Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Rela karena Terpaksa


__ADS_3

Akhirnya, dengan berat hati Axel pun mengizinkan Dokter Firman untuk berkencan dengan Anya. Meski hanya satu hari meminjamkan Anya untuknya, tetap saja batin Axel sangat tersiksa.


Ini benar-benar sangat berbeda dengan perasaannya saat ia bersama dengan Hellencia. Awalnya, ia memang sangat berat untuk berpaling dari Hellencia dan tidak pernah ada keinginan untuk menceraikannya.


Sebab, Axel adalah orang yang memegang komitmen dan ia memang tipikal orang yang tidak mudah goyah untuk berpaling. Namun, komitmen ternyata sangat jauh berbeda dengan perasaan cinta. Baginya, cinta adalah hal yang sangat luar biasa.


Buktinya, rasa cintanya terhadap Anya benar-benar mengubah gaya hidupnya selama ini. Jika dulu Axel sangat suka menghabiskan waktunya untuk bekerja keras, kali ini sudah tidak lagi. Karena menghabiskan waktunya bersama Anya membuatnya lebih merasa sangat bahagia.


“Okay, just one day, no more!” tegas Axel yang akhirnya mengucapkan persetujuan akan syarat yang diajukan oleh Dokter Firman.


Axel langsung berdiri dan hendak meninggalkan Dokter Firman. Sayangnya, Dokter Firman justru memegang bahunya dan menahannya untuk tidak cepat-cepat keluar dari ruangannya.


“Satu hari itu untuk memastikan, siapa yang akan dipilih oleh Anya! Aku, atau kamu!” tutur Dokter Firman membuat Axel mengepalkan tangannya dengan geram.


“Aku sangat yakin, Anya tidak akan pernah memilihmu!” balas Axel. “Katakan saja, kapan kau akan menghabiskan waktu untuk berkencan dengan Anya!”


“Akhir pekan ini!” balas Dokter Firman yang sudah memperhitungkan rencananya dengan matang.


Axel tidak lagi menimpali ucapan Dokter Firman. Kini, ia menepis tangan dokter Firman yang masih memegang bahunya dan kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut. Namun, Axel tidak langsung menuju ke ruangan dimana Mami dan juga Anya ada di sana. Ia masih harus mengurus administrasi rumah sakit.


Sedangkan di Kantor Polisi, Hellencia tampak mulai pucat di balik jeruji besi. Ia terduduk lemas di ujung ruangan sambil memeluk kedua kakinya yang ia lipat dan meletakkan kepalanya di atas lutut. Tak lama kemudian, pintu sel terbuka dan polisi langsung memanggil namanya.


“Hellencia! Ada seseorang yang mencarimu di luar!” ucap polisi tersebut membuat Hellencia mengangkat kepalanya.


“Siapa?” tanya Hellen dengan suara yang terdengar begitu lemah.


Kondisinya yang baru saja pulang dari rumah sakit selepas operasi masih belum sepenuhnya pulih. Namun, ia justru harus mendekam di dalam penjara yang tentunya karena ulahnya sendiri.


Polisi pun melihat catatan kecil di tangannya sekilas untuk melihat siapa yang kini tengah mengunjungi Hellencia.


“Nyonya Jacquelin!” jawab Polisi membuat semangat Hellencia langsung membara.


Ia pun langsung berdiri dan mengikuti langkah polisi menuju ke ruangan khusus dimana pengunjung dan juga terpidana bisa saling bertemu, namun terbatas oleh kaca tebal. Tidak hanya itu, mereka berdua juga hanya bisa saling berbicara dari lubang kecil yang ada di ujung kaca tersebut.

__ADS_1


“Madam Jacquelin!” panggil Hellencia dengan mata yang berkaca-kaca.


“Hellencia, jangan risau! Aku pasti akan membantumu keluar dari jeruji besi ini!” ucap Jacquelin dan langsung dijawab Hellencia dengan anggukan kepalanya.


“Thanks a lot, Madam! Aku yakin, kau pasti akan datang untuk menyelamatkan aku!” balas Hellencia.


“Bertahanlah untuk sementara waktu! Aku yakin bisa membawamu bebas, sayang!” ucap Jacquelin lagi membuat Hellencia merasa sangat tenang dan lega.


Namun, tiba-tiba ia terjatuh lemas dan membuat Jacquelin berteriak histeris memanggil namanya.


“Hellencia!” pekik Jacquelin membuat para polisi berdatangan.


“Tolong Hellen, Pak Polisi! Dia baru saja operasi dan masih harus menjalani kemoterapi. Aku yakin kondisinya masih belum stabil!” pinta Jacquelin.


Salah seorang polisi pun langsung memeriksa keadaan Hellencia dan apa yang diucapkan oleh Jacquelin memamng benar adanya. Suhu tubuh Hellencia sangat tinggi dan tiba-tiba saja Hellencia mengalami pendarahan.


Hingga akhirnya pihak kepolisian pun langsung membawa Hellencia yang sudah bersimbah darah menuju ke rumah sakit. Sedangkan wanita yang bernama Jacquelin itu langsung mengikuti mobil polisi yang membawa Hellencia pergi.


Jacquelin yang sangat panik dengan keadaan Hellencia pun tampak sangat gusar sambil mengendarai mobilnya.


“Hellencia tidak boleh mati sebelum dendamku terbalaskan semua!” gumam Jacquelin yang berusaha untuk tetap fokus mengikuti mobil polisi.


“Meski Divya sudah meninggal dunia, tetap saja aku tidak bisa membiarkan putrinya hidup dan bernafas dengan bebas. Aku harus tetap harus menyaksikan putri Divya hidup sengsara sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya di tanganku.”


Jacquelin tahu persis jika putri semata wayang Divya itu kini sedang dalam genggaman Hellencia.


“Rasakan semua ini, Divya! Aku sangat yakin jika arwahmu sedang tidak tenang karena kau mengetahui aku sedang mengincar putri kesayanganmu!”


“Aku benar-benar sangat sakit hati karena kau sudah mengkhianati persahabatan kita dan menjauh dariku saat mengetahui aku benar-benar mencintaimu. Bahkan kau justru lebih memilih untuk bercinta dengan Richie dibandingkan denganku!” gumam Jacquelin mengingat masa lalunya yang membuatnya menyimpan dendam terhadap Divya.


Jacquelin yang usianya sudah lewat dari empat puluh lima tahun ini masih tampak sangat cantik karena rajin merawat tubuhnya. Ia memiliki kelainan yang sama dengan Hellencia. Bahkan, Hellencia mengidap kelainan tersebut juga karenanya.


Mereka berdua sama-sama maniak melakukan hubungan dengan sesama jenis. Hanya saja perbedaan mereka berdua adalah Madam Jacquelin sama sekali tidak menikah dan Hellencia masih ada ikatan pernikahan dengan Axel bahkan sampai saat ini.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, Jacquelin langsung keluar dari mobilnya dan segera menuju ke ruang dimana Hellencia diberi tindakan pertama oleh tim medis. Sayangnya langkahnya langsung terhenti saat melihat Axel tengah berdiri bersama jajaran polisi yang membawa Hellencia ke rumah sakit.


“Argh! Sial! Suami Hellen justru sudah menunggu di sana!’ umpat Jacquelin dengan geram. Ia pun langsung berbalik dan bergegas meninggalkan rumah sakit.


Baru saja ia hendak berbalik, tiba-tiba Jacquelin menabrak seseorang yang sedang berjalan di belakangnya.


“Maaf, aku sedang terburu-buru dan tidak sengaja menabrakmu!” ucap Jacquelin.


“Tidak masalah, Nyonya!” balas perempuan yang baru saja ditabrak oleh Jacquelin.


Deg! Darah Jacquelin berdesir kencang saat melihat siapa yang kini berdiri di depannya. Jantungnya seolah berhenti berdetak dan nafasnya mulai terasa sesak saat melihat sosok gadis belia yang sangat mirip dengan Divya, sahabatnya yang kini sudah meninggal dunia karenanya.


“Saya permisi, Nyonya!” ucap Anya yang kembali melangkahkan kakinya menuju ke tempat Axel yang kini tengah dikelilingi oleh polisi.


“Div-divya!” ucap Jacquelin dengan suara yang tercekat. “Anak itu benar-benar sangat mirip dengan Mamanya!”


Jacquelin yang sangat shock karena baru pertama kalinya berpapasan dengan putri sahabatnya ini langsung menuju ke parkiran mobil dan mencoba menenangkan dirinya yang masih sangat shock karena bertemu dengan Anya.


Sedangkan Anya kini sudah menemani Axel yang akan diinterogasi oleh polisi mengenai keadaan Hellencia.


“Abang, jangan takut! Anya ada di sini untuk Abang!” bisik Anya dan Axel langsung menggenggam tangan Anya dengan erat.


“Aku tidak akan pernah takut menghadapi masalah apapun, sayang! Selama kau tetap berada di sampingku!” ucap Axel yang merasa sangat tenang dengan kehadiran Anya.


💞💞💞


Mohon maaf yaa dari kemarin sibuk banget 🙏🙏🙏


Insya Allaah besok double up. Yuuuk dukung karya Author dengan cara tinggalkan jejak kalian semua 😘😘😘


Sambil nunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel aku yang lain.


__ADS_1


__ADS_2