Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Kebahagian Lengkap


__ADS_3

Anya yang sudah masuk ke dalam ruangan Axel sangat terkejut melihat tangan Axel yang berdarah.


“Ya Ampun, ini Bang Axel kenapa?” tanya Anya histeris. Ia pun segera meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja dan segera mengambil kotak P3K.


Dengan sigap Anya langsung membersihkan luka di tangan Axel, sedangkan Axel terus saja memandangi Anya tanpa berpaling.


“Sayang!” panggil Axel dan Anya tetap focus mengobati luka Axel sambil berdehem.


“Apa kau mencintaiku?” Pertanyaan Axel kali ini membuat Anya berhenti sejenak dan memandang Axel hingga kedua netra mereka bertemu.


“Kok, Abang tanya begitu? Ada masalah apa, Bang?” Bukannya menjawab pertanyaan Axel, Anya justru balik bertanya.


“Jawab pertanyaanku, Anya! Aku mohon!” pinta Axel membuat Anya merasa tidak enak dibuatnya.


“Emm, Anya memang cinta sama Abang! Tapi pernikahan kita terikat kontrak dan dalam jangka satu tahun, kontrak itu sudah selesai.”


“Anya juga tidak berhak memiliki Abang, jika orang tua Abang sama sekali tidak menyetujui hubungan kita berdua. Bahkan, Miss Hellen juga hanya membutuhkan bayi yang aku kandung, bukan?” timpal Anya membuat Axel gusar.


“Katakan padaku, Anya! Apa yang bisa membuatku bisa memilikimu sepenuhnya?”


Anya hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Axel. Ia memilih tidak menjawab dan tetap fokus mengobati tangan Axel.


“Anya! Aku hanya ingin kau menjadi milikku!” ungkap Axel lagi. Kini tangannya sudah selesai diobati dan Anya mengusap rahang Axel dengan sangat lembut.


“Jalani dulu satu tahun ini dengan bahagia, Bang! Setidaknya, jika kita berpisah nanti masing-masing kita masih tetap memiliki kenangan yang indah saat bersama!” tutur Anya.


Axel pun langsung berdiri dan menuju ke lemarinya. Kemudian ia mengambil surat perjanjian kontrak pernikahan mereka berdua dan langsung merobeknya.


“Aku sudah menggagalkan pernikahan kontrak kita, Anya sayang! Tidak ada lagi batas antara kita berdua dan kau selamanya akan menjadi istri sekaligus ibu untuk anak-anakku kelak!” ucap Axel.


“Bang, merobek surat perjanjian kontrak itu bukan berarti kontrak kita terhapus dan selesai. Semuanya terjadi secara procedural melewati pengacara dan di bawah pengawasan hukum negara.”


“Tidak hanya itu, Miss Hellen juga tentunya membawa copiannya dan bisa kapan saja menuntutku ke penjara jika aku tidak menjalankan apa yang sudah tertulis di dalamnya!” jelas Anya membuat Axel mengacak rambutnya dengan kesal. Ia bahkan tidak berpikiran seperti apa yang dipikirkan Anya barusan.

__ADS_1


“Selama aku menjadi istrimu, aku akan tetap mencintai dan menyayangimu, Bang!” tutur Anya yang siap untuk keluar dari ruangan Axel.


“Anya keluar dulu yaa, takut Tuan dan Nyonya butuh sesuatu!” tutur Anya, sayangnya, saat ia hendak berbalik, kedua orang tua Axel sudah berdiri di belakangnya.


“Kita tidak butuh apa-apa lagi, Anya kecuali satu hal!” ucap Mama Icha sambil berjalan mendekati Anya.


“Apa itu, Nyonya?” tanya Anya yang tampak sangat kikuk saat berhadapan dengan Mama Icha.


“Kami berdua sudah mengetahui pernikahan rahasia kalian berdua. Dan kami juga sangat menyayangimu, seperti kami menyayangi Axel. Apa kau mau memanggil kami berdua dengan sebutan mama dan papa?” tawar Mama Icha membuat mata Anya berkaca-kaca.


Ia benar-benar tidak menyangka sebelumnya jika orang tua Axel juga penuh perhatian dengannya. Bahkan juga menganggapnya sebagai menantu. Satu kata yang pertama kali keluar dari bibir Anya justru bukan Mama.


“Papa!” panggil Anya sambil menatap ke arah Papa Richie.


“Anakku!” Papa Richie merentangkan tangannya dan memeluk Anya dengan sangat erat. Siapapun yang melihatnya, pasti juga merasa terharu.


Begitu juga dengan Axel dan juga Mama Icha. Setelah puas memeluk papa Richie, Anya beralih memeluk Mama Icha dengan hangat.


Sedangkan di sisi lain, Hellencia yang tengah tertidur di ranjang king size miliknya dengan Axel pun mulai mengerjapkan matanya saat merasakan organ intimnya terasa sakit dan tidak kunjung reda sejak tadi malam. Tidak hanya itu, badannya pun mulai demam ditambah dengan kepalanya yang terasa begitu sakit.


“Halo, ada apa Hellen?” tanya Axel di ujung panggilan.


“Aku tidak enak badan, Sayang. Badanku demam dan menggigil tidak karuan. Bisakah kau pulang dan mengantarkan aku ke rumah sakit?” tanya Hellen dengan suara yang terdengar begitu lemah.


“Oh, baiklah! Aku akan segera pulang!” ucap Axel dan langsung mematikan panggilannya.


Sedangkan Hellen yang sudah tidak kuat menahan rasa sakit pun akhirnya pingsan dan tidak sadarkan diri.


💞💞💞


“Siapa yang telfon?” tanya Papa Richie saat melihat Axel menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya.


“Hellen, Pa! Dia merasa tidak enak badan dan memintaku untuk mengantarkannya ke rumah sakit!” balas Axel.

__ADS_1


“Pergilah, dulu! Hellen lebih membutuhkanmu saat ini! Tapi, kau harus tetap ingat untuk memilih salah satu dari kedua istrimu itu!” tegas Papa Richie.


Anya yang mendengarnya hanya mampu diam. Namun, Mama Icha seolah paham dengan apa yang dirasakan oleh Anya. Ia pun mengusap lengan Anya dengan sangat lembut.


“Jangan khawatir, Anya! Putraku tidak akan menceraikanmu!” tutur Mama Icha.


“Tapi, Ma! Anya juga belum tentu hamil dan melahirkan anak Bang Axel!” balas Anya.


“Meskipun kau tidak hamil dan melahirkan anak Axel, pernikahan kalian berdua tetap akan dilanjutkan!” balas Mama Icha.


Anya terharu mendengarnya. Ia langsung memeluk Mama Icha dengan sangat erat. Sosok keibuan mama Icha membuatnya merasakan kembali sosok mamanya yang sudah tiada. Terlebih mertuanya ini langsung jatuh hati dengan Anya karena masakan buatannya.


“Terima kasih banyak, Mama! Anya sangat menyayangi Mama!” Pelukan Anya kembali dieratkan seolah tak ingin melepasnya.


“Mama juga sangat menyayangimu, Anya!” balas Mama Icha.


‘Meski aku tidak ada ikatan darah dengan anak ini, tetap saja aku merasa begitu sangat menyayanginya. Berbeda saat aku bersama Hellen!’ gumam Mama Icha dalam hati.


‘Setidaknya, rasa sayangku kali ini aku curahkan sebagai rasa terima kasihku kepada Mas Richie yang sudah menolong kehidupanku dengan Axel saat ia masih bayi! Dan aku sangat bersyukur karena Mas Richie akhirnya menemukan putri kandungnya meski harus dengan cara yang salah!’ batin Mama Icha.


“Tapi, Ma! Anya kan hanya istri kedua Mas Axel. Kenapa Mama dan Papa menyayangiku dan tidak memarahiku sama sekali?” tanya Anya sambil memandang Mama Icha secara intens.


Pertanyaan Anya kali ini membuat Mama Icha memandang ke arah Papa Richie yang tengah memandang kedekatan mereka berdua.


“Tentu saja karena kami sudah mengetahui jika Hellen bukanlah istri yang baik dan tepat untuk Axel!” jelas Papa Richie.


“Tapi, Anya juga belum tentu bisa menjadi istri yang baik untuk Axel!” balas Anya membuat Papa Richie dan Mama Icha terdiam sejenak.


“Yang mama lihat, putra kesayangan mama sangat menyayangi dan mencintaimu, Anya! Dan itu sudah lebih dari cukup untuk alasan bagi kami menyayangimu juga!”


Penuturan Mama Icha membuat Anya merasa sangat lega.


“Ma, Pa, Anya akan terus berusaha untuk menjadi istri dan menantu yang baik!” balas Anya.

__ADS_1


Kebersamaan mereka kali ini membuat Anya merasakan kembali kelengkapan keluarganya yang sudah hilang. Bahagia? Tentu saja Anya merasa sangat bahagia. Namun, bagaimana keadaan Axel yang kini masih harus membawa Hellencia ke rumah sakit? Sebenarnya Hellencia sakit apa sih?”


Nah, yang penasaran sama cerita selanjutnya, jangan lupa untuk kasih dukungan kalian ke author dengan like, comment, vote, subscribe, dan juga rate bintang 5. Terima kasih banyak untuk dukungan kalian semuanya.


__ADS_2