Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Dukungan untuk Anya


__ADS_3

Pakdhe Joko, Budhe Diba, dan juga Regi sangat tercengang saat melangkah masuk ke dalam Mansion Utama. Matanya langsung berkeliling memandangi semua barang-barang mewah yang ada di Ruang Tamu. Tidak hanya itu, saat hendak duduk di sofa, mereka pun mengelusnya pelan.


“Gila! Ini bener-bener rumah sultan, Pak!” gumam Regi pelan.


“Iya, Gi! Gak nyangka nashi Anya mujur bener kek gini!” balas Budhe Diba.


“Ehm!” Anya berdehem membuat Pakdhe Joko langsung menarik istri dan anaknya untuk duduk. Kini mereka bertiga duduk berhadapan dengan Anya dan juga Axel. Sedangkan di sofa sebelah kiri, tampak Papa Richie dan juga Mama Icha duduk berdampingan.


“Apa Mbak Diba masih mengenalku?” tanya Papa Richie membuat Budhe Diba yang tadinya memandangi Anya dan juga Axel  secara bergantian, kini beralih memandangi Papa Richie.


“Anda, Tuan Richie bukan?” balas Budhe Diba yang sama sekali tidak mengingat jika pria tersebut adalah mantan pacar dari adik kandungnya yang juga papa kandung dari Anya.


“Iya, mantan pacarnya Divya! Papa kandungnya Anya yang asli!” jelas Papa Richie membuat Budhe Diba tersentak kaget. Ingatannya langsung kembali pada kejadian beberapa tahun silam dimana keluarga besarnya menolak Richie untuk menikahi Divya dengan alasan harta.


Namun, sekarang kekayaan Richie justru berlipat lipar dari Razil, adik iparnya dulu.


“Gak mungkin! Mantan Divya tidak mungkin sekaya ini!” gumam Budhe Diba tidak percaya.


“Anya, kamu itu anak kandung Papa Razil dan Mama Divya! Percaya sama budhe! Budhe yang dari dulu urus kamu sejak kecil!” jelas Budhe Diba.


Sedangkan Regi dan Pakdhe Joko juga tidak kalah terkejutnya dengan berita tersebut. Sayangnya mereka hanya bisa menggumam dalam hati atas rasa keterkejutan mereka.


‘Apa? Jadi Anya itu anak kandungnya Tuan Richie? Ini mah gilaaak! Beruntung banget dia jadi anak kandungnya sultan!’ batin Regi sambil menelan ludahnya kasar.


‘Tapi, tunggu! Kalo gitu dia nikah sama kakak kandungnya sendiri dong! Eh, tapi kok kayak gak nyambung, ya! Kalo Tuan Axel kakak kandungnya Anya, berarti dulu Tuan Richie selingkuh dong sama tante Divya! Makanya akung gak setuju dengan pernikahan mereka!’


Berbagai pertanyaan muncul dalam benak Regi. Namun, ia tetap fokus mendengarkan ucapan mereka yang ada di Ruang Tamu.


“Aku rasa, Anya tidak perlu mengingat masa lalunya lagi jika itu begitu menyakitkan untuknya. Yang terpenting saat ini, dia sudah tidak sendiri lagi!” tegas Papa Richie yang teramat kecewa dengan seluruh keluarga besar Anya yang sama sekali tidak peduli selama ini.


“Kalau begitu, Anda sudah melakukan pernikahan sedarah, dong!” tuduh Pakdhe Joko.


“Axel bukanlah anak kandung Papa Richie. Papa kandung Axel sudah meninggal dunia sebelumnya!” jelas Mama Icha.


“Jadi, kalian jangan khawatir! Ini bukan pernikahan sedarah.” Kali ini Axel ikut angkat suara. Sedangkan Anya masih memilih untuk diam.

__ADS_1


“Anya sayang! Maafkan budhe yang tidak sempat datang saat pemakaman papamu. Saat itu Regi juga sedang sakit dan tidak bisa ditinggal sendiri di rumah!” ucap Budhe Diba.


“Tapi kenapa setelah anakmu sembuh, kamu tidak juga mengunjungi Anya?” timpal Abang kandung Papa Richi yang ikut keluar dan bergabung di Ruang Tamu.


“Kau bahkan datang kemari setelah melihat tayangan di televisi kemarin bukan?” timpal Oma Decy, mama kandung Papa Richie.


“Sekarang, tanyakan langsung kepada mereka, apa tujuan mereka datang kemari?” timpal Tante Inna, adik kandung Mama Icha.


Pakdhe Joko, Budhe Diba, dan juga Regi mulai merasa ngeri. Apalagi saat mengetahui semua keluarga besar Axel keluar satu persatu dan berkumpul di Ruang Tamu. Dengan terbata-bata, Budhe Diba pun menuturkan alasannya datang ke Mansion Utama.


“Alasan pertama adalah menjalin tali silaturahmi. Bagaimana pun juga, Anya adalah anggota keluarga kami!” jelas Budhe Diba.


“Sepertinya, Anya tidak pernah memiliki keinginan untuk memutuskan hubungan persaudaraan dengan siapapun juga. Bukannya terbalik, ya?” timpal Om Rian, adik kandung dari Papa Richie.


“Tapi nomor ponsel Anya sama sekali tidak bisa dihubungi!” timpal Regi yang berusaha membela Mamanya.


“Tentu saja tidak bisa dihubungi lagi! Karena saat ini Nona Muda keluarga kami harus dilindungi dari siapapun itu. Takutnya, kalian hanya menghubungi Anya saat sedang butuh uang saja! Biasanya kan penjilat selalu melakukan hal seperti itu!” tutur Tante Angel, istri dari Om Rian.


Kini mereka bertiga pun diam seribu Bahasa sampai akhirnya Anya mulai buka suara.


Pengusiran Anya yang disampaikan dengan sangat lembut kali ini membuat Regi sangat tidak terima. Diam diam ia mengambil botol kecil air mineral yang ada di atas meja kemudian melemparkan dengan kencang ke arah Anya.


“Sombong banget sih, kamu!” umpat Regi dengan geram.


Untuk saja Intel Ika bergerak dengan cepat untuk menangkap lemparan Regi dan melempar balik ke arahnya. Bahkan Intel Ika sengaja memegang botolnya sedikit kencang sampai air mineral tersebut keluar membasahi baju yang dikenakan oleh Regi.


“Tolong bersikap sopan kepada Nona Muda kami!” Hardik Intel Ika membuat Regi mulai bergidik ngeri. Anya bukan lagi orang yang mudah ditindas sekarang, bahkan sebaliknya. Dengan mudah, ia bisa menindas siapapun yang ia mau dengan kekuasaannya.


“Lebih baik kalian semua angkat kaki dan pergi dari Mansion Utama kami!” gertak Axel mengusir keluarga Budhe Diba. “Karena aku tidak akan lagi mengizinkan istriku untuk bertemu dengan kalian!”


Dengan perasaan malu, Pakdhe Joko mengajak istrinya untuk keluar dan meninggalkan Mansion Utama. Sedangkan Axel langsung membawa Anya masuk ke dalam kamar mereka untuk menenangkan istrinya.


Sedangkan Budhe Diba sudah membonceng motor suaminya dan meninggalkan Mansion Utama. Begitu juga dengan Regi yang sudah mengendarai motornya sendiri meninggalkan Mansion Utama dan pulang ke rumah. Setelah menempuh perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di rumah mereka.


“Anya beneran belagu banget ya, Ma! Mentang-mentang udah jadi orang kaya!” gerutu Regi sambil melepas helm yang ia kenakan. “Mana suaminya ganteng banget lagi!”

__ADS_1


“Huft! Mama juga nyesel deh nyuekin dia waktu kesusahan kemaren! Andai aja kita mau bantu meski sedikit, seenggaknya kita kan bisa kecipratan kekayaannya Anya yang sekarang!” timpal Budhe Diba.


“Ini juga salah papamu!” tuduh Budhe Diba dengan kesal.


“Loh. Kok jadi aku sih yang disalahin!” timpal Pakdhe Joko tidak terima.


“Ya, andai aja kemarin Mas Joko mau nunggungui Rizal waktu dirawat di rumah sakit, kan gak begini jadinya!” timpal Budhe Diba yang merasa sangat kecewa.


Perdebatan kecil di keluarga Budhe Diba pun akhirnya terjadi sampai terdengar Regi menanyakan hal yang terdengar sangat tidak enak di tenga papa dan juga mamanya.


“Tunggu deh, Pa, Ma! Mendingan sekarang kalian jujur aja sama Regi.”


“Jujur tentang apa?” tanya Budhe Diba.


“Aku ini sebenarnya anak kandung siapa? Aku sih berharap kalo dulu Papa sama Mama dapat wasiat dari orang tua kandung aku yang kaya raya juga kayak Anya!” jawab Regi.


“Seenggaknya kan aku bisa ngerasain tidur di atas Kasur yang empuk dan mandi di dalam jacuzzi!” lanjut Regi yang mulai berkhayal tinggi.


Plak! Budhe Diba langsung menepuk lengan Regi dengan kencang sampai meninggalkan bekas telapak tangan.


“Jangan ngawur kalo ngomong! Kamu itu asli anak Papa sama Mama! Sembarangan!” balas Budhe Diba.


“Yah, pertanyaan Regi sih bener juga, Ma!” timpal Pakdhe Joko. “Siapa tahu dulu kamu udah punya selingkuhan sebelum nikah sama aku?”


Mata Budhe Diba langsung membeliak sempurna. Ia tidak menyangka suaminya menuduhnya seperti itu.


“Mas Joko nih kebangetan banget, ya!” Budhe Diba langsung mengambil sapu dan siap untuk memukulkan ke arah suaminya.


Melihat pertengkaran kecil antara papa dan juga mamanya, Regi pun memilih meninggalkan Ruang Tamu dan masuk ke dalam kamarnya. Ia masih berharap jika apa yang terjadi pada Anya, juga terjadi kepadanya.


🐾🐾🐾


Terima kasih sudah mengikuti kisah Anya sampai disini. Untuk selanjutnya, plotnya akan Author bikin ngebut ya! Yuk, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian semua dengan like, comment, vote, dan juga rate bintang 5, ya! Terima kasih.


 

__ADS_1


__ADS_2