
“Mama udah istirahat?” tanya Axel yang langsung dijawab Anya dengan anggukan kepalanya.
“Udah, Bang! Tadi Anya juga udah bilang kok mau nyusul Abang kesini!” balas Anya dan Axel langsung merangkul Anya dan mengajaknya duduk di depan ruangan Hellencia.
Sedangkan polisi masih ada sebagian yang menunggu di dalam dan sebagian lagi kini sedang mengumpulkan riwayat penyakit yang diderita oleh Hellencia. Tak lama kemudian, polisi memanggil Axel untuk ikut dengannya ke dalam ruangan.
“Aku akan masuk ke dalam mengecek keadaan Hellencia, tunggu di sini dan jangan kemana-mana! Aku hanya sebentar saja dan selepas ini kita keluar untuk mencari makanan!” titah Axel.
“Oke!” jawab Anya singkat dan Axel langsung memenuhi panggilan polisi.
Setelah Axel masuk ke dalam, Dokter Firman yang tadinya hendak pulang ke rumah pun langsung mengundurkan niatnya saat melihat Anya duduk sendiri di depan ruang dimana Hellencia tengah diperiksa oleh dokter.
“Hai, Anya! Kok di sini, bukan di ruang Nyonya Icha?” tanya Dokter Firman yang langsung duduk di samping Anya.
“Hai, Dokter!” balas Anya. “Emm, Miss Hellen tidak sadarkan diri dan suhu tubuhnya sangat tinggi. Dia juga mengalami pendarahan, makanya polisi langsung membawanya kemari!” jelas Anya membuat Dokter Firman menghela nafasnya panjang.
“Selepas operasi, dia memang harus istirahat secara total. Karena jika sudah terjadi seperti ini, ditakutkan penyakitnya justru menyebar kemana-mana!” tutur Dokter Firman.
“Tapi, Miss Hellencia sangat ingin merawatku sampai anak yang aku kandung ini lahir di dunia, Dokter! Ia ingin menguasai aku sepenuhnya seperti apa yang tertulis di dalam perjanjian kontrak. Dari situ, kita semua baru tahu jika ia membuat perangkap besar untuk menjebakku agar mau bercinta dengannya!” balas Anya.
“Jujur, aku sangat takut waktu itu, Dokter! Sampai akhirnya semuanya juga tidak setuju dan akhirnya, Miss Hellen memberikan semua rahasia yang selama ini disembunyikan!” ungkap Anya membuat Dokter Firman menghela nafasnya panjang.
Ia sama sekali tidak menduga jika masalahnya ternyata sepelik ini. Baru satu hari saja beberapa masalah sudah terjadi di keluarga Axel hanya karena kegilaan Hellencia.
“Keluarga dengan keadaan seperti sangat tidak baik untuk kandunganmu, Anya!” Dokter Firman melihat ke arah jam tangannya yang menunjukkan pukul 10 malam.
“Aku juga yakin jika perutmu pasti belum kemasukan apapun malam ini!” lanjut Dokter Firman yang kemudian mengeluarkan roti sobek dan juga sebotol air mineral dari dalam tasnya kemudian memberikannya kepada Anya.
“Makanlah! Nutrisi ibu hamil harus terpenuhi, Anya!”
“Terima kasih dokter!”
Pemberian dari Dokter Firman kali ini langsung diterima oleh Anya. Sedangkan Dokter Firman langsung tersenyum melihat Anya menikmati pemberiannya.
“Apa Axel ada di dalam?” tanya Dokter Firman dan langsung diangguki kepala oleh Anya.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan meminta izin kepadanya untuk membawamu ke ruanganku agar kau bisa beristirahat dengan baik!”
Saat Dokter Firman hendak beranjak dari tempat duduknya, Anya langsung menarik tangannya dan mencegahnya untuk pergi, “Tidak perlu, Dokter!”
“Aku tidak ingin merepotkan, anda!”
Dokter Firman langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya, “Aku sama sekali tidak merasa direpotkan sedikit pun!”
Ia pun langsung masuk ke dalam ruangan untuk meminta izin kepada Axel. Kebetulan Axel juga masih diinterogasi oleh polisi dan kemungkinan akan selesai dalam waktu yang lama. Akhirnya, Axel pun mengizinkan Dokter Firman membawa Anya ke ruangannya.
💞💞💞
Keesokan harinya, Mama Icha membuka matanya dan mengedarkan pandangannya menyapu ke sekeliling kamar. Ia tidak menemukan Anya sama sekali dan hanya melihat Axel yang tampak tertidur pulas di sofa.
“Astaga! Dimana Anya?” gumam Mama Icha Yang kemudian mencari ponselnya untuk menghubungi Anya.
Sayangnya, Mama Icha sama sekali tidak bisa menghubungi Anya karena ponsel Anya sudah kehabisan daya. Mau tidak mau, Mama Icha pun turun dari tempat tidurnya dan mendekati Axel untuk menanyakan keberadaan Anya.
“Axel, bangunlah! Katakan pada mama, dimana Anya?” tanya Mama Icha sambil menggoyangkan tubuh Axel.
Axel berusaha membuka matanya yang masih sangat terasa berat dan menguap lebar. “Di ruangan Dokter Firman, Ma!” balas Axel yang kembali memejamkan matanya.
“Aku tidak ingin mengganggu privasi Dokter Firman! Aku hanya ingin mencari putriku yang semalam bersama dengan Dokter Firman!” jelas Mama Icha membuat para perawat jaga saling melempar pandang.
“What? Ternyata Dokter Firman sangat cepat mencari pengganti istrinya yang baru saja meninggal dunia!” gumam salah satu perawat jaga yang sangat shock mendengar informasi dari Mama Icha.
Akhirnya, salah satu dari mereka pun mau mengantarkan Mama Icha menuju ke ruangan Dokter Firman untuk mengetahuinya secara langsung.
Sesampainya di ruangan Dokter Firman, tampak Anya sedang duduk berhadapan dengan Dokter Firman sambil menikmati sarapan dan segelas susu hangat. Pemandangan ini membuat perawat jaga langsung membuat kesimpulan jika Anya adalah wanita pengganti Cintia, istri dokter Firman yang meninggal dunia beberapa hari yang lalu.
“Permisi, dokter! Nyonya ini meminta dantar kemari karena mencari putrinya!” tutur perawat jaga yang melihat paras cantik Anya yang masih terlihat seperti anak kuliahan.
Anya pun menghentikan makannya dan memandang ke arah Mama Icha yang tengah mencarinya.
“Mamaa!” panggil Anya yang langsung meninggalkan sarapannya dan menyambut kedatangan Mama Icha.
__ADS_1
“Kenapa Mama mencariku sampai di sini? Bukankan di kamar juga ada Abang Axel?” tanya Anya yang tampak risau.
“Mama hanya mengkhawatirkanmu, sayang!” ucap Mama Icha.
“Terima kasih sudah mengantar Nyonya Icha!” tutur Dokter Firman. “Kau bisa kembali bekerja karena nanti aku sendiri yang akan mengantarnya kembali ke ruangan.”
“Baik, Dokter! Kalau begitu saya permisi!” Perawat jaga tersebut langsung berpamitan keluar dari ruangan Dokter Firman.
Kini, Anya tengah duduk di samping Mama Icha sambil melanjutkan sarapannya.
“Mama tidak perlu khawatir! Anya di sini dijaga Dokter Firman dengan baik. Kebetulan semalam Bang Axel harus diinterogasi oleh polisi cukup lama!” tutur Anya membuat Mama Icha bisa bernafas lega.
“Harusnya, Mama yang banyak istirahat agar keadaan Mama cepat pulih.”
Penuturan Anya kali ini membuat Mama Icha memandang ke araah Dokter Firman. Ada perasaan tidak rela mendengar Anya tampak sangat nyaman bersama dengannya. Tatapan Mama Icha kali ini membuat Dokter Firman sedikit banyak memahami perasaan Nyonya Icha.
“Anya, kedekatanmu dengan Nyonya Icha adalah poin utama untuk membuat keadaannya baik-baik saja dan aku yakin, asmanya juga jarang kambuh. Karena Nyonya Icha sangat membutuhkanmu!” tutur Dokter Firman.
“Benarkah?” tanya Anya yang merasa begitu diharapkan keberadaannya di samping Mama Icha.
“Iya, sayang! Mama hanya ingin kau tidak jauh dari mama. Saat ini, kamu bebas untuk melakukan apapun yang kamu mau, asalkan tetap pulang ke Mansion Utama. Dan jika kamu keberatan untuk tinggal dengan Axel, untuk sementara dia masih bisa tinggal di apartemennya!” ucap Mama Icha.
“Berarti, Anya boleh pulang untuk melihat rumah dan bertemu dengan teman-teman Anya, Ma?” tanya Anya dengan mata yang berbinar.
“Tentu saja, dan mama akan menyiapkan sopir pribadi untukmu!”timpal Mama Icha.
Mendengar semua ini membuat Anya sangat bahagia. Ia langsung memeluk Mama Icha dan mengucapkan banyak terima kasih kepadanya. Sedangkan Dokter Firman pun hanya tersenyum melihat kebahagian Anya.
“Wah, jika kondisi Nyonya Icha terus baik seperti ini, kemungkinan bisa pulang dari Rumah Sakit secepatnya!” tutur Dokter Firman.
Mama Icha memeluk Anya dengan sangat erat sambil mengedipkan satu matanya ke arah Dokter Firman.
‘Terima kasih, Nyonya! Saya akan merahasiakan kebohongan anda di depan Anya. Anda masih tetap bisa bersama dengan Anya sampai kapan pun. Dan jika memang nanti pilihan Aya jatuh padaku, jangan risau karena aku tidak akan pernah menghalangi anda bertemu atau menghabiskan waktu bersama Anya!’ gumam Dokter Firman dalam hati.
Ia sendiri sudah mengajukan surat cuti selama 3 hari ke depan untuk menjadi sopir pribadi Anya yang akan mengantarkan Anya kemanapun ia pergi. Dan di hari yang terakhir, ia sudah menyiapkan agenda untuk berkencan satu hari penuh bersama Anya.
__ADS_1
Sedangkan Axel, memang belum mengetahui rencana ini karena beberapa hari ke depan ia pasti disibukkan dengan urusan kepolisian dan pekerjaan di Restoran.
💞💞💞