Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Puncak Masalah


__ADS_3

Anya yang tampak dibela oleh Axel dan kedua mertuanya pun semakin berani menantang Hellencia. Sedangkan Hellencia pun mulai mundur dan duduk kembali di sofa sambil menyilangkan kakinya.


“Okey, melihat sikap kalian semua membuat aku sangat paham jika kalian pasti sudah mengetahui siapa Anya sebenarnya dan juga apa yang sudah terjadi denganku.”


Hellencia melipat kedua tangannya di depan dada dan masih terlihat begitu santai.


“Tapi, Anya tidak tahu bukan, siapa Axello Richandra yang sebenarnya. Bahkan dia juga tidak mengenal Papa Richie dengan baik!”


“Anya Sayang, aku lebih tulus menyayangimu daripada mereka bertiga! Aku yakin, kau pasti akan menyesal setelah mengetahui siapa mereka yang sebenarnya!” ucap Hellencia membuat Anya mulai memandangi Axel, Papa Richie dan juga Mama Icha satu per satu.


“Katakan saja siapa mereka! Aku tidak akan terpengaruh dengan berita yang kau sampaikan Miss Hellen!” balas Anya tidak gentar sama sekali.


“Wow! Kau memang pantas untuk dicintai, Anya! Keberanianmu sangat mengagumkan!” ucap Hellencia membuat Papa Richie kemudian menimpali ucapannya.


“Tutup mulutmu yang menjijikkan itu, Hellencia! Lebih baik kau keluar dari kehidupan kami dan jangan pernah lagi datang untuk kembali!” gertak Papa Richie mengusir Hellen.


Tidak hanya Papa Richie, Axel pun juga turut menimpali ucapan Hellencia untuk menegaskan kepada Anya jika ia tetap ada di pihak Anya sampai kapan pun.


“Dan seperti yang aku katakan kemarin, mulai detik ini, aku menceraikanmu, Hellencia! Dan sekarang, kau bukanlah istriku lagi!” ucap Axel yang dengan mantap menceraikan Hellencia di depan Anya, kedua orang tuanya, Tian, dan juga Bik Kurni.


“Nyali kalian memang sangat luar biasa!” timpal Hellencia. “Dan Anya Sayang, kali ini kau harus tahu jika Axel tidak sungguh-sungguh mencintaimu! Dia bahkan sama sekali tidak rela untuk tidur bersamamu!"


"Ingat! Dia hanya butuh anakmu! Siap-siap saja untuk dicampakkan setelah anak itu lahir!" ungkap Hellencia sambil tersenyum sinis.


"Mungkin Itu dulu, sebelum Bang Axel benar-benar mengenalku yang tentunya lebih baik dari istri tua!" balas Anya dengan lebih sengit lagi.


"Tapi kamu pasti belum mengetahui jika Papa Richie adalah orang yang menyebabkan kedua orang tuamu kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia!” ungkap Hellencia membuat Anya terkejut bukan main mendengarkan informasi ini.


Kali ini Anya terdiam sejenak untuk mencerna ucapan Hellencia.


Namun, Anya tidak langsung percaya begitu saja. Terlebih mengingat bagaimana ketulusan Papa Richie yang menyayanginya selama ini.

__ADS_1


“Tidak mungkin! Aku sama sekali tidak percaya dengan apa yang katakan, Miss Hellen!” balas Anya dengan suara yang mulai bergetar.


“Kematian mama memang murni karena kecelakaan tunggal!” tegas Anya yang kukuh dengan pendiriannya.


“Aku bahkan memiliki buktinya dengan jelas Anya. Kemarilah jika kau memang tidak percaya!” panggil Hellencia sambil melambaikan tangannya ke arah Anya dan meminta Anya untuk mendekat ke arahnya.


“Tidak perlu mendekati Hellencia, Anya! Papa akan menceritakan semuanya kepadamu!” tutur Papa Richie secara gentle.


“Memang awalnya papa berniat untuk mencelakai papamu saat mengetahui mobilnya sedang diperbaiki di bengkel. Papa mengakui sudah menyuruh montir untuk mengendurkan rem mobil milik Razil dan memberikan uang kepadanya dengan jumlah yang banyak!”


Belum selesai Papa Richie mengakui perbuatannya, mata Anya sudah mulai berlinang. Ia sama sekali tidak menduga jika papa mertua yang selama ini memberikan kasih sayang yang luar biasa kepadanya justru orang yang merencanakan kecelakaan yang dialami oleh kedua orang tuanya.


“Tapi, percayalah pada papa, Anya! Bukan papa yang membunuh mamamu! Montir bengkel yang papa perintah saat itu menyatakan jika ia tidak berani menjalankan perintah yang papa berikan.”


“Bahkan ia sudah berjanji untuk mengembalikan uang yang papa berikan kepadanya dengan cara mencicilnya karena uang tersebut sudah ia pakai untuk biaya istrinya yang melahirkan.”


Pengakuan Papa Richie kali ini membuat Anya tidak bisa membendung lagi air matanya. Ia benar-benar sangat shock mendengar pengakuan papa mertuanya itu.


“Aku tidak akan mungkin membunuh putri kandungku sendiri, Hellencia! Jangan menyebarkan fitnah dari mulut busukmu itu!” gertak Papa Richie membuat Anya semakin terkejut dibuatnya.


Hal ini membuat kepala Anya terasa sangat sakit dan matanya mulai berkunang-kunang. Tak lama kemudian, Anya pun langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri. Untung saja Axel langsung sigap menangkap tubuh Anya dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Mama Icha pun langsung mengikuti Langkah Axel menuju ke kamar Anya. Sedangkan Papa Richie kembali mengungkapkan apa yang ia dapatkan dari laporan anak buahnya tentang kecelakaan orang tua Anya dan juga campur tangan dari Hellencia.


“Dan penyebab kecelakaan orang tua Anya bukanlah aku, melainkan kamu, Hellencia!” ucap Papa Richie membuat Hellencia mulai tergagap.


“Jangan menuduhku macam-macam, Papa!” balas Hellencia.


“Aku masih memiliki rekaman permintaan papa kepada montir mobil Pak Razil untuk mengendurkan rem mobilnya dan rekaman ini pasti akan menyeret papa ke kantor polisi!” ancam Hellencia.


“Bukan hanya kamu, Hellencia! Aku juga sudah mengumpulkan bukti rekaman CCTV bengkel, dimana kamu sengaja mengutak atik mobil Pak Razil dan membuatnya oleng di jalanan. Bahkan titik kecelakaannya juga sudah kau tentukan, bukan?”

__ADS_1


“Kamu sengaja meletakkan kucing di tengah jalan dan membuat Razil membanting stir hingga mobilnya terperosok ke dalam jurang!”


"Dan kau bahkan sudah menunggunya di bawah sana untuk melancarkan aksimu yang selanjutnya!"


“Mama Anya sebenarnya tidak mati di tempat, tapi kau sengaja membunuhnya di TKP tanpa meninggalkan bekas sedikitpun!”


Papa Richie membeberkan semua bukti kematian mama Anya yang ia dapatkan dari Prima. Kini semua bukti yang terkumpul sedang dilaporkan oleh Prima kepada pihak yang berwajib dan membuat Hellencia kalah telak.


“Tidaaak! Ini sangat tidak mungkin! Aku bukan pembunuh! Kau justru yang sudah membunuh Mamanya Anya!” teriak Hellencia yang sudah mulai kalang kabut.


Semua yang dikatakan oleh Papa Richie tadi memang benar adanya. Rencana kematian orang tua Anya yang sudah ia tata sedemikian rupa, ternyata hampir sama dengan rencana Papa Richie.


Dari sini, Hellen sengaja membuat Papa Richie sebagai tersangka, padahal ia sendiri yang sudah merencanakan pembunuhan berencana ini.


“Kalau begitu, laporkan saja karena aku sama sekali tidak takut!” balas Papa Richie.


Tak lama kemudian, Prima pun datang bersama dengan segerombolan polisi yang siap untuk menangkap Hellencia. Tidak ada yang bisa Hellen lakukan lagi selain meronta-ronta saat polisi menangkap dan membawanya pergi.


“Terima kasih banyak, Prima! Kau benar-benar bisa aku andalkan! Bonus besar akan menanti untukmu!” ucap Papa Richie sambil menepuk bahu Prima.


Informasi yang Prima kumpulkan selama ini memang baru dilaporkan secara menyeluruh kepada Papa Richie tadi malam. Hal ini tentunya membuat Papa Richie merasa sangat lega dan tidak dihantui perasaan bersalah sepanjang hidupnya.


“Sama-sama, Tuan! Barusan, saya juga baru mengetahui salah satu alasan mengapa Hellencia nekat untuk membunuh Mamanya Anya!” balas Prima membuat Papa Richie penasaran.


“Apa alasannya?” tanya Papa Richie yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan dari Prima.


“Karena Mama Anya sangat sulit untuk diajak pergi menghabiskan waktu bersama Hellencia. Selain memiliki hubungan khusus dengan Cintia, Hellencia juga jatuh hati dengan Mama Anya yang masih tampak sangat cantik di usia mudanya.”


“Maka dari itu, sepertinya Hellencia kini tengah mengincar putrinya selepas mamanya meninggal dunia!” jelas Prima membuat Papa Richie sangat merinding mendengarnya.


“Dasar wanita gila! Untung saja kau cepat bertindak, Prima! Tolong kumpulkan semua bukti yang ada! Aku masih harus menjelaskan semuanya kepada putriku!” ucap Papa Richie.

__ADS_1


“Siap, Tuan!” balas Prima yang kemudian berbalik dan mengajak Tian untuk membantu tugasnya kali ini.


__ADS_2