Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Saudara Kandung?


__ADS_3

Papa Richie dan Axel kini sudah berada di ruang kerja Axel. Keduanya sudah duduk saling berhadapan dan Papa Riche tampak sedang menunggu Axel bicara.


“Apa yang ingin kau bicarakan, Axel?” tanya Papa Richie.


“Aku tahu, papa pasti sudah mengetahui pernikahanku dengan Anya, Chef Pribadi yang kini tinggal di Apartemenku!” Axel mengungkapkan rahasianya sendiri di depan papanya dan Papa Richie justru bersikap seolah-olah tidak tahu.


“Oh, jadi Anya itu istri muda kamu? Kok bisa sih, kamu nikah tanpa kasih tau ke papa sama mama!” timpal Papa Richie yang pura-pura tersinggung dengan ulah Axel.


“Ayolah, pa! Axel sama sekali tidak suka becandaan papa kali ini!” Axel memasang wajah seriusnya ke Papa Richie.


“Papa juga lebih tidak suka dengan cara bercandamu, Axel!” tegas Papa Richie. “Kenapa harus menikahi sampai dua wanita sekaligus?” Papa Richie langsung melipat kedua tangannya di depan dada.


“Apa karena Hellencia tidak bisa memberikanmu anak?” lanjut papa Richie lagi memojokkan Axel.


Axel menelan ludahnya kasar. Ia paham betul, papanya juga pasti mengetahui akan hal ini.


“Jika memang ia mandul, kenapa masih dipertahankan juga? Kenapa tidak kau ceraikan saja dan jalani hidup bahagiamu bersama Anya?”


Axel menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. “Jadi, papa sudah mengetahui semuanya dan kini justru memilih diam?” balas Axel.


“Ya! Lagipula untuk apa papa mengajakmu bicara mengenai masalah yang kau sembunyikan dari papa!”


Axel yang semakin terpojok hanya bisa mengusap wajahnya kasar.


“Intinya, papa harus tahu jika aku saat ini sangat mencintai Anya dan berharap ia segera mengandung anakku. Aku harap, papa tidak mengusik kebahagiaanku dengan Anya! Aku tidak mau papa mencelakai Anya, atau menjauhkan Anya dariku!” tegas Axel mengutarakan keinginannya.


“Kenapa kau beranggapan jika papa yang merusak kebahagiaanmu, Axel? Harusnya kau berfikir realistis dan logis!”


“Yang merusak kebahagiaanmu adalah kamu sendiri! Jika kamu memang mencintai Anya, cukup ceraikan Hellencia dan hiduplah dengan Bahagia. Simple kan? Jangan bawa papa dalam masalahmu!”


Penuturan Papa Richie kali ini membuat Axel mengira jika papanya hanya sekedar bernegosiasi“Axel tidak mungkin menceraikan Hellencia juga karena papa!”


“Hah, Papa?!” Papa Richie tampak tidak terima karena disalahkan oleh Axel.

__ADS_1


“Kok bisa papa sih yang disalahin?!”


Axel pun akhirnya tidak bisa lagi menutupi apa saja yang ia ketahui, tentang masalah papanya yang menyebabkan orang tua Anya kecelakaan dan meninggal dunia dengan alasan mereka adalah saingan berat papa Richie. Ia juga mengatakan kepada papanya, jika Anya juga pasti akan dimusnahkan seperti kedua orang tuanya.


Kini Papa Richie sangat shock mendengarnya. Ia pun terduduk lemas di sofa sambil menangkupkan telapak tangannya di wajahnya.


“Dasar bodoh! Papa tidak mungkin melenyapkan Anya!” tukas Papa Richie.


“Bohong! Buktinya papa tega membunuh kedua orang tuanya!” sanggah Axel yang kemarahannya sudah di ubun-ubun kepala.


“Mereka meninggal karena kecelakaan tunggal, Axel! Tanyakan saja pada Anya jika kau tidak percaya!” pekik Papa Richie.


“Tapi papa tetap penyebabnya. Ini yang membuat aku tidak bisa menceraikan Hellencia. Jika aku mengancamnya, maka dia akan menyeret papa ke penjara!” jelas Axel membuat Papa Richie mengusap wajahnya kasar.


“Kurang ajar!” Papa Richie mengumpat sambil menendangkan kakinya ke sofa. “Bisa-bisanya ia mengancam seperti itu! Aku jelas tidak mungkin mencelakai ataupun membunuh anakku sendiri!”


Ucapan Papa Richie membuat Axel sangat terkejut. Bagaimana ia tidak terkejut, jika Anya adalah anak kandung dari Papa Richie, bermakna Anya adalah adik kandungnya.


Sedangkan kakak adik sama sekali tidak diperbolehkan untuk melakukan hubungan suami istri. Sedangkan mereka justru sudah melakukannya berulang kali,


Pertanyaan Axel kali ini membuat Papa Richie tersadar jika ia sudah membongkar rahasia yang ia sembunyikan selama ini. Papa Richie tampak begitu gagap menimpali pertanyaan Axel. Tak lama kemudian Mama Icha pun masuk ke dalam ruangan kerja dan memberitahukan kepada Papa Richie jika sarapan mereka sudah siap.


“Papa, sarapannya udah siap tuh! Yuk, kita makan dulu!” ajak Mama Icha.


Papa Richie pun langsung mengikuti langkah istrinya menuju pantry khusus yang dibuatkan Axel untuk Anya. Sedangkan Axel dengan geram meninjukan tangannya ke dinding ruangannya dengan kencang hingga tangannya berdarah.


Tak lama kemudian, ponselnya berdering dan muncul notifikasi pesan masuk dari Papa Richie.


💌 Papa Richie


[Kalian bukan saudara kandung! Selepas ini papa akan jelaskan semuanya, tapi bukan di sini!]


Pesan dari Papa Richie kali ini membuat Axel bisa bernafas lega. Setidaknya, apa yang ia lakukan dengan Anya bukanlah sesuatu hal yang dilarang.

__ADS_1


Sedangkan Anya yang kini tengah membereskan peralatan masaknya pun dipanggil oleh Papa Richie.


“Anya, kemarilah sebentar!” Panggilan Papa Richie kali ini langsung membuat Anya melangkahkan kakinya ke arah Papa Richie.


“Iya, Tuan! Apa ada yang kurang?” Pertanyaan Anya langsung dijawab dengan senyuman dan gelengan kepala.


“Tidak ada. Aku hanya ingin meminta tolong untuk bawakan minuman dingin untuk Axel di ruangannya. Mungkin ditambah dengan sedikit kudapan juga bisa!” tukas Papa Richie.


“Siap, Tuan!” jawab Anya yang langsung memenuhi titah dari Tuannya itu.


Setelah Anya meninggalkan ruang makan dan pantry, Mama Icha memandang ke arah Papa Richie yang sedang menikmati masakan Anya.


“Apa Anya, anak kandung yang selama ini sangat ingin kau temui, sayang?” tanya Mama Icha.


Papa Richie pun langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Ya, dia adalah anak kandungku!” jawabnya dengan mata berkaca-kaca.


“Dia justru datang sendiri kepadaku dan menjadi istri dari Axel!” lanjutnya lagi.


Mama Icha pun seketika langsung menitikkan air matanya. Ada perasaan haru menyeruak dalam relung hatinya. Ia kini sangat bersyukur saat suaminya kini bisa bertemu dengan anak kandungnya yang selama ini selalu ia dambakan.


“Akhirnya kau menemukannya, sayang! Selamat yaaa! Aku turut Bahagia mendengarnya!” ucap Mama Icha sambil memeluk suaminya dengan erat.


“Hanya saja, Axel justru menyangka jika Anya adalah adik kandungnya!” lanjut Papa Richie dengan sendu.


Mama Icha menghela nafasnya panjang.


“Sudah saatnya Axel tahu, jika ia bukanlah anak kandungmu, sayang! Aku yakin, dia pasti bisa menerima cerita lampau mengenai dirinya.”


“Katakan saja semuanya dengan jelas siapa dirinya sebenarnya. Aku juga akan membantumu untuk menjelaskan semua ini!” tukas Mama Icha.


“Terima kasih, sayang! Kau memang selalu memberikan support terbaik untukku! Aku mencintaimu, Icha. Sangat teramat mencintaimu!”


“Aku juga sangat mencintaimu, Mas! Terima kasih sudah menjadi pahlawan kesayanganku selama ini!”

__ADS_1


Keduanya pun melanjutkan sarapan mereka sebelum mengajak Axel pergi ke suatu tempat untuk menjelaskan semuanya yang sudah terjadi di masa lampau.


__ADS_2