Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Cerita Regi


__ADS_3

“Waktu aku berkunjung ke Mansion kamu, aku sebenernya udah hamil 5 bulan. Tapi memang gak begitu kelihatan karena sengaja aku pakein korset.” Regi memulai cerita tentang kehamilannya.


“Tapi lama kelamaan kehamilan ini gak bisa aku tutupi lagi dari papa sama mama. Mereka langsung marah besar saat tahu aku hamil di luar nikah. Mereka langsung gak peduli sama sekali, Anya! Bahkan ….” Regi menyeka air matanya.


“Bahkan aku masih harus cari uang buat kebutuhan sehari-hari aku. Untungnya, aku masih bisa cari uang meski dengan keadaan sendiri!” tutur Regi.


Anya yang tidak tega dengan cerita Regi barusan hanya bisa menghela nafasnya panjang sambil menepuk bahu Regi pelan. “Trus, suami kamu itu mana, Mbak?” tanya Anya sambil menenangkan Regi.


Regi terdiam dan tidak langsung menjawab pertanyaan Anya. Air matanya masih saja terus mengalir deras membasahi pipinya sampai Mama Icha mengulurkan tissue ke araah Regi.


Regi pun menerima pemberian Mama Icha dan mengusap air matanya. “Aku tidak tahu siapa bapaknya!” jawab Regi membuat Mama Icha dan juga Anya sangat terkejut.


“Hah?! Kok bisa, sih, Mbak?” Pertanyaan Anya kali ini membuat Regi tidak bisa merahasiakan apa yang sebenarnya sudah terjadi dengannya.


Jadi, sudah cukup lama Regi menikmati kebebasan dan juga kehidupan malamnya di sebuah saat weekend tiba. Kebebasan Regi selalu saja berujung dengan permainan panas di atas ranjang dengan beberapa pria yang berbeda dan tanpa menggunakan pengaman.


Regi sudah selalu mengingatkan pasangan mainnya untuk menggunakan pengaman. Sayangnya, lawan mainnya justru mengatakan jika menggunakan pengaman sama sekali tidak membuatnya merasa nikmat. Akhirnya, demi bayaran yang cukup besar, Regi pun mau melakukan hubungan terlarang itu demi mendapatkan uang.


Beberapa waktu kemudian, Regi mulai merasakan mual berkepanjangan setiap pagi. Porsi makannya lebih banyak dari biasanya dan juga terlambat datang bulan.


Akhirnya, ia memutuskan untuk membeli testpack dan hasilnya positif. Sejak saat itu, Regi menyimpan rahasia besarnya kepada papa dan juga mamanya.


"Aku melakukannya dengan banyak pria, Anya?" Regi langsung menangkup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menangis. Lagi-lagi Anya hanya menepuk bahu Regi pelan untuk membuatnya tenang.


"Aku tidak tahu harus bagaimana, Mbak. Semoga masalahnya bisa cepet selesai, ya!" tutur Anya yang sudah bersiap-siap untuk pulang.


"Ini tidak akan selesai dengan cepat, Anya!" balas Regi. "Masalah akan terus bertambah kedepannya setelah anak ini lahir. Apa kau benar-benar tidak bisa membantuku?" tanya Regi kemudian.


"Kau kan sangat kaya. Tidak bisakah kau memberiku pekerjaan dengan gaji yang layak?" lanjut Regi lagi.

__ADS_1


Anya langsung memandang ke arah mamanya dan memberi kode untuk membantu memecahkan masalah ini. Sayangnya, Mama Icha justru menggelengkan kepalanya untuk memberi isyarat jika ia tidak mau terlibat dalam masalah ini.


Anya pun berpikir keras bagaimana membantu Regi kali ini. Tiba-tiba, ia teringat dengan Bu Arini yang menawarkan dirinya untuk menjadi bintang iklan susu hamil. Kebetulan, kartu namanya juga masih ia pegang.


"Aku punya seseorang yang bisa kasih Mbak Regi pekerjaan!" tukas Anya sambil mengambil ponselnya dan menghubungi Bu Arini.


Ternyata, bu Arini masih berada di sekitar rumah sakit dan ia pun setuju untuk bertemu di kantin rumah sakit untuk membicarakan hal ini.


Setelah Regi periksa kandungan, mereka pun turun ke bawah menuju kantin rumah sakit untuk membicarakan kontrak tersebut.


"Akhirnya, bu Anya bersedia untuk menerima tawaran dari saya," ucap Bu Arini dengan mata yang berbinar.


"Mohon maaf Bu Arini. Saya hanya mengantar Mbak Regi ini untuk menjadi bintang iklan susu hamil yang anda tawarkan. Kebetulan, dia juga sangat membutuhkan pekerjaan!" ucap Anya.


Bu Arini tampak sedikit kecewa mendengar penuturan Anya. Ia pikir, Anya sendiri yang mau menjadi bintang iklan. Tidak tahunya malah orang lain.


Meskipun wajah Regi tidak begitu buruk, tetapi tubuhnya yang gemuk seiring bertambahnya usia kehamilannya membuat Bu Arini berfikir dua kali untuk menjadikannya bintang iklan.


"Tapi, Bu... Saya pikir yang mau menjadi bintang iklannya Bu Anya." Bu Arini tetap masih menginginkan Anya untuk menjadi bintang iklan susu hamil.


Anya tersenyum sambil menangkup kan kedua tangannya. "Sekali lagi mohon maaf, bukan saya, Bu! Saya permisi dulu, ya!"


Anya, Mama Icha, dan juga Intel Ika pun bergegas meninggalkan kantin. Sedangkan Bu Arini kali ini memandang kesal ke arah Regi.


"Maaf Bu Regi, saya sebenarnya menawarkan pekerjaan ini untuk Bu Anya, bukan anda!" tutur Bu Arini.


"Tapi, saya yang sangat membutuhkan pekerjaan ini. Tolong saya, Bu! Saya benar-benar membutuhkan uang untuk biaya lahiran," ucap Anya sambil memelas.


"Masalahnya, tubuh anda sama sekali tidak menarik untuk menjadi bintang iklan. Berbeda dengan Bu Anya yang tampak sangat cantik meski sedang berbadan dua!" balas Bu Arini secara terang-terangan.

__ADS_1


Deg! Regi terdiam kesal mendengar ucapan Bu Arini. Apalagi dirinya dibandingkan dengan Anya, saudara sepupunya sendiri.


'Argh! Sial! Kenapa Anya nih hoki banget sih setelah ditinggal mati sama papa mamanya?' batin Regi.


'Udah sekarang jadi konglomerat, cantik, terawat, dan sangat mudah untuk mendapatkan uang. Padahal, dia sendiri sudah bergelimang harta.'


'Sedangkan aku yang masih punya orang tua lengkap justru malah sangat menderita!' rutuk Regi dalam hati.


"Aku dan Anya itu bersaudara. Bahkan banyak orang yang mengira jika aku adalah kakak kandung Anya Karena wajah kita memiliki banyak kemiripan. Apa anda tidak bisa mempertimbangkannya lagi?" tanya Regi.


“Jika dilihat dari wajah memang ada sedikit kemiripan, hanya saja Bu Anya memang terlihat lebih terawat. Atau begini saja, saya akan memberikan kompensasi yang besar kepada anda jika anda berhasil untuk membujuk Bu Anya untuk menjadi bintang iklan susu hamil produk kami!” timpal Bu Arini.


“Namanya iklan itu kan harus menjual, Bu Regi. Tidak bisa sembarangan comot bintang iklan seperti ini. Tapi, kalau memang teman crew yang lain sudah mendapatkan bintang iklan yang cocok, maka kami juga tidak akan meminta Bu Anya untuk menjadi Bintang Iklan produk kami,” jelas Bu Arini.


“Memangnya, berapa biaya yang akan aku dapatkan jika berhasil membujuk Bu Anya menjadi bintang iklan?” tanya Regi kemudian.


“Sepuluh juta! Tidak kurang dan tidak lebih!” jawab Bu Arini membuat Regi menelan ludahnya kasar.


Pekerjaan Regi sekarang yang hanya sebagai buruh laundry hanya bisa mendapatkan uang sebesar satu juta lima ratus saja setiap bulannya. Sangat susah mengumpulkan uang sepuluh juta. Sedangkan Papa dan Mamanya sudah tidak memberikannya uang sama sekali semenjak Regi ketahuan hamil.


Kedua orang tua Regi sangat malu menjadi cibiran tetangga karena Regi hamil di luar nikah. Terlebih tidak ada lelaki yang mau untuk menikahi dan menjadi suami Regi. Sedangkan Regi sendiri juga tidak bisa menunjukkan lelaki mana yang sudah membuatnya hamil.


“Ini sih gede banget! Kalo gituh, aku akan datang menemui Anya dan merayunya agar mau menjadi bintang iklan susu hamil.” Regi langsung berdiri dan berpamitan  kepada Bu Arini untuk segera menemui Anya.


Ia bergegas menuju ke tempat parkiran dan mengendarai motornya menuju ke Mansion Utama. Siang ini, udara terasa begitu panas dan jalanan juga sangat padat. Regi sampai di Mansion Utama setelah berkendara selama satu jam. Sayangnya, sesampainya di Mansion Utama, Regi justru mendapat informasi jika Anya sudah lama tidak pulang ke Mansion Utama.


“Lalu, selama ini Anya tinggal dimana?” tanya Regi yang sudah terlihat begitu letih.


“Maaf, Bu! Kami tidak bisa memberitahukan keberadaan Nona Muda Anya sebelum meminta izin kepada Tuan Axel. Lebih baik, anda masuk dulu di gardu satpam dan beristirahat sambil minum air putih. Kami akan mencoba untuk menghubungi Tuan Axel!” jelas satpam yang menjaga Mansion Utama.

__ADS_1


“Huft! Orang-orang kaya ini ribet sekali, sih!” gerutu Regi sambil melangkah masuk ke dalam gardu satpam dan beristirahat di dalam sana.


Tak lama kemudian, Satpam yang sudah menghubungi Axel dan memberi kabar jika Regi tengah mencari istrinya pun kembali ke gardu satpam untuk menemui Regi.


__ADS_2