Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Keadaan Hellencia


__ADS_3

Axel yang sampai di apartemen dan menemukan Hellen sudah tidak sadarkan diri, langsung membawanya ke rumah sakit.


Kini, sudah satu jam lebih Hellencia diperiksa oleh dokter dan Axel masih menunggu didepan Ruang Unit Gawat Darurat sambil sesekali mengecek email yang masuk ke dalam ponselnya. Tak lama kemudian, tampak Dokter Firman datang dan duduk di sampingnya.


“Siapa yang sakit?” tanya Dokter Firman.


“Hellencia! Hari ini ia pulang pagi setelah pertengkaran kami semalam. Dan saat aku tiba di kantor, ia menelfonku dan mengatakan jika dia merasa tidak enak badan dan minta untuk diantar periksa ke dokter. Sayangnya, dia justru tidak sadarkan diri saat aku sampai di apartemen!” jelas Axel yang tampak gusar.


“Sudah berapa lama dia diperiksa di dalam sana?” tanya Dokter Firman lagi.


“Sekitar satu jam lebih!” Jawaban Axel kali ini membuat Dokter Firman mengerutkan dahinya.


“Hah?! Tidak biasanya memeriksa pasien selama ini, sebenarnya apa yang sudah terjadi?” gumam Dokter Firman yang beranjak dari tempat duduknya.


“Aku akan kembali lagi, Axel. Tunggu sebentar!” ucap Dokter Firman dan melangkahkan kakinya memasuki ruang Unit Gawat Darurat.


Sesampainya di dalam Ruang Unit Gawat Darurat, Dokter Firman langsung menemui Dokter Sagita dan menanyakan keadaan Hellencia.


“Bagaimana keadaan pasien, Dokter?”


“Dokter Firman mengenal pasien ini?” Bukannya menjawab pertanyaan Dokter Firman, Dokter Sagita justru balik bertanya.


“Kebetulan pasien ini adalah teman dekat istri saya!” Jawaban Dokter Firman kali ini membuat Dokter Sagita sedikit terhenyak.


“Teman dekat?” tanya Dokter Sagita memastikan dan Dokter Firman langsung menganggukkan kepalanya.


“Emm, begini Dokter! Kami tengah menunggu pasien ini siuman untuk mengetahui apa saja yang ia keluhkan. Sebab bagian intim kewanitaannya sedari tadi terus saja mengeluarkan cairan yang baunya sangat tidak enak. Biasanya ini semacam virus klamidia atau sifilis yang bisa menular lewat hubungan 53k5.”


Dokter Firman kini sangat terkejut mendengar penjelasan dari Dokter Sagita. Jika Hellencia menderita seperti itu, tidak menutup kemungkinan jika istrinya juga akan terjangkit.


Yang membuatnya lebih takut lagi adalah, ia dan juga Cintia baru saja melakukan hubungan badan pagi ini sambil meluahkan kerinduan mereka yang selama ini tidak tersalurkan.


Tanpa ba bi bu lagi, Dokter Firman langsung keluar dari ruang Unit Gawat Darurat dan menuju ke dokter spesialis k3l4min untuk segera memeriksanya. Sedangkan Axel hanya mengerutkan dahinya melihat Dokter Firman yang melewatinya begitu saja.

__ADS_1


“Beuhh! Katanya mau ngasih tau keadaan Hellen. Eh, ini malah ngacir aja!” gerutu Axel yang membiarkan Dokter Firman melewatinya begitu saja. Tak lama kemudian, Dokter Sagita keluar dari Ruang UGD dan mengajak Axel ikut ke ruangannya.


“Mohon maaf Pak Axel jika saya harus menanyakan hal pribadi kepada Anda sebelum memberitahukan kondisi istri anda!" tutur Dokter Sagita.


"Oh tidak masalah, Dokter!" jawab Axel.


"Kapan terakhir kalinya anda berhubungan dengan istri anda?" Pertanyaan Dokter Sagita kali ini membuat Axel memicingkan matanya.


"Saya menanyakan hal ini karena ada sesuatu yang terjadi di organ intim istri anda, Pak!" lanjutnya lagi.


Akhirnya Axel menjawab jika selama ini mereka hampir tidak pernah melakukan hubungan suami istri sekitar satu tahun lebih. Hal ini dikarenakan kesibukan mereka berdua hingga tidak pernah melakukan hubungan intim.


Penjelasan dari Axel kali ini membuat Dokter Sagita membuat satu kesimpulan.


"Kalau begitu, kemungkinan istri anda mengalami penyakit Klamidia, infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis."


"Penularannya kemungkinan lewat dildo yang sering digunakan oleh istri anda yang kurang higienis atau digunakan secara bergantian!"


"Emm, lalu apa Hellencia sudah siuman?" tanya Axel.


"Nyonya Hellen sudah siuman, tetapi bagian intimnya masih terus mengeluarkan cairan. Maka dari itu, kami membutuhkan surat ijin tertulis yang ditandatangani oleh anda untuk pemeriksaan lebih lanjut."


Dokter Sagita pun langsung mengambil surat yang harus ditandatangani oleh Axel dan Axel pun langsung membubuhkan tanda tangannya di atas sana.


Setelah itu, Dokter akan mulai melakukan pemeriksaan berlanjut terhadap Hellen. Namun, sebelumnya, Axel menemui istrinya terlebih dahulu.


"Apa yang sedang kau rasakan, Hellencia?" tanya Axel sambil memegang kening istrinya.


Suhu tubuh Hellen sudah tidak begitu tinggi, namun, wajahnya masih terlihat sangat pucat.


"Seluruh tubuhku sakit tak terkira, Mas. Apalagi yang ada di sini!" keluh Hellen sambil mengusap bagian bawah perutnya.


"Dokter akan segera memeriksa keadaan mu lebih lanjut. Tahan dulu, ya!" balas Axel sambil mengusap kepala Hellen dengan lembut.

__ADS_1


"Jangan ceraikan, Aku, Mas! Berjanjilah! Apapun yang terjadi, jangan pernah ceraikan, Aku!" pinta Hellencia dengan mata berkaca-kaca.


"Fokuslah dulu untuk kesembuhanmu!" balas Axel.


"Aku tidak ingin membicarakan hal ini di sini!" lanjutnya lagi.


Tak lama kemudian, para perawat tiba untuk memindahkan Hellen ke ruang VIP. Sedangkan Axel justru undur diri dan menyatakan jika dirinya tidak dapat menemani Hellen siang ini karena ada meeting yang tidak bisa diundur waktunya.


"Maafkan aku, Hellen! Siang ini aku tidak bisa menjagamu. Kau tau bukan jika siang ini aku ada janji dengan Pemilik Hotel HarrySon?" Hellen langsung menanggapi ucapan Axel dengan anggukan kepalanya.


"Aku paham, Axel. Tapi tidak bisakah kau menungguku sebentar saja?" tanya Hellen yang tidak ingin ditinggal seorang diri.


"Aku akan kembali lagi besok, Hellen. Tenang saja, aku akan meminta seorang pelayan restoran untuk menemanimu di sini!" ucap Axel yang langsung berbalik meninggalkan Hellen.


Kini Hellen hanya bisa menatap Axel pergi meninggalkannya. Jauh di dalam lubuk hatinya, ada rasa penyesalan yang teramat dalam karena selama ini terlalu tenggelam dalam hubungan terlarangnya.


'Kenapa kali ini aku baru merasa jika aku sangat membutuhkan Axel di sampingku?' batin Hellencia dalam hati.


'Aku menyesal karena telah menyia-nyiakan hubungan kita selama ini, Mas! Aku berjanji, selepas Anya hamil dan mengandung anakmu, aku akan terus berlatih untuk menjadi istri dan ibu yang baik!'


'Dan aku akan mencoba untuk menghilangkan kebiasaan burukku yang sudah aku geluti selama ini!'


Hellencia memejamkan matanya dan tak terasa bulir air mata mulai membasahi pipinya.


Kini bedanya terasa dipindahkan oleh beberapa perawat yang akan memindahkannya dari Ruang UGD ke Ruang Inap VIP yang sudah dipesankan oleh Axel.


Lama kelamaan, Hellen pun terlelap dan tidak mendengarkan obrolan di sekelilingnya yang tengah membicarakannya.


"Kasihan yaa ibu ini, sepertinya sakit yang dideritanya cukup parah. Sayangnya, suaminya lebih mementingkan bisnis dan pekerjaannya daripada menunggunya di Rumah Sakit!" gumam seorang perawat sambil mendorong bed Hellen.


"Iya, aku tadi dengernya juga sedikit gak tega. Suaminya memilih bekerja, dan dia justru ditunggu oleh pelayan restoran."


Keduanya terus saja membicarakan Hellencia, sampai mereka tiba di kamar VIP.

__ADS_1


__ADS_2