Gadis Dollar

Gadis Dollar
Bab 40 Liburan (bagian 2)


__ADS_3

Yati memberi saran agar pergi berlibur ke waterboom, untuk kaum muda seperti mereka tak hanya dapat menikmati suasana baru tapi juga bermain air dan mengabadikan momen itu dengan berfoto.


Mereka juga bisa memilih pergi ke bioskop untuk menonton jika ingin liburan dengan santai, banyak referensi film yang bagus untuk di tonton.


Ardi, Ratna dan Jimy memilih pergi ke waterboom sedang Amus ingin menonton. Karena terus berselisih akhirnya Yati memberi ide untuk pergi ke dua tempat itu, mereka bisa berangkat pagi ke waterboom dan sore harinya pergi menonton.


Semua setuju pada usul yang di berikan Yati, dengan tak sabar mereka menunggu matahari terbit untuk memulai liburan yang sebenarnya.


Esok paginya mereka siap berangkat dengan membawa peralatan yang sekiranya akan mereka butuhkan nanti, di antar oleh Wijaya dengan penuh semangat mereka pun pergi.


Wijaya sebagai tuan rumah menanggung biaya tiket masuk dan berniat akan mentraktir mereka makan nantinya, ini adalah bentuk terimakasih darinya karena telah membawa Amus berkunjung ke rumahnya.


"Apa yang akan kita lakukan terlebih dahulu?" tanya Ardi.


"Tentu saja bermain air" jawab Ratna.


Dengan antusias ia memimpin jalan untuk mengganti pakaian, sebagai pemanasan mereka berenang terlebih dahulu selama beberapa menit sebelum mencoba seluncuran.


Wajah senang nampak jelas di raut muka Ratna, ia terus tertawa bahagia sepanjang hari sampai akhirnya kelelahan juga. Dihampirinya Amus yang duduk di kursi untuk ikut istirahat sejenak.


"Kau mau?" tawar Amus menyodorkan minuman.


"Tentu" jawab Ratna yang langsung meneguk air itu hingga habis.


"Kelihatannya kau lelah sekali" komentar Amus.


"Mm, sudah lama aku tidak bermain seperti ini. Rasanya tenaga ku habis tak tersisa, tapi aku masih sanggup kembali ke air dan berenang lagi"


"Jika bukan master yang memberitahu sampai mati kami tidak akan pernah tahu, jadi nikmatilah apa yang kami berikan tanpa banyak berfikir. Aku lebih suka gadis dolar dari pada Ratna yang rajin" ujar Amus yang membuat Ratna kembali menyadari kesalahannya.


"Maafkan aku, aku seharusnya memang tidak berbuat seperti itu" ucap Ratna pelan.


"Sudahlah.. lupakan saja, sebaiknya kau nikmati masa liburan yang hanya tinggal sehari lagi"


"Kalau begitu kenapa duduk di sini? ayo ikut turun!" ujar Ratna sambil menarik tangan Amus.


"Eh tunggu! kenapa aku juga harus ikut?"


aaahhh


Byur...


Hahahaha


Ardi dan Jimy menyambut kedatangan Amus yang baru bergabung dengan tawa, kesal karena telah di paksa Amus pun menarik Ratna sampai ia juga ikut terjun.


Hari sudah lewat dari tengah hari saat mereka benar-benar kelelahan dan memutuskan untuk pulang, Yati yang di tinggal karena harus bekerja menyambut kepulangan mereka dengan meja yang berisikan penuh makanan.


Rasa lapar membuat empat sekawan itu makan dengan lahapnya dan tanpa sengaja tertidur di ruang keluarga saat sedang bersantai, Yati yang tak tega membangunkan akhirnya menyelimuti mereka satu persatu agar tak masuk angin.

__ADS_1


Di malam yang larut entah pukul berapa, Ratna merasa seseorang tengah menggendongnya dengan hati-hati dan menurunkannya di ranjang yang empuk.


Saat selimut di tarik sampai ke dagunya perlahan matanya terbuka dan menatap Amus yang sedang melihatnya, ia tersenyum dan berkata.


"Apa kau seorang pangeran? kau selalu menggendong ku dan menjagaku"


"Anggap saja seperti itu" jawab Amus pelan.


Ratna tak bertanya lagi sebab ia masih mengantuk, dengan nyaman ia pun tertidur kembali.


* * *


Waktu menunjukkan pukul dua malam saat Amus terbangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling dan nampak semua temannya tertidur di sana dengan berbalut selimut termasuk Ratna.


Meski ia tidur di atas sofa dan berselimut tapi Amus bisa melihat Ratna tak nyaman berbaring di sana, perlahan ia pun bangkit agar tak ada yang terbangun. Dihampirinya Ratna untuk memastikan apakah ia tertidur dengan lelap atau tidak, tapi yang ia temukan justru wajah bidadari yang polos.


Jantungnya berdegup kencang saat melihat betapa cantiknya Ratna saat tertidur, ia seperti Ratna kecil yang selama ini mereka jaga. Ratna yang tak memiliki dosa sedikit pun, perlahan Amus membuka selimut yang menutupi tubuh mungil Ratna.


Ia tak bisa membiarkan Ratna tidur di sana, maka ia gendong dan pindahkan ke kamarnya. Ini adalah kali kedua Amus melakukan hal itu, saat pertama kali melakukannya ia pikir Ratna akan ingat tapi ternyata tidak.


Perlahan ia baringkan tubuh Ratna di atas ranjang, kemudian ia balut dengan selimut yang hangat. Pada saat inilah Ratna terbangun dan bertanya sesuatu yang konyol, Amus menjawab seadanya karena tahu besok Ratna akan menganggap bahwa ini hanya mimpi belaka.


* * *


Hari terakhir mereka liburan di sana, Ratna membantu Yati menyiapkan sarapan untuk semua orang. Rencananya mereka akan pergi menonton dulu sebab kemarin terlalu lelah hingga tak sempat, setelah menonton barulah mereka pulang.


Di saat sarapan itu Yati memberikan masing-masing satu tas kecil berisi oleh-oleh untuk dibawa pulang, tentu mereka mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya sebab tak hanya mengijinkan mereka berlibur di sana tapi juga telah memberikan mereka makan dan oleh-oleh.


Empat sekawan itu pergi menonton film yang diinginkan Amus, mereka duduk berjejer sesuai kursi yang di pesan. Perasaan Ratna sudah tak enak saat ia pertama kali menginjakkan kaki di bioskop, bukan karena ia sakit tapi karena Amus memilih film seram.


Ratna bukan orang yang penakut, hanya saja ia tak tahan mendengar jeritan-jeritan atau suara mengagetkan lainnya.


Kyaa.....


Jantungnya berdegup kencang saat layar menampilkan sosok makhluk dengan backsound yang mengerikan, gemetar tangannya menarik tangan Amus yang duduk tepat di sampingnya.


"Apa... hantunya sudah pergi?" bisik Ratna bertanya.


Mereka beradu pandang, hampir hilang konsentrasi Amus menatap wajah Ratna.


"Ya, sudah!" jawab Amus cepat sambil memalingkan wajah menatap layar kembali.


Ratna melepaskan pegangan tangannya, perlahan menatap layar meski dengan perasaan masih takut. Tapi beberapa menit kemudian ia kembali berteriak dan sembunyi di lengan Amus.


"Apa hantunya sudah pergi?" bisik Ratna kembali bertanya.


"Belum, dia masih di sana" jawab Amus.


Ratna semakin memperkuat pegangannya, membuat rasa sakit di lengan Amus namun sakit yang indah. Untuk beberapa saat Amus membiarkan Ratna tetap pada posisi itu, sebab ia senang jika bisa diandalkan oleh Ratna.

__ADS_1


Teror hantu akhirnya berakhir, mereka pulang dengan perasaan puas dan senang. Dalam perjalanan kembali ke rumah Ratna kembali duduk di samping Jimy sedang Amus dengan Ardi, mengenang tawa Ratna yang begitu bahagia.


"Terimakasih... atas semuanya, hari ini aku benar-benar bahagia" ujar Ratna saat mereka telah sampai.


"Syukurlah kalau kau menikmati liburannya" jawab Ardi.


"Aku sangat menikmatinya"


"Seperti inilah wajah gadis dolar yang aku rindukan" ujar Jimy sambil mencubit pipi Ratna.


"Ah.... master sakit!" erang Ratna melepaskan diri.


"Sudahlah, ayo pulang dan istirahat" ajak Amus.


Mereka mengangguk dan berjalan pulang ke rumah masing-masing, tinggallah Ratna dan Amus yang masih berjalan sebab rumah mereka yang paling pojok.


"Ah perutku benar-benar kenyang, rasanya aku akan langsung tidur saja" ujar Ratna.


"Ini masih sore, apa kau mau melewatkan makan malam?"


"Sepertinya begitu, aku sudah makan banyak ayam goreng jadi tidak masalah"


"Heh, dasar maniak ayam. Kau seperti si Ipin saja" tukas Amus.


"Sama-sama imut dan lucu?" tanya Ratna.


"Sama-sama merepotkan!" hardik Amus yang kemudian berjalan lebih dulu dan masuk ke dalam rumah.


"Aku membencimu!" hardik Ratna yang tak di pedulikan.


Ratna kembali menjadi gadis dolar esok harinya saat berangkat ke sekolah, ia bertemu dengan Mita di gerbang yang nampak lesu.


"Apa kau sakit?" tanya Ratna.


"Tidak, aku hanya kelelahan saja. Kemarin saat mengikuti tur uang ku habis duluan sampai pulang ke rumah aku benar-benar kelaparan" jawabnya bercerita.


"Aish... kau ini pasti membeli barang yang tidak berguna"


"Aku hanya membeli beberapa suvenir saja" ujar Mita membela diri.


"Seharusnya kau membelinya saat akan pulang, bukan saat begitu sampai"


"Kau benar, aku melakukan kesalahan. Aku jadi menyesal! harusnya aku tidak perlu ikut saja gara-gara itu uang ku habis."


Ratna menganggukkan kepala tanda setuju.


"Bagaimana dengan mu? apa yang kau lakukan kemarin?" tanya Mita.


Ratna tersenyum dan menceritakan apa yang saja yang ia lakukan kemarin selama dua hari penuh, dengan penuh semangat ia bercerita tentang liburannya yang terbilang biasa saja tapi lebih menyenangkan dari tur sekolah.

__ADS_1


__ADS_2