Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Tim Handal


__ADS_3

Informasi yang diberikan oleh Enci membuat Tim Intel cukup panik mendengarnya. Pistol ini tidak bisa dimiliki oleh sembarangan orang dan jika saat ini Jacqueline bisa memegang pistol tersebut, bisa dilacak siapa pemilik yang sebenarnya. Sebab, untuk mendapatkan barang tersebut bukanlah hal yang mudah.


Tapi, bukan Malvin namanya jika ia tidak bisa menghadapi situasi genting kali ini. Ia pun memperhatikan dengan seksama saat Mbok Tumpi keluar dari pantry sambil membawakan minuman. Hellencia yang duduk di atas kursi roda, terus saja memandangi Anya tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.


Sejak pertama kali datang sampai lima belas menit berlalu, Hellencia terus memandangi Anya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Bahkan pertanyaan dari Axel dan juga Papa Richie pun ia abaikan.


“Hellencia, aku hanya mengizinkan kamu tinggal di sini untuk 3 hari ke depan! Selanjutnya, kau harus kembali ke apartemen karena statusmu bukanlah siapa-siapa lagi di Mansion ini!” tegas Axel.


Hellencia sama sekali tidak menggubris ucapan Axel sama sekali karena masih fokus memandangi Anya.


“Untuk 3 hari ke depan, ada Mbok Tumpi yang akan mengurus semua keperluanmu. Sedangkan Bik Kurni akan cuti karena memang belum mendapatkan libur sama sekali!” lanjut Papa Richie yang lagi-lagi diabaikan oleh Hellencia.


Mendengar hanya 3 hari mengurus Hellencia, membuat Mbok Tumpi mulai menduga-duga bagaimana nanti ke depannya. Satu hal yang ia takutkan adalah saat nantinya Hellencia mengetahui penyamarannya dengan cepat.


‘Aku tidak akan melenyapkannya dengan cepat jika Hellencia tidak mengetahui siapa aku sebenarnya. Setidaknya, aku harus melihat Hellen dan juga Anya sekarat terlebih dahulu!’ gumam Mbok Tumpi dalam hati.


Mbok Tumpi yang sudah bergabung di ruang tamu pun langsung menyuguhkan minuman untuk semua yang ada disana, termasuk Hellencia.


“Silakan diminum, Nyonya Hellencia!” ucap Mbok Tumpi. Suara Mbok Tumpi kali ini membuat Hellencia memalingkan wajahnya untuk melihat siapa yang baru saja membuatkan minuman untuknya.


‘Jacqueline?’ teriak Helllencia dalam hati. ‘Bagaimana mungkin ia ada di sini?’ batin Hellencia yang mulai mengkhawatirkan Anya.


Namun, Hellencia cepat berfikir untuk tidak kalut meski orang yang tengah berusaha untuk membunuhnya, kini ada di depan mata. ‘Tunggu! Kali ini dia menyamar menjadi seorang babu! Aku tidak boleh gegabah kali ini!’


“Siapa dia?” tunjuk Hellencia ke arah Jacqueline. “Bagaimana dia bisa mengerti namaku?” tanya Hellencia yang mulai pura-pura tidak tahu.


“Namanya Mbok Tumpi! Dia yang nantinya akan mengurus keperluanmu selama tiga hari ke depan!” jawab Papa Richi membuat Hellencia merasa sangat ketakutan.


“Kenalkan, saya Mbok Tumpi, Nyonya!”


Hellencia seketika bergidik ngeri saat mengetahui jika nantinya, dia akan dirawat oleh musuhnya sendiri.


“Salam kenal Mbok Tumpi! Terima kasih karena sudah berkenan untuk merawat saya di sini!” lanjut Hellencia dengan tutur kata yang bgitu lembut.


Dari sini, Mbok Tumpi mulai menilai karakter setiap anggota keluarga di Mansion Utama. Di antara yang lainnya, Hellencia lah yang paling lembut. setelah menyuguhkan minuman, Mbok Tumpi pun diminta untuk berdiri di dekat Anya.

__ADS_1


Bagaikan kejatuhan durian runtuh, Mbok Tumpi pun langsung mendekat ke arah Anya dan berdiri di belakangnya. Dengan cekatan, Intel Ika yang saat ini tengah menyamar menjadi Anya pun langsung merogoh saku Mbok Tumpi secara diam-diam dan berhasil memindahkan pistol mematikan yang Mbok Tumpi bawa ke dalam sakunya sendiri.


“Axel, dimana Anya?” tanya Hellencia tiba-tiba. “Aku butuh Anya yang asli! Bukan dia!” lanjutnya lagi yang sangat mengenal bagaimana Anya yang begitu ia harapkan.


Pertanyaan Hellencia barusan membuat Jacqueline mengerutkan dahinya dan memandangi Anya secara intens.


“Ini Nona Muda Anya, Nyonya! Apa anda melupakan Nona Muda?” balas Mbok Tumpi, membuat Hellencia terkekeh pelan.


“Aku bukan orang yang bodoh, Mbok Tumpi! Ini bukanlah Anya yang asli!” tegas Hellencia.


Tiba-tiba saja Hellencia merogoh sakunya dan kemudian melemparkan sebilah pisau kecil yang tajam ke arah Mbok Tumpi sampai tertancap di bahunya.


“Kalian semua harus tahu! Dia ini bukan Mbok Tumpi, melainkan Jacqueline yang sudah berupaya untuk melenyapkan nyawaku saat di ruang ICU!” ucap Hellencia sambil menunjukkan jarinya ke arah Mbok Tumpi.


Kini posisi Mbok Tumpi sudah di ujung tanduk. Ia pun langsung mencabut pisau yang menancap di bahunya dan langsung menyandera Anya yang duduk tepat di depannya.


“Semuanya dilarang bergerak! Atau aku akan melenyapkan nyawa Anya sekarang juga!” ancam Mbok Tumpi yang sudah hampir menggorok leher Intel Ika yang saat ini menyamar menjadi Anya.


Intel Ika pun dengan sigap menyikut perut Mbok Tumpi dengan sangat kencang sampai bilah pisau yang ia pegang pun terjatuh. Kemudian Intel Ika berbalik dan melayangkan bogem mentahnya dan mendarat tepat di rahang Mbok Tumpi.


Axel pun langsung mengambil tissue dan mengamankan bilah pisau yang terjatuh di lantai. Sedangkan tangan Mbok Tumpi pun langsung merogoh ke dalam saku bajunya untuk mengambil pistol yang sudah ia siapkan.


Kekalutan Jacqueline kali ini tidak di sia-siakan oleh tim intel yang langsung mengepung ruang tamu dan membekuk Jacqueline. Kedua tangan Jacquelin langsung dipegang oleh dua orang intel yang sudah berdiri di sebelah kanan dan juga kirinya.


“Apa kau mencari ini Mbok Tumpi?” tanya Intel Ika sambil memperlihatkan pistol yang ada di tangannya.


“Argh, sial! Bagaimana senjata itu bisa ada di tanganmu? Cepak kembalikan, Anya!” gertak Jacqueline sambil meronta-ronta.


Tidak hanya Jacqueline, Hellencia pun langsung diperiksa secara menyeluruh oleh tim intel karena ternyata ia juga menyimpan benda tajam yang ia gunakan tadi untuk melumpuhkan musuh.


“Tentu saja, bisa! Karena kami memang ditugaskan untuk menangkap kalian!” balas Intel Ika yang langsung membuka penyamarannya di depan semua orang.


Kemudian ia langsung menyerahkan senjata api tersebut kepada pimpinan intel untuk diamankan.


“Aku memang bukan Nona Muda di Mansion ini, tapi, aku yang nantinya akan menjadi bodyguard pribadi Nona Muda!” jelas Intel Ika.

__ADS_1


Jacqueline pun tiba-tiba tertawa dengan kencang. “Kalian tetap saja bodoh, meski sudah menyewa tim intel sekalipun untuk melumpuhkan aku!”


“Karena bagaimanapun juga, aku tetap akan membuat kalian semuanya mati di sini!” ucap Jacqueline.


Kemudian, Jacqueline menghentakkan kakinya di atas lantai sampai terdengar bunyi cetik bom yang akan meledak. Kali ini mereka baru tahu jika di dalam sandal karet yang dipakai oleh Jacqueline terdapat bom kecil yang biasa digunakan untuk bunuh diri.


“Dalam hitungan ke sepuluh, kita semua akan sama-sama meledak di Mansion ini!”


Dua orang yang mencekal kedua lengan Jacqueline sama sekali tidak bergeming sedikitpun.


“Hei, lepaskan aku! Atau kalian benar-benar ingin mati konyol bersamaku?”


Enam …


Lima …


Empat …


Jacquelin melemparkan kakinya yang berisi bom tersebut ke arah Axel. Namun, sandal karet tersebut justru berbalik mengenai wajah Jacqueline dan langsung meledak hebat.


Duaarrr!


Ledakkan yang begitu memekakkan telinga pun terkena sendiri kepada yang membawanya. Untungnya, bom yang disimpan oleh Jacqueline, bukan lah Bom Atom yang mengerikan.


Hanya sekedar bom yang masuk dalam kategori biasa. Bahkan ledakannya juga tidak begitu besar meskipun membuat wajah Jacqueline terbakar.


“Tolooong! Tolong!” teriak Jacqueline sambil ke arah kolam renang agar bisa memadamkan api. Sayangnya, pintu akses menuju ke kolam renang pun terkunci dengan rapat dan Jacqueline bergegas untuk berlari ke kamar mandi.


Sebelum sampai di kamar mandi, Maid Enci datang dan langsung mengguyur wajah Jacqueline yang terkena kobaran Api.


Byurr!


Api pun akhirnya bisa dipadamkan, namun, wajah Jacqueline langsung melepuh tidak karuan.


🐾🐾🐾

__ADS_1


Otewe Bahagia yaaa.


Yuuuk, jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan cara like, comment, vote, dan juga rate bintang 5 karena itu berharga buat Author.


__ADS_2