Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Perdebatan Kecil


__ADS_3

Anya langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Axel setelah melihat senjata Axel yang tegak berdiri.


Sedangkan Axel yang sudah mulai gemas dengan sikap malu-malu Anya kali ini mulai mendaratkan bibirnya di leher Anya dan meninggalkan jejak kemerahan di sana.


Saat bibir Axel mengabsen leher Anya, tangannya mulai nakal membuka pengait br4 milik Anya dan melepaskannya sehingga milik Anya bergerak dengan bebas. Jemari Axel perlahan mengusap dada Anya dan membuat Anya mulai m3nd354h pelan karena kenakalan tangan suaminya.


“Kali ini, aku akan membalas cubitanmu yang menyakitkan tadi, Anya. Tapi, Aku tidak akan membuatmu merasakan sakit, melainkan justru sebaliknya!” bisik Axel sambil menarik ujung titik sensitif milik Anya.


“Awh!” suara Anya kali ini membuat Axel semakin gencar memilin ujung milik Anya yang tadi ia sebut sebagai balasan atas cubitan Anya di tangannya. Anya sudah mulai men993linj4ng tidak karuan dibuatnya dan membuat Axel tidak sabar untuk menggantikan tangannya dengan mulutnya.


“Sebelum anakku menikmati makanannya, aku akan mencicipinya terlebih dahulu setiap hari sebelum ia terlahir di dunia!” tutur Axel membuat Anya benar-benar dimabuk kepayang karena ulahnya.


Kini Axel benar-benar seperti bayi yang sedang kehausan sedangkan tangan Anya mulai m3r3m45 rambut Axel dan menekan kepala suaminya untuk bermain dengan puas di dadanya. Sayangnya, permainan panas mereka kali ini harus terhenti saat mendengar suara ketukan pintu kamar berkali-kali.


“Sayang,” terdengar suara Mama Icha memanggil dari luar.


“Tian dan juga pengacara sudah datang dan menunggu kalian di ruang tamu!” lanjutnya lagi membuat Axel menghela nafasnya panjang.


Sedangkan Anya langsung mendorong tubuh Axel untuk menjauh darinya, “Maaf, Bang! Sepertinya kita berdua harus keluar dulu!” ucap Anya sambil memunguti pakaiannya yang berserakan satu per satu.


Kemudian Anya berteriak dari dalam menyahut panggilan Mama Icha. “Iya, Ma! Sebentar lagi Anya sama Abang keluar!”


Sedangkan Axel hanya bisa menggerutu sambil merapikan kembali tempat tidur yang sedikit berantakan itu. “Huft, tadi di tungguin malah gak dateng-dateng. Sekalinya dateng malah ganggu orang yang lagi mupeng!” gerutu Axel kesal.


Setelah memakai kembali piyamanya, Anya langsung merapikan rambutnya yang berantakan di depan kaca dan Axel langsung mengambilkan jaket untuk dikenakan oleh Anya.


“Pakai jaket ya, Sayang! Abang gak mau mereka lihat kamu yang pakai piyama lengan pendek gini!” ucap Axel yang kemudian memakaikan jaket untuk Anya.


“Abang keluar duluan aja, ya! Anya masih mau nutupin bekas kenakalannya mulut Abang!” pinta Anya.


Namun, Axel justru menarik tangan Anya untuk berdiri, kemudian menata rambut panjang Anya untuk menutupi ki55m4rk buatannya.


“Udah gak kelihatan kok! Yuk, kita keluar sekarang!” ajak Axel sambil menggandeng tangan Anya dengan mesra.


💞💞💞


Pengacara Dirga dan juga Tian sudah menunggu di ruang tamu bersama dengan Mama Icha. Mereka mengobrol sambil menikmati hidangan yang sudah disuguhkan. Tak lama kemudian, Axel dan Anya mulai bergabung di ruang tamu.


“Selamat Sore, Pak Dirga!” sapa Axel sambil mengulurkan tangannya menyalami Dirga.

__ADS_1


“Selamat Sore, Tuan Axel! Senang bisa kembali berjuma dengan anda,” balas Dirga menyambut uluran tangan Axel.


“Terima kasih sudah berkenan untuk datang kemari. Kami memanggil anda untuk membicarakan tentang pembatalan perjanjian kontrak yang ditandatangani antara saya, Hellencia, dan juga Anya!” ucap Axel sambil duduk yang langsung membahas ke titik permasalahan.


Pengacara Dirga pun langsung paham kemana arah pembicaraan Axel kali ini. Ia pun memberitahukan jika pembatalan kontrak bisa dilakukan hanya jika Hellencia juga turut hadir bersama dalam kesempatan ini.


Sebab, kekuatan hukum yang tertera dalam perjanjian tersebut mutlak harus dengan persetujuan Hellencia sebagai pihak utama jika memang ingin dibatalkan. Jika tidak, maka ini termasuk ke dalam pelanggaran kontrak dan pihak yang melanggar patut untuk dikenai hukuman.


“Tapi isi perjanjian itu sama sekali tidak fair!” ucap Axel yang merasa dijebak oleh Hellencia saat penandatanganan.


“Bahkan isinya sangat merugikan pihak Anya dan memberi keuntungan besar untuk Hellencia saja!” lanjut Axel yang mulai memprotes Dirga.


“Kalau begitu, seharusnya sejak awal tidak perlu ditandatangani. Perjanjian tidak akan terjadi jika salah satu pihak merasa keberatan.”


“Tetapi, kasusnya sekarang adalah, perjanjian ini sudah ditandatangani dan disetujui oleh pihak yang terkait. Jadi, secara otomatis jika ada yang menyimpang, berarti dia sudah melanggar isi perjanjian ini dan patut untuk menjalani hukuman yang sudah ditetapkan!” jelas Dirga yang sudah tidak bisa disanggah lagi.


Mama Icha yang ikut mendengarkan mulai gusar saat mendapati pengacara saklek seperti ini. Akhirnya, ia pun turut angkat bicara untuk membela Anya.


“Kami punya banyak uang, Pak Dirga! Berapa pun akan kami bayar asalkan perjanjian itu bisa dibatalkan!” pinta Mama Icha membuat Anya langsung tidak setuju dengan keputusan Mamanya kali ini.


“Maaf, Mama! Kali ini Anya tidak setuju dengan usul mama! Anya sama sekali tidak suka jika hukum harus kalah karena uang!” tegas Anya.


Sedangkan Pengacara Dirga mulai menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan sebelum mengeluarkan pendapatnya.


“Mohon maaf Nyonya Icha, kali ini saya setuju dengan Nona Icha. Hukum yang berlaku memang tidak bisa digantikan dengan uang. Karena hal ini justru berubah menjadi pelanggaran baru tentang suap atau rasuah yang sangat dilarang dalam lingkaran komunitas pengacara.”


“Lebih baik, sekarang kita mencari jalan keluar agar semuanya tidak masuk dalam pelanggaran perjanjian dan tidak perlu dihukum!” jelas Dirga.


“Begini, Pak Dirga. Hukum dapat berjalan antara sesama orang yang sehat dan tidak mengidap kelainan, bukan?” tanya Anya yang langsung dijawab Dirga dengan anggukan kepala.


“Dari pernyataan saya tadi, bisa ditarik kesimpulan jika orang yang gila tidak bisa membuat perjanjian apapun itu. Bahkan orang gila yang terbukti membunuh saja bisa terlepas dari jeratan hukum bukan?” lanjut Anya lagi.


“Anda memang benar, Nona Anya. Tetapi, Miss Hellencia adalah orang yang waras dan sehat. Bahkan dia juga termasuk orak yang melek hukum!” timpal Pengacara Dirga.


“Okey, jika dilihat dari isi perjanjian, memang tidak ada yang aneh sama sekali, Pak Dirga. Bahkan semua orang yang membacanya akan menilai Miss Hellencia adalah orang yang sangat baik hati.”


“Dia rela berbagi suami dengan wanita lain dan setelah itu akan merawat wanita tersebut saat sudah mengandung benih dari suaminya. ironinya, ini bukanlah suatu kebaikan, Pak Dirga.”


“Ini adalah sebuah jebakan cinta yang terselubung. Miss Hellen mengalami kelainan dalam mencintai seseorang. Orang yang normal, pasti akan mencintai pasangannya yang lawan jenis!”

__ADS_1


“Tapi, Miss Hellen ini sangat berbeda. Ia mencintai pasangannya yang sesama jenis dan rela melakukan apa saja demi memenuhi keinginannya.”


“Dan ini adalah obsesinya untuk bisa bercinta dengan saya. Saya adalah korban yang tidak tahu apa-apa. Bahkan, saya juga memiliki banyak bukti mengenai kelainan Miss Hellencia ini!”


Pengacara Dirga kini langsung membeliakkan matanya karena sangat terkejut dengan penuturan panjang yang dikemukakan oleh Anya.


“Sekarang, saya kembalikan kepada anda, apa hukum ini bisa berubah setelah mengetahui kelainan yang sudah lama digeluti oleh Miss Hellencia?” tanya Anya sambil memperlihatkann beberapa bukti kegilaan Hellencia yang sengaja ia kumpulkan selama satu bulan ini saat Hellencia terbaring di rumah sakit.


Pengacara Dirga langsung mengecek bukti yang diperlihatkan oleh Anya satu persatu secara detail sampai membuatnya bergidik ngeri. Tidak hanya kebersamaan Hellencia dengan para wanitanya saat berada di muka umum saja yang Anya kumpulkan di ponselnya.


Video percintaan Hellencia dengan pacarnya juga ada di ponsel Anya membuat siapapun yang melihatnya pasti akan merasa jijik. Sedangkan Mama Icha dan juga Axel yang baru mengetahui hal ini pun memandang ke araah Anya dengan berbagai pertanyaan di kepalanya.


“Jika ada bukti seperti ini, maka perjanjian bisa dibatalkan karena benar-benar sangat membahayakan. Apalagi kelainan seperti ini akan cepat menular. Bahkan, yang awalnya tidak mau, lama kelamaan juga akan menjadi candu!” ucap Dirga membuat semuanya kini bisa bernafas lega.


“Syukurlaaah!” ucap Mama Icha yang langsung memeluk Anya dengan sangat erat.


“Kau benar-benar sangat hebat, menantuku sayang!” puji Mama Icha dengan mata yang berkaca-kaca.


“Tapi, permasalahan ini belum sepenuhnya selesai, Tuan dan Nyonya yang terhormat!” ucap Dirga sambil mengembalikan ponsel Anya.


Mama Icha melepaskan pelukannya terhadap Anya dan menatap tajam ke araah Dirga.


“Apa lagi yang belum selesai? Bukankah semuanya sudah jelas?” tanya Mama Icha.


“Memang sudah jelas mengenai kelainan yang ada pada Miss Hellencia. Bukti-bukti itu bisa dicetak dan diserahkan kepada pihak hukum sebagai syarat pembatalan perjanjian.”


“Masalahnya sekarang adalah, perjanjian yang sudah dibatalkan bermakna juga pernikahan antara Tuan Axel dan juga Non Anya juga dibatalkan!”


“Jadi, Tuan Axel dan juga Non Anya harus memperbaharui atau mengulang pernikahannya secara hukum dan agama!” jelas Pengacara Dirga.


“Tidak masalah!” timpal Axel dengan tegas. “Aku akan segera menikahi Anya dan mengadakan pesta besar untuk pernikahanku!”


“Dan Pengacara Dirga, kali ini saya akan minta tolong kepada anda untuk mengurus perceraian saya dengan Hellencia!” ucap Axel yang terdengar penuh semangat.


“Siap, Tuan Axel! Saya akan mengurus semuanya sampai selesai!” ucap Pengacara Dirga.


Akhirnya mereka kini mulai membicarakan mengenai pembatalan perjanjian dan juga mempersiapkan berkas untuk perceraian Axel dengan Hellencia.


 

__ADS_1


 


__ADS_2