
“Luigi, dimana kamu?” tanya Jacqueline setelah panggilannya terhubung.
“Maaf, Miss Jacqy. Saya tidak bisa lagi membantu anda! Info terkini mengabarkan jika Hellencia sudah sadar dari koma dan kemungkinan kondisinya akan berangsur membaik.”
“Dan saya tidak mau menanggung resiko apapun nantinya jika berhubungan dengan anda!” lanjut Luigi.
“Hei! Kau tidak bisa lepas begitu saja dariku, Luigi! Kau harus bertanggung jawab dan tetap membantuku karena mobilku saat ini ada padamu!” gertak Jacqueline tidak terima dengan keputusan Luigi yang hendak memutuskan kerja sama dengannya.
“Mobil? Oh, aku kira mobil ini sudah menjadi milikku!” balas Luigi di ujung panggilan tanpa ada perasaan bersalah sedikit pun.
“Bahkan aku saat ini sedang menikmati kenyamanan apartemenmu, Miss Jacqy!” lanjutnya lagi membuat Jacqueline mengepalkan tangannya dengan geram.
“Kurang ajar! Aku akan membuat perhitungan denganmu, Luigi!” umpat Jacqueline membuat Luigi tertawa terbahak-bahak dan mematikan panggilannya secara sepihak.
‘Sial!’ umpat Jacqueline mengumpat dalam hati. ‘Kali ini aku ditipu oleh perempuan gila itu!’ batin Jacqueline sambil memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri.
Bagai jatuh, tertimpa tangga pula. Begitulah pepatah yang menggambarkan keadaan Jacqueline saat ini. Baru saja tersiksa di Gudang, kini ia kena tipu dengan temannya sendiri.
🎉🎉🎉
Sedangkan di sisi lainnya, Anya kini diantar Mama Icha ke kamarnya. Axel dan Papa Richie masih belum pulang ke Mansion karena masih mengurus beberapa pekerjaan di Restoran.
Anya kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Kali ini, ia mencoba mengaktifkan Instagram miliknya yang sudah hampir dua bulan lebih tidak ia buka. Seketika ingatannya kembali saat dimana kedua orang tuanya masih hidup.
Foto Instagram Anya memang penuh dengan kebersamaan mereka. Namun, tiba-tiba saja ada panggilan yang masuk dalam instagramnya dan setelah dicek adalah dari Della, sahabat dekat Anya. Selepas wisuda, Anya memang mengganti nomor ponselnya dan memutuskan komunikasinya dengan siapapun itu.
Dan saat Instagram Anya terlihat online, Della pun langsung menghubunginya. Awalnya, Anya sedikit ragu untuk menjawab panggilan dari Della, namun rasa rindunya kali ini mengalahkan keraguannya dan akhirnya ia menerima panggilan dari Della.
“Anyaa?” panggil Della diujung panggilan memastikan siapa yang saat ini menerima panggilannya.
“Dellaa!” balas Anya menjawab panggilan sahabatnya.
“Yaa Ampuun, Anya! Kamu kemana aja selama ini?”
__ADS_1
“Aku cariin ke Mansion gak ada! Ditelfon juga gak pernah aktif lagi! Instagram, facebook, line, twitter, semuanya juga gak ada yang aktif!”
“Kamu ada masalah apa sih, Anya? Kenapa tiba-tiba ngilang gituh aja?”
“Aku tuh khawatir lo sama kamu! Kayak hilang ditelan bumi!” ceracau Della di ujung panggilan.
“Maaf, ya, Della! Masalahku sejak mama meninggal dunia itu numpuk banget. Aku juga gak enak mau ngeributin kamu yang lagi sibuk mau nerusin S2!” balas Anya.
“Ya, gak boleh gitu juga, Anya! Kita kan sahabatan. Apa pun yang terjadi sama kamu, itu juga akan jadi masalah aku, Anya! Kamu nih anggep aku sahabat apa musuh sih, sebenernya?” omel Della membuat Anya terkekeh pelan.
“Dih, malah ketawa. Buruan kasih nomor ponsel kamu!” desak Della.
“Aku denger dari Mr. Jeff kalo kamu punya pacar yaa? Beneran Anya? Siapa orangnya? Kok bisa sih kamu pacaran gak bilang-bilang sama aku!” lanjut Della lagi yang menyerang Anya dengan deretan pertanyaannya bertubi-tubi.
“Emmm, aku bingung tauk harus jawab yang mana dulu!” balas Anya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Samar-samar terdengar suara mobil Axel pulang ke Mansion dan Anya pun buru-buru mengakhiri panggilannya dengan Della.
“Oh, iya, Della! Nanti kita sambung lagi yaa! Aku akan kirim nomor ponsel aku yang baru!” balas Anya.
“Hai, Sayang!” sapa Axel sambil meletakkan tas kerjanya.
Anya pun langsung beranjak dari tempat tidur dan menyambut kepulangan suaminya.
“Bagaimana kerjanya hari ini, Bang?” tanya Anya sambil membantu melepaskan jas yang digunakan oleh Axel.
Namun Axel tiba-tiba justru memeluk Anya dengan erat dan memandanginya secara intens. “Seharusnya aku yang bertanya denganmu, sayang! Bagaimana kabarmu hari ini?”
Anya pun tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher Axel. “Lumayan terhibur dengan kekesalan Mbok Tumpi!” balas Anya.
“Oh, yaa?” Axel langsung menggendong Anya ala koala. Ada perasaan lega melihat raut wajah istrinya yang sudah tidak sekesal tadi saat Jacqueline datang ke Mansion. Terlebih Axel tidak bisa mendampingi istrinya hari ini karena pekerjaan sudah menunggu.
“Coba ceritakan padaku apa saja yang sudah membuat Peyek Tumpi itu kesal selain terkurung di dalam Gudang tikus!” tutur Axel yang sudah membawa Anya menuju ke atas ranjang.
__ADS_1
“Ck, aku yakin Abang juga pasti tahu kan apa saja yang terjadi di Mansion hari ini karena kau pastti akan terus memeriksa CCTV!” timpal Anya yang mulai paham bagaimana suaminya.
Tebakan Anya kali ini membuat Axel terkekeh dan mendaratkan ciumannya tepat di bibir istrinya. “Aku sangat senang melihatmu tersenyum lagi, Cinta!”
Wajah Anya seketika merona dibuat Axel. Ia pun langsung mendorong tubuh Axel untuk menjauh darinya, “Aku akan siapkan air hangat untuk Abang! Segeralah mandi dan beristirahat karena ini sudah hampir larut malam!”
Anya pun pun berjalan menuju ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk suaminya. Lagi-lagi dengan manja Axel memeluk Anya dari belakang dan mencium ceruk leher istrinya.
“Abang sudah mandi sebelum pulang, Istriku Sayang! Dan kini, waktunya Abang buat bermanja-manja dengan istri Abang yang semakin 53k5i!”
Kali ini Axel mengangkat tubuh istrinya ala bridal style dan kembali membawanya ke tempat tidur. Kemudian Axel naik ke atas tempat tidur dan mengarahkan tubuh istrinya agar bersandar di dada bidangnya. Setelah itu, tangan Axel bergerak untuk membelai rambut Anya dengan sangat lembut.
“Abang punya kabar duka yang menggembirakan, Sayang!” tutur Axel.
“Memangnya ada ya kabar duka yang menggembirakan?” tanya Anya sambil memainkan jemarinya mengusap dada bidang Axel yang tertutup kaos dalamnya.
“Tentu saja ada! Coba tanya dong sama Abang kira-kira kabarnya apa!” pinta Axel mebuat istrinya terkekeh pelan.
“Emang kabar gembiranya apa, Bang?” Anya bertanya memenuhi keinginan Axel.
“Kalo istri abang mau tahu topiknya, harus bayar dulu dong!” jawab Axel sambil menarik jemari Anya untuk mengusap bibirnya.
“Bayar Down Payment Topiknya di sini pake bibir tapi ya!” lanjut Axel membuat Anya seketika meremang dan menarik tangannya cepat-cepat.
“Ish, Abang ini pasti ada maunya!” gerutu Anya.
💃💃💃
Hayo looooh, Anya kena harus bayar DP nih sama suami sendiri. Maaf yaa, kemarin author sibuk banget dan gak sempat update karena pulang kerja udah malam.
Terima kasih banyak untuk kalian yang masih setia baca sampai sini. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dengan like, comment, and vote ya biar author makin semangat lanjutin ceritanya.
__ADS_1