Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Kepulangan Hellencia


__ADS_3

Keesokan harinya, Axel dan Anya sudah siap untuk kembali ke apartemen untuk sementara waktu. Setelah menyambut kepulangan Hellencia dari rumah sakit, mereka bertiga akan mulai kembali tinggal di Mansion Utama.


Setelah mendengarkan nasehat panjang dari Papa dan Mama untuk menjaga Anya dengan baik, kini mereka pun sudah bereada di dalam mobil dan siap meluncur ke Apartemen. Sedangkan Tian diperintahkan Axel untuk menjemput Hellencia dari rumah sakit.


Sesampainya di apartemen, Anya mulai berkutat di pantry untuk memasak. Namun, Axel justru langsung melarangnya dan memutuskan untuk memesan makanan di luar. Dan kini mereka justru menikmati waktu bersama mereka di depan televisi.


Anya menikmati drama korea sambil meletakkan kepalanya di pangkuan Axel, sedangkan Axel memeriksa pekerjaannya di iPad yang ia pegang. Tak lama kemudian pintu apartemen terbuka dan tampak Hellencia masuk ke dalam diiringi oleh Bik Kurni dan juga Tian.


“Mas Axel! Anya!” pekik Hellencia melihat kemesraan suaminya dengan madunya kali ini.


Ia sudah menunggu kedatangan Axel untuk menjemputnya pulang dari rumah sakit, ternyata suaminya sama sekali tidak datang dan justru tengah bermesraan dengan istri mudanya di apartemen.


Dengan geram Hellencia menarik tubuh Anya untuk menjauh dari Axel dan kemudian mengayunkan tangannya untuk menampar pipi Anya. Namun, dengan sigap Axel langsung memegang tangan Hellencia dan menghempaskannya dengan kasar.


“Apa yang ingin kau lakukan dengan madumu sendiri Hellencia?” tanya Axel sambil menatap Hellen dengan pandangan tidak suka.


“Apa kau lupa jika Anya kini tengah mengandung anakku?”


Pertanyaan Axel kali ini membuat Hellen yang sudah sangat kecewa dengan sikap Axel merasa tertantang.


“Apa kau lupa juga, Mas? Anya hanyalah perempuan bayaran yang aku bayar untuk mengandung dan melahirkan anak saja, tidak lebih!”


“Bahkan, dia juga tidak pantas untuk bermesraan denganmu!” Tangan Hellencia menunjuk ke arah Anya dengan tatapan cemburu. Hellencia benar-benar tidak suka melihat pemandangan kemesraan mereka berdua tadi.


“Dan kau, Anya!” Hellencia beralih memandang Anya dengan tatapan tajam.


“Kau harus sadar dengan posisimu saat ini!” ucap Hellencia membuat Anya merasa geram dan mulai mengepalkan tangannya.


Perlahan Anya mengatur nafasnya untuk tidak meluapkan emosinya saat ini, mengingat Hellencia baru saja pulang dari rumah sakit.


Akhirnya, Anya pun hanya bisa berbalik dan berlari masuk ke dalam kamarnya. Melihat istri mudanya masuk ke dalam kamar, Axel pun langsung berbalik dan hendak mengejar Anya. Sayangnya, langkahnya langsung dihadang oleh Hellencia.


“Kamu mau kemana, Mas? Mengejar perempuan murahan itu?” tanya Hellencia membuat Axel marah dan tidak terima. Ia langsung mendorong Hellencia sampai terjatuh di sofa.


“Kau jauh lebih murahan dan menjijikkan dibandingkan Anya, Hellencia! Aku bahkan lebih menyayangi Anya dari pada dirimu!” tegas Axel membuat Hellencia membeliakkan matanya.

__ADS_1


“Apa katamu?!” balas Hellen sambil berkacak pinggang.


“Anya ada di sini itu karenaku! Dan kau tidak berhak sedikitpun atas diri Anya, Mas!”


“Aku menyuruhmu untuk membuatnya hamil dan setelah anak itu lahir, Anya bukan siapa-siapa lagi untukmu!”


“Bahkan, kau tidak diperkenankan untuk menyentuhnya sedikitpun selepas ia mengandung. Karena tugasmu sudah selesai!” gertak Hellencia yang kemudian mengambil surat perjanjian pernikahan yang sudah ditandatangani olehnya, Axel, dan juga Anya.


Dimana di dalam surat itu, Axel memang menikah untuk menanam benih di perut Anya, selepas itu keduanya tidak diperkenankan untuk tidur bersama dan saling bersentuhan. Bahkan, di dalam surat tersebut yang diperbolehkan untuk menyentuh dan merawat Anya sampai bayinya terlahir di dunia adalah Hellencia.


Setelah membaca isi perjanjian secara detail, Axel langsung melemparkan surat perjanjian itu ke arah Hellencia.


“Jadi, kau benar-benar menjebak Anya untuk memenuhi semua keinginanmu? Bahkan kau tidak hanya menjebaknya untuk mengandung anakku, tapi juga untuk kesenanganmu yang sudah lama tertarik dengannya bukan?” gertak Axel yang sudah mulai frustasi.


Tawa Hellencia pun pecah seketika. Dugaan Axel memang benar adanya. Ia memang sudah lama tertarik dengan Anya. Bahkan, ia juga berhasil mengikat Anya secara hukum.


“Aku tidak akan takut dengan kontrak hukum itu, Hellencia! Hukum itu tidak akan berada di pihakmu jika mereka semua tahu kau adalah l35b!4n!”


“Semua terserah apa katamu, Mas! Yang jelas, Anya itu milikku seorang! Jika kau tetap bersikukuh untuk keluar dari perjanjian yang sudah kau tanda tangani, aku pastikan Anya akan merasakan untuk tidur di penjara minimal satu tahun di sana!" jelas Hellencia.


"Hellencia!"


"Apa sakit yang kau derita selama satu bulan di rumah sakit belum membuatmu sadar, haaa?"


"Kegilaanmu itu sangat menjijikkan, Hellen! Sampai menularkan penyakit ke banyak orang!"


"Apa kau juga tidak ingat? Cintia meninggal dunia juga karenamu!" gertak Axel yang sudah tidak habis pikir dengan jalan pikiran Hellencia yang masih ingin memiliki Anya.


Hellencia dengan santai berbalik dan menyibakkan rambutnya yang mulai menipis karena rontok setiap hari.


"Aku berbeda dengan Cintia! Dia terkena karma karena meninggalkan aku dan memilih untuk kembali dengan suaminya!" tutur Hellencia.


"Dan kini, aku mendapat kekuatanku untuk hidup kembali dari Anya. Aku semangat untuk sembuh setelah melihatnya dan itu berarti jika Anya tetap harus menjadi milikku, Axel!"


"Karena aku yakin akan hidup lebih lama jika dia terus ada di sampingku!" ucap Hellen sambil meneruskan langkahnya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Kini bukan hanya Axel yang bergidik ngeri mendengar obsesi Hellencia terhadap Anya. Tian dan Bik Kurni turut merinding mendengarnya.


Sedangkan Anya yang sengaja mendengarkan ucapan Hellencia tadi pun merasa begitu lemas sampai terduduk bersandar di tembok kamarnya.


"Gilaaak! Ini semua benar-benar sudah gila! Ternyata Miss Hellen menjebakku karena obsesinya yang ingin memiliki aku!" gumam Anya yang mulai ketakutan.


Tangannya melingkar memeluk kedua lututnya, "Aku pikir dia cemburu karena Bang Axel bermesraan denganku! Tapi ternyata dugaanku sangat keliru!"


"Aku kali ini tidak boleh lemah! Aku harus melawan Miss Hellen untuk menyelamatkan diriku sendiri!" gumam Anya sambil mengumpulkan keberaniannya.


"Yaa, aku tidak boleh lagi merasa iba hanya karena ia baru saja keluar dari rumah sakit!"


Tak lama kemudian pintu kamar Anya terbuka dan tampak Axel masuk ke dalam kamarnya.


Anya pun langsung bangun dan berlari ke arah Axel, kemudian memeluknya dengan erat.


"Jangan takut, Sayang! Aku tidak akan membiarkan dia untuk menyentuh sedikit pun!" ucap Axel yang berusaha untuk meredakan rasa takut Anya.


"Bang, kita pulang ke rumah papa sekarang aja yaa!" rengek Anya.


"Papa pasti akan bantu kita keluar dari masalah ini!" lanjutnya lagi.


Axel terhenyak sebentar mendengar permintaan Anya.


'Jika papa dan mama membantu masalah ini, sudah pasti Hellencia akan menguak siapa papa sebenarnya!' gumam Axel dalam hati.


'Dan Anya justru akan semakin terpuruk saat mengetahui jika Papa adalah orang yang menyebabkan papa dan mamanya mengalami kecelakaan mobil!' batin Axel.


'Tapi, jika Anya bisa menerima ini, maka, semua masalah pasti akan selesai dan aku juga bisa dengan cepat menyingkirkan Hellencia dari kehidupan aku!'


💞💞💞


Naaaah, gimana yaa kira-kira cerita selanjutnya?


Yuk, beri dukungan kalian buat Author dengan cara like, comment, vote, gift, dan juga rate bintang 5. Terima kasih banyak semuanya.

__ADS_1


__ADS_2