
“Tapi sayang, Abang masih khawatir. Keadaan belum sepenuhnya aman!” tutur Axel sambil memeluk istrinya dengan erat. Dia benar-benar tidak bisa membiarkan Anya pergi secepat ini.
“Jangan pergi jauh dulu, ya! Abang mohon! Anya boleh kok bawa teman-teman Anya datang ke Mansion Utama. Minggu depan, Abang baru izinin keluar dari rumah!” jelas Axel.
Anya semakin menyembunyikan wajahnya di dada bidang Axel tanpa menjawab sepatah kata pun. Apa yang dikatakan Axel memang benar adanya. Keadaan belum sepenuhnya aman, terlebih Jacqueline dan juga Hellencia baru saja tertangkap dan dibawa ke kantor polisi.
Tak berapa lama, ponsel Anya berdering dan tampak panggilan masuk dari sahabatnya, Della. Anya pun mengendurkan pelukannya dengan Axel dan berbalik membelakangi suaminya untuk menjawab panggilan dari Della.
“Hallo, Della!”
“Hai, Anya! Kapan kira-kira kita bisa meet up? Aku udah hubungin temen-temen nih kalo kita mau adain acara di luar dan mereka semua setuju!” jelas Della di ujung panggilan.
“Emm, aku belum bisa pastikan waktunya, Della! Soalnya minggu-minggu ini lagi banyak urusan. Sibuk banget aku!” timpal Anya membuat senyum Axel merekah.
‘Aku pikir Anya akan merasa keberatan dengan keputusan dariku. Bahkan mungkin kecewa,’ gumam Axel dalam hati sambil melingkarkan tangannya memeluk Anya dari belakang.
‘Tapi, ternyata dia setuju dibalik sikap diamnya barusan!’ batin Axel yang merasa sangat lega.
“Sibuk apa sih emangnya? Oh iya, Mr. Jeff juga bakal gabung di acara kita nanti loh. Kebetulan dia sendiri yang cari tempatnya!” lanjut Della yang terdengar juga oleh Axel membuat Axel semakin merapatkan pelukannya.
“Aku cemburu, Cinta!” bisik Axel tepat di tengkuk leher Anya.
“Oh,”Anya mencoba menahan suaranya karena bisikan Axel membuatnya meremang. “Emang, emmh!” Anya semakin menahan dirinya agar tidak mend354h karena tangan Axel sudah mulai nakal menyusup ke dalam baju yang ia pakai.
“Acaranya mau diadakan dimana kira-kira?” tanya Anya.
“Restoran viral yang menunya terkenal enak banget itu loh, An! Kalo gak salah kemaren namanya ganti jadi Diorama Resto deh! Eh, bukannya ini restoran punya keluarga kamu, An?” tanya Della kemudian membuat Anya tertegun.
Memang nama restoran yang diucapkan oleh Della dulu adalah milik keluarganya. Namun selepas kedua orang tuanya meninggal, restoran tersebut sudah dijual oleh Anya untuk biaya rumah sakit papanya yang sangat besar. Tidak hanya itu, uang penjualan restoran tersebut juga digunakan untuk melunasi hutang kedua orang tuanya.
“Udah bukan punya aku lagi kok, Del! Ya udah, nanti aku kabarin ya, Dell!” balas Anya yang moodnya langsung berantakan saat sahabatnya menyebutkan nama restoran yang mirip punya mendiang orang tuanya.
__ADS_1
“Oke, Siip! Ditunggu, yaa! Jangan lupa datang sendiri dan jangan bawa pacar!” tegas Della. “Waktunya girls time!”
“Iya, deh, iya!” balas Anya dan panggilan mereka pun terputus.
Setelah panggilan terputus, Anya pun berusaha menyingkirkan tangan nakal Axel yang mengusap perutnya sedari tadi.
“Jangan di halau, dong, Cinta! Abang kan kangen!” tutur Axel.
Anya pun berbalik dan memandangi wajah suaminya secara intens. “Ada apa sayang?” tanya Axel sambil menangkupkan tangannya di wajah Anya.
“Perasaan waktu Anya jual restoran itu, mereka mau buat untuk usaha pakaian deh. Bukan untuk restoran lagi. Tapi, kenapa sekarang ada lagi nama Diorama Resto?” gumam Anya pelan.
“Memangnya Diorama Resto yang sekarang itu punya siapa sih sayang?” tanya Axel sambil mengusap kepala istrinya dengan sangat lembut.
“Gak tau juga, Bang! Anya juga baru denger dari Della tadi!” balas Anya yang tampak begitu kecewa.
“Gimana kalau mala mini ke sana?” ajak Axel dan Anya langsung menggelengkan kepalanya. Ia tidak siap untuk larut dalam kekecewaan yang mendalam.
“Iya, tapi kan nama itu umum dan siapapun boleh pakai!” balas Anya.
“Tapi, kalau segala sesuatu yang sudah terdaftar dalam suatu bisnis, mana boleh bisa sama begitu saja? Itu namanya menyalahi hak cipta loh!” lanjut Axel lagi.
“Anya lelah, Bang! Kalau mau ke sana besok malem aja, deh!” Anya yang tampak lesu dan kehilangan semangat membuat Axel tidak tega melihatnya.
Akhirnya, Axel mengajak Anya untuk keluar ke balkon kamar dan bercengkrama di sana. Setidaknya, cara ini bisa membuat Anya tidak terlalu sedih atau merasa kecewa.
💘💘💘
Keesokan harinya, Axel sudah tidak ada di kamar saat Anya membuka matanya. Namun, saat Anya mulai bangun dari tidurnya, tampak ada secarik kertas di atas nakas dan langsung diraih oleh Anya.
__ADS_1
💘 Selamat Pagi, Cinta.
Maaf, ya! Abang harus berangkat pagi karena pekerjaan Abang udah menanti. Sore nanti, Abang akan kirimkan gaun ke rumah dan berdandanlah yang cantik. Jam 7 malam, Ika akan mengantarkanmu ke Diorama Resto dan Abang sudah menunggu di sana.
See you tonight, Cantik. Abang pasti akan merindukanmu seharian ini! I love you, My Wife!
With Love,
Axelnya Divanya
Senyum Anya merekah saat melihat nama Axel yang tertera di paling bawah. Anya melipat surat tersebut dan menyimpannya di dalam laci. Setelah itu, Anya langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Axello dan Papa Richie sudah berada di Restoran sejak pukul 3 dini hari. Bukan hanya mereka berdua, bahkan seluruh karyawan Restoran sama sekali tidak pulang ke rumah dan menginap di Restoran. Tepat Jam 3, mereka semua sudah mulai bekerja tanpa Ada yang menganggur satu orang pun.
“Kenapa pergantian nama Restoran ini bisa merebak dengan luas dan cepat? Bahkan Anya sampai tahu dari sahabatnya saat kuliah dulu!” tanya Axel yang mulai gusar.
Axel dan juga Papa Richie memang sudah merencanakan mengganti nama salah satu Restoran milik Papa Richie menjadi nama Diorama Resto. Brand Restoran milik keluarga Anya ini memang Papa Richie dapatkan saat memindahkan barang milik Anya dari rumahnya ke Mansion Utama.
Rencana ini memang sudah dipikirkan matang-matang dan mereka mulai mengurus segala persyaratannya secara cepat tanpa sepengetahuan Anya. Baru kemarin, nama Diorama Resto mulai launching dan langsung viral di kalangan anak muda.
Namun, karena Anya terlalu fokus dengan masalah yang ia hadapi, ia sampai tidak menyadari informasi apa yang sedang ramai di Media Sosial. Hal ini sudah diperhitungkan oleh Papa Richie dan juga Axel untuk memberi tahu Anya sekitar dua sampai tiga hari kedepan.
Sayangnya, belum sampai waktu yang diperhitungkan, Anya sudah mengetahui hal ini dari Della, sahabatnya sendiri. Akhirnya, para karyawan Restoran pun diminta untuk lembur mempersiapkan Acara Launching Pergantian Nama Restoran menjadi Diorama Resto.
“Mohon maaf Pak Axel, media sosial zaman sekarang memang sangat cepat menyebarkan informasi seperti ini. Bahkan bisa diperhitungkan jika hari ini restoran akan sangat ramai pengunjung!” jelas Tian.
“Kalau begitu, hari ini restoran akan ditutup dan sebarkan saja pengumuman jika nanti malam akan ada acara launching pergantian nama!” timpal Axel.
“Papa tidak setuju jika informasi ini disebarkan oleh banyak pihak, Nak! Launching kali ini, Papa sengaja memanggil kolega bisnis yang memang menanam saham mereka di restoran ini. Nah, besok baru restoran akan mulai buka dari jam 7 pagi dengan diskon sebesar 10 persen, khusus untuk acara launching perdana!” jelas Papa Richie.
Ucapan Papa Richie kali ini pun langsung disetujui oleh yang lainnya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menutup restoran ini dalam satu hari.
__ADS_1
Berita ini tentunya sampai pada Anya yang tanpa sengaja membuka akun media sosialnya yang sudah penuh dengan informasi tempat nongkrong anak muda yang cozy banget dan harganya ramah di kantong. Di mana lagi tempatnya kalau bukan Diorama Resto.
Saking penasarannya, Anya pun mencoba mencari tahu sejak kapan restoran ini mulai berdiri. Sayangnya, pencariannya sama sekali tidak membuahkan hasil sama sekali.