Gadis Dollar

Gadis Dollar
Bab 43 Ujian Ke Dua


__ADS_3

Jimy berjalan sambil membawa snack kesukaan Ratna, ia tidak ikut pesta kelulusan kemarin jadi sebagai gantinya ia akan memberikan makanan. Tapi perjalanannya di hentikan Amus yang tak sengaja melihatnya berjalan ke rumah Ratna, Amus pun menyuruh Jimy masuk sekalian meminta Ardi juga untuk datang ke rumahnya.


"Hah? kau serius?" teriak Jimy dan Ardi saat mereka telah mendengar berita tentang Ratna yang tidak lulus.


"Wali kelas kita yang memberitahuku, tahun ajaran ini total ada sepuluh murid yang tidak lulus dan harus mengikuti ujian ulang"


"Ah kasian Ratna, dia pasti sangat tertekan dan sedih" ucap Ardi.


"Untuk itulah sebaiknya jangan ganggu dia dalam beberapa waktu, sebaiknya pura-pura tidak tahu dan bersikap seperti biasa agar dia tidak terus sedih" ujar Amus.


"Kau benar tapi... mendengar hal ini aku malah jadi ingin memberinya semangat" kata Jimy.


"Tidak boleh, itu akan menambah sakit hatinya" balas Amus bersikukuh.


"Baiklah aku mengerti, semoga dia baik-baik saja" ujar Jimy yang ikut bersedih.


* * *


Ratna baru tahu bahwa dia tidak sendirian, di ruangan itu masih ada murid lain yang tidak lulus juga. Hal itu memberinya sedikit rasa semangat, wali kelasnya datang dan memberikan sebuah soal serta lembar jawaban kepadanya.


"Kau tidak lulus di pelajaran bahasa Indonesia, untuk itu nanti kau akan mengulang ujian di pelajaran ini. Ini adalah soal yang keluar di ujian kemarin, ibu ingin kau mengisinya dan jika sudah beritahu ibu"


"Baik bu" jawab Ratna yang segera mengambil lembar soal itu.


Meski ia belum belajar lagi tapi dengan keadaan yang tenang ia yakin dapat mengerjakan soal itu dengan mudah, di tambah ini adalah soal yang keluar di ujian kemarin. Dalam beberapa menit kemudian Ratna telah selesai mengerjakannya, sesuai perintah ia memberikan lembar soal dan jawaban kembali kepada wali kelasnya.


Di hadapan Ratna guru itu mengecek hasil kerjanya, hanya butuh beberapa menit dan ia sudah mendapatkan hasilnya.


"Apa kau mengisi sesuai dengan ujian waktu itu?" tanya gurunya.


"Kurang lebih ya" jawab Ratna tiba-tiba merasa cemas.


"Dengan jawaban yang kau berikan ini seharusnya kau lulus, berarti masalahnya adalah di kerapihan mu. Lihatlah! di beberapa kolom ada yang keluar garis" jelas gurunya sambil menunjukan lembar jawaban.


"Baiklah kalau begitu kita latihan mengisi lembar jawaban dengan cepat namun rapi, minggu depan kau akan mengikuti ujian kedua dan kau harus lulus kali ini"


"Baik bu!" jawab Ratna penuh semangat.

__ADS_1


Ia memang tidak pintar tapi cukup berpotensi, jika dalam keadaan serius ia memang akan berusaha sekuat tenaga. Hal ini di buktikan oleh gurunya yang memberitahu bahwa ia seharusnya lulus, jika di pikir lagi pelajaran Bahasa Indonesia adalah ujian di hari pertama dimana ia cukup gugup menghadapinya. Mungkin karena tidak bisa tenang akhirnya pekerjaannya tidak rapi.


Latihan yang di berikan wali kelasnya hanya sekitar tiga jam dan ia di perbolehkan pulang untuk belajar sendiri di rumah, wali kelasnya juga memberikan beberapa lembar jawaban untuk ia latihan di rumah.


"Ah... kemana penghapus ku?" gumamnya saat ia sedang latihan di rumah.


Tangannya meraba-raba meja bahkan mencari di bawah meja juga tapi ia tak bisa menemukannya. Lelah mencari Ratna memutuskan untuk meminjamkan kepada Amus.


"Amus..... " teriaknya dari luar sambil membuka pintu.


Jimy, Ardi dan Amus menatap Ratna yang memergoki mereka sedang pesta makanan.


"Ah... curang! kenapa kalian tidak memberitahu ku kalau ada makanan sebanyak ini?" teriaknya sambil masuk.


"Aku pikir.... kau sedang sibuk" jawab Jimy.


"Sesibuk apa pun aku setidaknya beritahu aku dulu, kalian benar-benar keterlaluan!" hardik nya sambil mengambil snack.


"Maaf... " ujar Jimy menyesal.


Dengan marah Ratna memakan satu persatu makanan yang ada di sana sedang yang lain diam memandangnya.


"Siapa bilang? aku masih mau, jangan di habiskan!" jawab Jimy merenggut kembali makanan itu.


"Tidak perlu! kau sudah makan dari tadi!"


"Aku baru makan sedikit! jangan serakah!"


"Apanya yang sedikit? aku hanya di sisakan remahan saja"


"Dolar.... " teriak Jimy kesal.


Ratna tetap pada pendiriannya untuk tidak memberi Jimy, sedang Jimy terus berusaha mendapatkan makanannya. Pertengkaran tak dapat dielakkan, saling teriak dan saling berebut membuat ruangan itu berantakan. Amus dan Ardi hanya bisa tertawa sebagai penonton karena memang tidak ada gunanya melerai, di samping itu juga mereka senang dapat melihat Ratna yang ceria.


Setelah lelah bertengkar mereka pun makan sampai perut terasa kenyang, suasana cukup hening tanpa ada obrolan sampai Ratna baru ingat bahwa kedatangannya ke sana adalah untuk meminjam penghapus.


"Amus aku pinjam penghapus"

__ADS_1


"Kau tidak punya penghapus?" tanya Amus.


"Ada, tapi maksud ku penghapus khusus untuk ujian. Punya ku hilang entah kemana"


"Baiklah tunggu sebentar" ujar Amus yang masuk ke dalam kamar dan kembali lagi dalam waktu singkat.


"Ini!" ujarnya sambil menyerahkan penghapus itu.


"Terimakasih, boleh aku pinjam sampai ujian nanti? tidak lama hanya sekitar seminggu, setelah ujian kedua ku selesai akan ku kembalikan."


Mereka terpana mendengar Ratna yang secara tidak langsung telah memberitahu mereka bahwa ia tidak lulus dengan ekspresi yang riang seperti biasa.


"Tidak perlu, aku masih punya yang lain. Kau bisa menyimpannya" jawab Amus.


"Oh kau baik sekali, terimakasih" ujar Ratna, ia hendak pergi namun Jimy memanggilnya.


"Ratna, semangat!" ujarnya sambil tersenyum.


Ratna tersenyum mendengar ucapan itu, ada rasa haru saat ia menatap satu persatu sahabatnya yang tersenyum kepadanya.


Dengan dukungan semua orang ia menjadi lebih giat dan percaya diri lagi, setiap hari ia menunjukkan peningkatan yang signifikan hingga tiba waktu ujian kedua dimulai.


Pagi sekali Sapardi sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk Ratna, karena ini adalah hari ia mengikuti ujian kedua maka Sapardi ingin memberikan semangat untuk putrinya. Ujian di adakan di sekolah dimana satu ruang khusus telah di siapkan, ujian yang berlangsung selama sejam itu di awasi oleh pengawas yang berjumlah dua orang.


Ratna duduk di kursinya dan menyiapkan alat tulis sebelum pengawas itu membagikan kertas ujian, jantungnya cukup berdegup kencang saat ia menerima lembar soal namun ia tahu ia harus tetap tenang jika ingin berhasil.


Saat telah menerima lembar jawaban dan ujian kedua resmi di gelar dengan satu tarikan nafas panjang Ratna lalu menghembuskan semua keraguannya.


Dengan penuh percaya diri yang pertama kali ia tulis adalah namanya di kolom yang telah di sediakan, berlanjut ke biodata yang lain barulah menjawab soal satu persatu.


Waktu selama satu jam terasa cepat berlalu sebab benaknya hanya terfokus untuk mengerjakan ujian dengan benar, beruntung ia menyelesaikan soal terakhir tepat waktu saat pengawas mengatakan mereka hanya punya waktu lima menit lagi.


Waktu yang tersisa itu Ratna gunakan untuk mengecek kembali hasil kinerjanya, memastikan semua biodata di tulis dengan benar dan jawabannya di isi dengan rapi.


Setelah waktu lima menit itu habis para pengawas mengumpulkan lembar jawaban dan soal secara terpisah, sedang para murid di ijinkan untuk pulang.


"Ratna" panggil wali kelasnya saat ia keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Iya bu" jawabnya.


"Kau sudah berusaha dengan keras, sisanya serahkan pada Tuhan semoga semua berjalan sesuai yang kau harapkan."


__ADS_2