Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Gairah Anya


__ADS_3

Anya mengikuti langkah Axel menuju ke Gedung yang ada di belakang restoran. Perasaan Anya kali ini benar-benar dag dig dug tidak menentu, mengingat Axel memanggilnya seperti baru saja melakukan sebuah kesalahan besar.


Terlebih pandangan seluruh karyawan restoran yang tadi ada di dapur tertuju kepada Anya sambil bergidik ngeri. Anya sendiri hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi padanya setelah masuk ke dalam Gedung mengerikan yang merupakan ruang kerja Axel.


Tepat saat langkahnya melewati pintu masuk, Axel langsung berbalik dan menutup pintunya rapat-rapat. Kemudian ia menggendong Anya ala bridal style dan menatapnya sambil tersenyum.


“Kau tahu, aku sangat merindukanmu, sayang!” ucap Axel sambil mengecup bibir Anya sekilas.


“Iiih, abang nih bikin Anya ketakutan aja!” gerutu Anya sambil memukul dada bidang Axel.


“Manggilnya udah kayak mau kasih hukuman pancung aja!” lanjutnya lagi sambil memanyunkan bibirnya.


“Looh, abang kan gak mau kamu jadi bahan gossip yang enggak-enggak, sayang!” Axel mulai melangkahkan kakinya menaiki anak tangga dan menuju ke kamar yang sudah ia buatkan khusus untuknya menghabiskan waktu dengan Anya.


“Tapi, gimana acting Abang tadi? Keren kan?” tanya Axel yang langsung dijawab Anya dengan anggukan kepalanya.


“Miss Hellen sakit apa, Bang?” tanya Anya sambil melingkarkan tangannya di leher Axel dengan manja.


“Abang akan kasih tahu setelah yang satu ini!” jawab Axel yang sudah tidak sabar untuk mencumbu istri kesayangannya yang semakin tampak menggemaskan.


Sedangkan Anya hanya bisa memutar bola matanya malas. “Tapi kan Anya penasaran, Abang!” timpal Anya lagi yang benar-benar penasaran denga napa yang terjadi dengan Hellencia.


Tapi Axel benar-benar tidak mau memberitahukannya dulu sampai mereka tiba di kamar dan Axel merebahkannya di atas tempat tidur.


“Aku lepaskan rasa rindu ini sebentar saja, selepas itu, aku akan menceritakan semuanya kepada istriku yang sangat cantik ini!” Axel mulai melepaskan seragam chef yang dikenakan Anya satu per satu.


Mulai dari ikatan rambut Anya, melepaskan kancing baju seragamnya, dan kini Axel juga sudah meloloskan rok yang Anya kenakan dan melemparkannya begitu saja.


Tangan Anya juga mulai bergerak melepaskan kemeja suaminya dan Axel bergerak melepaskan ikat pinggangnya. Setelah menanggalkan celananya, Axel justru berbaring di samping Anya dan menyangga kepalanya sambil memandangi Anya secara intens.


“Apa yang membuatmu tampak secantik ini, Sayang?”


Pertanyaan Axel kali ini membuat Anya menyunggingkan senyumannya. “Abang salah liat kali!” balas Anya yang mulai tersipu malu.

__ADS_1


Tangan Axel terulur mengusap kepala Anya dan mulai memainkan rambut istrinya. “Terima kasih karena lebih memilihku dan menolak tawaran dari Tuan Darrel, sayang!” ucap Axel.


“Apa yang membuatmu tidak tergiur dengan tawaran darinya?”


Pertanyaan Axel kali ini membuat Anya membalas tatapan Axel dan mengusap rahang suaminya.


“Karena aku mencintaimu, Bang! Aku menyayangi papa Richie dan juga Mama Icha!” jawab Anya.


“Kau tahu, aku benar-benar tidak menduga akan mendapatkan kasih sayang dari mereka berdua. Emm, a-aku …”


“Aku serasa hidup kembali dengan kebahagiaan keluarga yang lengkap.”


“Entah kenapa, aku merasakan papa dan mama menyayangi aku seperti anak mereka sendiri!” tutur Anya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Axel cepat-cepat mengusap air mata Anya yang menetes membasahi pipinya, “Jangan menangis, Sayang!”


Axel langsung memeluk istrinya dengan sangat erat.


“Apa aku boleh serakah, menganggap Papa Richie dan Mama Icha sebagai mamaku sendiri? Aku takut, kebahagiaan ini tidak lama, Bang!” ungkap Anya sambil membalas pelukan Axel dengan erat.


Axel langsung mengendurkan pelukannya dan menarik dagu Anya untuk memandang ke arahnya.


“Kebahagiaan ini pasti akan semakin lengkap, jika kau benar-benar mengandung darah dagingku, Sayang! Aku berjanji, tidak akan pernah melepaskanmu apapun yang akan terjadi nanti!” ucap Axel yang langsung mendaratkan ciumannya di bibir Anya.


Ciuman Axel kali ini langsung dibalas oleh Anya dan keduanya saling berpagutan dan menyampaikan perasaan mereka berdua. Tangan Anya perlahan menyusup ke dalam boxer milik Axel dan mengusap lembut sesuatu yang ada di dalam sana membuat Axel sedikit terkejut karena usapan istrinya.


Terlebih saat tangan Anya mulai nakal dan meloloskan boxer Axel.


“What do you want to do, honey?” tanya Axel yang mulai melayang karena permainan tangan Anya.


Anya sama sekali tidak menjawab pertanyaan suaminya saat ini. Tapi. Ia justru mengubah posisinya menjadi di atas suaminya. Axel menelan ludahnya kasar mendapati istrinya mulai memimpin permainan mereka kali ini.


Terlebih saat Anya mulai melepaskan pengait br4 miliknya dan mempertontonkan miliknya yang tampak begitu men994ir4hkan di m4t4 Axel. Tanpa ba bi bu lagi, Axel langsung menarik tubuh Anya ke arahnya dan mulai memainkan titik sensitive Anya dengan mulutnya.

__ADS_1


Suara d354h4n Anya mulai memenuhi kamar Axel dan perlahan ia memulai untuk menyatukan miliknya dengan milik Axel. Untuk pertama kalinya mereka mencoba gaya baru yang ditawarkan oleh Anya. Meski sedikit sulit, tapi Anya tampak begitu menikmatinya.


Sampai akhirnya milik mereka berdua pun akhirnya bertemu. Sensasi berbeda dan luar biasa kini mereka berdua rasakan bersama-sama. Kali ini, Anya benar-benar tampak begitu l!4r di mata Axel dan membuat Axel dimabuk kepayang.


Entah darimana Anya mempelajarinya, ia terus saja ber9oy4ng di atas tubuh suaminya dan Axel tak berhenti memainkan kedua ujung titik sensitive Anya dengan jari tangannya. Keduanya juga sama-sama menceracau sampai tiba di pelepasan pertama mereka.


Selepas itu, Anya langsung terkulai lemas di atas tubuh suaminya dan membuat Axel tersenyum penuh kemenangan.


“Dari mana kau mempelajari ini, Sayang?” tanya Axel sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.


“Barusan baca artikel di mbah google, Bang!” balas Anya dengan gaya polosnya. “Ternyata, rasanya beneran luar biasa!” tuturnya pelan dan Axel semakin gemas mendengarnya.


“Kau sangat cepat belajar ternyata yaa! Gimana kalo kita belajar bersama dan mencoba gaya yang lainnya lagi?” tawar Axel yang cepat-cepat dijawab Anya dengan gelengan kepalanya.


“Jangn dulu atuh, Bang! Anya masih capek!”


Jawaban Anya kali ini sama sekali tidak diindahkan oleh Axel. “Kali ini, Abang gak akan bikin istri Abang kecapekan kok!” balas Axel yang mulai nakal.


Axel memindahkan posisi Anya untuk berbaring di sampingnya. Kali ini jemari Axel mulai bermain di titik sensitif milik Anya yang bawah dan membuat istrinya men99elinjan9 tidak karuan. Suara Anya juga kembali terdengar memenuhi ruangan.


“Katakan padaku, bagaimana rasanya, Cinta?” tanya Axel.


“Emmh, en-enaak engh, Bang!” ceracau Anya.


Tanpa menunggu lama lagi, mereka berdua pun kembali mengulangi penyatuan mereka yang kedua kalinya. Baik Anya maupun Axel, benar-benar menikmati permainan mereka sampai jam pulang kerja pun terlewati lama.


Kini, keduanya sama-sama terlihat begitu lelah dan saling berpelukan di dalam selimut.


Sedangkan di lantai bawah, Tian sedari tadi menunggu Axel untuk meminta tanda tangan dan tidak berani naik ke lantai dua. Ia memilih tetap menunggu Axel turun ke bawah untuk menemuinya.


Sampai akhirnya, Tian pun terlelap di sofa yang ada di lantai satu saking lamanya menunggu balasan pesan dari Axel.


💞💞💞

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk Author yaaa. Dengan cara like, comment, vote, gift, dan juga rate bintang 5.


Mulai besok, author akan mulai Crazy Up karena udah mulai libur kerja 😍😍😍


__ADS_2