
"Bagaimana?" tanya seseorang yang berdiri tepat di belakang Irma.
"Kita batalkan, dia lupa kalau ada janji ketemu dengan kita" jawab Irma sambil membalikkan badan.
"Ya sudah, kalau begitu kita langsung pulang saja" ujar Ardi sambil mengelus rambut Irma.
Irma tersenyum dan menyetujui ucapan Ardi, butuh setidaknya empat jam perjalanan sampai akhirnya mereka tiba juga di kampung halaman Ardi. Dengan oleh-oleh yang di bawa Ardi masuk ke dalam rumah dan mengenalkan Irma kepada ibunya.
"Cantiknya... ayo duduk nak" ujar ibunya sambil menarik tangan Irma.
Ia hanya bisa tersenyum dan mengikuti perintah, sambutan baik dari ibu Ardi cukup membuatnya senang dan nyaman. Mereka banyak mengobrol bahkan tentang masa kecil Ardi dan perjuangan ibunya agar bisa memiliki anak, dari cerita itu Irma mengerti bahwa bagi Ardi ibunya adalah segalanya.
"Oh iya nak, keluarga Jimy ada di rumah semuanya. Ajaklah Irma ke sana untuk berkenalan dengan mereka" ujar ibunya.
"Benarkah? baik kalau begitu, ayo Ir!" ajak Ardi.
"Ya, pergi dulu ya bu.. " ujar Irma berpamitan.
Mereka pun pergi ke luar rumah dan langsung masuk ke dalam rumah Jimy, melihat teman masa kecilnya datang membawa seorang gadis Jimy menyambut kedatangan mereka dengan suka cita.
"Kenalkan ini Irma" ujar Ardi.
"Wih... cantik sekali, kau memang pandai memilih sejak dulu" goda Jimy.
"Hush!" sergah Ardi yang tak mau masa lalunya di ungkit.
Jimy mempersilahkan mereka duduk, kembali Irma berbincang-bincang namun kini topiknya lebih pada pekerjaan masing-masing. Cukup lama mereka mengobrol sampai Ardi mengungkit kebiasaannya bermain PS di rumah itu, memang hal itu sebuah kenangan yang tak terlupakan.
"Kamu mau lihat Ir kamar tempat aku suka main?" tanya Ardi.
"Boleh" jawab Irma.
Mereka pun masuk ke kamar itu, rupanya tempat itu tidak banyak berubah. Ardi melihat bahkan TV-nya masih di posisi yang sama meski kini berganti dengan TV yang lebih modern.
Rasanya benar-benar nostalgia hingga membuat Ardi rindu, ia pun mengajak Jimy kembali bermain untuk memuaskan rindunya sedang Irma hanya menonton mereka dari pinggir.
Cukup lama mereka bermain sampai Irma agak bosan, ia pun ijin ke toilet sebentar. Setelah kembali dari toilet sebelum masuk ke kamar ia melihat sebuah foto yang terpajang di dalam lemari, ia merasa familiar dengan foto tersebut sehingga membuatnya penasaran.
Perlahan ia membuka lemari kaca itu dan mengambil fotonya, cukup lama ia pandangi sampai ia ingat bahwa itu adalah foto yang ia lihat di kosan Ratna.
"Kenapa Jimy memiliki foto yang sama?" gumamnya.
"Maaf.. kamu siapa ya?" tanya seseorang yang membuatnya kaget.
"Sa-saya... saya... ke sini dengan Ardi" jawab Irma gugup sebab hampir saja foto yang ia pegang terjatuh.
"Oh astaga.. aku pikir siapa, kenalkan aku Mita dimana Ardi?" ujar Mita yang langsung segera mengulurkan tangan.
"Dia ada di kamar" jawab Irma menyambut tangan itu.
"Apa dia main PS?" terka Mita.
Irma mengangguk yang membuat Mita mendengus, kepada anak kecil yang digandengnya ia bicara.
"Sayang... masuk gih ke kamar om, rusuhin mereka jangan sampai asik main PS."
Anak itu mengangguk dengan polosnya lalu berjalan masuk ke dalam kamar, sedang Mita mengajak Irma untuk duduk dan mengobrol dengannya. Mita memperkenalkan diri sebagai kakak ipar Jimy dan teman Ardi, tentu hal ini cukup membuat Irma kaget juga.
"Sebenarnya ini cukup lucu, kami dulu berlima satu kelas. Aku, Jimy, Ardi, Amus dan Ratna kami sekelas waktu di SMP dan foto yang kamu lihat tadi adalah mereka berempat" ujar Mita memberitahu.
Irma cukup kaget mendengar kenyataan itu apalagi ketika nama Ratna di sebut, sungguh ia tak menyangka akan bertemu dengan teman-teman masa kecil sahabatnya itu.
Seketika ia pun ingat akan kisah cinta Ratna yang memilukan, betapa besar cinta itu hingga masih ia jaga sampai saat ini. Sampai ia sadar bahwa Naldo yang ia sebut mungkin adalah Ardi sebab dari Ratna ia mengetahui orang itu telah memiliki kekasih dan dialah kekasih Ardi itu.
__ADS_1
Sungguh menyakitkan rasanya menyadari bahwa dia adalah sumber dari rasa sakit sahabatnya itu, padahal Ratna sudah sangat baik terhadapnya tapi ini yang ia lakukan.
Sepanjang hari itu Irma kehilangan semangatnya untuk mengenal keluarga Ardi lebih jauh, ia justru tiba-tiba menjadi tak ingin lebih dekat lagi. Tentu Ardi menyadari hal ini dan dalam perjalanan pulang ia menanyakan sikap Irma yang tiba-tiba berubah.
"Aku tidak Apa-apa, mungkin hanya sedikit kelelahan" jawabnya berdusta.
Sampai di kosannya Irma tak bisa berhenti memikirkan tentang nasih Ratna, ia benar-benar merasa bersalah karena telah merebut orang yang Ratna cintai sejak dulu.
Lama merenung akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Ardi demi Ratna, ia bertekad akan menyatukan mereka. Tapi esoknya saat ia masuk kerja teman-teman di tempat kerja memberi tahunya kalau Ratna sudah pacar, mereka bergosip setelah seseorang memergoki Ratna bertemu seorang pria di depan toko.
Saat Jam istirahat seperti biasa mereka makan bersama dan inilah kesempatan Irma menanyakan kebenaran akan gosip yang beredar.
"Apa benar kamu udah punya pacar?"
"Siapa yang bilang?" balas Ratna bertanya.
"Semua anak-anak gosipin kamu"
"Ah... sebenarnya aku ingin merahasiakannya" keluh Ratna.
"Jadi benar?" tanya Irma kaget.
"Ya, dia Jaya. Mantan pertama aku yang udah aku ceritain sama kamu, kami bertemu beberapa waktu yang lalu dan mulai dari hari itu kami saling berkomunikasi setelahnya barulah dia menyatakan perasaannya padaku"
"Bukankah kamu masih mencintai Naldo? kenapa kamu nerima dia Na?" tanya Irma.
"Aku ingin berhenti bermimpi, mungkin rasanya tidak adil karena hanya Jaya yang mencintaiku sedang aku tidak bisa membalasnya. Tapi perlahan dengan semua hal yang kami lalui bersama suatu saat aku pasti akan mencintainya juga." jawab Ratna.
"Lalu... bagaimana dengan perjalanan mu? kau pasti di perlakukan baik oleh keluarga pacarmu" ujar Ratna mengalihkan topik.
"Ya.. mereka sangat baik padaku" jawab Irma yang justru tidak ingin membahas hal itu.
Awalnya ia berfikir mungkin itu yang terbaik, Ratna dengan kehidupan barunya mungkin akan berakhir bahagia. Tapi ada jadinya jika Ratna mengetahui bahwa ternyata pacar Naldo selama ini adalah sahabatnya sendiri, pasti hati Ratna semakin hancur bahkan bisa jadi ia akan di tuduh perusak hubungan orang lain.
Ia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, ia ingin tetap berteman baik dengan Ratna dan satu-satunya cara hanya dengan memutuskan Ardi. Meski Ratna mencoba memulai hidup baru tapi ia merasa apa yang di lakukan Ratna itu salah.
Irma mengajak Ratna pergi ke kafe dengan alasan hanya berjalan-jalan biasa, sementara itu ia juga menyuruh Ardi untuk menemuinya di hari yang sama. Ia sudah memberitahu kafe yang harus Ardi datangi, dengan gundah gulana ia terus melihat sekeliling untuk mencari kedatangan Ardi.
"Kamu lagi ngapain Ir? ko dari tadi liat-liat sekeliling terus" tanya Ratna yang sadar akan tingkah aneh temannya itu.
"Eh gak apa-apa ko" jawabnya kikuk.
Akhirnya setelah penantian yang panjang Ardi datang juga, dari jauh ia melihat Ardi melambaikan tangan sambil tersenyum. Saat Ardi berjalan menghampiri mereka tiba-tiba jantungnya berdegup sangat cepat sambil menatap Ratna yang sibuk dengan ponselnya.
"Maaf aku terlambat" ujar Ardi.
Ratna mengangkat kepalanya mendengar suara yang begitu dekat, matanya beradu pandang dengan Ardi dan keduanya saling menatap untuk beberapa saat membuat jantung Irma semakin tak beres.
"Hei... gadis dolar!" teriak Ardi.
"Hei... kelinci putih.. hahaha" balas Ratna.
"Apa? kelinci putih?" tanya Irma kaget.
Ia ingat nama julukan pria yang di cintai Ratna adalah Naldo, untuk itulah ia heran mengapa Ratna justru memanggilnya kelinci putih sampai ia ingat kembali bahwa teman masa kecil Ratna yang lain ada yang bernama kelinci putih. Dia adalah orang yang mencintai Ratna tapi Ratna justru mencintai Naldo.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Ardi.
"Seharusnya aku yang bertanya" sahut Ratna.
"Aku menemui pacarku" jawab Ardi.
Mata Ratna segera beralih ke Irma, ia pun sadar bahwa ternyata Irma selama ini memiliki hubungan dengan Ardi dan pria yang ingin Irma kenalkan padanya itu adalah Ardi teman masa kecilnya.
__ADS_1
Hahahaha
Ratna tak bisa menahan geli di hatinya, itu merupakan sebuah kebetulan yang lucu. Beberapa waktu lalu ia tiba-tiba bertemu Jaya dan sekarang tanpa di duga ia bertemu dengan Ardi.
"Sungguh dunia ini tak selebar daun kelor, oh astaga.. andai aku tahu lebih cepat" ujarnya.
"Apa maksud mu?" tanya Ardi yang masih tak mengerti.
"Perkenalkan, ini adalah Irma sahabat baik ku. Beberapa waktu yang lalu dia ingin mengenalkan ku pada pacarnya yang selama ini LDR-an. Ternyata selama ini pacar yang ingin di kenalkan adalah kau!" jelas Ratna.
Ardi mulai mengerti dan ikut tertawa juga, hanya Irma yang masih belum tahu letak lucunya dimana karena dia masih syok pada kenyataan yang berbeda dengan pikirannya.
Ratna pun menjelaskan kembali kepada Irma bahwa mereka teman masa kecil, ia mengingatkan Irma pada foto yang sempat Irma lihat. Ardi adalah teman masa kecilnya yang memiliki julukan kelinci putih, setelah penjelasan itu barulah Irma sadar betul bahwa Ardi bukan Naldo yang di cintai Ratna.
"Maaf jika ini sedikit pribadi, tapi diantara kalian siapa yang menyatakan cintanya duluan?" tanya Ratna.
"Itu aku.. " jawab Ardi.
"Sungguh?" tanya Ratna tak menyangka.
"Kami berkenalan di jejaring sosial lalu bertemu kemudian, untuk beberapa waktu kami masih PDKT sampai dia tiba-tiba menemuiku dan menyatakan cintanya" ujar Irma bercerita.
"Hebat! kau pasti sangat mencintai Irma sampai melakukan hal itu" ucap Ratna kagum.
Baik Ardi mau pun Irma hanya bisa diam karena malu.
"Dengar! jika seorang wanita menyatakan cinta duluan kepadanya lalu mereka berpacaran aku jamin dia tidak mencintai wanita itu, tapi jika dia yang menyatakan cinta sudah pasti dia sangat mencintai wanita itu. Aku kenal baik bagaimana kelinci putih" ujar Ratna.
"Sudahlah... jangan bahas hal itu" ujar Ardi mulai kesal.
"Baiklah... tapi karena kau sangat mencintai sahabat ku ini maka berjanjilah jangan membuatnya menangis, jika kau melakukan hal itu akan ku bunuh kau" ancam Ratna.
Mereka hanya tertawa mendengar ucapan itu, kini suasana hati Irma telah mencair. Mereka pun asyik mengobrol tentang banyak hal, hal itu membuat Irma bersyukur sebab hubungannya dengan Ratna baik-baik saja.
Cukup lama mereka menghabiskan waktu bersama sampai Ratna pamit pulang duluan, ia harus ke salon atas perintah bosnya. Tinggallah Irma dan Ardi yang masih di sana, karena mereka hanya berdua Irma pun mengungkapkan apa yang ia ketahui tentang masa lalu mereka.
Ardi mengakui bahwa cinta pertama yang sempat ia ceritakan kepada Irma adalah Ratna, mungkin ia mencintai Irma karena mereka memiliki beberapa kemiripan.
Cinta pertama yang ia rasakan bahkan sejak kecil, saat mereka masih anak bocah SD yang bermain bersama di lapangan. Saat itu Ardi baru saja membeli sebuah snack dan mendapatkan hadiah cincin di dalamnya, ia bergegas ke lapangan untuk menemui Ratna dan hendak memberikan cincin itu.
Tapi belum sempat ia memberikannya tiba-tiba ibu Ratna memanggilnya dan menyuruhnya untuk pulang, rupanya hari itu orangtua Ratna bertengkar dan itu adalah perpisahan yang tidak di rencanakan.
Bertahun-tahun kemudian tiba-tiba ia mendengar kabar Ratna telah kembali, saat itu cintanya masih tersimpan seperti cincinnya. Berbagai macam hal terjadi diantara mereka, semua itu sempat membuat Ardi untuk mundur tapi ia tak bisa melakukannya.
Setelah lulus dari SMA ia berniat untuk memberikan cincin itu tapi ia di tolak, akhirnya cincin itu kembali lagi ke dalam sakunya. Tetap berada di sana sampai ia bertemu dengan Irma, gadis yang bisa membuatnya jatuh cinta selain dari Ratna.
Bahkan cinta yang ia rasakan pun berbeda, mungkin karena ia jatuh cinta pada saat telah dewasa dimana ia bisa memahami keinginan Irma dengan baik. Terbukti dengan selama ini meski hubungan mereka terjalin dengan jarak jauh tapi Ardi merasa yakin untuk menetapkan pelabuhan hatinya kepada Irma.
Itulah alasan mengapa ia memberikan cincin itu kepada Irma dan mengajaknya untuk menemui ibunya di kampung, sebab ia ingin serius dengan gadis itu.
"Apa.... kamu tahu dimana orang yang bernama Naldo?" tanya Irma tiba-tiba.
"Naldo?"
"Ya, teman masa kecil Ratna yang lain"
"Oh... maksudnya Amus, dia di Bekasi kenapa tiba-tiba nanyain dia?" tanya Ardi heran.
"Apa dia sungguh sudah punya pacar?"
"Um.... terakhir kami bertemu saat itu dia memang bilang sudah punya pacar, tapi entah sekarang dia masih berpacaran atau tidak. Jika pikir lagi rasanya tidak mungkin dia punya pacar"
"Kenapa?"
__ADS_1
"Dia sangat dingin dan cuek, satu-satunya gadis yang dekat dengannya hanya Ratna. Selain dari Ratna ia tidak akan menggubris wanita lain, tapi setiap orang bisa berubah jadi mungkin saja dia juga sudah punya pacar sekarang. Kenapa kamu ingin tau tentang Amus?"
"Aku.... ingin bertemu dengannya, ada hal yang ingin aku katakan" jawab Irma.