
Selama perjalanan pulang ke Mansion Utama, Anya terus saja berada di dalam pelukan Axel. Axel sendiri berusaha untuk membuat Anya merasa nyaman berada dalam pelukannya. Sampai tanpa mereka sadari, ada sebuah mobil yang tengah membuntuti mereka.
Jacqueline dan salah seorang anggota komunitasnya yang bernama Luigi, terus saja mengikuti mobil Anya untuk mendapatkan dimana tempat tinggal Anya saat ini. Saat mobil Anya mulai berbelok ke gerbang perumahan elit, Jacqueline memilih untuk berhenti di tepi jalan dan memantau dari kejauhan.
Betapa terkejutnya Jacqueline saat melihat sosok yang begitu ia kenal keluar dari mobil yang sama dengan Anya.
“Mas Richie!” pekik Jacqueline yang sangat mengenal mantan pacar Divya itu.
“Bagaimana mungkin saat ini Anya tinggal bersama laki-laki yang dulunya adalah mantan pacar mamanya?” gumam Jacqueline sambil menelan ludahnya kasar.
Bahkan saat ini ia mulai was-was saat melihat Mansion milik Richie dan mulai menghitung kekayaan Richie.
“Argh! Sial! Aku tidak boleh mundur dari rencana ini!”
Jacqueline langsung menuju ke seat belakang dan mempersiapkan dirinya untuk melakukan penyamaran. Kali ini, Jacqueline menyamar sebagai wanita paruh baya yang mengenakan seragam sebagai asisten rumah tangga. Tak lupa Jacqueline menghapus make up tebal di wajahnya.
Setelah itu, ia mulai mengenakan wig dan memakai kaca mata tebalnya agar penyamarannya sempurna. Satu jam mempersiapkan penyamarannya, kini Jacqueline sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Bahkan Luigi pun sangat tidak mengenali partner satu komunitasnya itu.
“Look at me, Luigi!” Jacqueline memperlihatkan hasil riasan kumuhnya kepada Luigi.
“Ini Miss Jacqy?” tanya Luigi dengan nada yang tidak percaya.
“Sumpah! Ini beda banget sama aslinya. Aku yakin misi akan berjalan dengan lancar!”
“Terima kasih banyak supportnya, Luigi! Untuk sementara waktu, kau bisa menggunakan mobilku!” Jacqueline kemudian memberikan STNK dan juga kunci apartemennya.
“Ini kunci apartemenku! Tolong pegang saja dulu karena kemungkinan apartemenku juga sedang pengawasan ketat!” jelas Jacqueline.
“Baik, Miss! Chayoo! Semoga misi berhasil dan kau benar-benar membawakan mainan cantik untuk kita!” balas Luigi.
“Tentu saja! Aku tidak pernah kalah dalam sebuah misi!” balas Jacqueline dengan sombongnya.
Ia pun segera turun dari mobil dan mengambil koper yang sebelumnya sudah ia siapkan di bagasi. Jacqueline sama sekali tidak menyadari jika gerak geriknya saat ini juga sudah terekam oleh tim intel yang mengawasinya dii seberang jalan yang tak jauh dari mobil Jacqueline.
Kemudian Jacqueline mendorong kopernya menuju ke gardu satpam dan melaporkan dirinya sebagai asisten rumah tangga yang sengaja dipanggil oleh Keluarga besar Richie.
“Selamat siang, Pak! Saya Tumpi, asisten rumah tangga Tuan Richie yang baru!” sapa Jacquelin memperkenalkan diri.
“Bisa tunjukkan kartu identitasnya!” pinta satpam dan Jacqueline langsung mengeluarkan tanda pengenalnya yang palsu untuk diperiksa.
Sedangkan tim intel kali ini langsung menghubungi Tuan Richie untuk waspada dengan kedatangan Jacqueline yang sedang menyamar sebagai asisten rumah tangga.
“Kurang ajar!” umpat Papa Richie saat mendapat laporan dia salah satu tim intel.
__ADS_1
“Jacqueline saat ini tengah menyamar sebagai asisten rumah tangga dan menuju kemari!”
“Jangan risau, Tuan! Jika begini ceritanya, kita justru bisa menyiksanya terlebih dahulu sebelum menjebloskannya ke kantor polisi!” jelas Malvin.
“Kami semua justru juga akan menyamar sebagai asisten rumah tangga dan bisa mengawasi gerak geriknya dengan seksama!”
Penjelasan Malvin sebagai anggota intel yang terpercaya pun bisa diterima oleh Papa Richie. Secara singkat, mereka pun langsung merencanakan jebakan penyambutan Jacqueline di Mansion Utama. Tepat saat mereka selesai merencanakan jebakan ini, bel Mansion Utama berbunyi menandakan jika Jacqueline sudah sampai di Mansion.
Salah satu anggota intel wanita yang menyamar sebagai maid bergegas membukakan pintu untuk tamunya.
“Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?” tanya Maid yang membukakan pintu untuk Jacqueline.
“Saya Tumpi, asisten rumah tangga baru yang dipesan Nyonya Richie lewat agen!” jawab Jacqueline.
“Silakan masuk, Tumpi! Saya akan memanggilkan Nyonya terlebih dahulu!”
Maid tersebut mempersilakan Jacqueline untuk masuk ke dalam dan kemudian ia menaiki anak tangga menuju ke kamar Tuan besar pemilik Mansion tersebut.
Mata Jacquelin terus jeli mengikuti arah kemana langkah Maid tersebut memanggil tuannya.
‘Oh, jadi itu kamar Mas Richie dengan istrinya!’ gumam Jacqueline dalam hati.
‘Hemm, jika seperti ini ceritanya, aku bisa juga membalaskan dendamku kepada Mas Richie sekaligus karena Divya lebih memilih untuk menjalin hubungan dengannya daripada denganku!’ batin Jaqueline.
“Selamat siang, Tuan dan Nyonya besar! Saya, Tumpi. Asisten rumah tangga yang dikirim oleh agent di sini!” ucap Jacqueline memperkenalkan dirinya sendiri.
“Tumpi?” balas Richie yang memindai Jacqueline dari atas sampai bawah.
“Benar, Tuan!” jawab Jacqueline sambil menunduk dengan sopan.
“Keahlian apa saja yang kamu miliki?” tanya Richie dengan tegas.
“Saya bisa memasak, membereskan tempat dengan baik dan rapi, kemudian keahlian khusus dalam pemijatan karena sebelumnya saya pernah bekerja di spa!” jawab Jacqueline.
“Wah, kebetulan sekali jika seperti ini, Tumpi! Kami sebenarnya membutuhkan asisten pribadi untuk menantu kesayangan kami. Saat ini sia sedang hamil muda.”
Mata Jacqueline berbinar mendengar penjelasan dari Mama Icha barusan. Inilah hal yang ia butuhkan. Dekat dengan Anya dan membawanya pergi dari sangkar emas ini
“Menantu kami sangat menginginkan kamar yang menghadap ke kolam renang. Sayangnya ruangan tersebut kini menjadi Gudang. Jadi, tugas pertama kamu kali ini adalah membersihkan Gudang!” jelas Mama Icha.
Kali ini mata Jacqueline membeliak sempurna, ‘Apaa?! Membersihkan Gudang?’ pekik Jacqueline dalam hati.
‘Sial! Kenapa tidak langsung bertemu saja dengan Anya!’
__ADS_1
“Bagaimana, Tumpi?” tanya Mama Icha lagi. “Kamu tidak keberatan, bukan?”
“Maid yang lainnya sudah punya tugas masing-masing! Jadi kali ini kau akan membersihkan Gudang seorang diri. Tetapi jangan khawatir, untuk penataan ruangannya, aku dan Anya akan ikut terjun jika ruangannya sudah bersih dan rapi.”
Jacqueline pun kini memaksakan senyumannya sambil menganggukkan kepalanya.
‘Huft, setidaknya selepas aku membersihkan Gudang itu, aku bisa bertemu dengan Anya!’ batin Jacqueline.
Tak lama kemudian, Maid yang tadi membukakan pintu untuk Jacqueline pun keluar dan siap untuk mengantarnya ke Gudang yang menghadap ke arah kolam renang.
“Mari Mbok Tumpi, saya antar!” Maid tersebut mengajak Mbok Tumpi untuk langsung bekerja.
“Lalu, barang saya bagaimana?” tanya Jacqueline yang masih belum mendapatkan kamar.
“Tinggal saja di sini! Setelah pekerjaan pertama berhasil, maka Maid akan mengantar Mbok ke kamar pembantu!” timpal Mama Icha yang terdengar merendahkan Jacqueline.
‘Arrgghhh! Siaaal! Kenapa malah jadi seperti ini?’ rutuknya dalam hati sambil berdiri dan mengikut langkah Maid yang mengantarnya menuju Gudang.
‘Bahkan minum dan makanan saja tidak diberikan! Aku kan baru saja datang dan sangat haus! Dasar tidak berperi kemanusiaan!’ batin Jaqueline dengan kesal.
“Ini gudangnya, Mbok! Nanti saya akan bawakan makanan dan minuman kemari. Tolong mbok berhati-hati untuk menggunakan kunci pintu otomatis ini!” Maid tersebut mulai menjelaskan pintu sandi Gudang.
“Kunci ini sangat berbeda dengan yang lainnya. Sandinya cukup mudah dihafal, hanya angka 8 yang ditekan selama 4 kali!”
Maid tersebut menekan kunci sandi pintunya dan membukanya lebar-lebar. Gudang tersebut terlihat sangat gelap namun tidak begitu banyak barang. Setidaknya, Jacqueline tidak begitu payah membersihkannya.
“Lampunya ada di dekat kamar mandi, sedangkan alat bersih bersih juga sudah disiapkan di dalam!” jelas Maid lagi.
“Apa ada yang ditanyakan lagi?”
Jacqueline langsung menggelengkan kepalanya, “Tidak! Aku rasa sudah cukup!”
“Baiklah, kalau begitu saya tutup pintunya agar debunya tidak keluar! Selamat bekerja Mbok Tumpi”
Jacqueline pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam dan Maid tersebut langsung menutup pintunya kembali.
🎉🎉🎉
Naah, siapa nih yang penasaran sama nasib Jacqueline di dalam Gudang?
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian di bawah ini ya,
Like, comment, vote, and saweran iklannya author tunggu.
__ADS_1