.


Dua hari berlalu Rara, sangat unggul dengan presntasinya, walau semuanya mendadak dia berhasil mendapatkan kerja sama perusahaan yang begitu besarr, ini menakjubkan mengingat dia mempelajari semua itu terburu-buru, aku salut dengan dedikasinya. Hingga suatu hari aku bingung dengan masalah yang ada dalam diriku Ina dirumah tak mau ingin bicara denganku sebelum aku membawa wanita lain sebagai istriku kerumah, terfikir apa aaku minta tolong saja pada Rara?, karna memang dia akan sering bersamaku dalam pekerjaan, dengan begitu aku mungkin bisa terapkan terapi yang di sarankan dokter agar Ina tergerak untuk ingin tau tentang hubungan intim dan barangkali dia bisa cemburu. Di tengah senggang kami di jam istirahat waktu itu, aku menyapa Rara yang tengah memakan makan siangnya.

__ADS_1


“Ra, kamu sibukkah? Bisa kita bicara?”tanyaku, Rara sedikit mendongak dan mendegup minumnya,


“Baik pak”singkatnya berdiri dan membuntutiku ke kosofa.


“Terima kasih, aku senang kamu bisa dapatkan kontrak kerja sama kita dengan perusahaan terbaik, hum kalo tidak keberatan aku mau mengajakmu juga kerja diluar kantor”jelasku terbata, tampak dahi gadis itu berkerut.


“Mm-maksudnya apa?”singkatnya.


“Ekhem begini aku mau kamu, M-Menjadi istri bo-hongan.”ucapku terbata gadis itu nanar dan berkata.


“Istri? Maaf pak. Saya tidak ingin melakoni karir esek-esek. emang muka saya keliatan murahan ya pak?”ujarnya seolah kesaal. nafasku tersengal dan coba cepat menyanggah


“Bukan, bukan itu. Lebih tepatnya , aku minta tolong. Istriku. Dia memeiliki keterbelakangan mental. Dia penyendiri dan terlalu  dingin dalam hubungan intim, em. Kedengarannya ini memang simple. Tapi masalahku berlarut-larut hingga dua tahun, dan kali ini dia memaksaku untuk menikah lagi.”jelasku wajah Rara tampak menatap mataku dalam.


“Lalu apa tugasku?’’


“Pura-pura jadi istriku? aku hanya ingin istriku mau bicara lagi denganku, dan aku berharap semoga dengan cara ini dia sembuh”pintaku.


“Berapa bapak bayar saya, dengan tugas ini?”


“Dua ratus juta.”mata gadis itu melotot, dengan bibir yang sulit terucap.


“Dd-dua ratus juta?”tanyanya terbata, aku tersenyum pelan sembari mengangguk.


“Baik, tapi bagaimana jika tidak berhasil?”


“Saya akan bayar kamu setengahnya.’’timpalku, gadis tampak girang dan langsung mengangguk.


“Duh, gak sabar buat dapat uang segitu, aku bisa shopping dan jalan-jalan,”ucapnya girang, aku hanya mencibir sembari tersenyum simpul.


“Kapan kita mulai? Ada peraturannya gak pak? Seperti dillarang jatuh cinta misal?”ucapnya terkekeh aku juga ikut terkekeh.


“Tidak ada peraturan, kamu bekerja saja secara professional ya?”ujarku dan beranjak kemeja kerjaku, sedangkan gadis itu masih tampak girang dengan hayalan uang dua ratus jutanya.


 


Sore berkunjung, setelah semua urusan kantor selesaai. Aku melajukan mobilku untuk pulang, aku sudah tidak sabar untuk menemui istriku,


Tuuuuuut…


Bunyi panggilan ke nomor Ina tersambung


“Hallo mas?”


“Sayang, kamu dah dandan? Mas Otw ini.”


“Aku dandan gak dandanpun cantik mas.”ujarnya aku terkekeh.


“Iya bener sayang, tunggu mas dirumah ya?’


“Baik mas, aku dah masak sup kesukaan kamu, cepetan aku kaangen”ujarnya senyumku merekah, sangat bersyukur sekali rasanya istriku sekarang sudah benar-benar pulih, biasanya dia paling males kalo aku suruh tunggu dirumah. Sekarang bahkan dia tak ingin kehilanganku walau hanya sejenaak.


“Ya udah, mas Otw ni”


“Hati- hati mas.”


“Baik sayang”


Sesampai dirumah aku langsung meletakkan mobil di garasi. Bisa aku lihat Ina bicara dengan bagas di teras depan. Aku turun di sambut oleh Ina.


“Sore Bagas?”sapaku pria itu tersenyum dan mengangguk,


“Mas. Tadi Bagas, datang untuk pegobatan Rara sayangnya Rara dah pergi.”ucapnya sedikit terkekeh, akupun tersenyum,

__ADS_1


“Iya kalo begitu saya balik dulu ya.”ucapnya kami mengangguk melihat dia berlalu,


“Sayang kamu gak bilang ada Bagas dirumah?”tanyaku, Ina tersenyum dan berkata.


“Baru datang kok dia mas. Malah gak sempet Ina suruh masuk? Kenapa sayang ?”ucapnya tak habis pikir, aku merangkulnya kedalam sembari berkata,


“Kamu itu gak boleh, deket-deket dengan cowo. Kalo ada tamu cowo gak boleh bawa masuk rumah, sampai di luar aja, inget. Cowo itu gak semua yang baik. kalo kamu di apa-apain gimana?"”gerutuku Ina mencibir menoleh pada wajahku.


“Mas kenapa sih sensi amat? Cemburu ya?”ujarnya, ku tersenyum dan mencubit pipinya.


“Ya iyalah aku cemburu sayang? Kamu itu istriku ratu dalam istana ini.”guyonku Ina terkekeh mencoba melepaskan tanganku yang mencubit pipinya.


“Sakit mas, ntar melar pipinya Ina.”ucapnya manyun aku mengelusnya lembut dan tersenyum


“Okey radjaku, sekarang kita makan ya  aku dah siapin sup buat kita.”ucapnya


“Mana, mas dah laper banget. Pasti enak.”ujarnya Ina menyeretku keruang makan dan menghenyak dengan sigap dia menyendokkan sup ayam yang masih hangat.


Kedalam mangkuk, namun aku mengerutkan kening, melihat gerak ina terhenti saat menyendok sup itu, seperti mendadak ada yang menganggu pikirannya.


 “Sayang ada apa?”tanyaku Ina tersadar dan kembali menuangkan sup ke mangkokku.


“Jika kamu radja, pasti punya selirkan?”ucapnya pelan, aku terkekeh dengan sedikit tutup mulut.


“Ya ampun Ina kirain apa?. Gak semua raja punya selir kali.”timpalku, Ina tersenyum tipis dan berkata.


“Ada, itu Rara?”singkatnya dengan melihatku nanar dan kembali mengaduk-ngaduk asal mangkuk supnya, aku terdiam sesaat.


“Dah deh sayang, jangan di bahas lagi. Kamu dah janji lo.”ucapku. Ina mengambil nafas panjang dan membuangnya,


“Ya tetap aja mas. Aku gak merasa aman. Gadis itu terlalu terobsesi padamu? Entah bagaimana caranya membuat aku yakin kalo kamu itu benar-benar akan setia.”kata-katanya terdengar berat. Aku mendegup dan coba menggenggam tangannya.


“Kamu Ratunya, kamu berhak membuat peraturan atas diri radja.”sigapku dengan tersenyum Ina melihat dalam manik mataku.


“Peraturannya, mulai sekarang tidak boleh ada selir lagi. Aku akan bertindak jika kamu ketahuan bawa Rara dalam kehidupan kita lagi, baik itu secara sembunyi-sembunyi ataupun secara terbuka, jika kamu melanggar. Kamu akan menyesal.”ucapnyaa, bisa aku lihat wajah Ina sangat seerius, aku tersenyum megangguk.


“Baik sayang, peraturannya di terima.”timpalku, Ina merekahkan senyum sembari berkata.


“Apa keberatan?”guyonya merekahkan senyum.


“Tidak sayangku…”guyonku kembali mencubit pipinya, Ina tampak tersenyum hangat, dan kami menyelsaikan menyantap hidangan Ina yang super lezat itu.


Hari berlalu kebahagiaan kami lengkap sudah, sekarang hanya tinggal menunggu kabar baik dari istriku, kami sudah sangaat mengidamkan buah cinta kami. Sekarang setiap hari bahkan tersiram madu rasa yang syahdu akan indahnya syair kalbu yang berirama dalam malam-malam indah kami berdua. 


“Mas, bangun sayang kamu gak keantor?”panggil Ina mengelus dahiku hingga mencium keningku, merasakan itu aku menaarik pinggang rampingnya dan masuk kedalam pelukannya.


“Humm, mas pengen berduaan aja saa kamu boleh gak?’’rengekku menatap wajah cantiknya, istriku itu tersenyum menyunggingkan gigi gingsulnya.


“Boleh kenapa enggak? Emang gak ada jadwal metting?’ucapnya aku mencibir dan reflek menggeleng,


“Gak ada sih ya, cuman mau mantau gudang. Katanya ada beberapa barang yang belum sempat terpacking dan perlu di cek ulang,”ujarku.


“Baik sayang, ya udah kamu urus itu aj dulu.’’pinta Ina. Aku tersenyum mengelus pipinya hingga mengecup pipinya,


 


“Itu nanti bisa siang, dan sekarang mau bobok manja dulu sama kamu.”ucapku beringsut menarik tubuhnya mendekat. Ina terkekeh saat ku endus dan gigit pelan bahunya.


“Mas mandi dulu sana, bauk.”rengeknya mendorong pelan bahuku.


“Ih gak mau, ntar juga mandi lagi.’’


“Ya tapi kan mas, jorok ih.”rengeknya aku tidak peduli bergerak membawa Ina merebah kekasur dan menindihnya, dia menatap dalam bola mataku hingga tampaknya ia sudah mengalir bersama tatapan hangat yang ingin ia resapi.

__ADS_1


“Aku ingin setiap detik seperti ini mas, terus pandangi aku dengan cinta, dan datangi aku saja hanya untuk hasratmu, akulah labuanmu satu-satunya untuk melebur rasa indah ini.”bisik Ina pelan. Aku tersenyum dan mengangguk mendekatkan wajahku, mengecup kedua mata indahnya hingga aku ***** manisnya cinta, akan ada banyak ribuan kenangan indah jika kita setiap hari bersama. Hanya ada kita dan cinta berlandaskan kesetiaan.


__ADS_2