Gadis Oleng Mencari Cinta

Gadis Oleng Mencari Cinta
Kebelet Kawin


__ADS_3

Mehmet menatap Rosmawati dengan rasa bahagia bercampur haru. Sementara Rosmawati menatap Mehmet dengan penuh nafsu. Rasa cemburunya karena melihat Maryam yang terus gelendotan pada Jamie Scott, telah membuat Rosmawati hilang kendali. Gadis itu segera berjalan dengan cepat ke hadapan Mehmet. Rosmawati kemudian meraih kedua tangan pria itu dan menggenggamnya dengan erat.


"Met, aku kangen sama kamu. Buruan kawinin aku, Met!" pinta Rosmawati membuat Mehmet mengernyitkan keningnya seraya memundurkan wajahnya, karena saat itu Rosmawati sudah siap dengan bibirnya yang sensual. Gadis itu juga memejamkan kedua matanya.


"Ros, are you okay? Kita sedang di tempat umum, Ros!" Mehmet menepuk pipi Rosmawati. Pria keturunan Timur Tengah itu berharap agar Rosmawati segera sadar dari halusinasi yang tengah melanda dirinya. Tanpa banyak bicara, Mehmet segera menarik tangan Rosmawati dan menuntunnya. Sementara Rosmawati masih memejamkan mata dengan bibir manyun. Ia berharap mendapat satu ciuman dari pria pujaan hatinya itu.


"Met, Met, aku ga kuat lagi ...." racau Rosmawati. Entah sadar atau tidak gadis itu dengan sikapnya yang memalukan. "Met, aku pengen buru-buru kawin," racaunya lagi. Sedangkan Mehmet tidak mendengarkannya sama sekali. Ia terus menuntun Rosmawati hingga pintu keluar stasiun. Orang-orang yang melihat hal itu, mungkin menyangka jika Mehmet tengah menuntun seorang gadis tunanetra.


"Heh, Ijem!" suara Maryam yang begitu jelas di telinga Rosmawati telah menyadarkan gadis itu. Rosmawati membuka matanya dan menoleh. Wajah Maryam saat itu tepat berada di sebelahnya. Pantas saja jika suara Maryam begitu menggema tanpa memantul dan langsung menuju gendang telinga Rosmawati.


Rosmawati tersentak. Ia segera menjauh saat melihat Maryam yang cekikikan. "Sadar, woi! Lu pikir ini khayangan?" cibir Maryam seraya kembali menggandeng lengan Jamie Scott dan menyenderkan kepalanya di pundak pria itu.


"Are you tired, Honey?" tanya Jamie Scott dengan mesranya.


"No, Honey. Selama aku berada di dekatmu maka aku tidak akan pernah merasa lelah. Aku selalu bersemangat!" sahut Maryam menegakkan tubuhnya. Sesaat kemudian, ia kembali gelendotan manja di lengan sang suami.


"Aduh, jijik gue liat kalian! Gue mau nyari toko alat musik dulu deh!" ujar Rosmawati seraya melihat ke sana kemari. Ia baru sadar jika kopernya ternyata tidak ada di dekatnya lagi.


"Eh, Jem! Mau ngapain nyari toko alat musik. Nyari suling bambu, ya?" ledek Maryam. Ia begitu puas karena telah berhasil membuat sahabatnya cemburu, hingga termotivasi untuk segera menikah.


"Gue mau nyari gendang!" jawab Rosmawati kesal.


"Buat apaan? Stres lu!" cibir Maryam lagi.


"Gue mau ganti gendang telinga! Pendengaran gue terganggu gara-gara delapan jam dengerin ocehan ngga jelas kalian berdua!" jawab Rosmawati jengkel. Rasa kesal itu semakin menjadi karena ia tidak tahu di mana kopernya kini. Rosmawati terlihat gelisah, hingga akhirnya Mehmet datang menghampiri mereka.


"Ayo, berangkat! Taksi online yang aku pesan sudah menunggu kita," ucapnya. Ia lalu meraih tangan Rosmawati dan kembali menuntun gadis itu menuju mini bus yang sudah menunggu mereka.


"Tunggu, Met! Koper aku hilang!" resah Rosmawati. "Padahal isinya barang antik semua," lanjut gadis itu sedih. Ia memaksa Mehmet untuk menghentikan langkahnya, tetapi pria berbulu mata lentik itu tetap melanjutkan langkah mereka hingga tiba di dekat mobil yang dimaksud.

__ADS_1


"Semua barang-barangmu sudah ada di mobil, Ros. Kamu sih, dari tadi merem terus. Apa maksudnya coba? Untung saja yang nuntun kamu adalah aku, kalau pria lain bagaimana? Akan dikemanakan perasaanku yang hancur?" ucap Mehmet dengan ekspresinya yang sangat imut dan menggemaskan, membuat rasa ingin menikah dalam hati Rosmawati kambuh lagi.


"Met, buruan lamar aku!" rengek Rosmawati sambil terus berdiri di dekat pintu mobil. Gadis itu menggerak-gerakan kakinya, seperti orang yang sedang melakukan pemanasan sebelum berolahraga. Rosmawati terus merengekĀ  sampai-sampai Mehmet harus memaksanya untuk masuk.


"Ijem! Buruan masuk, ah! Buang-buang waktu pak sopir aja lu!" sergah Maryam. Kini giliran dirinya yang jengkel melihat kelakuan aneh Rosmawati. "Kelakuan lu itu udah malu-maluin warga Indonesia tau!" cibir Maryam lagi dari jok paling belakang. Sementara Mehmet dan Rosmawati duduk di jok tengah.


"Sabar, Honey. Sahabatmu itu sedang birahi," celetuk Jamie Scott.


"Si Ijem kaya kucing saat musim kawin aja! Agresif banget," cibir Maryam lagi. "Mudah-mudahan si Memet nggak nyesel udah milih dia," lanjutnya.


Rosmawati yang mendengar dengan jelas celotehan Maryam itu segera menarik lengan Mehmet dan melingkarkan tangannya di lengan pria itu. Dia juga menyenderkan kepalanya di bahu Mehmet yang lebar. "Nanti kalau kita udah sah, kita harus jauh lebih romantis dari mereka! Ya, Met?" pinta Rosmawati sambil mengedip-ngedipkan matanya.


Mehmet yang pemalu, hanya bisa tersenyum simpul dengan muka memerah. Akan tetapi, senyum itu sirna seketika, saat dia tiba-tiba memandang Rosmawati penuh arti.


"Kenapa?" Rosmawati mulai dilanda rasa cemas. Dia sangat takut jika Mehmet berubah pikiran dan memilih yang lain. "Jangan bilang kalau kamu pindah haluan sama si Halimah!" tukas Rosmawati seraya menunjuk muka Mehmet.


"Astaga, bukan itu, Rose! Aku hanya ingin memberitahumu sesuatu," Mehmet tampak ragu.


"Bukan, Rose! Dengarkan aku dulu!" tegas Mehmet.


Rosmawati memandang Mehmet dengan mata berkaca-kaca. Persis seperti anak kecil yang baru saja kehilangan mainan kesayangan.


"Aku sudah bukan Mehmet yang dulu," ucap pria itu, membuat semua orang yang berada di dalam taksi online mengernyitkan dahi, termasuk si sopir yang sedari tadi tak bisa fokus menyetir.


"Emangnya sekarang kenapa? Memet jadi zombie?" celetuk Maryam seenaknya. "Apa Memet udah ngga perjaka lagi?" Maryam melanjutkan celotehannya.


"Bisa diem ga sih, Mun?" geram Rosmawati jengkel.


"Rose, aku sekarang bukanlah orang kaya. Semua harta peninggalan ayah angkatku, sudah kuberikan seluruhnya pada paman Kareem sebagai harga yang kubayar agar dia membatalkan perjodohanku dengan Halimah. Aku tahu, tujuan paman menikahkanku dengan putrinya hanya untuk menguasai harta ayah angkatku. Oleh karena itu, aku memilih merelakan semuanya, asal aku tak jadi menikah dengan Halimah," tutur Mehmet.

__ADS_1


"Ooh," sahut semuanya secara serempak, tak terkecuali pak sopir yang juga ikut menyimak.


"Aku hanya menyisakan sedikit harta yang memang benar-benar kuperoleh dari jerih payahku sendiri dan dari keuntungan bisnis yang kujalankan selama ini," imbuh Mehmet.


"Alhamdulillaah!" mata Rosmawati begitu berbinar.


"Kok alhamdulillah?" sahut Maryam dan pak sopir. Akhirnya semua mata memandang sebal pada sopir yang sok akrab dan serba ingin tahu itu.


"Iya, kalau kamu miskin, itu artinya kamu nggak bisa mempekerjakan si Ahmad lagi. Berarti dia dipecat, kan?" tanya Rosmawati penuh harap.


"Ehm, yah, bisa dibilang begitu," jawab Mehmet seraya meringis dan menggaruk-garuk kepalanya. "Jadi, kau tidak masalah dengan keadaanku sekarang, Rose?"


Rosmawati menggeleng yakin. "Apapun keadaanmu, aku sama sekali nggak masalah, Met. Mau kamu jadi pelayan restoran atau kembali jualan hotdog, itu tidak masalah! Malah aku bisa bantuin kamu jualan! Asal kamu cepet kawinin aku, ya. Sekarang juga boleh," gadis itu kembali memonyongkan bibirnya pada Mehmet.


"Sabar, My Love," Mehmet mengarahkan telapak tangannya ke wajah Rosmawati demi menghalangi gadis itu agar wajahnya tidak semakin mendekat pada wajah Mehmet.


"Nama panggilan kesayangannya jelek ya, A. My Love? Kayak nama sprei, hihi," celetuk Maryam setengah berbisik sambil menutupi mulutnya. Sementara Jamie Scott terlihat bingung.


"Izinkan aku bertemu dengan orang tuamu dulu. Aku ingin melamar secara baik-baik. Kamu pasti mau mengerti, kan?" Mehmet tersenyum lembut pada Rosmawati seraya menggenggam erat jemari gadis itu. Ia kemudian mengecup keningnya.


"Aw, so sweet!" seru semua orang di dalam kendaraan secara bersamaan, termasuk si sopir online yang juga kembali ikut nimbrung.


.


.


.


.

__ADS_1


Selamat pagi, selamat beraktifitas. Mumun dan Ijem kembali membawa karya keren dari salah satu teman otor. Silakan mampir, ya.. 😘



__ADS_2