Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Malam yang Panas


__ADS_3

Axel pulang ke rumah Anya saat waktu sudah lewat dari jam 12 malam karena ada beberapa hal yang harus ia persiapkan selepas pulang dari rumah sakit. Saat ia melangkah masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Anya, tampak Mamanya tengah tidur bersama Anya dan membuatnya mau tidak mau harus mengganggu tidur mamanya.


“Ma, bangun dong! Axel kangen nih sama Anya!” bisik Axel sambil menggoyangkan lengan mamanya pelan.


Mama Icha pun perlahan mengerjapkan matanya, “Jam berapa ini? Kenapa baru pulang?” tanya Mama Icha dengan suara seraknya khas bangun tidur.


“Anya itu udah dari tadi loh, nungguin kamu!” lanjutnya lagi sambil berusaha bangun dari tidurnya.


“Maaf, Ma! Ada hal yang perlu Axel selesaikan. Makasih ya, udah jagain Anya!” ucap Axel sambil mencium pipi mamanya.


Kemudian, tanpa ba bi bu lagi, Axel langsung menggendong mamanya ala bridal style dan membawanya ke kamar. Sesampainya di kamar, Mama Icha pun kembali melanjutkan tidurnya tanpa mengucapkan apa-apa lagi kepada Axel. Sedangkan Axel langsung kembali menuju ke kamar Anya.


Setelah mencuci muka dan mengganti pakaiannya, Axel naik ke atas tempat tidur dan masuk ke dalam selimut Anya. Tangannya mulai bergerak memeluk Anya dari belakang. Kerinduan Axel yang membuncah membuat rasa kantuknya tidak kunjung datang meski tubuhnya sangat lelah.


Kini Axel mulai mencium ceruk leher Anya dan ia terus saja melakukannya berkali-kali sampai Anya mulai menggeliat pelan, “Emmh!” suara Anya membuat Axel tersenyum penuh kemenangan karena sebentar lagi, Anya pasti akan terjaga.


“Aku merindukanmu, istriku sayang!” bisik Axel.


Anya pun membuka matanya dan hidungnya langsung menghirup aroma maskulin Axel yang sangat ia kenal. Kemudian Anya melihat ke arah jam dinding yang di kamarnya yang hampir menunjukkan jam 1 dini hari.


“Abang baru pulang?” tanya Anya sambil membalikkan tubuhnya. Keduanya saling berhadapan dan tangan Axel mulai membelai wajah Anya dengan sangat lembut.


“Iya, sayang! Ada banyak hal yang harus abang selesaikan malam ini!” balas Axel sambil mengusap bibir Anya dengan jemarinya.


“Bagaimana kabar Miss Hellen?”


Pertanyaan Anya kali ini membuat Axel semakin merapatkan tubuhnya dengan Anya dan kemudian mengecup bibir Anya sekilas.


“Aku tidak ingin membahasnya, sayang! Sekarang, aku ingin mencumbumu untuk meluahkan rasa rinduku!” balas Axel dimana tangannya kini sudah mulai turun ke dada Anya.

__ADS_1


“Emmh, ta-tapi, Bang! Ini tidak dibenarkan karena kita berdua sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sampai kita berdua nanti kembali menikah!” balas Anya yang menahan suaranya saat Axel mulai mengeksplor dadanya.


“Kata siapa kita sudah tidak ada hubungan apa-apa?” balas Axel.


“Aku baru saja menemui seorang ahli agama dengan pengacara untuk memperbincangkan masalah yang sedang aku hadapi, Sayang!”


“Ketika aku belum menjatuhkan talak atas dirimu dan kita masih dalam keadaan yang baik-baik saja, kita berdua masih sah di dalam agama, Sayang! Kau adalah istriku dan status ini dibenarkan, Anya!” tegas Axel membuat Anya membeliakkan matanya karena merasa sangat terkejut.


“Jadi, status kita masih diakui di dalam agama sebagai suami istri. Untuk status secara hukum, nanti akan kita selesaikan belakangan!” jelas Axel yang langsung mendaratkan ciumannya di bibir Anya.


Tangan Anya juga langsung melingkar memeluk Axel dan membalas pagutan pria yang ternyata masih sah menjadi suaminya. Anya sendiri juga sangat haus dengan sentuhan Axel. Terlebih saat ini ia sedang hamil muda dan keinginannya untuk dimanjakan juga semakin besar.


Keduanya saling berpagutan dan meluahkan kerinduan mereka sampai Anya hampir saja kehabisan nafas. Axel melepaskan pagutan mereka dan mengusap bibir Anya yang sedikit membengkak karena ulahnya.


“Aku mencintaimu, Sayang!” ucap Axel dengan lembut. “Dan aku, tidak akan pernah melepaskanmu seperti apa yang sudah berkali-kali aku ucapkan kepadamu!”


“Memangnya Anya gak mau jadi satu-satunya istri Abang?” tanya Axel yang mulai melepaskan kancing piyama Anya satu per satu.


“Siapa bilang Anya gak mau? Cuma Anya paham jika Hellencia pasti akan mempersulit gugatan cerai yang abang layangkan untuknya. Jadi, untuk sementara, Anya rela jadi istri muda Abang!” balas Anya yang justru sudah lebih dulu menanggalkan boxer Axel dan tangannya mulai bermain memegang senjatanya.


“Engh,” Axel mulai mengeluarkan suara l3n9uh4nnya lebih dahulu karena permainan tangan Anya.


“Istri Muda Abang ini memang sangat menggoda dan nakal! Apapun statusmu, Sayang, Abang akan tetap menjadikanmu istri satu-satunya yang Abang miliki!”


Axel mulai menanggalkan pakaian Anya tanpa tersisa sehelai benang pun. Kemudian Axel memindai istrinya dari atas sampai ke bawah dan membuat Anya melepaskan mainannya dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


“Abang, ih! Jangan ngeliatin gitu, dong! Anya kan jadi malu!” protes Anya dengan manja.


“Kenapa malu, sih, Sayang?” Axel mulai menarik tangan Anya dan kemudian menguncinya di Kasur dengan tangannya.

__ADS_1


“Abang cuma mengagumi keindahan tubuh istri Abang, kok! Gak salah kan?” balas Axel yang kembali mengabsen tubuh Anya dengan mulutnya.


Ia mulai meninggalkan jejak kemerahan di leher, kemudian turun ke bawah dan berhenti lama di tempat favoritnya. Julukan bayi besar kini kembali disandang oleh Axel yang menikmati dada Anya dengan sangat rakus. Bahkan sampai Anya tiba di pelepasan pertamanya.


“Milikmu semakin menggemaskan sayang. Aku rasa ukurannya sudah lebih membesar tanpa bantuan alat apapun!” ucap Axel membuat Anya berdecak kesal.


“Ck, Abang nih gimana sih? Gimana gak tambah gede kalo bayinya serakus ini!” gerutu Anya sambil mengatur nafasnya yang sedikit tersengal karena ulah Axel barusan.


“Maaf, Sayang! Kalo gitu, sekarang Abang gak rakus lagi dan bermain dengan lembut.” Axel kembali memainkan milik Anya dan terus bergerak ke bawah membuat Anya kembali ON.


Tapi, Axel sengaja tidak segera menyatukan milik mereka karena ia memang tengah menunggu Anya memohonnya. Dan yang diinginkan oleh Axel pun terkabul. Anya mulai memohon kepadanya untuk segera memasukkan milik mereka.


Tanpa menunggu lama lagi, penyatuan mereka pun terjadi. Keduanya sama-sama menikmati permainan panas mereka hingga sampai di pelepasan mereka. Axel tersenyum penuh kemenangan karena akhirnya ia mendapatkan obat dari rasa lelahnya.


“Terima kasih banyak, Sayang!” ucap Axel sambil mengecup kening Anya.


Anya pun langsung memeluk Axel dengan erat dan menyandarkan kepalanya di dada Axel.


“Istirahatlah, Sayang! Kita bahas masalah kita besok pagi!” balas Anya.


“Siap, Cinta!”


“Tapi, …” Axel menggantung kalimatnya saat senjatanya kembali terbangun karena kulit mereka yang saling bersentuhan.


“Tidak masalah, bukan, jika aku meminta jatahku lagi? Dia sudah menagihnya!” tanya Axel sambil mengarahkan tangan Anya untuk menyentuh senjatanya yang sudah tegak berdiri.


“Oh My God! Aku juga tidak bisa menolaknya jika sudah seperti ini,” balas Anya yang ternyata juga masih menginginkan Axel lagi.


Akhirnya ronde kedua mereka pun dimulai.

__ADS_1


__ADS_2