Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Sarapan Lezat


__ADS_3

Axel yang sudah mandi dan mengganti pakaiannya pun segera menuju ke kamarnya untuk menemui Anya. Meeting dan mengurus pekerjaan seharian membuat Axel begitu merindukan Anya. Sayangnya, saat ia masuk ke dalam kamar, Anya sudah terlelap dalam tidurnya.


Axel pun langsung naik ke atas tempat tidur dan masuk ke dalam selimut. Kemudian ia melingkarkan tangannya memeluk Anya dari belakang.


“Aku sangat merindukanmu, Sayang!” bisik Axel. Namun, Anya sama-sama tidak bergeming sedikit pun menandakan jika dirinya sudah masuk ke alam mimpi.


Axel pun semakin mengeratkan pelukannya dan tak lama kemudian menyusul Anya ke alam mimpi.


🎉🎉🎉


Keesokan harinya, Anya membuka matanya lebih dulu saat mendengar dering alarm dari ponselnya. Ia pun mematikan alarm dan langsung tersenyum saat mendapati Axel tengah memeluknya dengan sangat erat. Waktu masih menunjukkan jam 4 pagi, membuat Anya mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempat tidur.


Ia justru berbalik dan memandang wajah Axel yang masih terlelap. Perlahan tangannya mengusap wajah tampan Axel dengan lembut.


“Maafkan aku yang tidak menyambutmu pulang kerja, Sayang!” ucap Anya lirih.


“Kau pasti sangat lelah!” lanjutnya lagi dan kemudian Anya mendaratkan ciumannya di bibir Axel.


Jika tadi malam Anya sama sekali tidak bergeming saat Axel memeluknya dengan erat, kali ini gantian Axel yang tidak bergerak sama sekali saat Anya mencium bibirnya berkali-kali.


Hal ini membuat Anya gemas dan mulai memiliki ide nakal. Tangannya mulai menyusup ke dalam boxer milik Axel dan menyentuh senjata Axel yang masih tertidur. Awalnya, Anya bisa menggenggamnya karena ukurannya belum berubah. Namun, lama kelamaan mulai besar dan tegang.


Senyum Anya pun kembali merekah saat Axel masih memejamkan matanya. Padahal senjatanya yang ada di bawah sudah mode ON.


“Bisa lucu begini, sih, Bang!” ujar Anya gemas. “Anya lagi mau nih!” bisik Anya dan tiba-tiba Axel langsung bangun dan mengunci tubuh Anya di bawahnya.


“Ab-Abang!” suara Anya tercekat karena ia sangat terkejut saat Axel tiba-tiba mengunci tubuhnya dengan Gerakan yang sangat cepat.


“Istri abang lagi mau apa sih?” tanya Axel sambil menciumi ceruk leher Anya.


“Bukan, apa apa kok, emmmh, Bang! Anya mau bangun terus man-di!” jawab Anya sambil menahan suara d354h4nnya.


“Memangnya gak mau tanggung jawab?” tanya Axel yang sudah mulai membuka kancing piyama Anya satu per satu.


“Tangannya tadi udah nakal banget loh! Istri muda abang nih sekarang udah pintar yaa cari mainan favorit!” lanjut Axel yang sudah menanggalkan piyama Anya dan mulai membuka pengait br4 milik istrinya.

__ADS_1


“Dan Abang juga gak mau kalah pintar untuk dapatkan mainan favorit Abang!”


Tanpa menunggu lama, Axel sudah mengabsen ujung titik sensitive milik Anya. Sedangkan tangan Anya mulai mengusap lembut kepala Axel. Entah kenapa, Anya sangat menginginkan permainan panasnya dengan Axel di atas tempat tidur.


Sayangnya, permainan mereka kali ini tidak berjalan dengan mulus karena ponsel Axel berdering dan tampak panggilan masuk dari Dokter Firman. Tapi Axel tidak menghiraukannya sama sekali. Ia tetap menikmati mainan favoritnya tanpa ingin menjawab panggilan dari Dokter Firman.


“Bang, sepertinya, emmh, ini pang-gilan, emmh, penting!” ucap Anya sambil mend354h pelan.


“Tetapi, membuatmu mabuk kepayang lebih penting, Cinta! Aku ingin mengunjungi calon bayiku di dalam perutmu!” balas Axel yang kembali memainkan ujung titik sensitif milik Anya dengan mulutnya.


Sedangkan Anya masih berusaha menghentikan kenakalan Axel dan menerima panggilan dari Dokter Firman.


“Ha-halo, dokter!” ucap Anya saat panggilannya tersambung.


Kali ini mulut Axel mulai turun ke bawah dan membuat Anya menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara d354h4nnya.


“Kondisi Hellencia mulai membaik dan barusan ia sadar dari komanya. Dengan terbata-bata ia memintaku untuk memanggilmu datang kemari karena ia ingin menceritakan hal yang baru saja ia alami!”


“Dia juga akan memberitahukan siapa dalang pembunuhan Mama Divya.”


Penjelasan Dokter Firman yang juga terdengar oleh Axel, membuat Axel merebut ponselnya dari Anya dan menimpali informasi yang disampaikan.


“Sebenarnya kita sudah tidak begitu membutuhkan informasi dari Hellencia, Sayang! Karena yang terpenting saat ini adalah menuntaskan permainan kita,” ucap Axel yang ternyata dibalas Anya dengan anggukan kepalanya.


Kemudian tangan Anya melingkar di leher Axel dan mulai memohon manja, “Kalau begitu, lanjutkan, Bang!” pinta Anya.


“Oke, cinta!” balas Axel yang langsung memainkan spot milik Anya yang di bawah dengan jarinya.


Anya kembali dibuat melayang dan akhirnya penyatuan mereka yang sempat tertunda pun terjadi. Keduanya benar-benar lebur menjadi satu sampai waktu menunjukkan jam lima pagi, mereka sampai di pelepasan pertama mereka.


Axel pun langsung terkulai lemas di samping Anya sambil mengecup pipi Anya dengan mesra.


“Terima kasih banyak sarapannya, Cinta!” ucap Axel yang tampak sangat puas.


“Iya, Bang! Sekarang Anya mandi duluan, ya!” Anya mulai beranjak dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


“Mandi?” gumam Axel pelan sambil melihat istrinya yang sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.


“Bukankah aku juga harus segera mandi?”


Axel pun langsung beranjak dari tempat tidur dan langsung menyusul Anya menuju ke kamar mandi.


🎉🎉🎉


Jam tujuh pagi, Anya dan Axel keluar dari kamar mereka dan menuruni anak tangga secara beriringan. Papa Richie dan Mama Icha yang sudah duduk di ruang makan pun langsung tersenyum melihat dua sejoli yang tampak sangat fresh itu.


“Pagi Kesayangan!” sapa Mama Icha.


“Gimana tidurnya? Nyenyak banget kan kalo habis relaksasi?” tanya Mama Icha dan Anya langsung menganggukkan kepalanya.


“Enak banget, Ma! Makasih banyak, ya!” timpal Anya yang kini duduk di samping papanya.


“Trus anak kesayangan papa nih mau kemana sih udah cantik begini?” tanya Papa Richie.


“Tadi ada kabar dari rumah sakit jika Hellencia sudah mulai sadar dari komanya dan mencari Anya! Aku jawab saja jika kami akan ke rumah sakit setelah sarapan!” balas Axel saat Anya mulai menyiapkan sandwich untuk suaminya dan menuangkan susu hangat.


“Papa sedikit keberatan Anya keluar dari mansion utama! Meskipun Papa sudah menyewa tim intel dan bodyguard untuk Anya!” timpal Papa Richie yang begitu mengkhawatirkan kondisi Anya.


“Lebih baik Anya tetap di Mansion untuk sementara waktu. Keadaan belum aman, Axel! Apalagi Jacqueline yang asli juga masih belum tertangkap!” timpal Mama Icha.


Kini Axel langsung menatap istrinya lekat-lekat untuk meminta pendapat dari Anya, “Bagaimana menurutmu, Cinta?” tanya Axel sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.


“Anya ikut saran dari Papa sama Mama!” balas Anya dengan mantap.


“Good answer, Cantik! Bagaimana jika hari ini kita membuat kue dan juga dimsum?” tawar Mama Icha.


“Siap, Ma!” balas Anya.


“Okey, kalau begitu Papa akan menemani Axel menuju ke rumah sakit!” balas Papa Richie.


Mereka berempat pun akhirnya menikmati sarapan sambil mengobrol santai. Setelah itu, Anya dan Mama Icha tidak langsung membuat kue atau pun dimsum, tetapi menuju ke taman dan duduk santai di sana.

__ADS_1


Sedangkan Papa Richie dan juga Axel pun bersiap untuk menuju ke rumah sakit.


 


__ADS_2