Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
New Style


__ADS_3

Gerakan jemari Axel yang mengusap lembut kepala Anya membuatnya terjaga dari tidurnya. Anya pun langsung membuka matanya dan menyunggingkan senyuman indahnya.


“Mau makan, sayang?” tawar Axel yang terdengar begitu mesra di telinga Anya. “Biar abang ambilkan dan bawakan ke sini!” lanjutnya lagi.


Anya pun hanya menganggukkan kepalanya dan Axel bergegas turun dari tempat tidur Anya dan mengambilkan makan untuk Anya. Sedangkan Anya langsung menyandarkan tubuhnya di headboard menunggu Axel kembali membawakan makanan untuknya.


Tak berapa lama, Axel sudah datang sambil membawa nampan yang berisi makanan lengkap untuk Anya.


“Papa dan Mama sangat menyukai masakanmu sampai mereka memutuskan untuk tinggal di sini!” ucap Axel sambil meletakkan makanan di atas nakas dan duduk di tepi ranjang Anya.


“Padahal di Mansion utama sudah ada chef handal yang bisa memanjakan lidah mereka. Enak aja mau terus-terusan nikmatin masakan istri muda aku yang cantik ini!” tutur Axel membuat Anya terkekeh pelan.


“Yaa, gak papa dong, Bang! Kan Anya memang chef pribadi yang ditugaskan untuk memasak. Jadi apa salahnya? Siapa tahu Anya dapet gaji tambahan dari papa Abang!” timpal Anya sambil menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.


Mendengar jawaban Anya barusan membuat hati Axel sedikit nyeri. Ia merasakan sangat bersalah telah mengenalkan Anya sebagai Chef Pribadi di depan papa dan juga mamanya.


Padahal Axel sendiri sudah benar-benar jatuh cinta dengan Anya sampai bertekad untuk menceraikan Hellen dan mengumumkan pernikahannya dengan Anya di depan semua orang.


“Sayang, aku akan segera mengenalkanmu sebagai menantu papa dan mama secepatnya. Sabar yaa, sebentar lagi aku juga akan menjadikanmu satu-satunya istri yang aku cintai!” ungkap Axel membuat Anya kembali tercengang mendengarnya.


“Abang serius?” tanya Anya yang masih antara percaya atau tidak.


“Serius sayang! Mana mungkin abang berbohong?” balas Axel.


Jika didengar dari gaya bicaranya, Axel memang terdengar serius untuk mencintai Anya. Namun, Anya masih merasa takut jika ia hanya tengah bermimpi di siang bolong.


Akhirnya Anya memilih untuk melanjutkan menyantap makan malamnya dan tidak menanggapi ucapan Axel. Setelah semuanya habis, Anya langsung membawanya ke belakang dan Axel pun terus mengikuti Langkah istri mudanya di belakang.


“Miss Hellen gak ditemenin tidur, bang?” tanya Anya sambil mencuci piring.


“Dia udah pergi! Aku yakin dia sedang marah karena …” Axel sengaja menggantung kalimatnya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Anya dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


“Karena Abang berniat buat menceraikannya kan?” sambuh Anya sambil mengelap tangannya yang basah dan kemudian berbalik memandang ke arah Axel.


“Iya!” jawab Axel singkat dan Anya menghela nafasnya panjang. Tangannya terulur mengusap rahang suaminya yang kokoh dengan lembut.


“Kalau begitu jangan diceraikan! Aku tidak mau menjadi pelakor, Bang!” ucap Anya yang langsung mendapat tatapan protes dari Axel.


“Kamu bukan pelakor, sayang! Kamu hanya Wanita yang diinginkan Hellen untuk melahirkan anakku! Dan kini aku benar-benar sudah jatuh dalam perasaan terdalam untuk mencintaimu, Anya!”


“Aku benar-benar mencintaimu dan tidak akan pernah melepaskanmu sedikitpun!” tegas Axel.


Anya yang mendengarnya merasakan sangat terharu sampai matanya mulai berkaca-kaca. Selepas papanya meninggal dunia, ia terus saja merasakan seorang diri. Namun, kini Anya sudah tidak sendiri lagi karena Axel pasti akan terus menjaganya.


“Aku juga sangat mencintaimu, Bang!” balas Anya yang sudah melingkarkan tangannya di leher Axel.


Tanpa malu lagi, Anya langsung mendaratkan ciumannya tepat di bibir Axel dan langsung bersambut dengan pagutan Axel.


Axel pun langsung menggendong Anya ala koala dan membawanya ke dalam kamarnya sendiri sambil terus berpagutan satu sama lain. Kemudian dengan perlahan Axel menurunkan Anya ke atas tempat tidurnya dan melepaskan ciumannya.


Axel yang sudah melepas kaos dan juga celana pendeknya pun tampak enggan menjawab dan justru mulai membuka kancing piyama Anya satu per satu.


“Jawab dulu, Bang! Kenapa bukan di kamar yang tadi Anya tempati aja? Nanti kalo Miss Hellen pulang gimana?” tanya Anya sambil merapatkan piyamanya yang sudah terbuka semua kancingnya.


“Aku yakin dia tidak akan pulang malam ini, sayang!” Axel langsung menyingkirkan tangan Anya yang menyilang dan dalam hitungan detik, kini keduanya sudah tidak mengenakan apa-apa.


Axel tidak langsung menyentuh Anya, melainkan justru memandangi Anya secara intens dan rinci dari atas sampai ke bawah membuat Anya kembali menyilangkan kedua tangan dan kakinya.


“Kenapa harus ditutupi sih, sayang?” tanya Axel yang sudah mengunci tangan Anya dengan tangannya dan merebahkannya di atas tempat tidur.


“Tubuhmu benar-benar membuat Abang menggila. Kali ini kau harus menikmati permainan Abang!” Axel meninggalkan Anya dan berjalan menuju ke pintu kulkas.


Kemudian ia mengambil beberapa ice cube dan meletakkannya ke dalam mangkok. Setelah itu ia kembali menuju ke tempat tidur Anya.

__ADS_1


“Abang mau ngapain?” tanya Anya saat Axel memegang dua buah ice cube dan mendekati Anya.


“Ikuti aja ya, sayang!” jawab Axel yang sudah meletakkan kedua ice cube di atas masing-masing titik sensitif Anya. Setelah itu Axel kembali mengunci tangan Anya dan tentunya ice cube tersebut membuat ujung milik Anya tegak sempurna dan membuat Anya tidak karuan karenanya.


“Emmmh, Abaaaang!” suara d354h4n Anya mulai memenuhi kamar Axel membuat Axel melepaskan tangannya di tangan Anya dan memainkan ice cube yang perlahan mencair memutari ujungnya.


Sedangkan Anya benar-benar menikmati permainan barunya ini sambil mencengkram sprei dan men993linjan9.


“Kau benar-benar sangat men994ir4hkan, sayang!” ucap Axel yang langsung menyesap ujung titik sensitif Anya sebelah kanan dan tetap memainkan yang sebelah kiri.


Axel terus mengabsennya secara bergantian sampai Anya tiba di pelepasannya yang pertama kali. Selepas itu Axel mulai turun ke bawah dan perlahan mulai menyatukan miliknya yang sedari tadi sudah tidak sabar untuk bertemu.


Keduanya pun sama-sama tenggelam dalam permainan p4n45 mereka sampai keduanya melepaskan bersama-sama. Sayangnya, Axel tidak kunjung melepaskan miliknya dan tetap membiarkannya di dalam sana.


“Abang, lepas dong!” pinta Anya yang sudah merasakan lengket.


“Katakan dulu bagaimana kesanmu pada permainan kita malam ini!” bisik Axel membuat Anya kembali meremang.


“Aku benar-benar sangat menikmatinya, Bang!” balas Anya yang tanpa ia sadari justru membuat milik Axel kembali memenuhi miliknya.


Dan tanpa pem4n454n yang kedua, mereka kembali meluahkan h45r4t yang kembali hadir dalam masing-masing mereka.


Kali ini Anya justru menceracau panjang membuat permainan mereka semakin p4n45 dan lama. Setelah pelepasan mereka yang kedua, Axel pun langsung melepaskan miliknya dan merebahkan tubuhnya di samping Anya.


“Kau sangat luar biasa, istriku sayang!” ucap Axel sambil mengecup kening Anya dengan lembut.


“Abang juga lebih luar biasa! I love you, Bang!” balas Anya lirih sambil memeluk Axel dan menyandarkan kepalanya dengan manja.


Mereka berdua pun kini terlelap dalam mimpi mereka sambil berpelukan.


 

__ADS_1


 


__ADS_2