
Warning!!!
Untuk yang gak suka adegan panas, bisa skip bab ini yaaa. Terima kasih πππ
π₯π₯π₯
βAku tidak bisa lagi mengungkapkan kebahagiaan ini dengan kata-kata. Semuanya terlalu indah!β batin Anya sambil menggenggam tangan suaminya dengan mesra.
βMasalah yang menimpaku, berangsur hilang dan berganti dengan kebahagiaan yang tiada tara. Tuhan, Engkau benar-benar Maha Baik. Terima kasih atas segala kebaikan yang terlimpahkan untukku.β
Anya memeluk lengan suaminya dengan manja. Sesampainya di roof top, matanya membeliak sempurna melihat tatanan makan malam romantis yang hanya disediakan khusus untuk mereka berdua.
Roof top kali ini tampak berbeda. Ada sebuah kamar mewah dengan pintu kaca yang kemudian dihubungkan dengan kolam renang mini yang dibuat sangat privat. Di depan kamar tersebut, ada meja makan yang sudah di tata sedemikian cantiknya.
"Abang!" panggil Anya dengan suara tercekat melihat semua kejutan yang disiapkan oleh Axel malam ini.
"Apa kau suka?" tanya Axel sambil menggandeng tangan istrinya menuju ke meja makan.
"Bagaimana mungkin aku tidak suka jika diberi kejutan yang menakjubkan seperti ini!" balas Anya.
Axel pun menarik kursi makan dan mempersilakan Anya untuk duduk. Keduanya pun langsung menikmati makan malam mereka dengan saling suap menyuapi.
Anya melihat Axel sebagai sosok suami yang sempurna untuknya. Meski dia bukanlah yang pertama, tetap saja ia akan menjadi cinta terakhir suaminya.
Selesai makan malam, Axel sengaja mengajak istrinya duduk bercengkerama di sebuah ayunan sambil memandang ke langit.
"Semakin hari kau tampak semakin cantik, Sayang!" puji Axel sambil memeluk istrinya mesra.
"Abang terlalu memujiku!" balas Anya salah tingkah.
"Karena kau memang pantas mendapatkan itu, Cinta!"
"Kau tahu, roof top ini disiapkan khusus oleh Papa sejak kau tinggal di Mansion Utama. Kata papa, untuk putri kesayangannya beristirahat jika merasa lelah bekerja."
"Tapi ini terlalu berlebihan, Abang! Aku bisa kok istirahat di kamar atau tempat yang biasa."
__ADS_1
"Bukankah lebih baik dijadikan seperti hotel untuk yang ingin honeymoon romantis ala Bali?" balas Anya memberikan ide.
Axel langsung menggelengkan kepalanya. "Papa bilang, yang ini just for you, baby!" balas Axel yang kemudian mendaratkan ciuman mesranya di bibir Anya.
"Karena kau ada wanita spesial di keluarga ini!" lanjutnya lagi.
Kecupan mesra Axel membuat Anya menginginkan yang lebih dari ini. Tangannya pun langsung bergerak mengusap dada Axel dengan mesra.
"Bawa Anya ke kamar, yuk, Bang! Kayaknya enak deh rebahan di kamar yang udah disiapkan papa."
Ajakan Anya kali ini membuat mata Axel berbinar sempurna. Tanpa pikir panjang, Axel langsung menggendong Anya ala bridal style dan membawanya ke kamar.
"Jangan cuma rebahan, yaa! Abang kangen jenguk anak Abang di perut Mommynya!" timpal Axel.
"Anya juga kangen dijenguk ama junior Abang!" bisik Anya sambil mengkerlingkan matanya nakal.
Bisikan Anya barusan membuat Axel semakin tidak sabar untuk bercinta dengan istrinya. Terlebih malam ini Anya tampak sangat cantik dan begitu men99airahkan.
Sesampainya di kamar, Axel langsung merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur dan melucuti gaun yang dikenakan Anya dengan cepat.
Kini, Anya hanya mengenakan pakaian dalam saja dan tampak begitu 5ek5i di mata Axel. Usia kandungan Anya yang baru memasuki Bulan ke tiga tidak memperlihatkan jika perutnya membuncit.
"Aku sangat menyukai dadamu, Sayang!" ucap Axel sambil melepaskan pakaian miliknya sendiri.
Anya pun sengaja menggoda Axel dengan memiringkan tubuhnya dan menyangga kepalanya sambil membuka pengait br4 nya sendiri sampai dua gundukan miliknya terekspos sempurna.
Sekal dan padat membulat sempurna membuat siapapun yang melihatnya pasti tidak sabar untuk menikmatinya.
"Kalau memang Abang suka, Anya akan bolehin Abang nikmati sepuasnya sebelum baby kita mengakuisisi," timpal Anya.
Axel langsung naik ke atas tubuh Anya dan memainkan gundukan kanan Anya dengan mulutnya. Sedangkan bagian yang kiri ia mainkan dengan jari tangannya.
Sedangkan Anya mengusap kepala Axel dengan sangat lembut dan sesekali menelannya ke dada sekal miliknya. Permainan mulut Axel yang bergantian mengabsen bagian kanan dan juga kiri miliknya membuat Anya men993l!nj4ang tidak karuan.
"Emmh, ini benar-benar nikmat, Bang!" ceracau Anya yang sudah mulai terbang melayang ke langit tertinggi.
__ADS_1
Namun, tiba-tiba Axel menghentikan permainannya dan menuruni tempat tidur menuju ke kulkas yang terletak di sudut kamar.
Kemudian ia membuka freezer dan mengambil ice cube yang kemudian ia taruh di dalam mangkok. Setelah itu Axel membawanya ke atas tempat tidur.
"Aahh, Abang!" d354h Anya saat Axel mulai mengelilingi ujung titik sensitif milik Anya menggunakan ice cube.
"Iyaa, sayang. Ada apa?" tanya Axel yang semakin gencar memainkan ujung titik sensitif Anya dua-duanya secara bersamaan.
"Anya - - emmh - - Gak kuat - - Abang!"
"Terus, Abang harus gimana, dong?" tanya Axel yang tengah menikmati wajah Anya saat ini.
"Jangan siksa, Anya, Bang!" pinta Anya yang sudah tidak karuan.
Dua ice cube yang sudah memutar kedua ujung titik sensitif nya mulai mencair dan membuat miliknya mencuat tegak. Sampai akhirnya pelepasan Anya pun tiba.
Senyum Axel merekah sempurna melihat Istrinya sudah melepaskan miliknya.
"Aku akan menghangatkannya kembali, Sayang!" Ucap Axel yang langsung menikmati dada istrinya dengan mulut.
Benar saja kata Axel, jika tadi rasa dingin membuatnya tidak karuan. Kali ini kehangatan mulut Axel membuat Anya kembali ON dan menarik senjata Axel dan mengarahkannya ke pintu masuk.
"I wanna you, baby!" pinta Anya dan Axel pun langsung menyatukan miliknya dengan Anya.
Penyatuan mereka kali ini membuat keduanya sama-sama mengeluarkan suara indah yang memenuhi kamar mereka.
Milik Axel terasa begitu terjepit oleh milik istrinya, membuatnya semakin bersemangat untuk menggerakkan miliknya.
Keduanya benar-benar tenggelam dalam permainan panas mereka malam ini.
Sampai akhirnya tiba pada pelepasan mereka berdua dan Axel langsung terkulai lemah di samping Anya.
"Kau semakin nikmat, Cinta dan membuat aku begitu kecanduan!" Axel mengecup kening Anya dengan mesra kemudian membersihkan sisa permainannya dengan tisu.
Anya hanya tersenyum sambil memejamkan matanya saat Axel mulai menyelimuti tubuhnya.
__ADS_1
"Istirahatlah dulu. Nanti malam kita harus mencoba gaya baru," ucap Axel yang tidak dihiraukan oleh Anya yang sudah terlelap karena kelelahan.
Axel yang sudah lelah karena seharian menyiapkan acara ini pun ikut terlelap sambil memeluk tubuh istrinya di dalam selimut.