
“Kalian tidak bisa menangkap aku begitu saja! Aku dituduh dengan Pak Richie! Sebenarnya dialah yang merencanakan pembunuhan ini! Dia benar-benar penipu yang ulung!” racau Hellencia sepanjang jalan.
“Diam!” gertak polisi yang sudah sangat jengah mendengar suara Hellen. “Lebih baik jelaskan nanti saja di kantor polisi!”
Hellencia pun tidak menurut. Ia langsung meminta polisi untuk membuka ponselnya dan melihat rekaman yang selama ini ia gunakan untuk mengancam Papa Richie. Akhirnya, dari rekaman tersebut Papa Richie pun dipanggil untuk datang ke kantor polisi dengan tuduhan perencanaan pembunuhan.
Sedangkan Anya, kini mulai mengerjapkan matanya. Perlahan matanya terbuka dan orang yang pertama ia lihat adalah Mama Icha. Ingatan Anya pun kembali sebelum ia tidak sadarkan diri.
“Mama …” panggil Anya dengan sangat lirih.
“Tadi Anya mimpi sangat buruk, Mama!” ucap Anya dan Mama Icha langsung memeluk Anya dengan sangat erat.
“Itu bukan mimpi buruk, Sayang! Mama akan ceritakan semuanya secara detail apa yang sudah terjadi.” Tangan Mama Icha menggenggam tangan Anya dengan sangat erat dan Anya membalas genggaman Mamanya sebagai tanda jika ia siap untuk mendengarkan cerita yang akan disampaikan oleh Mama Icha.
Axel yang kini duduk di sofa kamar pun turut mendengarkan cerita dari Mamanya meski sebelumnya ia sudah mengetahui.
Mama Icha pun awalnya menceritakan alasan Papa Richie yang ingin mencelakai kedua orang tua Anya yang tak lain adalah agar ia bisa bertemu dengan anak kandungnya sendiri. Anya semakin shock saat mengetahui jika ia sebenarnya anak kandung dari Papa Richie.
Sayangnya hubungan Papa Richie dan Mamanya sama sekali tidak disetujui oleh kakek dan juga neneknya. Mereka justru menikahkan mamanya dengan Rizal yang selama ini Anya kenal sebagai papa kandungnya. Sejak saat itu, Papa Richie sama sekali tidak diizinkan untuk menemui atau mengenal Anya.
Sampai akhirnya ia memiliki rencana keji seperti itu. Kemudian Mama Icha mulai menceritakan hasil temuan Prima, anak buahnya jika kecelakaan itu tidak disebabkan oleh Papa Richie melainkan justru Hellencia yang sengaja membuat kecelakaan di titik yang sudah ditentukan dan sengaja membunuh Mamanya Anya di tempat kejadian.
Axel yang baru saja mendengar cerita ini pun sangat terkejut dan merapat ke samping Anya. Kedatangan Axel kali sedikit diacuhkan oleh Anya. Ia sengaja tidak ingin menghiraukan Axel mengingat dirinya adalah anak kandung dari Papa Richie.
Mama Icha menceritakan semuanya yang selama ini mereka rahasiakan dan membuat Anya justru sangat bimbang. Papa Richie memang bukan pembunuh kedua orang tuanya seperti yang Hellen katakan tadi. Tapi, tetap saja Papa Richie punya rencana untuk menghabisi nyawa kedua orang tuanya.
__ADS_1
“Anya sayang,” panggil Mama Icha yang melihat Anya sedari tadi mengacuhkan Axel.
“Kamu dan Axel bukanlah saudara kandung. Papa Richie dan Mama Icha menikah saat Axel sudah sekolah. Papa kandung Axel sudah meninggal dunia karena sakit!” jelas Mama Icha membuat hati Anya terasa sangat lega.
Hari ini, ia benar-benar dihadapkan dengan banyak hal yang mengejutkan dan membuatnya masih belum tahu harus bagaimana dalam bersikap.
“Mama, Bang Axel, boleh kasih waktu Anya untuk sendiri?” tanya Anya yang butuh waktu untuk menenangkan pikirannya saat ini.
“Tentu saja, Sayang!” jawab Mama Icha yang kemudian meminta Axel untuk ikut keluar bersamanya.
“Axel, kita keluar dulu, yuk! Hargai istrimu yang butuh waktu untuk sendiri!” ajak Mama Icha.
Axel pun hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil mengikuti langkah mamanya yang keluar dari kamar Anya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sedangkan Anya, kini memandangi ke langit-langit kamarnya sambil berpikir apa yang harus ia perbuat setelah mengetahui semuanya.
Ini semua benar-benar sangat jauh dari dugaanku. Bahkan, aku tidak pernah memikirkan hal ini sedikit pun. Cerita yang Mama sampaikan tadi membuatku sangat shock dan belum bisa menerima kenyataan ini.
Bagaimana mungkin, orang yang akhir-akhir ini aku sayangi, ternyata menyimpan rahasia besar di belakangku. Dan saat rahasia ini sudah terkuak, ternyata aku sama sekali tidak sanggup untuk menerimanya.
Dari sini, aku mulai paham. Kenapa Abang Axel selalu tampak gusar dan menyatakan berulang kali jika ia sangat takut untuk kehilangan diriku.
Sedangkan aku sendiri sudah berjanji untuk tidak akan pernah meninggalkannya dan akan selalu berada di sampingnya. Namun, kenyataan ini benar-benar membuatku ingin pergi jauh bahkan ke ujung dunia sekalipun agar tidak lagi bertemu dengan mereka.
Kecewa?
Yaa, tentunya aku sangat kecewa mendengar semua ini. Seharusnya mereka menceritakan ini semua sejak awal, agar aku tidak begitu bergantung dengan kehidupan mereka dan tidak begitu tenggelam dalam perasaan menyayangi mereka.
__ADS_1
Menyesal?
Rasa penyesalan itu pasti ada, mengingat berita besar ini membuat aku tidak tahu harus berbuat apa. Satu hal yang membuat aku sangat shock mendengarnya, Papa Richie adalah papa kandungku. Jika seperti ini kenyataannya, bermakna aku adalah anak yang lahir dari sebuah hubungan gelap.
Meskipun begitu, Papa Razil tampak sangat menyayangiku dan tidak pernah sekalipun menyinggung jika aku bukanlah putri kandungnya. Jika Papa Richie berencana mencelakai papa dan juga mama hanya untuk bisa bertemu denganku. Lalu, apa alasan Miss Hellen merencanakan pembunuhan ini?
Apa sebelumnya papa dan juga mama punya masalah dengan Miss Hellen?”
Aaarrrggghhh!
Kenapa semuanya jadi serumit ini! Apa yang harus aku lakukan saat ini?
Papa Richie memang bersalah dan dia sudah mengakui kesalahannya. Tentunya, aku juga harus bisa memaafkan Papa, apalagi bukan Papa yang sebenarnya membunuh Mama.
Dan Abang Axel, aku yakin jika perasaannya benar-benar tulus mencintai dan menyayangiku. Tapi, aku sangat kecewa karena ia sudah menyembunyikan rahasia besar di belakangku selama ini.
Hanya Mama Icha yang masih bisa untukku bersandar meluahkan segala kesedihanku.
Aku sendiri tidak menyangka jika diriku memiliki keberanian yang luar biasa untuk melawan Hellencia. Meskipun pada akhirnya aku tidak sadarkan diri setelah mendengar kenyataan yang keluar dari mulutnya.
Yah, memang tidak pantas jika aku terlalu tenggelam dalam rasa kecewa dan juga penyesalanku. Seharusnya, semua saling memaafkan dan kembalikan suasana seperti sedia kala.
__ADS_1