
Kini Axel sudah berada di rumah sakit untuk melihat keadaan Hellencia. Matanya tampak sangat bengkak karena ia terus saja menangisi kematian Cintia. Memorinya terus saja mengingatkan kebersamaannya dengan Cintia dan membuatnya merasa semakin bersalah.
“Aku yang membuatnya menghadapi kematian secepat ini, Mas! Aku benar-benar sangat menyesal!” ucap Hellencia di tengah isak tangisnya.
Axel memandangi Hellen dengan rasa iba. Wanita yang saat ini masih memiliki status menjadi istrinya ini tampak semakin mengenaskan. Virus kanker itu sangat cepat menggerogoti tubuh Hellen yang semakin hari semakin tirus.
“Berubahlah untuk menjadi baik, Hellencia jika kau memang sungguh-sungguh menyesali perbuatan burukmu di masa lalu!” tutur Axel yang langsung dijawab dengan anggukan kepalanya.
“Iya, Mas Axel. Aku berjanji akan berubah untuk menjadi wanita yang baik!” balas Hellencia.
Satu jam Axel menunggui Hellencia membuat tangisan dan kesedihan Hellencia mereda. Sedangkan Axel sendiri sudah tidak tenang karena pikirannya terus saja tertuju pada Anya di Mansion.
Meski keadaan Anya sudah mulai membaik dan Anya tidak sendirian di Mansion, tetap saja Axel lebih suka menunggui istri mudanya dibandingkan Hellencia.
“Hellencia, aku harus pulang sekarang! Tetap semangat untuk sembuh ya!” ucap Axel berpamitan membuat Hellencia terkejut bukan main.
“Kamu mau pulang, Mas?” tanya Hellen yang terdengar tidak mau ditinggal pulang.
“Iya, aku tidak bisa meninggalkan Anya lama-lama. Dia sekarang juga sedang sakit!” jawab Axel.
“Sakit apa? Lebih parah siapa yang sakit, Mas? Aku atau Anya?” Hellencia bangun dan duduk sambil menatap ke arah Axel.
“Satu bulan aku terbaring di rumah sakit, sekalipun kau tidak pernah menunggu aku meski hanya satu malam saja menginap di sini!”
“Aku masih maklum jika kau sibuk dengan urusan pekerjaanmu, tapi, aku masih tidak rela jika kau lebih memilih Anya dari pada aku, Mas!”
“Ingat, aku membayar Anya hanya untuk mengandung dan melahirkan anak kita nanti!”
Axel hanya menghela nafasnya panjang mendengar ceracauan yang berisi sederet pertanyaan dari Hellencia.
“Anya sedang hamil dan aku sedikit tidak tega meninggalkannya terlalu lama. Ada darah dagingku yang sudah mulai hidup di dalam perutnya, Hellencia!” jelas Axel membuat mata Hellen berbinar seketika.
__ADS_1
“Hamil? Anya sudah mengandung anak kita, Mas?” tanya Axel memastikan apa yang ia dengar barusan.
Rencananya untuk mendapatkan kekayaan yang dijanjikan oleh Papa Richie sebentar lagi akan terwujud. Tidak perlu menunggu satu tahun lagi, ia pasti akan menjadi seorang milioner. Bahkan, ia juga bisa berobat ke luar negri agar penyakitnya cepat teratasi.
“Ya, Anya tengah mengandung anakku, Hellen!” tegas Axel.
“Baiklah, kali ini aku mengizinkanmu pulang, Mas!” ucap Hellen merelakan suaminya pulang.
“Jaga baik-baik kandungan Anya dan jangan sampai terjadi apa-apa dengan kandungannya. Aku akan semangat untuk sembuh dan aku pastikan akan segera keluar dari rumah sakit, Mas! Aku juga ingin menjaga kandungan Anya bersamamu dan berlatih mengurus bayi agar saat anak kita lahir, aku bisa menjadi ibu yang baik untuknya.”
Axel tidak begitu menanggapi ucapan Hellen. saat ini yang terpenting baginya adalah, ia bisa segera pulang dan bertemu dengan Anya.
“Bye, Hellen! Jangan lupa untuk minum obat! Bik Kurni, saya permisi dulu ya. Untuk bayaran bibik sudah saya transfer ke dalam rekening!” ucap Axel.
“Baik, Tuan Axel! Terima kasih banyak!” balas Bik Kurni.
Axel pun langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Hellen menuju ke pintu lift. Sedangkan Hellen kini mulai membayangkan uang yang akan diterimanya selepas bayinya terlahir di dunia.
Sejak kedatangan Axel ke rumah sakit, keadaan Hellencia berangsur-angsur membaik. Sesuai dengan prosedur rumah sakit, keadaan Hellencia saat ini memungkinkan untuk dilakukannya operasi pengangkatan leher Rahim beserta jaringan di sekitarnya dan bagian atas ******.
“Kita juga bisa menganggap Anya sebagai Chef di Mansion ini bukan, apa bedanya?” tukas Mama Icha yang tampak tidak rela jika Anya jauh darinya.
“Papa setuju dengan usulan Mama! Lagi pula, kita juga sudah siapkan kamar khusus untuk kalian berdua!” tutur Papa Richie.
“Tapi, bagaimana jika nanti perut Anya mulai membesar?” tanya Anya yang masih tidak tega Axel menceraikan Hellen secepat ini, terlebih mengingat Hellencia juga baru saja pulang dari rumah sakit.
Anya sendiri belum siap mempublikasikan pernikahannya di depan banyak orang. Ia takut dicap sebagai pelakor yang rendahan di saat karirnya sebagai Chef tengah melejit.
“Sepertinya sebelum perut istriku ini membesar, aku sudah menceraikan Hellencia!” timpal Axel yang sedikit horror jika nantinya meninggalkan Anya berdua saja dengan Hellen di apartemen.
“Jawaban yang sangat cerdas, Axel! Papa sangat setuju denganmu!” timpal Papa Richie.
__ADS_1
“Mama juga sangat setuju! Dengan begini, Mama bisa terus memantau menantu kesayangan mama ini!” timpal Mama Icha membuat Anya sangat terharu mendengarnya.
“Terima kasih banyak, Mama. Anya juga sangat menyayangi Mama!” balas Anya sambil memeluk mamanya dengan sangat erat.
💞💞💞
Operasi Hellencia pun berjalan dengan lancar. Kali ini, Axel dan Anya sengaja datang ke rumah sakit selepas operasi selesai. Kebetulan, Axel dan juga Anya ingin memeriksakan kandungannya ke dokter kandungan.
Dua jam setelah operasi, Hellen mulai tersadar dari pengaruh obat biusnya. Perlahan ia mengerjapkan matanya dan ketika membuka sempurna, senyumnya langsung merekah melihat keberadaan Anya dan juga Axel di sampingnya.
“Hai, Anya!” sapa Hellen untuk yang pertama kalinya. “Bagaimana keadaan bayiku di dalam perutmu?” tanya Hellen.
“Sangat baik, Miss Hellen! Kebetulan kami juga baru saja memeriksakannya di dokter kandungan!” jawab Anya membuat Hellen merasa sangat bahagia.
“Aku akan mentransfer sejumlah uang ke dalam rekeningmu, Anya sebagai rasa syukurku atas kehamilanmu!” ucap Hellencia yang langsung mencari ponselnya.
“Tidak perlu, Miss Hellen!” tolak Anya. “Lebih baik anda focus untuk pemulihan terlebih dahulu!
Penolakan Anya kali ini sama sekali tidak digubris oleh Hellencia. Bayangan uang miliaran yang diberikan oleh Papa Richie dari hasil beberapa restoran yang dijanjikan untuknya terus menari-nari di pelupuk matanya.
Hellencia membuka M-Banking di ponselnya dan mengecek sisa saldo yang tersisa. Tampak masih ada uang sekitar 129 juta di dalam rekeningnya dan ia langsung mengetikkan nominal sebesar 60 juta untuk di transfer ke dalam rekening Anya.
“Aku sudah mengirimnya, Anya! Terima kasih karena sudah mengandung anakku dan aku harap kau menjaga kandunganmu itu dengan baik dan hati-hati!” ucap Hellencia.
“Tentu saja, Miss Hellen! Terima kasih banyak kirimannya. Seharusnya, Anda tidak perlu repot-repot seperti ini!” balas Anya.
“Santai saja, Anya! Yang terpenting sekarang, kau tetap menjalankan kontrak perjanjian kita dengan baik!” baas Hellencia yang kemudian beralih memandang ke arah Axel.
“Hai, Sayang! Aku sudah lebih baik sekarang!” ucap Hellencia menyapa Axel.
“Ya, dan kini aku masih harus menemui dokter untuk menanyakan perkembangan kesehatanmu!” ucap Axel yang langsung meninggalkan ruangan dan menuju ke ruang dokter yang baru saja mengoperasi Hellen.
__ADS_1
Sedangkan Anya, justru ditinggalkan berdua dengan Hellencia di ruangan karena kebetulan Bik Kurni sedang mencari makan siang di kantin rumah sakit.
Setelah menemui dokter dan membayar biaya administrasi rumah sakit, Axel pun mengajak Anya pulang karena Anya juga mulai terlihat lelah.