
Alarm di ponsel Anya terus saja berdering saat waktu sudah menunjukkan jam 5 pagi. Tangan Anya pun terus mer4b4-r4b4 mencari dimana ponselnya saat ini dan mematikan alarmnya. Tetapi, Anya tidak langsung bangun dari tidurnya, melainkan justru merapatkan dirinya ke dalam pelukan Axel.
Gerakan tubuh Anya yang memeluk Axel dengan manja, membuat Axel terjaga dan menyunggingkan senyumannya.
“Kayaknya ada yang ketagihan main panas pagi-pagi nih!” sindir Axel dengan suara seraknya yang khas bangun tidur.
Anya semakin mengeratkan pelukannya sambil menganggukkan kepalanya.
“Mau Abang yang mulai atau …” Anya langsung menggerakkan telunjuknya dan menyentuh dada Axel berkali-kali sebagai kode jawaban jika pagi ini Axel lah memulai.
Tanpa pikir panjang lagi, Axel langsung mengabsen ceruk leher Anya dengan gemas. “Aku suka sikap manjamu, Cinta!” bisik Axel sambil melepaskan kancing piyama yang digunakan oleh Anya.
“Anya juga lagi seneng dimanjain sama Abang!” balas Anya yang suaranya terdengar begitu 53K5i di telinga Axel.
“Trus, sekarang pingin diapain lagi sama Abang?” tanya Axel yang menjeda permainannya dan sengaja bertanya kepada Anya.
Tatapan Axel kali ini membuat Anya tersipu malu dan mukanya langsung merona kemerahan. Tubuhnya yang sudah tidak tertutup sehelai benang pun tak luput dari tatapan lapar suaminya. Entah mulai sejak kapan, Anya lebih senang tidur tanpa mengenakan br4.
Hal ini membuat Axel tidak payah untuk membuat istrinya terlihat begitu 53k5i. Bahkan baru dipandangi oleh Axel saja miliknya sudah mulai tegang, padahal belum disentuh sama sekali. Perlahan tangan Anya bergerak menyilang menutupi dadanya. Namun, dengan sigap Axel langsung memegangnya dan menguncinya.
“Satu hal yang tidak boleh kau lakukan saat bersamaku adalah menutupi keindahan tubuhmu, Cinta!” ucap Axel membuat nafas Anya mulai terasa sesak. Terlebih saat tubuhnya benar-benar dipindai oleh tatapan suaminya.
“Tapi jangan diliatin gituh, Abang! Anya kan malu!” balas Anya yang sudah sangat ON dan menginginkan sentuhan suaminya.
“Memohonlah, Cinta!”
Permintaan Axel kali ini membuat Anya menggigit bibir bawahnya. “Abang!” panggil Anya dengan sedikit m3nd354h.
“Iya, Cinta!”
“Jangan dianggurin, dong, Bang!” Anya mulai tidak kuat menahan keinginannya.
“Trus, mau dimulai dari mana?” tanya Axel yang masih memandangi kemolekan tubuh Anya.
“Be a greedy baby, honey!” pinta Anya yang menginginkan Axel untuk menjadi bayi yang rakus. Permintaan Anya kali ini langsung dituruti oleh Axel yang langsung menyesap ujung titik sensitive milik Anya dan memainkannya seperti bayi yang tengah kehausan.
Tidak hanya itu, tangan Axel juga ikut bermain di ujung yang satunya membuat Anya seperti melayang. Tangan Anya yang sudah terbebas pun mulai mengusap kepala Axel dan sesekali menekannya lebih erat, memperlihatkan jika Anya begitu menikmatinya.
Sudah puas yang bagian kanan, kini Axel beralih ke bagian yang kiri sampai Anya tiba di pelepasan pertamanya. Selepas itu, Axel kembali mengabsen bibir istrinya dan m3lum4tnya dengan mesra. Anya sendiri membalas pagutan Axel dan keduanya saling berciuman.
__ADS_1
“Kamu benar-benar sangat m3n99airahkan, cinta!” tutur Axel sambil menggesekkan senjatanya ke tempat favoritnya.
“Kalo gitu, jangan kelamaan dong masukinnya!” balas Anya membuat Axel langsung menuruti permintaan istrinya.
Akhirnya, penyatuan mereka pun terjadi pagi ini. Sampai keduanya sampai di pelepasan mereka dan Axel pun mencium kening istrinya dengan sangat mesra.
“Aku sangat mencintaimu, Divanya Elea Razil!”
“Aku juga sangat menginginkanmu, Abang! Kita main di bathtub, yuk!” ajak Anya sambil mengusap dada bidang suaminya dengan manja.
“As you wish, baby!” balas Axel yang langsung menggendong istrinya ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi.
Permainan panas mereka berdua pun dilanjutkan di kamar mandi sampai mereka berdua melewatkan waktu sarapan bersama dengan Papa Richie dan Mama Icha.
“Anak-anak belum turun, Ma?” tanya Papa Richie yang sudah siap untuk bekerja.
“Belum, tuh! Mama juga belum suruh Maid panggil turun buat sarapan, sih!” balas Mama Icha sambil menyiapkan nasi goreng seafood ke piring Papa Richie.
Mendengar obrolan kedua orang tua Axel di ruang makan, membuat Jacqueline yang hendak membuatkan susu hamil untuk Anya pun langsung mengurungkan niatnya dan berjalan ke ruang makan.
‘Pagi ini, aku harus tahu dimana letak kamar Anya!’ gumam Jacqueline dalam hati.
“Selamat pagi, Tuan dan Nyonya!” sapa Jacqueline yang sudah tampak lebih baik dari semalam.
“Apa saya perlu memanggil Nona Muda untuk sarapan? Atau mungkin membawakan sarapan ke kamarnya?” tanya Jacqueline.
“Boleh saja! Kamu siapkan dulu susu hangat untuk Anya, ya!” timpal Mama Icha membuat Jacqueline bersorak gembira.
‘Yes, sebentar lagi pintu gerbang balas dendam ku akan mulai terbuka!’ gumam Jacqueline dalam hati.
Ia pun langsung kembali ke pantry untuk membuatkan susu hamil untuk Anya. Setelah siap, kepalanya mulai berputar untuk melihat ke sekelilingnya.
‘Sepi!’ batin Jacqueline yang langsung mengambil botol kecil yang berisi obat pencuci perut. Kemudian ia memasukkannya ke dalam susu yang akan dikonsumsi oleh Anya.
Tanpa ia sadari, perbuatannya sedang direkam oleh salah satu tim intel yang sedang menyamar sebagai maid dan saat ini tengah bersembunyi di balik dinding pantry. Setelah itu, Jacqueline juga menyiapkan sarapan untuk Anya dan juga Axel. Kemudian membawanya menuju ke kamar Anya.
Namun, karena sebelumnya Jacqueline belum tahu dimana letak kamar Anya, ia pun kembali bertanya kepada Mama Icha.
“Maaf Nyonya, Kamar Nona muda ada di sebelah mana ya?” tanya Jacqueline.
__ADS_1
“Anya sudah berada di taman samping, Mbok! Pagi ini ia sedang ingin menikmati sarapan di sana dengan suaminya!” timpal Mama Icha.
“Antarkan saja ke taman!” titahnya lagi dan Jacqueline pun langsung menganggukkan kepalanya.
“Baik, Nyonya!”
Jacqueline langsung melangkahkan kakinya menuju ke taman yang terhubung dengan kolam renang. Tampak Anya memang sedang bercengkrama dengan Axel di kursi taman.
“Permisi, Tuan dan Nona! Saya datang membawa sarapan untuk anda!” ucap Jacqueline yang langsung meletakkan nampan yang ia bawa ke atas meja dan menyajikan semuanya dengan baik.
“Terima kasih banyak, Mbok!” jawab Anya.
“Sama-sama, Non!” balas Mbok Tumpi yang sudah siap untuk berbalik meninggalkan taman.
“Eh, tunggu dulu, Mbok!” cegah Axel dan Mbok Tumpi langsung menghentikan langkahnya.
“Iya, Tuan. Ada apa ya?” tanya Mbok Tumpi yang kembali berbalik menghadap tuannya.
“Saya belum sempat menilai asisten baru yang nantinya akan melayani istri kesayangan saya ini! Jadi, pagi ini saya akan menguji Mbok. Pantas atau tidak untuk menjadi pelayan pribadi Anya!” jelas Axel yang sebelumnya sudah mendapat laporan jika Mbok Tumpi menambahkan sesuatu di susu kehamilan Anya.
“Tentu saja saya pantas, Tuan! Saya adalah asisten yang berpengalaman!” balas Mbok Tumpi meyakinkan.
“Oke, kalau begitu, saya mau kamu minum susu hamil punya istri saya untuk memastikan buatan kamu ini aman untuk dikonsumsi atau tidak!” titah Axel dengan tegas.
Perintah Axel kali ini membuat Anya langsung paham dengan apa yang diperbuat oleh orang jahat di depannya itu.
“Siap, Tuan!” jawab Mbok Tumpi yang langsung meraih gelas susu yang ia buat untuk Anya dan tentunya sudah tercampur dengan obat pencuci perut.
‘Huft, untung saja ini Cuma obat pencuci perut dosis rendah!’ gumam Jacqueline dalam hati.
‘Sial! Kenapa aku tidak memperhitungkan hal ini!’ batinnya lagi sambil meneguk susu hamil untuk Anya sampai habis tak bersisa.
“Sudah, Tuan!” jawab Jacqueline yang merasa begitu enek.
“Kalau begitu, sekarang coba nasi goreng seafoodnya, Mbok! Kalau bisa dihabiskan semuanya, ya dua piring. Arus habis! Kalau enggak, mendingan aku cari asisten baru yang lain aja!” lanjut Anya.
“Apa? Semuanya harus saya habiskan, Non?!” tanya Jacqueline yang merasa sangat keberatan.
“Iya, dong! Kan ini baru ujian pertama, Mbok! Semua asisten rumah tangga juga selalu mendapatkan ujian seperti itu saat pertama kali kerja di sini!” jawab Anya.
__ADS_1
‘Aaarrrggghhh, Sial! Ini benar-benar keterlaluan dan sudah di luar batas normal!’ umpat Jacqueline dalam hati.