FRIGID GIRL VS OBSESSIONED GIRL

FRIGID GIRL VS OBSESSIONED GIRL
SUDAHI


__ADS_3

POV INA.


Sore hari saat dirumah sendirian, aku nanar sembari menggenggam sesuatu di tanganku entah sudah berapa lama aku pandangi cincin berlian pemberian Aldo ini, didalam kotak perhiasan yang aku simpan, akhiirnyaa aku putuskan untuk menghubunginya aku harus selesaikan ini semua, beban hatiiku sudah sangat berat, aku harus lepaskan satu persatu yang membeban di hatiku,


Tuuuut tuuuuuut….


Tak butuh waktu lama Aldo mengangkat dan reflek berkata.


“Hallo Ina, aku tau kamu pasti akan menghubungiku lagi,”ujarnya aku menghela nafas dan berkata,


“Kamu dimana aku mau berikan sesuatu”ucapku,


“Ada sayang, aku dirumah. Apa perlu aku jemput?”tanyanya, aku mendegup.


“Aku bisa sendiri.”lirihku


“Baiklah, aku tunggu.’’


Sesampai disana, aku melihat Aldo menungguku di gerbang rumahnya aku turun saat memarkirkan mobilku dia menyambut dan reflek memelukku sembari berkata


 “Aku tau kamu pasti akan kembali sayang,”lirihnya sontak aku beronta dan mendorongnya.

__ADS_1


“Aldo aku datang, bukan untuk kembali,”ucapku, Aldo melihatku dengan seksama dan berkata,


“Lalu?’’tanyanya menautkkan alis, aku mengeluarkan kotak perhiasan itu.


“Aku mau kembalikan ini?”ucapku, Aldo nanar menjangkau cincin itu.


“Kamu bisa berikan pada seseorang, yang nanti akan kamu jadikan sebagai pendamping hidupmu Al, aku tidak pantas menerima ini.’’ucapku, Aldo berdesih.


“Tapi aku maunya kamu Ina.”ucapnya berat.


“Kamu sadar Aldo, kamu ini masih muda dan tampan. Jangan harapkan mba lagi, kamu akan tetap menjadi Aldo yang dulu di hati mba, jadi mba mohon lupakanlah’’ucapku mengacak sedikit rambutnya, aku beranjak namun Aldo mencengkram erat tanganku,


 


“Aku sudah sangat berusaha melupakan itu! Tolong mengertilah Al, aku hanya ingin memperbaiki rumah tanggaku.”ujarku berat.


“Kenapa kamu sangat ingin memperbaiki semuanya, padahal jelas-jelas Ferilah yang sangat bersalah disini, dia yang sangat bertanggung jawab akan perasaan kita Ina,aku mohon. Aku adalah duniaa barumu, pergi dan tinggalkan Feri, aku pasti bisa membahagiakanmu Ina, aku punya segalanya, kita tidak akan kekurangan apapun begitupun cinta dan kebahagiaan.”ujarnya, mendengar itu aku diam sejenak dan memandanginya nanar,


“Sepertinya kamu belum paham. Bahwa impianku bukan pada ketampanan dan kekayaanmu, aku mencintaimu dalam salah paham, waktu itu aku memang menganggap mas Feri salah dan aku sangat puas sekali saat aku bisa balaas dendam. Sampai disini apa kamu paham? Kamu hanya pelampiasan Aldo.”lirihku dengan tatapan mata berkaca-kaca, dia mendegup dan menghela nafas,


“Gak, ini gak mungkin, aku tau kamu mencintaiku Ina.’’ujarnya aku mendegup dan kembali berkata,

__ADS_1


“Terima kasih, akan pengalaman hidup yang luar biasa ini, aku sudah jatuh terlalu jauh dalam duniamu, darimu aku bisa temui banyak hal, mulai dari hal terbaik, dan terburuk sekalipun, aku berharap kamu bisa lepaskan seutuhnya aku dan temukan dunia barumu yang lebih baik, kamu harapan papamu satu-satunya bukan?, jadilah seperti Aldo yang di harapkan papa, tidak sulit bagimu mendapatkan wanita yang baik, secara kamu seorang direkture Al company.”ujarku, Aldo mendegup. Aku beranjak hendak pergi namun kembali dia menghentikanku dengan berkata,


"Dan hanya kamu satu-satunya wanita yang tidak tertarik dengan itu,"lirihnya, aku mendegup namun aku terus saja melangkah hingga kembali ia menghentikanku dengan sedikit menghardik


“Tunggu!”


Kembali aku menghentikan langkahku tanpa menoleh padanya, dia mendekat dan berdiri di hadapanku.


“Kamu melupakan ini.”singkatnya menjuntaikan kalung itu diwajahku, aku teranyuh dengan mata berkaca-kaca.


“Al kalung ini sama kamu?”ujarku lirih, Aldo mengangguk pasti.


“Izinkan aku memakaikannya di lehermu.”lirihnya tertunduk dengan mata berkaca-kaca, aku jadi haru dan mengangguk, perlahan tangannya masuk diantara helaian rambutku untuk memasangkan kalungnya di leherku


“Aku mungkin terlalu membabi buta dalam mencintaimu, maafkan kelabilanku, yang aku tau hanya perasaanku, orang dewasa memang gitu terlalu banyak pertimbangan, sedangkan bocah sepertiku hanya bisa mengikuti kata hatiku, selama hatiku berkata bahwa aku harus mencintai mba Ina, aku akan mencintai mba selama itu, berbahagialah aku juga bahagia dengan cinta ini.”jelasnya, aku mendegup entah kenapa  mataku terasa basah.


“Boleh Aldo peluk mba?”ucapnya pelan, aku gundah melihat sakit yang ada alam wajah bocah ini, aku menghela nafas sedikit dan mengangguk pelan nafasnya tersengal dan reflek mendekapku,


“Al, pasti akan sangat merindukan mba Ina nanti.”bisiknya. aku hanya diam setelah beberapa detik keluar dari pelukannya dan beranjak pergi, bisa aku lihat Aldo mengusap wajahnya gundah dan tampak berat melepasku pergi, aku coba abaikan rasa kasianku dan berlalu pergi. Aku harus cepat sampai dirumah sebelum mas Feri pulang, aku tidak mau dia tau kalau aku baru saja menemui Aldo. dan anehnya saat aku ingin menyudahii semua ini, kenapa ada sesuatu dihatiku yang membingkai simalakama. dan berfikir aku tidak perlu menemuinya tadi.


...............

__ADS_1


__ADS_2