Gairah Istri Muda

Gairah Istri Muda
Penjelasan Papa Richie


__ADS_3

Dokter Firman kini bernafas lega selepas menemui Dokter Spesialis K***min. Kini tinggal ia memeriksakan istrinya untuk mengantisipasi tertular dengan penyakit yang sama dengan Hellencia.


Sedangkan di sisi lain, Axel kini sudah bersama dengan kedua orang tuanya di Mansion Utama, karena mereka ingin menguak semuanya secara gamblang kepada Axel. Dan Anya kini tengah membantu di dapur restoran karena kebetulan ada permintaan menu khusus dari seorang klien.


“Jelaskan semuanya dengan jelas, Papa!” pinta Axel yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan dari papanya.


“Katakan dulu, apa yang sudah terjadi dengan Hellencia!” balas Papa Richie yang juga penasaran dengan sakit yang tengah diderita oleh istri pertama putranya itu.


Axel menghela nafasnya panjang, “Ayolah, Pa! Aku pasti akan menceritakan apa yang terjadi dengan Hellencia selepas papa menjelaskan hubungan aku dengan Anya!” tegas Axel yang teguh dengan pendiriannya.


Papa Richie kini memandang ke arah Mama Icha untuk meminta persetujuan, dan Mama Icha langsung menganggukkan kepalanya.


“Papa sebenarnya bukanlah papa kandung kamu, Axel!” Papa Richie tampak menjeda kalimatnya.


“Papa bertemu dengan Mama Icha saat ia kesulitan membayar biaya rumah sakit setelah papa kandungmu meninggal dunia karena komplikasi. Kau tahu Axel, Mamamu ternyata mantan pacar Papa saat masih duduk di bangku SMA dan saat kuliah, kita berdua tidak pernah berjumpa lagi.”


“Waktu itu, Papa membantu melunasi biaya rumah sakit dan mulai saat itu kita saling bertemu. Dari situ, papa bertekad untuk menikahi Mama Icha dan menganggapmu sebagai anak kandung papa sendiri!” jelas Papa Richie.


Axel cukup terhenyak mendengar cerita dari papanya dan tidak ada perasaan kecewa sedikitpun dalam hatinya setelah mengetahui jika ia bukanlah anak kandung dari papanya. Tetapi, rasa penasaran masih terus menyelimutinya mengingat bagaimana bisa Anya menjadi anak kandung dari papanya.


“Lalu, bagaimana ceritanya mengenai Anya?” tanya Axel yang tampak tidak sabar karena Papa Richie tidak kunjung melanjutkan ceritanya.


“Anya adalah anak papa dengan Divya, Mama Anya yang meninggal saat kecelakaan beberapa bulan yang lalu. Hubungan terlarang papa saat itu tidak disetujui oleh kakeknya Anya dan saat Divya hamil, ia langsung dinikahkan oleh Razil, pemilik café diorama yang kini sudah berpindah tangan!”


“Razil memang sangat menyayangi Anya, meskipun ia tahu jika Anya adalah hasil hubungan gelap papa dan juga Divya. Sayangnya, selama 20 tahun lamanya, papa sama sekali tidak diizinkan untuk mengenal anak papa sendiri. Sampai akhirnya Papa melakukan hal yang nekat, hanya demi bertemu dengan darah daging papa sendiri.”


“Mungkin, jika Razil dan Divya memperbolehkan papa untuk menemui Anya, semua ini pasti tidak akan terjadi! Razil dan Divya akan tetap hidup menjaga Anya dan hubunganku dengan Anya juga pasti akan terjalin dengan baik!”


“Sayangnya, mereka egois! Papa tidak pernah sekalipun diizinkan untuk mengenal putri kandung papa sendiri! Hingga saat papa menemukan mobil mereka di bengkel, papa sengaja membayar karyawan bengkel untuk mengendurkan rem mobil Razil.”

__ADS_1


Cerita Papa Richie kali ini membuat Axel bimbang menilai sikap papanya. Adakah papanya bersalah telah memperjuangkan sebagian haknya untuk menemui putri kandungnya sendiri?


Tapi, Axel juga tidak bisa membenarkan tindakan papanya yang sudah menghalalkan segala cara untuk bisa memenuhi keinginannya.


“Papa memang bersalah, Axel. Dan papa paham betul, kau pasti sangat kecewa dengan sikap papa!” Papa Richie menangkupkan kedua telapak tangannya menutupi wajahnya. Sedangkan Mama Icha langsung memeluknya dengan sangat erat.


“Mama mohon, maafkan kesalahan papamu, Axel!” tukas Mama Icha.


“Ma, bukan Axel yang berhak memaafkan kesalahan papa, melainkan Anya!” balas Axel.


“Tetapi papa sama sekali tidak mau Anya mengetahui semua ini!” sanggah Papa Richie dengan tegas. “Papa tidak mau Anya justru membenci papa dan tidak ingin mengenal papa lagi!”


Ucapan papanya membuat Axel semakin bingung. Akhirnya, Axel menyarankan agar papanya menebus kesalahannya dengan mencurahkan kasih sayangnya terhadap Anya.


“Kalau begitu, aku mohon, papa dan mama teruslah menyayangi Anya! Jangan buat Anya merasakan kesedihan mendalam untuk yang kesekian kalinya!” pinta Axel yang langsung disambut dengan penuh kegembiraan oleh papanya.


“Tentu Axel! Papa dan Mama pasti akan menyayangi Anya sepenuh hati! Bahkan papa juga sudah menyiapkan kamar untuk kalian di Mansion ini!”


Permintaan Papa Richie kali ini mulai dipertimbangkan oleh Axel. Namun, seketika ia teringat jika Hellen pernah mengatakan jika kemungkinan papanya juga akan melenyapkan Anya.


“Aku masih belum percaya dengan Papa!” ungkap Axel tiba-tiba.


“Apa yang sudah papa rencanakan dengan Hellencia, sampai ia tahu jika papa juga kemungkinan akan melenyapkan Anya seperti papa melenyapkan kedua orang tuanya?”


“Apa penjelasan papa tadi masih membuatmu menganggap papa akan melenyapkan Anya?” tanya Papa Richie balik.


“Papa sangat mendambakan untuk bertemu dengannya, bagaimana mungkin papa justru membunuhnya, Axel?” Papa Richie menyanggah pemikiran Axel dengan geram.


“Hellencia memang mengetahui hal ini karena dia memang sengaja mengikuti papa ke bengkel waktu itu. Papa sendiri tidak bisa berkilah apa-apa karena Hellencia kebetulan merekam semuanya sebagai bahan untuk mengancam papa!”

__ADS_1


Mendengar semua cerita papanya membuat situasi semakin sulit. Satu hal yang Axel takutkan adalah saat Anya mengetahui semua rahasia ini. Hal itu pasti akan membuat semuanya jadi berantakan. Untungnya, saat ini Hellencia sedang dirawat di rumah sakit dan mungkin untuk beberapa hari ke depan.


Tidak hanya itu, Axel juga masih sulit untuk menceraikan Hellen dalam waktu dekat ini. Papa Richie dan Mama Icha paham betul dengan kebingungan Axel kali ini.


Mereka berdua pun sama-sama mendekati Axel dan duduk mengapitnya dari sebelah kanan dan juga kiri.


“Ini semua sangat sulit untuk kita hadapi, Axel! Tapi kau tahu bukan, tidak ada masalah yang tidak mempunyai jalan keluar!” gumam Mama Icha sambil menepuk bahu putranya.


“Dan kita bertiga, akan menghadapi permasalahan ini bersama-sama, Axel!” lanjut Papa Richie membuat Axel menarik bibirnya untuk tersenyum.


“Ya, kita akan menghadapi semuanya bersama-sama!” balas Axel membuat mereka bertiga akhirnya saling berpelukan.


“Oh, iya. Kamu belum menceritakan tentang keadaan Hellencia! Apa yang sudah terjadi dengannya?” tanya Papa Richie kemudian.


“Dia terkena penyakit klamidia karena terlalu sering menggunakan 53x toy, Pa!” jawab Axel membuat Papa dan juga Mamanya sangat terkejut mendengarnya.


“Apa itu menular?” tanya Mama Icha sambil bergidik ngeri.


“Iya, Ma!”


“Jadi, kamu juga tertular, Axel?” tanya Papa Richie yang langsung menjauh dari putranya. Tidak hanya Papa Richie, Mama Icha pun langsung berpindah tempat dari samping Axel.


“Huh, untungnya tidak! Axel sudah lama tidak melakukan hubungan dengan Hellencia!” jawab Axel membuat Papa dan juga Mamanya bernafas lega.


💞💞💞


Naaah, setelah ini plotnya akan aku bikin ngebut yaa.


Yuk, tinggalkan jejak kalian semua dengan like, comment, vote, subscribe, dan juga rate bintang 5. Terima kasih banyak atas dukungan kalian semuanya.

__ADS_1


 


__ADS_2