Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Tertangkap Langsung


__ADS_3

Sedangkan di Kantor Polisi, beberapa narapidana yang senang membully Jacqueline pun kini tengah mencari keberadaannya.


Sebab sudah satu minggu ini Jacqueline menjadi mainan mereka semua. Sayangnya, mereka sudah sama-sama berpencar dan sama sekali tidak menemukan Jacqueline.


“Sial! Kemana perginya tuh babu? Bisa gak kelihatan sama sekali!” ucap salah seorang narapidana sambil mengepalkan tangannya geram.


“Biasanya juga langsung ke ruang makan dan minta jatah makan dia yang tinggal sisa-sisa kita semua!”


Tak lama kemudian ada suara teriakan seorang narapidana dari balik Gudang yang biasanya digunakan untuk membuang sampah.


“Heh, kalian semua! Kesini cepet!” teriak narapidana yang tiba-tiba nongol dari belakang Gudang.


“Ada apa?” tanya kelima narapidana sambil berlari ke arah teman mereka yang memanggil.


“Kayaknya Babu kita berhasil melarikan diri! Dia mengganti pakaiannya dengan seragam tukang masak dan membuatnya tergeletak di situ!” Narapidana tersebut langsung menunjuk ke arah perempuan yang tergeletak tidak sadarkan diri dengan tubuh yang ditutupi dengan seragam narapidana.


“Bener, banget! Kasihan ibuk itu! Mendingan aku langsung lapor sipir penjara dan kamu yang perempuan tolong pakaikan tukang masak itu baju!” titah narapidana laki-laki yang paling besar tubuhnya.


Laporan mereka pun segera ditanggapi oleh sipir penjara dan juga polisi. Akhirnya mereka pun langsung berpencar mencari jejak kemana Jacqueline kabur dan tentunya dengan menggunakan seragam tukang masak. Sebelum komandan polisi mengetahui kaburnya Jacqueline, para polisi harus segera mendapatkan Jacqueline dan membawanya kembali ke Kantor Polisi.


Tepat saat Jacqueline turun dari angkot yang berhenti tidak jauh dari apartemennya, laungan sirine motor polisi langsung terdengar kencang di telinga Jacqueline. Akhirnya, Jacqueline pun kembali masuk ke dalam angkot dan meminta sopirnya untuk segera membawanya pergi.


“Pak, tolong jalankan lagi mobilnya! Nanti saya bayar dengan apartemen saya yang ada di Gedung itu!” ucap Jacqueline menunjuk ke arah Gedung Apartemennya.


“Loh, ibuk ini buronan polisi, ya?” tanya Sopir Angkot yang mulai gemetaran.


“Bukan. Pak! Saya Cuma trauma aja dengan suara motor atau mobil polisi! Ayo, Pak! Cepat jalan!” titah Jacqueline.


Sopir angkot yang ikut panik pun mulai kesusahan menyalakan mesin mobilnya. Sedangkan Jacqueline sudah making usar karena polisi sudah semakin dekat dengannya.


“Aih! Dasar sopir angkot payah!” umpat Jacqueline yang langsung turun dari angkot dan berlari sekencang-kencangnya menyeberangi jalan raya untuk bersembunyi di Gedung Apartemennya yang terletak sekita 100 meter di depan.


Nahasnya, dari arah yang berbeda melaju sebuah mobil dengan kecepatan yang sedang dan langsung menabrak Jacqueline yang menyebrang jalan tanpa melihat ke kanan dan ke kiri.

__ADS_1


Brak!


Kecelakaan tersebut membuat tubuh Jacqueline terpental sejauh 5 meter ke tepi jalan dan kepalanya langsung terbentur tiang listrik. Pengemudi mobil pun langsung menghentikan mobilnya dan tentunya berujung menjadi sebuah kemacetan.


Salah seorang yang ada di dalam mobil pun langsung keluar untuk melihat korban yang baru saja ditabrak oleh sopirnya. Seorang wanita cantik mulai berlari ke araah korban kecelakaan yang kini sudah dikerumuni banyak orang. Sedangkan polisi pun langsung menuju ke tempat kejadian.


“Jacqy!” gumam Netta sambil menutup mulutnya saat mengetahui bahwa korban yang ditabrak adalah saudara kembarnya yang tak seiras.


Ia pun langsung mendekati Jacqueline yang masih membuka matanya namun tidak bisa bergerak sama sekali.


“Netta!” satu kata yang keluar dari mulut Jacqueline sebelum ia tidak sadarkan diri. Setelah itu polisi langsung mendekati korban dan meminta orang yang lainnya untuk sedikit menjauh.


“Ya, benar! Ini memang narapidana yang mencoba untuk kabur!” ucap Polisi. Sedangkan polisi yang lainnya mulai membantu menepikan mobil milik Jacquenetta dan membawa sopir beserta penumpangnya menuju ke Kantor Polisi untuk dimintai keterangan.


Tiga jam kemudian, Jacqueline sudah dibawa ke klinik yang ada di penjara. Polisi sendiri enggan membawa Jacqueline ke rumah sakit untuk mendapat perawatan khusus karena sudah berupaya untuk kabur. Sedangkan Netta, suami, putrinya, dan juga sopirnya juga sudah selesai untuk dimintai keterangan.


“Huft, baru kali ini deh Ciara nemuin polisi berterima kasih sama tersangka laka lantas!” gumam Ciara, putri Netta saat mereka sudah berada di dalam mobil dan meninggalkan kantor polisi.


Netta sendiri terbebas karena kebetulan ia juga pura-pura tidak mengenali Jacqueline.


“Untung aja Pak Sopir tadi bawanya gak terlalu ngebut! Surat-surat juga semua lengkap. Jadi, masalah di kepolisian tidak terlalu panjang!” lanjut suami Jeng Netta.


“Maafkan saya, Pak, Bu, dan Non Ciara! Lain kali saya akan lebih berhati-hati!” ungkap Pak Sopir yang sudah tidak terlalu gemetar seperti tadi.


“Lalu ini jadi mau ke Pesta Pernikahannya Nona Anya dan Tuan Axel atau tidak?” tanya Pak Sopir kemudian.


Mereka bertiga pun langsung saling melemparkan pandangan dan kemudian melihat ke arah jam yang ada di dashboard mobil yang sudah menunjukkan hampir jam 5 sore.


“Pulang aja, ya, Ma!” rengek Ciara.


“Iya, Ma! Gak mungkin juga kita lanjut kondangan dengan kondisi seperti ini!” lanjut suami Netta.


“Iya, kita pulang aja, Pak! Lagi pula acaranya juga sudah selesai!” timpal Jeng Netta.

__ADS_1


Akhirnya Pak Sopir pun segera mengemudikan mobilnya untuk pulang ke rumah.


Sedangkan di sisi yang lain, Anya dan juga Axel kini sudah berada di roof top mewah yang ada di atas Diorama Resto. Meski mereka bukan lagi pengantin baru pada umumnya, Roof Top Mewah tersebut tetap dihias secantik mungkin seperti mereka hendak melakukan malam pertama saja.


Berbagai makanan juga sudah disiapkan di atas meja untuk makan malam mereka berdua. Dekoran yang sangat mewah kali ini membuat Axel menggenggam tangan istrinya dengan mesra dan mengecupnya berkali-kali.


“Anya seperti baru mau di unboxing aja semuanya didekor semewah ini! Pakai bunga asli lagi!” gumam Anya sambil menghirup aroma bunga yang begitu semerbak.


“Anggap saja malam pertama kita yang tertunda, Anya Sayang!” tutur Axel sambil menuntun istrinya ke sebuah kursi panjang yang dihadapkan tepat kea rah matahari terbenam.


“Abang ini suka ngaco, deh!” balas Anya sambil terkekeh. “Mana ada malam pertama lagi? Orang bayinya udah jalan tiga bulan lebih di sini!” Anya mengusap perutnya sendiri.


“Iya juga, ya! Kalo gitu, anggap aja sebagai buka puasa buat kita!” timpal Axel lagi.


Kini mereka sudah duduk di kursi panjang sambil menikmati pemandangan indah dimana matahari hampir terbenam. Kemudian dengan manja, Axel langsung merebahkan kepalanya di atas pangkuan Anya dan tangan Anya langsung bergerak mengusap kepala suaminya dengan sangat lembut.


“Kira-kira, Abang berharap anak kita itu cewek atau cowok?” tanya Anya.


“Apa aja boleh asalkan proses lahirannya lancar, kamu sehat dan anak kita juga sehat, Sayang!” jawab Axel yang langsung membuat bibir Anya merekahkan senyumannya.


“Anya makin cinta sama Abang!” kini Anya memandangi wajah suaminya secara intens.


“Terima kasih, Tuhan. Sudah mengirimkan malaikat setampan ini!” lanjut Anya lagi.


Axel pun langsung tersenyum mendengarnya. “Patutnya, aku yang sangat bersyukur karena sudah mendapatkan bidadari yang sangat cantik dan juga baik hati!”


Axel yang tadinya memandang ke arah langit pun beralih memandangi Anya dan Netra mereka berdua saling bertemu. Perlahan Anya mengusap bibir Axel dan mendekatkan bibirnya.


Cup! Anya mendaratkan ciumannya di bibir suaminya dan mulai mengabsennya dengan sedikit nakal dan l!4r. Sedangkan Axel memilih untuk menikmati kenakalan permainan bibir istrinya dengan membuka bibirnya dan memberi ruang untuk bibir Anya untuk bebas bereksplorasi.


Tapi, kemudian Axel mulai membalas permainan Anya dan membuat Anya sedikit kewalahan. Sampai akhirnya keduanya sama-sama melepaskan pagutan mereka berdua.


“Kau semakin nikmat, Istriku Sayang!” puji Axel sambil mengusap bibir Anya yang sedikit membengkak karenanya.

__ADS_1


“Anya hanya ingin menyiapkan buka puasa untuk suami tercinta!” balas Anya membuat mata Axel berbinar sempurna. Ia sama sekali tidak menyangka sebelumnya jika ternyata 94ir4h istrinya semakin lama semakin l!4r saja.


“Kau membuat Abang sangat menginginkanmu, Cantik!” Ucap Axel sambil mulai meraih ikatan gaun yang dikenakan oleh istrinya.


__ADS_2