
“Maaf Tuan Axel, saya belum berhasil merayu istri anda untuk tanda tangan!” lapor Tian di ujung panggilan.
“Ck, aku bahkan sudah tidak menganggapnya sebagai istriku lagi, Tian!” balas Axel yang kini sedang mengurusi beberapa laporan di Restoran.
“Kenapa dia tidak mau tanda tangan?”
Pertanyaan Axel kali ini dijawab oleh Tian jika selama ia berada di rumah sakit, Hellencia terus saja mengeluh kesakitan. Tidak hanya itu, Tian juga mengabarkan jika psikis Hellencia mulai terganggu sehingga memperlambat proses penyembuhan.
Jika kondisinya terus seperti ini, maka operasi kedua tidak bisa dilakukan dan solusinya adalah kemoterapi untuk mematikan sel kanker. Tian juga mengabarkan jika Hellencia mau tanda tangan, jika Anya menunggunya di rumah sakit selama satu hari satu malam.
“Aku tidak akan mengizinkan Anya untuk menemaninya selama itu. Rayu saja terus sampai ia mau menandatanganinya!” lanjut Axel.
“Baik, Tuan!” balas Tian sambil mematikan panggilannya.
Kini, Axel kembali berkutat dengan pekerjaannya. Waktu sudah menunjukkan jam tujuh malam. Tapi, Axel masih belum menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk di meja kerja. Tiba-tiba pintu ruangan Axel terbuka dan tampak Anya datang sambil membawa kotak bekal di tangannya.
“Hai, Sayang!” sapa Axel yang langsung berbinar saat melihat kedatangan istri mudanya. “Datang sama siapa?”
Axel langsung berdiri dan mendekati Anya yang menuju ke sofa di ruangan Axel.
“Sama Prima. Kebetulan dia diminta Papa untuk mengambil beberapa berkas di Restoran Pusat!” balas Anya sambil membukakan bekal makanan untuk Axel.
“Kerjaannya masih banyak, ya, Bang?”
“Emm, sebenarnya sih masih banyak. Tapi bisa diselesaikan besok, kok!” balas Axel sambil memeluk Anya dengan manja.
“Suapin, dong, Sayang!” pinta Axel manja dan mulai mencium ceruk leher Anya.
“Emmh, tapi jangan gini, dong, Sayang! Geli banget, nih!” Anya sedikit menggeser posisinya dari Axel dan Axel pun langsung menurut sambil membuka mulutnya.
“Aaa’ …” minta Axel dan Anya langsung menyuapi suaminya.
Keduanya tampak sangat romantis dan Axel pun begitu lahap menikmati suapan istrinya. Sambil mengunyah makanannya di dalam mulut, Axel terus saja memandangi istrinya seolah tidak ada puasnya.
“Abang habis ini terusin aja kerjaannya. Anya temenin lembur, deh!” tutur Anya.
__ADS_1
“Serius?” tanya Axel yang langsung dijawab Anya dengan anggukan kepalanya.
“Iya, Sayang! Kan bisa nginep di sini juga!” balas Anya.
“Anya lagi suntuk di rumah. Dari tadi ngacak-acak berkas punya mama, tapi belum nemuin apa-apa! Papa juga tadi sempat demam dan gak enak badan.”
“Akhirnya, tadi Dokter Firman datang ke rumah dan memeriksa papa. Tapi, malam ini demamnya udah mulai turun!” jelas Anya.
“Papa sakit?” tanya Axel yang memang sedari tadi fokus dengan pekerjaannya.
“Iya, Bang! Kasihan sebenernya. Apa lagi mama Icha juga baru sembuh. Tapi, waktu papa udah mulai enakan, malah nyuruh Prima ambil berkas laporan ke Restoran pusat. Trus, nyuruh Anya buat datang ke sini.”
Axel menghela nafasnya lega mendengar jika keadaan papanya sudah mulai membaik.
“Papa memang kayak gituh. Kalo sakit gak lama-lama dan kalo udah enakan, pasti langsung mikirin kerjaan!” timpal Axel.
“Dan sikap papa yang seperti itu, kini justru menurun ke Abang!” balas Anya. “Padahal kan abang bukan anak kandung Papa!” timpal Anya.
Anya yang sudah selesai menyuapi Axel langsung membereskan bekas makanannya. Sedangkan Axel kembali memeluk istrinya dengan manja.
“Tapi, kan abang sekarang jadi suami anak kandung papa! Yang sangat cantik dan bersuara 53k5i!” bisik Axel tepat di telinga Anya dan membuat Anya mulai meremang.
Sayangnya, Axel tidak menghiraukan ucapan Anya dan terus saja membuntuti istrinya. Kemudian memeluk Anya dari belakang.
“Kasih Abang semangat, dong, buat lembur kerja!” bisik Axel membuat Anya memutar bola matanya malas.
“Semangat yang model gimana, sih?” tanya Anya yang sudah selesai mencuci tangannya dan kemudian berbalik menghadap suaminya.
“Tadi kan udah Anya suapin, Bang!” lanjut Anya lagi.
“Tapi baru disuapin makan malam, Cinta! Susunya belum tuh!” timpal Axel sambil mengedipkan matanya dengan nakal.
“Oh, kalo gitu Anya buatin dulu, ya!” balas Anya sambil menjauh dari Axel.
Namun, dengan sigap Axel menggendong tubuh Anya ala bridal style dan membawa nya ke kamar, “Abang gak mau susu yang gampang basi, Sayang!”
__ADS_1
Axel kini sudah merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur dan langsung mengunci tubuh istrinya. “Abang maunya susu murni yang langsung dari asalnya!” bisik Axel yang kemudian mulai mengabsen leher istrinya dengan mulut nakalnya.
“Emmh, Abang nakal banget, sih!” keluh Anya sambil menahan suaranya dengan menggigit bibir bawahnya.
Leher Anya kini mulai terlukis tanda kepemilikan Axel. Tangan Axel pun mulai melepaskan kancing blouse yang dikenakan oleh Anya. Dan tanpa menunggu lama, mereka kini sudah tidak mengenakan apa-apa lagi.
Namun, Axel justru berbaring di samping Anya dan tidak kembali melanjutkan permainannya yang tadi.
“Sayang, suapin Abang lagi, dong!” pinta Axel manja membuat ujung titik sensitif milik Anya langsung menegang.
“Abang haus berat, nih!” lanjut Axel lagi. Tubuh Anya kembali meremang hanya dengan mendengar permintaan suaminya. Tetapi hal ini justru membuat Anya semakin tertantang untuk membuat permainan mereka berdua semakin panas.
Ia pun menghadap ke arah samping dan kemudian menyangga kepalanya dengan tangan, “Oooh, Abang sayang haus, yaa? Sini Anya kasih minuman segar!” tawar Anya binal membuat Axel membeliak tidak percaya.
Istrinya benar-benar tampak sangat menggoda dengan posisi dan gaya seperti itu. Tanpa menunggu lama lagi, Axel langsung menyerbu dada Anya dan menikmatinya dengan sangat rakus seperti bayi yang tengah kehausan. Dan Anya pun langsung mengeluarkan suara favorit Axel dan kini terdengar sedikit berbeda dengan biasanya.
“Emmh, minum yang banyak, Bang! Anya pasrahin semuanya buat Abang!” l3n9uh Anya membuat Axel semakin ON.
Axel benar-benar menikmati dada istrinya dengan begitu rakus dan secara bergantian. Tidak sampai di situ, Axel pun mulai memainkan milik Anya yang bawah dengan jarinya. Gerakan jemari Axel kali ini membuat Anya terbang melayang.
Sampai akhirnya Anya tidak kuat dan memohon Axel untuk segera melakukan penyatuan. Permohonan Anya kali ini pun langsung dituruti oleh Axel. Penyatuan kedua mereka membuat keduanya sama-sama mereguk kenikmatan yang sangat luar biasa.
Axel dan Anya sama-sama mend354h mengiringi permainan mereka dan akhirnya pelepasan mereka pun tiba. Axel menyemburkan miliknya di dalam milik Anya dan kemudian terkulai lemas di samping istrinya.
“Terima kasih banyak untuk makan malamnya, Sayang! Kau benar-benar membuatku candu akan tubuhmu!” ucap Axel yang sangat puas dengan service Anya malam ini.
Anya yang sudah lemas pun langsung tersenyum mendengar ucapan Axel barusan.
“Sepertinya, aku juga kecanduan!” balas Anya membuat senjata Axel yang tadinya sudah tertidur pun kembali terbangun lagi.
Kemudian tangan Anya pun diarahkan Axel untuk memegang senjatanya.
“Kau membangunkannya, Sayang!” ucap Axel dan Anya pun mulai mengusap milik Axel dengan lembut.
“Aku akan bertanggung jawab, Bang!” balas Anya yang sudah mengubah posisinya menjadi di atas Axel.
__ADS_1
Ronde kedua mereka pun kembali terjadi dan kali ini tanpa jeda. Bahkan dengan posisi yang berbeda. Jika tadinya, Axel yang memimpin permainan panas mereka, kali ini Anya yang memimpin dan tampak sangat menggoda.