
Delapan jam terkunci di Gudang bersama bangkai tikus membuat Jacqueline terkulai lemas tak berdaya. Saat pintu mulai terbuka, Asisten rumah tangga yang lainnya hanya memanggil namanya dari pintu bahkan enggan untuk memapahnya keluar dari Gudang.
Akhirnya, Mau tidak mau Jacqueline menguatkan dirinya untuk bangkit agar segera keluar dari tempat mengenaskan itu. Keadaan sudah sangat gelap karena ternyata waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. Jacqueline pun berjalan dengan terseok-seok meninggalkan Gudang.
Setelah Jacqueline keluar dari Gudang, tukang kebun Mansion langsung membersihkan bangkai tikus yang berceceran di lantai dan segera membersihkan Gudang sampai bersih.
Sedangkan Jacqueline yang sudah tidak karuan penampilannya, di perintahkan untuk membasuh dirinya terlebih dahulu di kamar mandi yang ada di dekat kolam renang sebelum ia masuk ke dalam Mansion Utama.
Jacqueline memandang dirinya di depan kaca dan merutuki kebodohannya sendiri. “Seharusnya aku tidak membuat rencana seperti ini!” sesal Jacqueline yang mulai menangisi dirinya sendiri.
“Aku benar-benar tidak sanggup melanjutkan rencana ini! Tapi, aku juga tidak mungkin mundur karena mereka pasti akan mencurigaiku!”
“Argh! Sial! Sial! Sial!” umpat Jacqueline dengan geram. Tak lama kemudian, ia mendengar samar-samar dua orang perempuan yang tengah membicarakan dirinya.
“Anya Sayang, Mama belum bisa mengizinkan kamu untuk menempati ruangan yang sudah lama menjadi Gudang!”
“Selain tempatnya belum bersih, Mama juga kaget saat mendengar laporan dari Maid jika Gudang tersebut banyak tikus. Bahkan sampai Mbok Tumpi terkunci di dalam Gudang selama delapan jam karena salah memijit kunci pinnya!” jelas Mama Icha.
“Mbok Tumpi itu siapa, Ma?” tanya Anya kemudian.
“Dia adalah asisten pribadi yang nantinya khusus merawat dan menyiapkan segala kebutuhanmu, Sayang!” jawab Mama Icha.
Perbincangan mereka berdua di tepi kolam renang membuat Jacqueline kembali bersemangat untuk melanjutkan rencananya. Ia pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Anya.
Sedangkan Mama Icha dan juga Anya yang sudah mendengar gemericik air di dalam kamar mandi pun segera meninggalkan kolam renang dan masuk ke dalam Mansion. Keduanya memang sengaja memancing Jacqueline agar tidak mengundurkan diri sebagai asisten rumah tangga selepas mengalami kejadian yang menjijikkan di dalam Gudang.
Setelah membersihkan dirinya, Jacqueline pun langsung ditunjukkan kamarnya oleh Maid Yira. Ia sangat terkejut saat mendapati kamarnya yang sangat kecil dengan dipan yang hanya muat untuk satu orang. Tapi, ia sudah tidak mau protes lagi karena tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit.
“Mbok Tumpi, biasanya Nona Anya minta untuk dibuatkan susu hamil sebelum tidur. Untuk takarannya, nanti mengikuti yang sudah ditulis di kaleng susu!” jelas Maid Yira.
“Maaf, bukannya aku menolak untuk bekerja dan melayani Nona Muda! Hanya saja saat ini kepalaku terasa sangat sakit!” balas Jacquelin sambil memegangi kepalanya. “Apa aku boleh minta tolong untuk diambilkan air dan juga makanan?” tanya Jacqueline kemudian.
__ADS_1
“Dari siang, perutku belum terisi apa-apa!” lanjutnya lagi dengan nada mengiba.
“Aduh, Mbok! Kerja aja belum, ini udah nyusahin orang aja, sih!” gerutu Maid Yira kesal.
“Tolong! Aku juga tidak ingin seperti ini!” pinta Jacqueline lagi.
Akhirnya dengan geram Maid Yira pun keluar dari kamar dan mengambilkan makan untuk Mbok Tumpi. Tak lama kemudian ia kembali dengan sepiring nasi dan lauk.
“Nih, cepat habiskan! Namanya kerja tuh pasti capek! Jadi jangan manja!” ucap Maid Yira dengan ketus.
“Makasih, Mbok!” ucap Jacqueline membuat Maid Yira yang hendak keluar dari kamar langsung menghentikan langkahnya dan berbalik.
“Heh, aku bukan mbok-mbok kayak kamu! Meski usia kita seumuran, tapi aku jauh lebih oke dan tidak kampungan kayak kamu!”
“Hii, dasar tikus got! Harusnya kamu tidak pantas menginjakkan kaki di Mansion mewah seperti ini meski sebagai babu!” lanjutnya lagi yang kemudian melangkah pergi.
Ucapan pedas yang keluar dari mulut Maid Yira membuat hati Jacqueline teriris-iris. Baru kali ini ada yang begitu melecehkannya dan ia tidak bisa membalasnya sama sekali. Tanpa ia sadari, air matanya pun mulai jatuh membasahi pipinya.
“Astaga! Makanan apa ini?” keluh Jacqueline yang kembali menangis sambil mulai menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.
‘Aku harus makan!’ tekadnya dalam hati. ‘Aku harus sehat agar bisa membalaskan dendam kepada semua orang yang ada di sini!’ batinnya lagi.
Satu piring nasi dengan lauk tumis tempe pun akhirnya sudah berpindah tempat ke perut Jacqueline. Setelah itu, ia meletakkan piringnya begitu saja di atas nakas dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Baru saja matanya hendak terpejam, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang sambil memanggil namanya dari luar.
“Mbok! Sudah tidur atau belum?” tanya Mama Icha sambil mengetuk pintu kamarnya.
“Saya datang sama Anya yang tadi belum sempat berkenalan sama Mbok Tumpi!” lanjut Mama Icha lagi sambil mengetuk pintu kamarnya.
Kepala Jacqueline pun semakin berdenyut tidak karuan. Tapi, lagi-lagi ia tidak bisa melawan atau menolaknya sedikitpun. Karena bagaimanapun keadaannya, ia harus tetap mengikuti apa permintaan bosnya.
__ADS_1
“Iya, Nyonya!” balas Jacqueline dari dalam kamar yang kemudian beranjak dari tempat tidur untuk membukakan pintu.
“Nah, Anya Sayang! Ini namanya Mbok Tumpi! Asisten pribadi kamu yang nantinya akan mengurus segala kebutuhan kamu!”
“Salam kenal, Nona Muda!” sapa Jacqueline sambil menundukkan kepalanya.
“Saya Mbok Tumpi,” lanjutnya lagi memperkenalkan dirinya.
“Oh!” balas Anya yang terdengar begitu ketus.
“Susu hamil saya, mana, Mbok? Tadi Maid Yira sudah memberi tahu bukan jika sebelum tidur, saya harus mengkonsumsi susu hamil!” lanjutnya lagi membuat Jacqueline menelan ludahnya kasar.
“Tolong buatkan dulu, ya, Mbok! Kasihan menantu saya!” titah Mama Icha.
“Baik, Nyonya!”
Dengan berat hati, Mbok Tumpi pun langsung berjalan menuju ke pantry. Namun, karena ini baru yang pertama kalinya, ia sedikit bingung dimana letak susu hamil Anya.
‘Emang gak ada babu yang lain ya yang bisa disuruh? Kenapa harus aku sih? Apa mereka gak sadar kalo aku baru saja hampir meregang nyawa di Gudang?’ gerutu Jacqueline dalam hati.
“Aduh, Ma! Pembantu yang ini lemot sekali!” protes Anya dengan nada yang manja.
Tim intel yang menyamar sebagai Maid pun bergabung ke pantry dan menunjukkan dimana letak susu kehamilan Anya dan mengajari cara membuatnya. Setelah jadi, Anya langsung menikmatinya. Tetapi, dengan sengaja Anya justru menyemburkan susu dari mulutnya sampai mengenai tepat di wajah Jacqueline.
“Maaf, Anya mual banget!” ucap Anya yang kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju ke wastafel dan langsung memuntahkan semua isi perutnya.
Sedangkan Mbok Tumpi langsung mengepalkan tangannya dengan geram karena terkena semburan susu hamil dari mulut Anya.
‘Benar-benar sial! Apa orang-orang yang ada di Mansion ini memang sudah tidak memiliki moral? Semuanya memang sudah gila!’ umpat Jacqueline dalam hati.
Belum ada satu hari di Mansion Utama, Jacqueline sudah tidak kuat dan ingin menyerah sambil memikirkan rencana yang lain. Ia pun kemudian kembali lagi ke kamarnya dan segera menghubungi Luigi untuk datang menjemputnya.
__ADS_1