
Note: untuk yang gak suka panas panaskan, skip aja dulu bab ini. 🙏🙏🙏
Permintaan Axel sama sekali tidak bisa Anya tolak. Anya paham betul jika suaminya sangat lelah dan salah satu cara untuk mengurangi rasa lelahnya adalah menggosok punggung suaminya. Dan tentunya tidak hanya berhenti sampai di situ karena Axel kini sudah berhasil menanggalkan pakaian yang dikenakan oleh Anya.
Kini, Anya hanya tinggal mengenakan pakaian dalamnya saja. Penampilan Anya saat ini membuat Axel tidak berkedip memandangi setiap inchi tubuh istrinya. Perlahan ia melepaskan ikatan rambut istrinya dan menggerainya begitu saja. Kemudian Axel turun memandangi dada istrinya yang sizenya sudah semakin besar dari sebelum ia tinggal pergi bertugas.
“Ternyata benar kata mbah google. Aset berharga wanita pasti akan semakin besar dan menantang saat ia tengah hamil. Apa sudah keluar ASInya, Cinta?” tanya Axel sambil membuka pengait br4 milik Anya.
Ctak! Kini milik Anya mulai bergerak bebas saat Axel sudah melepaskan br4 istrinya dan melemparkannya ke laundry basket.
“Anya belum cek, Bang! Kan masih lima bulan!” balas Anya yang sudah meremang. Terlebih saat tangan Axel mulai mengabsen tubuhnya.
“Masuk ke dalam bathtub, yuk!” Ajak Axel dengan lembut. “Biar abang yang cek!” lanjutnya lagi.
Pertama Axel masuk terlebih dahulu ke dalam bathtub dan merendam tubuhnya di dalam air hangat. Kemudian, ia mengarahkan Anya untuk ikut masuk ke dalam dan duduk di atas tubuhnya.
Hanya saja Anya sedikit malu dengan suaminya. Ternyata, berhari-hari tidak bertemu membuat dirinya canggung untuk memulai permainan panas dengan suaminya.
“Emh, Anya gosokin dulu aja punggungnya, Bang. Gimana?” tawar Anya yang belum masuk ke dalam bathtub.
“Okey!” Axel yang sudah bersandar di tepi bathtub langsung duduk dan berbalik memunggungi istrinya agar Anya tidak menunda-nunda untuk masuk ke dalam bathtub.
Setelah istrinya masuk ke dalam bathtub, Axel kembali berbalik dan mengangkat tubuh istrinya agar posisinya berada di atas tubuhnya.
“Abang!” pekik Anya terkejut saat posisinya sekarang sudah berada di atas tubuh suaminya.
Sedangkan Axel hanya tersenyum dan tak lepas memandangi istrinya. “Abang udah haus banget, cinta!” tutur Axel yang berharap Anya mau menyerahkan miliknya terlebih dahulu ke dalam mulutnya.
__ADS_1
“Biar Anya ambilkan minum dulu!” ucap Anya sambil memegang tepi bathtub dan mencoba beranjak dari sana.
Jangan ditanya bagaimana wajah Anya saat ini yang sudah seperti kepiting rebus dan seluruh tubuhnya sudah meremang tidak karuan. Apalagi saat tangan Axel menahan tubuh Anya agar tidak beranjak dari atas tubuhnya.
“Mau kemana sih, Sayang? Abang kan cuma mau ini!” ucap Axel yang tangannya sudah memainkan ujung titik sensitive Anya dengan jemari yang ada di kedua tangannya.
“Emmh, Abang!” Anya sudah mulai men993linjang tidak karuan. Tangannya langsung bergerak menarik tengkuk leher Axel dan mengarahkannya tepat di dadanya.
Keinginan Axel kali ini pun terpenuhi. Tanpa menunggu waktu lama, Axel langsung memainkan ujung titik sensitif milik Anya di dalam mulutnya. Jika biasanya ia seperti bayi yang sangat rakus, kali ini tidak sama sekali. Axel justru memainkan asset istrinya dengan lidah dan membuat Anya semakin terbang melayang.
Terlebih saat tangan Axel juga masih bermain di tempat yang satunya. Suara d354h4n Anya pun mulai menggema memenuhi kamar mandi. Hal ini membuat Axel semakin semangat mengobati rasa hausnya dengan asset berharga milik Anya.
“Ternyata hamil membuatmu semakin cantik, Sayang!” puji Axel sambil memandangi wajah istrinya yang tidak bisa ia lukiskan dengan kata-kata.
“Kau benar-benar semakin m3n99air4hk4n!” bisik Axel sambil merubah posisi mereka berdua. Kini gantian, Axel yang berada di atas tubuh Anya dan siap untuk mempertemukan milik mereka berdua yang sudah tidak lama bersua.
🐾🐾🐾
“Sayang!” panggil Axel yang kini tengah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur bersama Anya.
“Iya, Abang!” jawab Anya yang kepalanya berada di atas dada bidang Axel.
“Aku tidak suka melihat Regi bekerja di sini! Aku takut, dia nantinya membuatmu tidak nyaman, Cinta!” Axel mengusap kepala istrinya dengan sangat lembut.
“Lagi pula, kenapa bukan suaminya saja yang bekerja dan dia cukup tinggal di rumah? Mempekerjakan wanita yang sedang hamil tua juga sangat beresiko meski pekerjaannya hanya mencuci dan menyetrika!”
Anya menghela nafasnya panjang. “Dia gak punya suami, Bang!” balas Anya.
__ADS_1
“Oh, hamil di luar nikah, ya?” tanya Axel menimpali.
“Iya dan dia juga tidak bisa menuntut lelaki mana yang harus bertanggung jawab karena ia sudah bermain dengan banyak lelaki!” jelas Anya.
“Lagi pula jika dipindahkan ke Restoran yang lainnya, belum tentu bisa menerima Mbak Regi. Apalagi tempatnya juga sangat jauh dari rumahnya.”
“Ck, payah! Aku hanya tidak mau ia nantinya akan berbuat masalah seperti kedua orang tuanya. Lebih baik, kita berikan langsung saja pesangon atau biaya yang ia butuhkan untuk melahirkan. Dan setelah itu diberhentikan saja dengan alasan pekerjaan,” ucap Axel dengan tegas.
“Tapi, Anya gak tega ngomongnya, Bang!” balas Anya.
Axel terkekeh pelan dan menarik dagu istrinya sambil memandanginya secara intens. “Tidak perlu istriku sendiri yang turun tangan. Masih ada Intel Ika atau manajer yang lainnya untuk menangani masalah ini, Cinta!” balas Axel.
“Tugas istriku saat ini cukup menjaga buah hati kita yang ada di sini,” Axel mengusap lembut perut Anya. “Dan memuaskan milik Abang di dalam sini,” lanjut Axel mengusap titik sensitif Anya yang ada di bawah perut buncitnya.
“Dih, Abang nih yaaa!” Anya cepat-cepat menyingkirkan tangan Axel yang tadi sempat menyentuh titik sensitif miliknya yang ada di bawah sana.
“Kenapa, Cinta?” tanya Axel sambil mengulang kembali kenakalan jari tangannya.
“Emmh, jangan kek gini, dong!” pinta Anya sambil menahan suara d354h4nnya agar tidak keluar. Rambutnya masih belum kering dari permainan yang tadi, tapi kini tubuhnya sudah mulai meremang hanya karena sentuhan jemari Axel di bawah sana.
“Cobain dulu, Cinta! Abang yakin pasti akan ketagihan.” Tangan Axel kini mulai bergerak masuk ke dalam dan menyelipkan jari telunjuknya ke dalam milik Anya yang berkedut tidak karuan.
Kali ini tidak ada penolakan dari Anya karena gerakan jari Axel memang membuat Anya sangat menikmati hal baru ini. Bahkan tidak bisa dipungkiri jika Anya menginginkan untuk mengulangi penyatuan mereka.
Entah siapa yang memulai, kini keduanya sudah saling berpagutan satu sama lain. Kemudian ciuman Axel mulai turun ke bawah dan berhenti tepat di leher Anya. Namun, tangannya masih tetap bermain di bawah. Bukan hanya jari telunjuk, jari tengah Axel pun juga turut andil dalam hal ini.
Anya yang sudah berada di puncak kenikmatan pun langsung membuka piyama yang ia kenakan dan menarik kepala Axel untuk memainkan titik sensitif yang satunya lagi.
__ADS_1
Tanpa menunda lama, Axel langsung menikmati milik istrinya dengan rakus dan menggantikan jemarinya dengan senjata miliknya yang sudah tegak berdiri. Permainan kedua mereka pun terjadi dan kali ini lebih lama dari sebelumnya.