
“Aku ingin dipanggilkan Chef yang tadi memasak makananku!” pinta Tuan Darrel Keano, Direktur Utama Hotel DarKea yang baru mengajukan penawaran kerja sama dengan Restoran milik Axel.
Kepala Manager Chef pun langsung memanggilkan Anya yang kebetulan baru saja membereskan peralatan masaknya dan mencucinya di kitchen sink.
“Chef Anya, Tuan Darrel Keano memanggil anda di meja reservasi VIP Nomor 5!” tutur Kepala Manager Chef membuat Anya mengernyitkan dahinya.
“Buat apa ya?” tanya Anya sambil mengeringkan tangannya yang basah.
“Temui saja dulu! Bisa jadi ia akan memberikan tip khusus untukmu!” balas Kepala Manager Chef yang langsung mengajak Anya untuk menemui Tuan Darrel Keano.
Anya pun langsung mengikuti langkah Kepala Manager Chef menuju ke meja reservasi dimana Darrel Keano duduk.
“Selamat siang, Tuan Darrel! Ini Chef Anya yang tadi sudah meracik dan memasak menu makanan yang anda pesan.” Kepala Manajer Chef memperkenalkan Anya di depan Tuan Darrel.
Darrel mengangkat kepalanya dan memandang ke arah Anya yang berdiri di belakang Kepala Manager Chef dari atas sampai bawah.
“Menarik!” Satu kata terlontar dari mulut Tuan Darrel yang terus saja memperhatikan Anya secara intens.
“Ternyata bukan hanya masakannya yang memanjakan lidah, pesonamu juga memanjakan mataku untuk terus memandangimu!” tukas Tuan Darrel sambil memberi kode kepada Kepala Manager Chef untuk meninggalkan mereka berdua.
“Terima kasih atas penilaian anda, Tuan!” ucap Anya. “Kalau boleh tahu, apa keperluan anda memanggil saya kemari?”
Pertanyaan Anya yang begitu tegas membuat Darrel semakin mengagumi sosok Chef yang sudah memanjakan lidahnya siang ini. “Duduklah, Chef Anya!” titah Darrel.
“Ada beberapa hal yang ingin aku perbincangkan denganmu!” lanjutnya lagi sambil menarik kursi dan mempersilakan Anya untuk duduk.
Anya pun duduk di samping Darrel dan menunggu apa yang sebenarnya ingin diperbincangkan Darrel dengannya.
“Aku benar-benar sangat menikmati masakanmu siang ini, Chef Anya! Sangat lezat dan bahkan rasanya masih begitu terasa di lidahku, padahal makanan tadi sudah tertelan dalam jangka waktu yang lama.”
“Kebetulan, aku ada masalah sedikit karena picky eater, yang terlalu memilih makanan. Bahkan tak jarang aku masuk rumah sakit hanya karena tidak selera dengan makanan yang dihidangkan oleh pelayan dan aku lebih memilih tidak memakannya!”
__ADS_1
“Kali ini, aku tertarik untuk memintamu bekerja untukku, Chef Anya. Katakan kepadaku, berapa banyak Direktur Axel memberikan gaji kepadamu setiap bulannya?”
Anya mengeluarkan black card pemberian Axel dan memperlihatkan kepada Tuan Darrel, “Ini gaji yang diberikan Tuan Axel kepada saya tiap bulannya, Tuan!”
Tuan Darrel hanya tersenyum tipis saat mengetahui berapa limit black card yang dipegang oleh Anya.
‘Gila! Gaji chefnya Tuan Axel bahkan hampir sama dengan jatah bulanan adik kandungku sendiri!’ gumam Darrel dalam hati. Ia langsung mengeluarkan dua buah black card dari sakunya dan menyerahkan kepada Anya.
“Bagaimana jika aku akan memberikan dua kali lipat dari gaji yang diberikan Direktur Axel kepadamu, Chef Anya?” Tuan Darrel memberi penawaran menggiurkan kepada Anya agar Anya mau bekerja sama dengannya.
“Mohon maaf, Tuan Darrel! Saya tidak bisa menerima tawaran anda karena saya masih terikat kontrak dengan Tuan Axel!” tolak Anya secara halus.
“Masalah kontrak pekerjaan, saya bersedia untuk membayar penaltinya, Chef Anya!” jelas Tuan Darrel.
Anya menyunggingkan senyumannya sambil menggelengkan kepalanya. “Sekali lagi saya mohon maaf, Tuan! Saya tidak bisa menerima tawaran anda. Bagi saya, berapa besar nominal gaji yang saya dapatkan tidak berarti apa-apa jika tidak ada kenyamanan yang saya rasakan di sana.”
“Saya sudah terlalu nyaman bekerja di sini, Tuan dan sangat berat bagi saya untuk meninggalkan restoran ini!” tegas Anya sampai Tuan Darrel begitu takjub mendengarkan kesetiaan Anya sebagai karyawan Axel.
Darrel pun tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mempersilakan Anya kembali ke tempatnya sambil memesan makanan buatan Anya yang kedua kalinya dengan menu yang berbeda sambil menunggu kedatangan Axel.
Tepat saat menu makanan untuk Darrel siap untuk disajikan, Axel tiba di restoran dan langsung menemui Darrel Keanu yang sedari tadi sudah menunggunya.
“Selamat siang, Tuan Darrel Keano!” sapa Axello sambil mengulurkan tangannya ke arah Darrel.
Uluran tangan Axel pun langsung disambut oleh Darrel. “Maaf sudah membuat anda lama menunggu!” lanjut Axel lagi membuat senyuman Darrel merekah sempurna.
“Tidak masalah Tuan Axel, kebetulan saya juga sambil menikmati masakan terlezat yang dimasak oleh chef handal anda!” jawab Darrel yang kemudian menceritakan apa yang sudah ditawarkan olehnya kepada Anya dan bagaimana Anya menanggapinya.
Cerita dari Tuan Darrel kini membuat Axel merasa sangat bahagia dan berbunga-bunga mendengarnya. Ia tidak menyangka jika Anya lebih memilih satu black card darinya dibandingkan dua black card yang ditawarkan Darrel kepadanya.
Dari cerita Darrel kali ini, membuat Axel merasa yakin jika Anya sudah benar-benar membalas perasaan cintanya.
__ADS_1
Setelah menceritakan penolakan Anya terhadap tawarannya, Darrel mengajukan penawaran kerja sama kepada Restoran milik Axel untuk membuka cabang di Hotel Bintang Lima miliknya yang kebetulan restoran di hotelnya cukup sepi dibandingkan milik Axel.
“Saya akan memikirkan kembali penawaran dari Anda, Tuan Darrel. Paling cepat, besok siang saya akan mengabarkan lagi kepada anda tentang keputusannya!” tukas Axel yang sudah tidak sabar ingin menemui Anya.
“Terima kasih banyak Tuan Axel. Saya menantikan kabar baik dari anda!” balas Tuan Darrel.
“Besok siang, saya akan kembali ke Restoran ini untuk menikmati makan siang buatan dari Chef Anya dan mendengar keputusan anda!” jelasnya lagi.
“Baiklah kalau memang begitu. Silakan menikmati pesanan, Anda, Tuan Darrel. Saya pamit dulu!” ucap Axel sambil undur diri dari hadapan Tuan Darrel.
Dengan langkah lebar, Axel langsung mencari keberadaan Anya di dapur restoran. Kedatangan Axel untuk kedua kalinya di dapur restoran membuat semua chef dan karyawan yang ada di sana seketika berdiri mematung sambil menatap ke arah Axel.
Hawa dingin langsung menyelimuti suasana mencekam di dapur restoran kali ini. Hampir semuanya sangat berdebar-debar tidak karuan mendapati bos dingin mereka masuk ke dalam dapur.
“Chef Divanya Elea Razil!” panggil Axel dengan nada bicara yang terdengar begitu sangar di telinga para chef dan juga para karyawan.
“I-iya, Tuan!” jawab Anya sedikit tergagap.
Ternyata bukan hanya para karyawan dan chef yang merasa dag dig dug dengan kedatangan Axel. Anya sendiri juga masih merasakan hal yang sama dengan mereka meskipun Axel sudah menyatakan oerasaannya dengan Anya.
“Ikut saya ke kantor! Segera!” titah Axel sambil berbalik dan berjalan keluar dapur.
Anya pun langsung melepaskan celemeknya dan memberikannya kepada Kepala Manager Chef yang kebetulan masih ada di sana.
“Semoga kamu baik-baik saja, ya!” gumam Kepala Manager Chef dan Anya memaksakan senyumannya sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1