Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Pengakuan dan Ancaman


__ADS_3

“Aku mengakui jika memang selama ini aku sudah menjalin hubungan yang salah dan melanggar aturan. Aku minta maaf, sayang. Aku benar-benar ingin berubah!” ucap Hellen sambil bersimpuh di kaki Axel.


“Tapi aku sudah tidak bisa mentolerirnya, Hellen! Ini semua sudah sangat keterlaluan!” balas Axel geram.


“Mulai malam ini, aku menceraikanmu!” lanjut Axel lagi dengan suara yang lantang.


Anya yang tidak sengaja mendengarnya, langsung kembali masuk ke dalam kamar dan mengurungkan niatnya untuk makan malam.


“Aku tidak mau kau ceraikan, Mas! Ingat! Aku akan membeberkan kepada Papa Richie jika kau adalah penyebab gagalnya tender besar dua tahun yang lalu!” ancam Hellen.


“Apa kau tidak memiliki ancaman lain selain itu, Hellen! Aku rasa papa tidak akan mempermasalahkan hal itu lagi mengingat perkembangan restoran sekarang semakin pesat!” balas Axel yang sudah tidak takut lagi dengan ancaman Hellen.


“Terlebih jika papa dan mama mengetahui tentang kemandulan mu! Mereka pasti akan menyetujui perceraian ini!”


Hellen makin gusar mengingat Axel sama sekali tidak bergeming dengan ancamannya.


“Kata siapa aku tidak punya ancaman lain?”


“Aku yakin, papa tidak akan menyetujui perceraian kita karena aku tidak akan segan menjebloskannya ke dalam penjara!” ucap Hellen membuat Axel naik pitam dan mencengkram rahang Hellen.


“Aku tidak peduli!” ucap Axel yang kemudian menghempaskan Hellen begitu saja dan masuk ke dalam kamarnya.


Hellen pun tidak patah arang. Ia langsung mengejar Langkah Axel masuk ke kamar dan menghadangnya.


“Aku yakin kau tidak akan pernah menyangka jika aku mengatakan hal ini!”


“Papa Richie adalah seorang pembunuh, Axel! Dia yang menyebabkan kedua orang tua Anya meninggal dunia!” ungkap Hellen membuat Axel terkejut bukan main mendengarnya.


“Gak! Gak mungkin, Hellen!”


Keterkejutan Axel kali ini membuat Hellen tertawa penuh kemenangan.


“Mana mungkin aku berbohong. Papa Richie sudah merencanakannya jauh-jauh hari saat mobil Pak Rizal masuk bengkel. Bahkan, aku memegang semua buktinya secara lengkap.”


“Tidak hanya itu, Bahkan papa sampai sekarang masih mencari anak dari Pak Rizal. Mungkin saja untuk ia lenyapkan juga!” jelas Hellen membuat Axel semakin tidak percaya.


“Kini kuncinya ada pada tanganku, Axel! Hanya sekedip mata saja, keluargamu pasti akan hancur berantakan!”


“Jadi, jangan macam-macam untuk mengancamku dengan sebuah perceraian!” ucap Hellen yang langsung keluar dari kamarnya dan meninggalkan apartemen.

__ADS_1


Sedangkan Axel kini dipenuhi banyak pertanyaan dalam kepalanya. Ia sama sekali tidak menyangka jika papanya sekeji itu.


‘Apa hubungan papa dengan papanya Anya? Kenapa ia berniat untuk membunuhnya?’ gumam Axel dalam hati.


‘Bukankah selama ini papa tidak pernah memiliki musuh dan selalu berlaku baik dengan banyak orang?’


‘Aku yakin, Hellen pasti mengetahui banyak rahasia tentang papa!’


‘Aku benar-benar tidak rela jika papa mengetahui siapa Anya yang sebenarnya!’


‘Aaaarrrggghhh! Kenapa semuanya jadi kacau seperti ini?’


Axel mengusap wajahnya kasar dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Ia mengatur nafasnya dengan baik dan kemudian menghubungi Tian untuk segera datang ke apartemennya.


***


Sedangkan di sisi lain, Prima kini tengah menghadap ke Tuan Richie untuk melaporkan apa saja yang ia temui.


“Siapa Anya sebenarnya?” tanya Tuan Richie.


“Nama lengkapnya adalah Divanya Alea Razil. Dia adalah putri tunggal Tuan Razil yang meninggal satu minggu lalu. Mamanya sudah meninggal sekitar dua bulan yang lalu karena kecelakaan tunggal!”


Prima yang belum paham dengan arah pembicaraan Tuan Richie memilih untuk diam dan menunggu titah selanjutnya. Sedangkan Mama Icha yang tidak sengaja mendengar laporan dari Prima tiba-tiba langsung masuk ke dalam ruang kerja suaminya.


“Aku tidak menyangka jika papa ternyata seorang pembunuh!” umpat Mama Icha sambil memandang suaminya dengan tatapan kecewa.


“Aku bukan pembunuh, sayang! Mereka meninggal dunia karena kecelakaan tunggal!” tegas Papa Richie yang tidak terima dituduh sebagai pembunuh.


“Papa hanya merasa bersyukur mendengar berita kematian mereka!” lanjut papa Richie sambil memeluk istrinya dan memberi kode agar Prima keluar dari ruang kerjanya.


“Tapi kenapa paa? Apa alasannya?” tanya Mama Icha yang menuntut penjelasan dari suaminya.


“Emmm, tentu saja karena Rizal adalah saingan terberat papa!” balas Richie sambil mengajak istrinya ke kamar.


💞💞💞


Di Apartemen Axel,


“Aku tahu, kau memang anak buah kepercayaanku, tapi tidak menutup kemungkinan jika kau masih bekerja sama dengan Prima, Asisten pribadi Papa Richie!” ucap Axel saat Tian sudah duduk di hadapannya.

__ADS_1


“Mungkin pernikahanku dengan Anya juga sebentar lagi akan diketahui oleh Papa lewat Prima!” lanjut Axel lagi dan langsung diangguki kepala oleh Tian.


“Betul, Tuan Axel. Prima memang sudah mencari informasi tentang Anya lewat saya!” ungkap Tian dengan jujur membuat Axel terkejut bukan main.


“Apa?! Kau memberi tahu Prima tentang data diri Anya yang sebenarnya?” pekik Axel.


“Maaf, Tuan! Saya tidak ada pilihan lain selain memberi tahukannya. Memangnya ada masalah apa sebenarnya?” tanya Tian yang tampak tidak merasa bersalah sama sekali.


Axel pun kemudian menceritakan apa yang ia dengar dari Hellen tadi mengenai apa yang ia dengar dari Hellencia. Kini Tian pun turut terkejut mendengarnya. Ia memang sebelumnya pernah mendengar tentang hal ini dari Prima, namun hanya sekilas.


Namun, ia baru mendengarnya secara jelas dan lengkap dari Axel sekarang ini.


“Berarti Chef Anya sedang dalam bahaya, Tuan?” tanya Tian sambil bergidik ngeri.


“Mungkin! Dan aku sama sekali tidak rela jika papa menyakiti Anya sedikitpun!” jawab Axel.


Sedangkan Tian kini sangat menyesali perbuatan bodohnya yang justru membeberkan semua data pribadi tentang Anya kepada Prima. Tian pun langsung meminta maaf berkali-kali kepada Axel atas tindakan yang sudah ia lakukan.


“Maafkan, saya, Tuan! Saya benar-benar tidak tahu mengenai hal ini. Jika saya mengetahuinya, sudah pasti saya akan memberikan berita yang palsu kepada Prima.”


“Tidak masalah, Tian! Yang jelas, kali ini kau harus extra menjaga Anya dan jangan sampai lengah!” titah Axel.


“Apa anda membutuhkan seorang bodyguard untuk istri muda, Anda, Tuan?” tawar Tian kemudian.


“Sepertinya itu ide yang bagus! Kalau begitu, aku mau seorang bodyguard perempuan untuk Anya!”


“Siap, Tuan! Sya pastikan besok ia akan datang kemari. Kalau begitu, saya permisi dulu, Tuan!”


Tian pun pergi dari apartemen Axel dan Axel pun langsung berjalan menuju ke kamar Anya sambil membawa nampan yang berisi dengan makan malam untuk Anya. Sayangnya, saat Axel sudah tiba di kamar. Tampak Anya yang sudah terlelap di atas tempat tidur.


“Bisa-bisanya ia tidur dengan keadaan perut yang kosong!” gumam Axel sambil mendekat ke arah Anya.


“Aku mencintaimu, Anya! Dan aku berjanji akan terus menjagamu sepanjang hidupku!” gumam Axel sambil mengusap kepala Anya dengan sangat lembut dan menyisir rambut Anya dengan jemarinya.


 


 


                                                                                                                                              

__ADS_1


__ADS_2